Peringati Milad ke-116 Muhammadiyah, SMK Munas Gelar Tadabbur Alam

Sleman – Dalam rangka memperingati milad Muhammadiyah ke-116 Hijriyah, SMK Muhammadiyah 1 Sleman (Munas) menyelenggarakan kegiatan tadabbur alam yang diikuti segenap guru, karyawan, serta peserta didik, Rabu (4/6/2025).

Kegiatan bertujuan sebagai bentuk penguatan iman dan tauhid dalam rangka penanaman karakter berkemajuan kepada seluruh siswa dan guru. Adapun rute yang dilalui mulai dari lapangan sekolah, melintasi Dusun Panasan, Tegalsari, Sebayu, Panggeran, dan berakhir kembali di lapangan sekolah setempat.

Sepanjang perjalanan, para peserta diajak menikmati keindahan alam sekaligus merenungkan nilai-nilai perjuangan yang telah dilakukan oleh persyarikatan Muhammadiyah selama lebih dari satu abad.

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Sleman, Suwarta menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kegiatan fisik, namun juga sebagai refleksi spiritual dan ideologis dalam mengenang kiprah Muhammadiyah.

“116 tahun bukan angka kecil, ini menunjukkan kekuatan dan ketahanan organisasi tetap kokoh berdiri. Semoga semangat, ikhtiar, dan keikhlasan kita selaku penggerak roda persyarikatan senantiasa membara,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap persyarikatan. Kegiatan ini pun menjadi sarana mengenalkan masyarakat bahwa Muhammadiyah telah berjuang selama 116 tahun untuk mencerahkan bangsa di berbagai aspeknya, mulai dari pendidikan, sosial, kesehatan, hingga dakwah.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, meriah, dan semarak, serta diwarnai dengan antusiasme peserta yang menjadikan momentum ini ajang kebersamaan dan pembelajaran nilai-nilai luhur keislaman dan kemuhammadiyahan. (Athiful/KIM Depok)




Polsek Depok Timur Jalin Sinergi dengan Condongcatur, Wujudkan Harkamtibmas

Sleman – Kapolsek Depok Timur yang baru, Kompol Agus Setyo Pambudi didampingi Kanit Propam Polsek Depok Timur dan Bhabinkabtibmas Condongcatur melakukan kunjungan ke Kalurahan Condongcatur, Rabu (4/6/2025).

Kunjungan yang bertujuan untuk memperkenalkan diri sebagai Kapolsek Depok Timur yang baru mengantikan Kompol Rahmad Yulianto tersebut diterima langsung oleh Lurah Condongcatur di ruangannya.  

Pada kesempatan itu, Kompol Agus Setyo Pambudi menyampaikan harapannya agar Polsek Depok Timur dan Pemerintah Kalurahan Condongcatur dapat bersinergi dan berkoordinasi dalam Harkamtibmas (Harmoni, Kamtibmas dan Pembangunan Masyarakat) di wilayah Condongcatur.

“Mohon izin memperkenalkan diri, saya Kompol Agus Setyo Pambudi ditugaskan pimpinan untuk menjabat sebagai Kapolsek Depok Timur per 21 Mei 2025. Sebelumnya saya menjabat sebagai Kapolsek Temon Kulonprogo selama delapan bulan dan lama berdinas di Sat Brimobda Polda DIY,” ucapnya.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji pun menyambut baik silaturahmi perkenalan Kapolsek Depok Timur itu. Ia menuturkan, pihaknya sangat terbuka menjalin sinergi dengan Polsek Depok Timur.

“Selamat datang dan selamat bertugas kepada Bapak Kompol Agus Setyo Pambudi sebagai Kapolsek Depok Timur yang baru. Kami di Kalurahan Condongcatur siap bersinergi dan mendukung penuh upaya Polsek Depok Timur dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah,” ucapnya.  (Wasana / KIM Depok)




Membangun Kedaulatan Ekonomi dari Akar Rumput Lewat Koperasi Merah Putih

Sleman – Di tengah arus globalisasi yang semakin deras dan dominasi pasar oleh korporasi besar, masyarakat Indonesia kembali diingatkan pada pentingnya membangun kedaulatan ekonomi dari bawah. Salah satu jawaban atas tantangan itu adalah melalui pendirian Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis kebersamaan, solidaritas, dan semangat nasionalisme. Koperasi ini bukan hanya soal usaha bersama, tapi juga simbol perjuangan untuk menegakkan ekonomi yang adil dan berpihak pada rakyat kecil.

Koperasi Merah Putih pun bisa menjadi alat perjuangan politik rakyat tanpa harus masuk ke partai politik. Dengan koperasi, rakyat bisa mengonsolidasikan kekuatan ekonomi untuk memengaruhi kebijakan publik. Koperasi bisa mengadvokasi harga beli hasil panen yang adil, subsidi pupuk, atau perlindungan terhadap pasar lokal dari produk impor yang merugikan.

Dengan semangat itu, pendirian koperasi merah putih yang dipimpin oleh Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan Banyuraden, Samianto di Ruang Rapat Kalurahan Banyuraden, Selasa (3/6/2025) bukanlah sekadar sebuah ide untuk memperkuat posisi masyarakat dalam rantai ekonomi. Koperasi merah putih merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang bersinergi dengan program lainnya seperti makan bergizi gratis dan sekolah rakyat. Ke depannya dengan adanya sinergi program-program ini diharapkan mampu mewujudkan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pembentukan koperasi merah putih di Banyuraden dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman, Gustan Ganda bersama Panewu Gamping, Suyanto, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Tina Hastani, serta Lurah Banyuraden, Sudarisman yang didampingi para pamongnya.

Dalam arahannya, Gustan Ganda menyampaikan bahwa sumber daya manusia, integritas dan kapasitas warga Banyuraden dibutuhkan untuk mewujudkan cita-cita besar bangsa Indonesia. Karena ekonomi bukan milik segelintir orang, tapi milik rakyat dan benar-benar sesuai dengan pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur mengenai perekonomian nasional, dengan prinsip utama bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

“Anggaran yang cukup besar dan kemungkinan anggaran ini akan bertambah semakin besar hanya untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya,” tambah Gustan.

Namun, mendirikan koperasi bukan tanpa tantangan. Kurangnya literasi keuangan, keterbatasan modal awal, dan rendahnya kepercayaan masyarakat seringkali menjadi penghambat. Karena itu, dibutuhkan pendampingan, edukasi, dan sinergi lintas sektor: mulai dari tokoh masyarakat, organisasi pemuda, akademisi, hingga pemerintah daerah. Semangatnya harus kolektif, bukan top-down, agar koperasi benar-benar tumbuh dari kebutuhan dan aspirasi warga.

Bagi anak muda, koperasi merah putih bisa menjadi arena latihan kepemimpinan dan inovasi. Generasi muda perlu didorong untuk mengembangkan model koperasi digital, koperasi konten kreatif, hingga koperasi energi terbarukan. Sehingga, koperasi tidak hanya terjebak pada model konvensional, namun dapat menjawab tantangan zaman dan tetap relevan di era disrupsi teknologi.

Lebih jauh lagi, koperasi seperti ini bisa menjadi alat konsolidasi sosial. Di tengah polarisasi politik dan fragmentasi sosial, koperasi menghadirkan ruang dialog lintas kelompok dan golongan. Semua berkumpul karena kepentingan bersama yaitu kedaulatan ekonomi. Inilah modal sosial yang sangat berharga dalam membangun peradaban bangsa yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Pentingnya Self-care di Tengah Kesibukan Perkuliahan

Sleman – Kesadaran akan kesehatan mental, merupakan sesuatu yang harus selalu diperhatikan dalam diri seseorang, tidak terkecuali mahasiswa. Apabila mental seseorang sehat dan sejahtera, maka akan memberikan dampak yang signifikan pada perjalanan kehidupannya.

Hal itu diungkapkan Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Bimbingan Konseling Universitas Negeri Yogyakarta, Diana Septi Purnama dalam seminar ‘Self-care Squad: Biar Tidak Cemas dan Kesepian di Tengah Kesibukan Kuliah’, yang berlangsung di Ruang Sidang Utama FMIPA UNY, Rabu (4/6/2025).

Diana menyatakan, bahwa konsep sejahtera ialah perasaan bahagia yang tinggi, tingkat stres yang kian rendah, dan sehat secara fisik maupun mental. Selain itu, harus ditemukan kesejahteraan psikologis, yaitu kondisi ketika individu memiliki sikap positif terhadap dirinya dan orang lain.

Kemudian dapat membuat keputusan sendiri dan mengatur tingkah lakunya. Lalu mampu mengendalikan lingkungan untuk kebutuhannya, memiliki tujuan hidup yang bermakna, serta berusaha untuk terus mengembangkan potensi dalam diri.

Diana menyebut, bahwa salah satu cara terbaik untuk mengurangi rasa kesepian dan kecemasan di masa perkuliahan adalah self-care.

“Self-care adalah upaya sadar untuk menjaga kesehatan fisik, emosional, dan mental kita, meliputi tidur yang cukup, olahraga, makan sehat, relaksasi, dan dukungan sosial di sekitar kita,” paparnya.

Diana mengungkap hasil penelitian American College Health Association, yang menyatakan bahwa sekitar 60% mahasiswa mengaku sering merasakan kesepian. Tekanan akademis, jarak dari keluarga, dan kesulitan membangun hubungan sosial yang mendalam dapat memunculkan perasaan terasingkan yang berpotensi memburuk seiring berjalannya waktu.

“Kesepian dapat memengaruhi berbagai aspek mahasiswa rantau, seperti aspek afektif di mana mahasiswa rantau rentan mengalami kehampaan, kecemasan, dan kesedihan, juga aspek kognitif mahasiswa rantau, sehingga turun motivasinya, bahkan menyebabkan keputusasaan,” ujarnya.

Secara umum, ada tiga faktor utama penyebab kecemasan pada mahasiswa, di antaranya adalah tugas akademik, transisi sosial, dan keterampilan regulasi diri.

“Beban tugas yang begitu tinggi, perubahan lingkungan dan kehilangan dukungan sosial, serta kurangnya kemampuan dalam mengelola emosi dan stres,” ungkap Diana.

Adapun strategi self-care yang jitu bagi mahasiswa ialah dengan membangun rutinitas sehat berupa tidur cukup, makan yang bergizi, olahraga teratur, serta bijak mengelola stres dengan teknik relaksasi seperti meditasi dan pernapasan dalam.

Selain itu, penting untuk membangun hubungan sosial yang baik dengan bergabung dalam organisasi, berinteraksi dengan teman, dan lain-lain.

Diana juga menganjurkan untuk selalu mengembangkan self-compassion, dengan bersikap baik pada diri sendiri, menerima kekurangan yang dimiliki.

“Selain itu, juga perlu mencari dukungan profesional, baik konseling jika diperlukan, atau semacamnya,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)




Condongcatur Mewakili DIY Maju dalam Penilaian Lomba Pantau BKB MU Tingkat Nasional Tahun 2025

Sleman – Kalurahan Condongcatur terpilih sebagai salah satu dari lima nominasi nasional dalam Apresiasi PANTAU BKB MU Tahun 2025, dalam Penilaian Apresiasi Perencanaan dan  Penganggaran Kegiatan BKB Sejak Musrenbang Desa (Pantau BKB Mu) Tingkat Nasional, yang diberlangsung melalui zoom meeting, di ruang Sasana Wicara Kalurahan Condongcatur, Selasa (3/6/2025).

Adapun lima nominasi nasional Lomba Pantau BKB MU Tahun 2025 adalah Desa Argomulyo Sumberejo Tanggamus Lampung, Desa Sidorejo Keluang Musi Banyuasin Sumatera Selatan, Desa Condongcatur Depok Sleman DIY, Desa Bumi Jaya Pelaihari Tanah Laut Kalimantan Selatan dan Desa Rimbo Panjang Tambang Kampar Riau.

Dalam zoom meeting ini, paparan dilakukan oleh Lurah Condangcatur, Reno Candra Sangaji dan PKB Kapanewon Depok, Siti Juwariyah. Di samping itu, acara ini juga turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Kemendukbangga DIY, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Sleman, Panewu Depok, PKB/PLKB Wilayah Condongcatur, dan Tim Kerja KSPK Perwakilan Kemendukbangga DIY.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga DIY, Mohamad Iqbal Apriansyah mengatakan tujuan dengan diadakan kegiatan ini untuk meningkatkan peran desa dalam penganggaran kegiatan BKB.

“Ini adalah bentuk penghargaan atas komitmen kuat kami dalam merencanakan dan menganggarkan kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) sejak Musrenbangdes. Sebuah langkah nyata dalam mendukung pengasuhan anak usia dini yang lebih baik, berbasis data, dan melibatkan seluruh unsur masyarakat. Terima kasih atas kolaborasi hebat antara Pemerintah Desa, PKB/PLKB, serta para kader BKB. Mari terus bergerak bersama untuk masa depan anak-anak Indonesia yang lebih cemerlang,” ucapnya.

Dengan adanya program BKB dari Kemendukbangga ini, diharapkan dapat mewujudkan generasi emas Indonesia yang sehat dan berkualitas. Program ini melibatkan seluruh keluarga dalam proses pembinaan tumbuh kembang balita, sehingga diharapkan dapat menciptakan anak-anak yang tumbuh optimal dan memiliki potensi yang penuh. Maka dari itu progam ini membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah agar tetap dapat memberikan manfaat untuk masyarakat khususnya Kalurahan Condongcatur

Panewu Depok yang baru, Djoko Muljanyo juga menyampaikan apresiasi dan harapanya untuk keberhasilan program tersebut.

“Apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur atas komitmen dan dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas kinerja Bina Keluarga Balita di wilayah Condongcatur. Komitmen Pemkal Condongcatur menggandeng mitra kerja dengan semua lintas sektor di wilayah Depok seperti Puskesmas Depok 2 , PLKB Depok, Kader Kesehatan, Tim Pendamping Keluarga, Akademisi, Rumah Sakit/Klinik, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lain-lain, telah terbukti mendukung kinerja BKB tersebut,” tutur Djoko.

“Semoga BKB dan Bina Bina Keluarga lain di Condongcatur  juga makin eksis, produktif dan berdayasaing,” ucapnya.

Sementata itu, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji usai mengikuti penilaian Lomba BKB Tingkat Nasional Tahun 2025, bersyukur atas terlaksananya kegiatan ini.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dan bangga bisa mewakili Kalurahan Condongcatur dalam Lomba Bina Keluarga Balita (BKB) Tingkat Nasional. Ini bukan hanya tentang lomba, tetapi tentang komitmen kami membangun keluarga sebagai fondasi utama masyarakat,” tandasnya.

“Lomba boleh selesai, tapi semangat dan pengabdian kami justru baru dimulai. Mari terus nyalakan semangat membangun ketahanan keluarga dari Condongcatur untuk Indonesia,” sambung Reno.   (Wasana /KIM Depok)