Bank Sleman Cabang Godean Pindah ke Gedung Baru untuk Tingkatkan Pelayanan

Sleman – Bank Sleman Cabang Godean resmi berpindah ke gedung baru yang berlokasi di Jalan Godean KM 8, Semarangan, Sidokarto, Godean. Pemindahan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah dan menyesuaikan kebutuhan operasional.

Direktur Bank Sleman, Dandung Sriyadi, menjelaskan bahwa gedung lama yang berada di Jalan Godean KM 10 dinilai sudah tidak lagi representatif. Gedung baru dipilih karena lebih strategis dan mampu menunjang kenyamanan serta kemudahan akses bagi masyarakat.

“Dengan fasilitas yang lebih memadai, kami berharap nasabah merasa lebih nyaman dan terbantu dalam mengakses layanan perbankan,” ujar Dandung saat peresmian gedung baru Bank Sleman, Selasa (10/6/2025).

Bank Sleman merupakan bank milik Pemerintah Kabupaten Sleman yang berfokus pada pelayanan keuangan masyarakat lokal. Dengan pemindahan ini, manajemen berharap dapat menjangkau lebih banyak warga dan meningkatkan efisiensi layanan.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dalam kunjungannya menyebut bahwa Bank Sleman memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Ia mendorong agar keberadaan gedung baru menjadi titik awal peningkatan layanan dan kontribusi nyata bagi pembangunan di Sleman.

Pemindahan kantor ini juga menjadi bagian dari upaya Bank Sleman untuk memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan lokal yang adaptif terhadap perkembangan kebutuhan nasabah dan dinamika wilayah.




Kemendukbangga RI Lakukan Kunjungan Kerja di Kabupaten Sleman Bahas Penanggulangan Stunting dan Isu Kependudukan Pembangunan Keluarga

Sleman – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) atau BKKBN Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sleman pada Rabu (11/6) di Hotel Prima SR dan Wilayah Kapanewon Sleman.

Menteri Kemendukbangga/BKKBN RI, Wihaji yang diwakili oleh Inspektur Utama Kemendukbangga/BKKBN, Ucok Abdulrauf Damenta beserta Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN, Bonivasius Prasetya Ichtiarto disambut secara langsung oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X dan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa beserta Kepala BKKBN DIY, Mohamad Iqbal Apriansyah.

Agenda kunjungan Kemendukbangga/BKKBN RI di Kabupaten Sleman antara lain melakukan Internalisasi Workshop Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025-2029, Pembinaan dan dialog dengan PKB/PLKB Sleman, serta meninjau pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh
Cegah Stunting (GENTING) di 2 Kalurahan yakni Triharjo dan Caturharjo.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengucapkan selamat datang sekaligus berterimakasih atas kunjungan Kemendukbangga/BKKBN RI dalam upaya mendukung Upaya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Kabupaten Sleman. Ia juga mengapresiasi BKKBN yang telah menginisiasi GENTING sebagai salah satu Quick Wins.

Menurut Danang, Stunting menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang menjadi perhatian nasional, karena dampaknya terhadap kualitas SDM di masa depan sangat berpengaruh penting. Hasil pemantauan gizi melalui ePPGBM, Prevalensi Stunting Kabupaten Sleman tahun 2024 sebesar 4,41% lebih rendah dibandingkan tahun 2023 sebesar 4,51%

“Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). TPPS Sleman sudah berkoordinasi dengan TJSP (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan), agar dapat menjadi mitra kami dengan menjadi Orang Tua Asuh dalam program GENTING di Sleman,” ujar Danang

Sementara itu, Inspektur Utama Kemendukbangga/BKKBN, Ucok Abdulrauf Damenta dalam agenda Internalisasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025-2029 mengatakan diperlukan kebijakan kependudukan yang komprehensif dalam rangka menyongsong bonus demografi, menghadapi aging population dan menyelesaikan isu-isu kependudukan lainnya serta dalam upaya mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) disusun sebagai landasan penanganan persoalan kependudukan yang terencana, sistemastis dan berkesinambungan. 

“GDPK ini sangat penting karena nantinya akan menjadi guidlines bagi daerah untuk menentukan arah tujuan masalah kependudukan dan pembangunan keluarga. Saat ini paradigmanya BKKBN yang telah menjadi Kemendukbangga adalah bagaimana mengedukasi dan memberdayakan masyarakat menjadi manusia unggul menuju Indonesia emas 2045,” jelasnya




Hasilkan Transaksi Hingga Rp 205 Miliar, Pemkab Sleman Dukung Pertemuan Pelaku Usaha Mbizmarket

Sleman – Dukung pemasaran UMKM Kabupaten Sleman, Pemkab Sleman menyelenggarakan agenda Temu Pelaku Usaha Mbizmarket pada Rabu (11/6/2025) di Pendopo Parasamya. Acara yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto itu dihadiri oleh perwakilan 45 pelaku UMKM Sleman dan jajaran OPD Kabupaten Sleman.

Board of Directors (BOD) Mbizmarket, Andhie Saad menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemkab Sleman dalam mendorong digitalisasi dan pemberdayaan ekonomi lokal. Andhie mengutarakan, Kabupaten Sleman menjadi daerah dengan total transaksi tertinggi secara nasional di toko daring LKPP.

“Total transaksi Kabupaten Sleman mencapai lebih dari Rp205 Miliar dari tahun 2022 hingga pertengahan 2025, melibatkan lebih dari penyedia. Ini adalah capaian luar biasa yang patut menjadi contoh nasional,” jelasnya.

Ia turut mengapresiasi komitmen Sleman yang telah membentuk Forum Komunikasi UMKM di tingkat Kapanewon, pelatihan intensif, serta fasilitasi temu usaha. Hal ini dinilai Andhie sebagai bentuk dukungan Pemkab Sleman agar pelaku UMKM bisa naik kelas, mendapat akses pasar yang lebih luas, serta bersaing di ekosistem digital yang makin dinamis.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengaku bersyukur dengan capaian Sleman dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat. Ia pun mendorong adanya kolaborasi yang lebih luas untuk memperluas pasar UMKM Sleman. Melalui pertemuan ini, Bupati berharap pelaku UMKM dan narasumber dapat menghasilkan kerjasama yang baik.

“Tentu harapan kami acara ini dapat menjadi pusat pembelajaran. Para pelaku usaha dapat belajar dari narasumber untuk mengembangkan usahanya, dan narasumber juga bisa melihat langsung apa kelemahan para pelaku dan memberikan saran yang terbaik. Ini adalah kolaborasi yang sangat penting untuk dibangun,” paparnya.

Harda juga memberikan dukungan positif terhadap inisiatif Mbizmarket yang telah membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar. Hal ini dikatakan Harda sejalan dengan visi misi Kabupaten Sleman untuk meningkatkan perekonomian melalui sektor UMKM, pariwisata, pertanian hingga sektor ekonomi kreatif.

“Semoga setelah kegiatan ini semakin banyak UMKM di Sleman yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa Pemkab Sleman dan perekonomian Sleman juga semakin kuat,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Widodo mengatakan, kerja sama antara Mbizmarket dengan Pemkab Sleman telah menghasilkan peningkatan transaksi setiap tahunnya. Pada tahun 2023 tercatat hasil transaksi Kabupaten Sleman mencapai Rp 43 Miliar dan mengalami peningkatan menjadi Rp 102 Miliar pada tahun 2024.

“Hingga Mei pada tahun ini sudah tercatat transaksi sebesar Rp 43 Miliar. Kami berharap dengan pertemuan antara pelaku UMKM dengan perwakilan OPD hari ini juga dapat semakin menambah nilai transaksi di Kabupaten Sleman untuk meningkatkan perekonomian para pelaku usaha,” paparnya.

Widodo menyebut, hingga saat ini sebanyak UMKM Sleman telah terdaftar dalam Mbizmarket. Dan sebanyak UMKM telah melakukan transaksi bersama Pemkab Sleman. Ia pun mendorong agar semakin banyak pelaku usaha di Sleman yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa Pemkab Sleman.




Muduk Caturtunggal, Gali Gagasan Program Fisik dan Nonfisik untuk Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Sleman – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok menggelar Musyawarah Padukuhan (Musduk) guna menggali gagasan program kegiatan fisik dan nonfisik tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di masing-masing padukuhan mulai Senin malam, 2 Juni 2025 sampai Rabu, 11 Juni 2025.

Musyawarah tersebut merupakan bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKPKal) tahun 2026, sekaligus untuk menjaring usulan perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kalurahan periode 2027–2028.

Dalam setiap musyawarah padukuhan, turut hadir perwakilan dari Pemerintah Kalurahan Caturtunggal, Tim Verifikasi, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), dukuh beserta perangkat dan lembaga padukuhan.

Carik Caturtunggal, Aminudin Aziz menyampaikan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menyusun program-program pembangunan.

“Musyawarah ini bertujuan menggali ide-ide dari masyarakat agar program yang dijalankan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan riil warga,” ujarnya, Rabu (11/6/2025).

Berdasarkan hasil musyawarah, sejumlah kendala masih ditemukan, seperti beberapa usulan program yang belum terperinci dengan baik dan perlunya perbaikan dalam penyusunan rencana. Namun demikian, masyarakat tetap menunjukkan antusiasme tinggi. Keberhasilan program sebelumnya mendorong partisipasi aktif warga, karena mereka merasa memiliki dan terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan.

Pelbagai program hasil musduk ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menciptakan kesinambungan pembangunan berbasis kebutuhan riil warga di tingkat padukuhan. (Oktaviana / Kim Depok)




PKL, Wahana Belajar Langsung Dunia Usaha dan Industri

Sleman – Sebanyak 90 siswa dari Program Keterampilan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Tata Busana MAN 4 Sleman mengikuti kegiatan pembekalan PKL, di Aula Masjid An-Najah MAN 4 Sleman, Selasa (10/6/2025).

Pada kesempatan itu, Koordinator PKL, Umi Hidayati menuturkan bahwa teori dan praktek dalam penguasan program keterampilan keduanya sama penting. Namun masih diperlukan pengalaman nyata di dunia usaha (DU) dan dunia industri (DI).   Maka Penting bagi siswa-siswi yang sudah belajar keterampilan pilihan untuk mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL). 

“Sebelum anak-anak kita terjunkan ke DU dan DI, mereka kita beri pembekalan terlebih dahulu.  Harapannya mereka benar-benar siap mengikuti PKL agar semua berjalan dengan baik,” papar Umi Hidayati

Umi Hidayati yang juga guru Keterampilan APHP menegaskan bahwa kegiatan ini juga untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa di duia usaha dan dunia industri. 

“PKL menjadi sarana bagi siswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di madrasah sekaligus membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab,” pungkasnya.

Program PKL tersebut dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, dimulai pada Rabu (11/6/2025) hingga pertengahan bulan Juli nanti.

Kegiatan pembekalan itu pun dihadiri oleh Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf, beserta segenap guru pembimbing.   Ahmad dalam sambutannya berpesan agar para siswa memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.

 “Ikuti PKL dengan serius, jaga nama baik madrasah, dan ambil ilmu sebanyak-banyaknya dari industri atau tempat kalian magang,” tegasnya.

Diharapkan, melalui PKL para siswa dapat memperoleh keterampilan praktis dan pengalaman yang berguna untuk memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.  

Adapun tempat pelaksanaan PKL ini sendiri bervariasi, sesuai dengan bidang para peserta didik. Untuk APHP misalnya, para siswa diterjunkan ke 25 tempat usaha industri kuliner seperti restoran, industri makanan kreatif, hingga bakery.   (Edy – KIM Moyudan)