Sosialisasi Koperasi; Buka Jalan UMKM Menuju Kemandirian

Sleman – Di tengah derasnya arus ekonomi digital dan persaingan pasar global, UMKM tetap menjadi penyangga ekonomi nasional. Namun sayangnya, kesadaran pelaku UMKM untuk bergabung dalam koperasi masih rendah. Banyak yang belum memahami cara kerja koperasi atau merasa enggan karena pengalaman buruk dengan koperasi yang tidak sehat. Padahal, dengan manajemen yang transparan dan pengawasan yang kuat, koperasi bisa menjadi kekuatan ekonomi yang besar.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, bersama DPRD Kabupaten Sleman menggelar sosialisasi yang berlangsung di Ruang Rapat Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Selasa (29/4/2025).
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sleman, Suryana mengungkapkan banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah yang belum memahami konsep koperasi secara utuh. Melalui sosialisasi, mereka dapat mengetahui bagaimana koperasi bekerja, apa manfaatnya, serta bagaimana cara bergabung dan berkontribusi di dalamnya.
“Informasi yang tepat dapat mengubah cara pandang individu dari usaha sendiri-sendiri menjadi usaha berbasis kebersamaan,” kata Suryana.
Pemerintah pun mulai mendorong peran koperasi dalam mendukung UMKM melalui berbagai program seperti pelatihan, digitalisasi koperasi, hingga bantuan permodalan berbasis koperasi. Harapannya, koperasi tidak hanya menjadi lembaga keuangan alternatif, tetapi juga mitra strategis pelaku usaha dalam menghadapi tantangan zaman.
Lebih lanjut, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Tina Hastani menambahkan bahwa membangun koperasi yang kuat membutuhkan waktu dan kepercayaan. Namun, jika UMKM terus dibiarkan berjalan sendiri dalam lanskap ekonomi yang makin kompetitif, banyak yang akan tertinggal.
“Koperasi hadir bukan untuk mengambil alih, tetapi untuk memperkuat,” tegasnya dihadapan peserta sosialisasi.
Menurut Tina, koperasi bukanlah sekadar wadah simpan pinjam saja. Melainkan sebuah sistem ekonomi berbasis kebersamaan, yang memungkinkan pelaku UMKM untuk saling menopang dalam satu ekosistem. Dengan bergabung dalam koperasi, pelaku usaha kecil bisa memperoleh akses permodalan yang lebih terjangkau, pelatihan manajemen usaha, hingga kemudahan distribusi dan promosi produk.
Keberhasilan koperasi dalam mendukung UMKM juga terlihat dari terciptanya ekosistem yang saling menguntungkan. Dari sisi produksi, koperasi membantu anggota mendapatkan bahan baku dengan harga grosir. Dari sisi pemasaran, koperasi membuka akses ke pameran, marketplace, hingga ekspor. Semua ini dilakukan dengan semangat gotong royong.
Dukungan terbentuknya koperasi pun muncul dari Ketua Tim Penggerak PKK Banyuraden, Kwintartiningsih Pospoputri yang menekankan sudah saatnya pelaku usaha memandang koperasi bukan sebagai pilihan terakhir, tetapi sebagai mitra utama. Dalam semangat kolektif dan kebersamaan, koperasi dan UMKM dapat tumbuh bersama, menciptakan ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan bagi semua. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)

