Hari Anti Narkoba Internasional (HANI): Waspadai Modus Baru, Narkoba Bisa Masuk Lewat Resep Dokter

Sleman — Kepala BNN Kabupaten Sleman, Kombes Pol Teguh Tri Prasetya, mengungkapkan modus baru penyalahgunaan narkoba yang kini merambah dunia medis. Menurutnya, jaringan pengedar kini menyamar sebagai pasien dengan keluhan medis tertentu agar mendapatkan resep obat yang mengandung zat adiktif dari tenaga kesehatan.
“Sekarang, narkoba tak selalu datang dalam bentuk mencurigakan. Ada cara baru melalui resep dokter,” ujar Teguh saat ditemui usai mengikuti senam bersama di Lapangan Pemda Sleman, Jumat (20/6/2025), dalam rangka pra-peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang jatuh pada 26 Juni mendatang.
Ia menjelaskan, setelah mendapatkan resep dari dokter, komplotan ini akan menebus obat di apotek, lalu menyalahgunakannya untuk konsumsi pribadi atau dijual kembali. Modus ini memanfaatkan celah yang tak disadari tenaga medis.
“Ini menjadi alarm bagi kita semua, terutama tenaga medis dan apoteker, agar lebih waspada terhadap modus seperti ini,” imbuh Teguh.
Ia juga mengungkapkan bahwa di wilayah Sleman, ganja masih menjadi jenis narkoba yang paling sering ditemukan. Target peredaran utamanya adalah kelompok usia produktif, yaitu antara 20 hingga 30 tahun.
“Benteng utama pencegahan narkoba adalah keluarga. Maka dari itu, kami akan fokus melakukan penyuluhan kepada keluarga sebagai bagian dari program Tanggap Ancaman Narkoba,” tegasnya.
Sebagai bagian dari peringatan HANI, BNN Sleman menyusun serangkaian kegiatan edukatif dan kampanye publik. Di antaranya adalah badminton fun games, bimbingan teknis pencegahan narkoba, hingga kampanye melalui lagu bertema anti-narkoba.
Puncak sosialisasi digelar saat Car Free Day di kawasan Maguwoharjo, Minggu (22/6), dengan melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan seperti olahraga, pemeriksaan tekanan darah, donor darah, dan edukasi bahaya narkotika. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)



