DAGUSIBU: Cara Cerdas Mengelola Obat di Rumah

Sleman – Dalam rangka membentuk perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab dalam penggunaan obat bagi masyarakat, Apoteker Rista Yudha Indrawan selaku salah satu aktivis BSMI Yogyakarta memberikan edukasi dan sosialisasi kepada Komunitas Sehat Rohani Jasmani (Seroja) Banyuraden mengenai program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang), yang berlangsung di Pendhapa Kekandhangan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (11/6/2025). Program tersebut merupakan panduan praktis yang mengajarkan bagaimana seharusnya obat diperlakukan dengan benar.

Rista menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) telah banyak melakukan upaya sosialisasi DAGUSIBU melalui berbagai platform, termasuk media sosial dan posyandu. Namun keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.

“Menjadikan DAGUSIBU sebagai budaya sehari-hari akan melahirkan generasi yang lebih sadar akan pentingnya pengelolaan obat yang benar,” ujarnya.

Sebagai garda terdepan, apoteker memiliki peran vital dalam mengedukasi pasien saat memberikan obat. Konseling singkat mengenai cara pakai, efek samping, dan cara penyimpanan dapat membuat perbedaan besar. Masyarakat pun didorong untuk tidak segan bertanya kepada apoteker, karena penggunaan obat bukan hanya soal kesembuhan saja, namun juga soal keselamatan.

Dengan memahami dan menerapkan prinsip DAGUSIBU, masyarakat tidak hanya melindungi diri dan keluarga dari risiko yang tidak diinginkan, tetapi juga turut serta menjaga lingkungan dari pencemaran farmasi.

“Dalam setiap rumah tangga, cerdas mengelola obat adalah langkah kecil yang berdampak besar bagi masa depan kesehatan bersama,” imbuh Rista.

Meskipun terdengar sederhana, langkah-langkah dalam DAGUSIBU menjadi garis pertahanan pertama dalam menjaga keamanan penggunaan obat, mencegah penyalahgunaan, hingga mengurangi pencemaran lingkungan. Tidak berlebihan jika kemudian prinsip ini dianggap sebagai budaya cerdas dalam keluarga sehat.

Lebih lanjut, Rista mengimbau kepada anggota Komunitas Seroja Banyuraden agar tidak sembarangan membeli obat, apalagi dari sumber yang tidak jelas seperti warung, media sosial, atau toko daring yang tidak berizin. Obat yang diperoleh dari sumber ilegal sangat rawan dipalsukan, kedaluwarsa, bahkan bisa tidak mengandung bahan aktif sesuai peruntukannya. Karenanya, upayakan mendapatkan obat dari apotek atau fasilitas kesehatan resmi guna menjamin obat tersebut sudah melalui pengawasan Badan POM dan diberikan sesuai indikasi medis.

Selain itu, obat tidak boleh diminum berdasarkan dugaan atau pengalaman orang lain. Dosis dan cara konsumsi harus sesuai anjuran dokter atau apoteker. Karena banyak kasus pasien yang gagal sembuh atau justru mengalami perburukan kondisi karena salah dalam mengonsumsi obat.

Tidak kalah penting adalah menyimpan obat dengan benar. Sebagian besar masyarakat masih menyimpan obat secara sembarangan, dibiarkan terbuka di meja makan, dicampur dengan makanan di kulkas, atau dimasukkan ke dalam wadah tanpa label. Padahal, penyimpanan yang keliru dapat mengubah kandungan obat dan menurunkan efektivitasnya. Obat sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, kering, tidak terkena sinar matahari langsung, dan jauh dari jangkauan anak-anak.

Perlakuan obat yang sudah kedaluwarsa, rusak, atau tidak lagi digunakan tidak boleh dibuang sembarangan seperti membuangnya di toilet atau saluran air karena dapat mencemari lingkungan dan membahayakan makhluk hidup. Apalagi membuangnya di tempat sampah tanpa pengamanan bisa disalahgunakan oleh orang tak bertanggung jawab atau termakan oleh hewan peliharaan.

Di tengah maraknya hoaks kesehatan dan konsumsi obat sembarangan, DAGUSIBU menjadi mercusuar yang memandu masyarakat untuk bijak dan cerdas. Dimulai dari rumah sendiri dengan memeriksa kembali isi kotak obat, memastikan tertata, jelas masa berlakunya, dan siap digunakan dengan benar bila diperlukan karena menjaga kesehatan bukan hanya soal sembuh, tetapi soal bertanggung jawab. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Resmi Dilepas, 171 Siswa SMP Musapra Sleman Komitmen Rawat Bakat dan Prestasi

Sleman – SMP Muhammadiyah 1 Prambanan (Musapra) Sleman menggelar Tasyakuran dan Pelepasan Siswa Kelas IX Tahun Ajaran 2024/2025, pada Rabu (11/6/2025). Kegiatan yang diselenggarakan di Balai Pemerintahan Desa Yogyakarta, Tirtomartani, Kalasan, Sleman itu diikuti sebanyak 171 siswa dari enam kelas.

Kepala SMP Musapra Sleman, Daswati Rofiatun Sahifah berpesan kepada peserta didik yang diwisuda agar selalu menjaga ibadah, adab, etika, tata krama, dan memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Semoga menjadi anak didik yang saleh dan salehah, selalu menjaga ibadah, dan berkesempatan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya,” ujar dia.

Daswati berharap, agar para orang tua selalu memberikan semangat dan dukungan terbaiknya, baik secara moril maupun materiil kepada anak-anaknya.

“Orang tua harus selalu mendampingi. Hari ini anak-anak selesai pendidikan menengah pertama, masih harus lanjut ke tingkat atas, dan tentu membutuhkan pengorbanan yang lebih besar,” ungkapnya.

Terkait sekolah, Daswati mengatakan bahwa saat ini SMP Musapra Sleman telah menunjukkan perkembangan signifikan. Selain membranding diri sebagai Sekolah Anak Saleh, amal usaha Muhammadiyah (AUM) ini mencoba menghadirkan branding baru, yaitu Sekolah Bakat.

“Ini ikhtiar dalam mendidik manusia yang memiliki berbagai macam potensi yang berbeda-beda antar satu dengan yang lain,” jelasnya.

Menurut Daswati, branding Sekolah Bakat ini merupakan wujud syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan anugerah kecerdasan yang tiada terbatas. Utuk itu, SMP Musapra Sleman berkomitmen merawat dan memupuk kecerdasan itu dengan sebaik-baiknya.

“Semoga bakat-bakat itu tumbuh subur dan menjadi bekal kehidupan di masa mendatang,” ujar dia.

Lebih lanjut, SMP Musapra Sleman saat ini telah memiliki tujuh kelas unggulan yang terdiri dari kelas tahfidz, sains, olahraga, seni, chef, bela diri dan multimedia. Selain itu, SMP Musapra Sleman juga memiliki 26 ekstrakulikuler pilihan.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan terbaik, sehingga kepercayaan masyarakat semakin kami dapatkan,” tukasnya. (Athiful/KIM Depok)




Bersinar Fun Smash 2025, Strategi BNN Sleman Berantas Narkoba Lintas Sektor

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2025, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman menyelenggarakan turnamen bulutangkis di GOR Batalyon Infanteri 403/Wirasada Pratista, Rabu malam (11/6/2025). Kegiatan yang bertajuk ‘Bersinar Fun Smash 2025: Sinergi Stakeholder dalam Badminton Fun Menuju Hidup Bersinar (Bersih Narkoba)’ ini merupakan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui pendekatan olahraga kreatif dan edukatif.

Turnamen ini diselenggarakan dengan menyasar anak muda dari berbagai kalangan, termasuk TNI, Polres, hingga Lapas Kelas II B Sleman. Dalam event tersebut, para peserta dan tamu undangan secara bersama-sama mengikrarkan deklarasi anti narkoba, sebagai komitmen melawan narkoba dan mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba). Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sleman, Komisaris Besar Polisi Teguh Tri Prasetya.

Pada kesempatan itu, Teguh menegaskan bahwa di samping memperingati HANI 2025, integrasi lintas sektoral ini melahirkan agen P4GN yang aktif mengkampanyekan gerakan anti narkoba di lingkungannya. Pasalnya, permasalahan penyalahgunaan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab satu instansi semata. Dibutuhkan sinergi yang efektif mulai dari pencegahan hingga pemberdayaan masyarakat secara komprehensif dan berkesinambungan.

“Ini kegiatan dirangkaikan dengan Hari Anti Narkotika Internasional yang puncaknya nanti pada tanggal 26 Juni 2025 ini. Nah hari ini kita kegiatannya olahraga. Kita (juga) mendeklarasikan (anti narkoba), harapannya mereka bisa menjadi agen-agen, bisa memberikan getok tular kepada teman, saudara, keluarga utamanya untuk membentengi dari ancaman-ancaman bahaya narkoba itu,” ungkap Teguh saat dijumpai di lokasi turnamen.

Ia menambahkan bahwa ajang ini menjadi media bagi para generasi muda untuk menyalurkan energi dan bakatnya dalam kegiatan yang positif. Sebab dengan berolahraga, generasi muda dapat terhindar dari penyalahgunaan narkoba, mengurangi kecemasan, stres, dan meningkatkan kesehatan tubuh. Teguh pun berharap, kegiatan serupa akan bermunculan bahkan berlanjut untuk seterusnya.

“Kita berharap ini tidak hanya sekali saja. Ini sebagai wahana, ajang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat, menyalurkan kegiatan positif. Sehingga tidak terjerumus dalam hal-hal yang kontraproduktif, dan harapannya ke depan mereka bisa menggantikan kita menuju Indonesia emas 2045,” pungkas Teguh.

Senada dengan hal itu, Kepala Kepolisian Resor Kota Sleman, Komisaris Besar Polisi Edy Setyanto Erning Wibowo mengungkapkan bahwa kegiatan yang dicanangkan oleh BNN Kabupaten Sleman tersebut merupakan salah satu upaya menghindari sekaligus pemberantasan narkoba di Sleman, dengan menyasar masyarakat luas.

“Saya sangat mengapresiasi adanya acara yang diinisiasi oleh BNNK. Ini sangat positif utamanya bagi anak-anak muda, dan anak-anak tingkatan pekerja, ini kan rata-rata banyak yang bekerja di instansi,” ujar Edy.

“Kalau saya lihat dari BNNK itu mengadakan kegiatan lomba ini sasarannya ada TNI, Polri, Bank Sleman, Lapas, kemudian ada undangan dari luar yakni komunitas Bro Sist, dan komunitas 234 SC. Tadi kita saksikan bersama, kita sudah melaksanakan deklarasi anti narkoba. Kemudian harapan kita ini nanti semuanya tadi yang sudah melakukan kegiatan ini dapat menjadi agen, bisa menyalurkan kepada keluarga, saudara, tetangga, untuk menghindari narkoba,” sambungnya.

Sementara selaku tuan rumah, Komandan Batalyon Infanteri 403/Wirasada Pratista, Letnan Kolonel Infanteri Afrizal Rakhman turut mengapresiasi berlangsungnya gelaran tersebut. Ia mengatakan, pihaknya berkomitmen kuat mendukung pemerintah dan BNN dalam memerangi narkoba, baik melalui bidang olahraga maupun kegiatan positif lainnya.

Terkait hal itu, Teguh pun menegaskan bahwa selama ini pihaknya telah melaksanakan pelbagai program, seperti memberikan arahan kepada anggota sebagai penanganan ke dalam. Kemudian berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat.

“Kalau kita pengamanan ke dalam, kita selalu memberikan santi aji saji karma kepada anggota. Kemudian selalu memberikan arahan kepada anggota,” kata Rizal.

“Batalyon sendiri kita bukan penindak atau apa, tapi kita lebih kepada memberikan contoh kepada yang lain, kepada masyarakat. Kita lebih mengajak masyarakat lainnya untuk bisa lebih berpartisipasi di setiap kegiatan,” tandasnya.

**
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman
Phone: (0274) 868405
Fax: (0274) 868945




TV Desa dan Era Baru Informasi Komunitas, DSN TV membangun media desa lewat YouTube

Sleman – Bermula dari mimpi untuk mendapatkan penghasilan melalui platform YouTube, kini DSN TV justru berkembang menjadi wadah kreatif dan informasi digital bagi warga Kalurahan Sardonoharjo. DSN TV, yang dikelola oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) DSN, resmi lahir pada 8 November 2021 dan telah menghasilkan lebih dari video hingga hari ini.

“Dulu kami berpikir secara komersial, berharap bisa mendapatkan penghasilan dari YouTube. Tapi ternyata tidak semudah itu,” ujar Ketua KIM DSN, Andy Ahmad sambil tersenyum saat ditemui, Kamis (12/6/2025).

“Akhirnya kami memutuskan untuk menjadikan DSN TV sebagai ruang berkreasi digital, khususnya bagi anak-anak muda dan karang taruna, serta media penyampai informasi desa,” sambungnya.

Dengan subscriber yang sebagian besar merupakan warga Sardonoharjo, DSN TV kini memiliki berbagai program menarik seperti UMKM Naik Kelas, Ngulik Desa, Seni dan Budaya, Usaha Pemuda, Info Publik, Iklan Layanan Masyarakat, hingga acara keagamaan. Semua tayangan ini disajikan secara visual dan menarik, menampilkan berbagai kegiatan dan potensi yang ada di desa.

Andy Ahmad menambahkan bahwa kehadiran TV Desa seperti DSN TV sangat penting ada di setiap kalurahan atau desa. “Dengan TV Desa, seluruh kegiatan bisa ditampilkan secara visual. Ini bukan hanya tontonan, tapi juga dokumentasi dan promosi desa yang nyata,” jelasnya.

Sebagai bagian dari promosi, masyarakat juga diajak untuk subscribe kanal YouTube DSN TV agar semakin banyak yang bisa menikmati tayangan informatif dan inspiratif dari Sardonoharjo. (ESK- DSN Ngaglik)




Scout Camp: Sarana Menanamkan Jiwa Kepemimpinan pada Siswa

Sleman – Suasana penuh semangat kebersamaan tampak saat ratusan siswa kelas X MAN 4 Sleman mengawali Scout Camp dengan mendirikan tenda di Bumi Perkemahan Karang Asri, Karanggeneng, Purwobinangun, Pakem, Rabu (11/6/2025). Dengan penuh antusias, mereka saling bahu-membahu membangun tempat istirahat selama tiga hari ke depan. 

Kegiatan Perkemahan Pramuka atau Scout Camp kali ini mengusung tema ‘Membangun Kepemimpinan Masa Depan (Building Future Leadership)’ tersebut diikuti oleh 205 siswa dengan 25 anggota Dewan Ambalan, 12 anggota Sangga Kerja, serta segenap guru dan pegawai, berlangsung hingga Jum’at (13/6/2025) nanti.

Para peserta nampak antusias mengikuti berbagai perlombaan baik di bidang seni, olahraga, kreasi keterampilan, maupun keagamaan.  Di samping itu, peserta juga mendapat materi pentingnya kesehatan mental remaja, dengan narasumber dari Puskesmas Pakem, PMI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman.

Koordinator Scout Camp, Satria Pradana yang akrab disapa Kak Satria menuturkan, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan karakter siswa, dan menanamkan nilai-nilai kepemimpinan (leadership).

“(Selain itu) materi yang disampaikan pun bermanfaat sebagai bekal bagi peserta,” ujarnya. 

Para anggota Dewan Ambalan (DA) pun selaku pelaksana di lapangan turut mendapat pengalaman penting. Mulai dari mempersiapkan agenda, menyiapkan narasumber, presentasi di depan pembina dan guru, hingga melaksanakan kegiatan lapangan.

“Anggota DA yang banyak berkecimpung di lapangan pun bisa belajar bagaimana mengelola event, pentingnya kerja sama, belajar memimpin dan dipimpin.  Insyaallah banyak manfaat yang mereka dapatkan,” ujar Satria. (Edy – KIM Moyudan)