Sertijab Panewu dan Panewu Anom Kapanewon Pakem Berlangsung Penuh Haru

Sleman – Serah Terima Jabatan (Sertijab) Panewu dan Panewu Anom Kapanewon Pakem dilaksanakan pada, Senin (26/5/2025) di Kantor Kapanewon Pakem. Dalam kegiatan ini, Dewanto Tri Nugroho resmi menyerahkan jabatan Panewu Pakem kepada Tri Akhmeriyadi.  Sementara jabatan Panewu Anom kini diemban oleh Zaini Anwar.

Pergantian jabatan ini merupakan tindak lanjut Keputusan Pemerintah Kabupaten Sleman yang telah ditetapkan sejak 19 Mei 2025. Prosesi sertijab berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dan dihadiri oleh jajaran Forkompim Kapanewon, tokoh masyarakat, perwakilan lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Dewanto selaku Panewu Pakem yang lama menyampaikan bahwa masa pengabdiannya di Pakem telah berlangsung selama satu tahun lebih satu minggu. “Ada perjumpaan, ada perpisahan, dan sekaranglah waktunya,” ujar Dewanto.

Ia pun berpesan agar program-program yang bermanfaat dapat diteruskan dan yang kurang relevan dapat ditinggalkan. “Selama setahun ini pasti banyak kekurangan dalam kami membersamai panjenengan semua. Untuk itu saya minta maaf. Lanjutkan program yang penting, tinggalkan yang tidak penting. Semoga Pakem tetap dengan slogannya yaitu PAMANDARU (Pakem Aman Damai dan Rukun),” tambahnya.

Sementara itu, Panewu Pakem terlantik, Tri Akhmeriyadi menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendahulunya dan menyatakan komitmennya untuk melayani masyarakat Pakem. “Tentu saja semua itu baik untuk diteruskan. Maka mohon ijin, saya akan menjadi pelayan untuk warga Pakem,” tuturnya.

Acara diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari Forkompim Pakem, sekolah-sekolah, Paguyuban Dukuh Cokro Pamungkas Kapanewon Pakem, hingga komunitas informasi masyarakat KIM Ceria Pakem. Momen ini menjadi simbol apresiasi atas dedikasi para pejabat lama sekaligus penyambutan bagi pemimpin yang baru. (Asrori Wardan / Kim Pakem)




Belajar Pengelolaan Sampah, Kapanewon Depok Studi Banding ke Edu Ekowisata Narendra

Sleman – Kapanewon Depok bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman mengajak Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) se-Kapanewon Depok melakukan studi banding di Edu Ekowisata Narendra, Dusun Ngunan Unan, Desa Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul. Kegiatan yang dilangsungkan pada, Senin (26/5/2025) tersebut bertujuan untuk mempelajari cara pengelolaan sampah yang baik.

Edu Ekowisata Narendra sengaja dipilih sebagai tujuan studi banding karena dinilai berhasil dalam pengelolaan sampah mandiri, baik sampah organik maupun anorganik. Edu ekowisata tersebut telah mengelola limbah sampah sedemikian rupa, hingga menghasilkan barang yang lebih bermanfaat.

“Butuh waktu yang tidak sebentar untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah, sejak berasal dari rumah tangga sampai kemudian dipilah-pilah kembali yang organik dan anorganik,” kata Rusdianto, Ketua Edu Ekowisata Narendra.

Menurutnya, sejak awal kegiatan pilah sampah dan mengelola limbah rumah tangga, butuh waktu kurang lebih empat tahun, hingga saat ini. Edu Ekowisata Narendra pun telah memperoleh pendampingan dari Kampus UAD, terkait edukasi potensi dan manfaat dari pengelolaan sampah secara mandiri, hingga memiliki nilai tambah dan menghasilkan pendapatan.

Perwakilan kelompok Sedekah Sampah Hasta Makmur, Dusun Santren, menyampaikan harapannya setelah studi banding anggota bisa mendapatkan ilmu, dan ide yang kemudian dikembangkan di wilayah masing masing.

Demikian juga, Jumiran, perwakilan dari Bank Sampah Tunggak Semi, Dusun Sembego Maguwoharjo, berharap ilmu, pengalaman yang diperoleh dari studi banding harus segera diaplikasikan di kelompoknya, terutama cara menangani sampah organik.  

Sementara dari Kapanewon Depok, Adi Yananta, menyampaikan terima kasih atas kerjasama dan kesempatan yang sangat berharga ini untuk bisa melakukan studi banding.

“Perlu improvisasi atau semacam pengembangan ilmu yang diperoleh pada studi banding kemudian diaplikasikan sesuai dengan kondisi yang ada di wilayah masing-masing,” tutur Adi. (Adi Yananta/KIM Depok).




Sebanyak 355 Siswa Muhammadiyah Ikuti Kemah Prestasi Pandu Pengenal

Sleman – Sebagai upaya menumbuhkan rasa memiliki dan jiwa kemandirian, sebanyak 355 siswa kelas 5 Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah di Kabupaten Sleman mengikuti kemah prestasi pandu pengenal yang diselenggarakan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (GKHW) Kwarda Sleman, Jum’at-Minggu (23-25/5/2025) di Bumi Perkemahan Candi Banyunibo, Prambanan, Sleman.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik SD Muhammadiyah 1 Pakem, SD Muhammadiyah 2 Pakem, SD Muhammadiyah 1 Ngaglik, SD Muhammadiyah Prambanan, SD Muhammadiyah Kadisoka, SD Muhammadiyah Bayen, dan SD Muhammadiyah Dhuri. Acara tersebut dibuka oleh Ketua PDM Sleman Harjaka, didampingi Ketua PCM Prambanan, Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PCM Prambanan, dan Ketua Kwarcab HW Prambanan.

Dalam sambutannya, Harjaka menyebut ada tiga pandu HW yang diibaratkannya seperti tenda berbentuk segitiga yang sangat kuat.

“Satu, setia melaksanakan kewajiban terhadap Allah, undang undang, dan tanah air. Kemudian kedua, setia menolong siapa saja sesuai kemampuan, dan yang ketiga setia melaksanakan undang-undang pandu HW,” ujarnya.

Di samping itu, Harjaka juga menekankan bahwa dengan melaksanakan ketiga janji pandu HW tersebut, setiap kader Muhammadiyah akan menjadi orang yang hebat, tangguh, dan kokoh.

“Dia akan menjadi kuat, dan berguna bagi nusa dan agama,” sambungnya.

Rangkaian kemah prestasi tahun 2025 ini diisi dengan berbagai kegiatan menarik, kegiatan ibadah keagamaan, upacara pembukaan dan penutupan, olah raga bersama, api unggun, penjelajahan, dan korve tenda.

Sedangkan kegiatan keterampilan kepanduan meliputi baris-berbaris, pionering dasar, tali temali, semaphore, morse dan sandi. Adapun, kegiatan ilmu pengetahuan di antaranya seni budaya, hasta karya dari barang bekas, memasak dan menghidangkan masakan, penampilan pentas seni, dan juga outbond.

Acara kemah prestasi ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan, kemandirian, dan kompetisi sehat di kalangan siswa-siswa tingkat SD Muhammadiyah di Kabupaten Sleman, serta upaya untuk mencetak generasi yang berkualitas, tangguh, dan berkarakter. (Athiful/KIM Depok)




Polda DIY Sampaikan Imbauan Kamtibmas Terkini Melalui Pamong Kalurahan Condongcatur

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur kalaborasi dengan Polda DIY melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyampaian imbauan Kamtibmas terkini melalui Pamong Kalurahan Condongcatur dalam rapat dinas rutin, Senin (26/5/2025), di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur.

Dalam sambutanya Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji mengucapkan terima kasih kepada Polda DIY yang telah bersinergi dengan Pemerintah Kalurahan Condongcatur. Salah satunya dengan kegiatan pagi ini, yaitu penyampaian imbauan Kamtibmas terkini “Waspada Kejahatan Digital & Konvensional” yang sedang marak terjadi dimasyarakat.

 “Kami terbuka dan sangat senang bisa berkolaborasi dengan Polda DIY, penyampaian sosialisasi atau himbauan ini sangat penting karena menyangkut keamanan dan untuk melindungi masyarakat dari kejahatan digital yang sedang marak. Kami juga terbuka jika Polda DIY akan melakukan sinergi di tingkat padukuhan,” ucapnya.

Selanjutnya Kasubditbintibsos Ditbinmas Polda DIY, Kompol Leonisya Sagita memaparkan tentang imbauan Kamtibmas terkini “Waspada Kejahatan Digital & Konvensional” selama 30 menit dan dilanjutkan sesi dialog tanya jawab.

“Saat ini terjadi peningkatan kasus penipuan online, judi online, dan pinjol illegal. Di samping itu, ancaman kejahatan jalanan dan curanmor turut meningkat, maka kewaspadaan bersama menjadi kunci keamanan lingkungan,” paparnya.

Lebih lanjut Kasubditbintibsos Ditbinmas Polda DIY menjelaskan modus terbaru dengan undian palsu, transfer dana nomor tak dikenal dan penipuan hadiah menggiurkan dengan target utama masyarakat awam sehingga pengguna aktif media sosial rentan tertipu.

“Cara menangkal penipuan online adalah jangan tergiur, hindari tawaran menggiurkan dari pihak tak dikenal, cek fakta konfirmasi kebenaran informasi sebelum bertransaksi dan lindungi data, jangan sebar info pribadi via platform online,” tambah Leonisya.

Kesimpulan dari sosialisi himbauan ini adalah jadikan waspada sebagai budaya, selalu siaga terhadap segala bentuk kejahatan, lapor cepat hubungi authorities saat ada indikasi pidana. Kemudian gotong royong ciptakan lingkungan aman bersama-sama karena keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

“Mari saling menjaga dan waspada demi terciptanya masyarakat yang damai dan kondusif,” pungkas Leonisya. (Wasana / KIM Depok)




Kiat Menjadi Caregiver Lansia yang Bahagia dan Membahagiakan

Sleman — Merawat lansia bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga soal mental, empati, dan kesabaran. Peran caregiver, baik profesional maupun anggota keluarga, menjadi semakin penting di tengah meningkatnya angka harapan hidup dan jumlah lansia di masyarakat.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Pendampingan Caregiver untuk Lansia yang diselenggarakan oleh Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) bekerja sama dengan Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia (IPPI) DIY, Minggu (25/5/2025) di Padukuhan Blendung, Sumbersari, Moyudan. Kegiatan ini diikuti oleh 18 kader Bina Keluarga Lansia (BKL) Mugi Waras.

Dalam sambutannya, Dr. Riana dari IPPI menjelaskan bahwa caregiver adalah orang yang memberikan perawatan kepada individu yang membutuhkan bantuan karena sakit, usia lanjut, atau kondisi khusus lainnya. Peran ini bisa dijalankan oleh tenaga medis profesional maupun anggota keluarga biasa.

“Menjadi caregiver bukan hanya soal merawat secara teknis, tetapi juga soal membangun hubungan emosional dan menciptakan kebahagiaan bersama lansia,” ujar Dr. Riana.

Salah satu pemateri utama, Dr. Aisah Indati, psikolog senior dari Universitas Gadjah Mada (UGM), membagikan pengalaman langsungnya sebagai caregiver sekaligus praktisi. Ia menggarisbawahi pentingnya memahami beragam kepribadian lansia, karena pendekatan yang tepat bisa membantu merawat dengan lebih efektif dan penuh kasih.

Kelima tipe kepribadian lansia yang umum dijumpai, menurutnya, adalah, lansia matang dan bijaksana ( mudah diajak komunikasi dan kooperatif),  lansia pemalas (cenderung pasif, suka diperintah), lansia pemarah (mudah tersinggung dan sensitif), lansia defensif ( tidak mau disalahkan, merasa selalu benar), dan lansia yang menyalahkan diri sendiri (sering meratapi masa lalu dan rendah diri)

“Caregiver perlu paham karakter lansia, bukan untuk menghakimi, tapi agar bisa membangun pendekatan yang penuh empati,” ujar Dr. Aisah.

Menurut Dr. Aisah, untuk menjadi caregiver yang bahagia dan membahagiakan, dibutuhkan kesiapan mental, emosional, dan spiritual, antara lain sabar dan lapang hati (ati segara dalam istilah Jawa), ikhlas menerima peran tanpa pamrih, semangat dan optimisme dalam menjalani peran, fisik dan mental yang kuat, serta pengetahuan dasar tentang kebutuhan lansia, termasuk aspek psikologis dan medis

Dalam paparannya, ia juga memberikan contoh-contoh nyata yang sering terjadi di masyarakat, sekaligus kiat menghadapi situasi sulit tanpa kehilangan kendali emosi.

Acara ini turut dihadiri Dukuh Blendung, Rizky Anas Ikhwanudin serta Ketua BKL Mugi Waras, Hj. Djumanah, yang memberikan sambutan sekaligus apresiasi atas perhatian yang diberikan bagi peningkatan kapasitas para kader lansia.

Sebagai penutup, Dr. Triana Noor Edwina selaku koordinator kegiatan dari UMBY menyerahkan sertifikat kepada para pemateri dan kepada Ketua BKL Mugi Waras sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan partisipasi aktif.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas kader BKL dalam memberikan pendampingan kepada lansia dengan lebih profesional, empatik, dan menyenangkan—baik bagi caregiver maupun yang dirawat. (Eny Ms / KIM Sumber Biwara Moyudan)