Warga Kalitirto Antusias Ikuti Sosialisasi Program KKN UNY

Sleman – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta di Kalurahan Kalitirto akan dilaksanakan selama tiga bulan, yakni Juli hingga September 2025. Adapun sosialisasi dan paparan program yang hendak dikerjakan, berlangsung di Padukuhan Baran, Selasa (24/6/2025).

Dukuh Baran, Ryan Putra Pratama mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah memilih Baran sebagai salah satu lokasi pelaksanaan KKN. Ryan berharap adanya sinergitas antara mahasiswa dengan masyarakat Padukuhan Baran dapat optimal dan bermanfaat.  

Pada kesempatan itu, Falih Pramana selaku Ketua Kelompok KKN di Padukuhan Baran memperkenalkan sembilan mahasiswa yang diterjunkan di Padukuhan Baran. Ia pun membeberkan lima proram utama yang akan dilakukan kelompoknya, yaitu pemberdayaan ekonomi dan UMKM, sosial kemasyarakatan, pendidikan, kesehatan, dan pengembangan infrastruktur.

“Program pemberdayaan ekonomi dan UMKM antara lain tentang pembuatan QRIS, edukasi keuangan sederhana, misalnya simulasi menyusun anggaran mingguan untuk keperluan rumah tangga, serta pendampingan intensisif UMKM. Kemudian program sosial kemasyarakatan, antara lain menyusun dan merancang kegiatan peringatan 17-an bersama antara mahasiswa dan karang taruna dengan melibatkan warga dan pemuda secara maksimal. Lalu sosialisasi dan pengenalan serta praktik pembuatan ecoprint, dan lain-lain,” kata Falih.

Sementara program pendidikan yang akan diterapkan ialah game edukatif, dan pelatihan literasi seperti cara menulis berita di media yang efektif. Selanjutnya program kesehatan, yaitu mengadakan pemeriksaan mata dan konsultasi kesehatan mata.

“Program Pengembangan infrastruktur, yaitu inventarisasi asset padukuhan, diawali dengan survei dan pencatatan aset di lapangan serta dilengkapi pendokumentasiannya,” tandasnya.

Masyarakat Padukuhan Baran menyambut baik program tersebut. Pada sesi diskusi, banyak saran dan usulan yang disampaikan tokoh masyarakat, karang taruna, RT, RW dan PKK kepada mahasiswa KKN untuk ditindak lanjuti. (M.A. Sanusi / KIM Tirto Gumregah Berbah).




Marak Penipuan Lewat Aplikasi OMI, Kapolsek Ngaglik Imbau Masyarakat Lebih Waspada!

Sleman – Polsek Ngaglik mengungkap kasus penipuan bermodus iming-iming pinjaman uang yang dilakukan melalui aplikasi pertemanan OMI, Selasa (24/6/2025). Dua pelaku berinisial DM dan ORN berhasil diamankan setelah membawa kabur sepeda motor milik korban.

Kejadian bermula pada Jumat, 23 Mei 2025. Korban yang tengah mencari pinjaman uang untuk kebutuhan sekolah anaknya berkenalan dengan pelaku DM melalui aplikasi OMI. Pelaku kemudian mengajak bertemu di parkiran barat Monjali, Sleman. Dengan alasan akan memberikan pinjaman. Pelaku memperdaya korban dan meminjam sepeda motornya untuk mengambil uang di ATM.

Namun, setelah motor dibawa oleh pelaku ORN, ia tidak kunjung kembali. Pelaku DM juga ikut menghilang dengan dalih menunggu giliran mengambil uang di ATM. Sepeda motor korban pun raib dibawa kabur.

Polsek Ngaglik bergerak cepat setelah laporan diterima. Pada Senin malam, 16 Juni 2025, pelaku DM berhasil ditangkap di sebuah rumah kos daerah Jombor Lor, Sinduadi, Mlati. Tak berselang lama, pelaku ORN juga berhasil diamankan di Terminal Jombor, Sleman.

Kapolsek Ngaglik, AKP. Yuliyanto, mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam berkenalan lewat media sosial, khususnya aplikasi pertemanan.

“Kami minta warga tidak mudah percaya dengan tawaran pinjaman atau ajakan bertemu oleh orang yang baru dikenal lewat media sosial. Modus seperti ini makin marak. Waspada dan bijaklah dalam menggunakan aplikasi pertemanan,” ujarnya.

Polsek Ngaglik juga membuka layanan aduan masyarakat jika mengalami kejadian serupa, serta mengimbau agar segera melapor ke kantor polisi terdekat.

“Mari bersama ciptakan lingkungan yang aman dengan tidak mudah tertipu oleh modus penipuan berkedok bantuan atau pinjaman,” tandasnya.  (ESK – DSN Ngaglik)




Forum Seyegan Resik Fasilitasi KPSM Belajar Aplikasi SIOSESTU

Sleman – Sebanyak 25 peserta dari Bank Sampah (BS) ataupun Shodaqoh Sampah (SS) di wilayah Seyegan mengikuti pelatihan SIOS ESTU (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Terpadu) yang digunakan di Kabupaten Sleman. Acara ini bertujuannya sebagai media informasi yang diharapkan dapat mempermudah pencatatan atau administrasi, serta meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pelaporan bagi KPSM yang ada di Kabupaten Sleman.

Pelatihan yang dilaksanakan pada Selasa (24/6/2025), di Aula lantai II Kapanewon Seyegan ini dilatar belakangi oleh tidak semua anggota KPSM memahami dan menggunakan aplikasi SIOSESTU untuk pelaporan BS/SS. Untuk itu, masing-masing wilayah mengadakan pelatihan secara mandiri.

Pelatihan dibuka dengan pengarahan dari Pembina Forum Seyegan Resik, Sutarto Agus yang menyampaikan tujuan dari pelatihan yaitu membekali KPSM dengan aplikasi SIOSESTU untuk mempermudah pelaporan ke DLH Sleman dan instansi pusat.

“Selain tutorial melalui link YouTube, Forum Seyegan Resik juga akan memberikan pendampingan untuk KPSM yang masih kesulitan dalam mengisi aplikasi SIOSESTU,” kata Sutarto.

Selanjutnya, Kepala Jawatan Kapanewon Seyegan, Rini Nurhidayati dalam sambutannya menyampaikan bahwa secara kelembagaan Forum Seyegan Resik ini sudah diakui di wilayah Seyegan. Namun untuk penganggaran kegiatan belum terfasilitasi. Untuk itu di tahun mendatang direncanakan ada penganggaran untuk event maupun peningkatan kapasitas anggota.

“Dua tahun terakhir ini memang belum ada operasional untuk forum. Kapanewon hanya memfasilitasi dalam bentuk kegiatan atau event sebagai peserta,” jelas Rini.

Ia juga berharap KPSM yang sudah menggunakan aplikasi SIOSESTU dapat mengedukasi kepala kelompok lainnya agar pemanfaatan aplikasi tersebut dapat merata. Mengingat penganggaran kegiatan pelatihan ini sangat terbatas, yakni hanya untuk 25 peserta.

Staff Tim Kerja Kelompok Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Sleman, Andi Triyanto memandu pelatihan aplikasi SIOSESTU mulai dari membuka aplikasi, mendaftar, hingga memverifikasi. Proses pendaftaran memerlukan akun aktif yang bisa dibuat atas nama kelompok maupun pribadi. 

“Untuk mengaktifkan aplikasi, diperlukan dokumen dukung yang perlu di-upload seperti SK KPSM dari lurah. Sedangkan data dari pihak ketiga juga perlu dicantumkan yaitu nama, alamat dan nomor telepon dari pengepul,” jelasnya.

“Yang sering menjadi kendala dalam mengisi aplikasi ini adalah akun yang sudah tidak aktif lagi juga lokasi KPSM yang harus bersamaan membuka link google maps serta dokumen SK lurah yang belum menggunakan format pdf,” kata Andi. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Workshop Penguatan Kelembagaan Forkom UMKM Kapanewon Seyegan

Sleman – Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman menyelenggarakan workshop Forum Komunikasi (Forkom) UMKM Kapanewon Seyegan di Restoran Taman Pringsewu. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari yakni tanggal 23 dan 24 Juni 2025, ini menggandeng Mitajani Training Consultant sebagai mitra penyelenggara. Workshop tersebut diikuti oleh 50 pelaku UMKM dari pengurus dan anggota Forkom UMKM Seyegan dan Forkom UMKM dari lima kalurahan di Seyegan.

Para peserta tidak hanya diberikan pelatihan ataupun mentoring dengan berbagai materi, namun juga mengikuti kegiatan temu kemitraan bisnis UMKM dengan Bank Mandiri, BNI, Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Hotel Grand Keisya, Toko Progo, Manna Kampus, Bakpia Kencana, Kenes Bakery, Papa Cookies Bakery, Amanda Brownies dan Jejamuran.

Materi pertama disampaikan oleh perwakilan Mitajani Training Consultant, Sri Astuti yang membahas mengenai penguatan kelembagaan Forkom UMKM. Ia mengatakan, dalam suatu forkom memerlukan seorang pemimpin visioner dan inklusif. Visioner memiliki arah yang jelas, berfikir strategis, adaptif dan kolaboratif. Inklusif dengan mau mendengar aktif, menghargai perbedaan dan memberi ruang bagi ide-ide baru.

“Lembaga Forkom UMKM harus memiliki tata kelola organisasi yang jelas, ada AD/ART, struktur organisasi, SOP dan job description yang terinci yang bisa dipahami dan dilaksanakan semua pengurus beserta anggotanya,” kata Sri pada pelatihan hari pertama, Senin (23/6/2025).

“Strategi peningkatan ekonomi Forkom UMKM dapat dilakukan dengan penguatan jejaring dan kolaborasi untuk membuka akses dengan berbagai pihak baik dengan Dinas terkait, perbankan, perguruan tinggi, Sekolah, perhotelan, perusahaan perdagangan, toko, rumah makan dan lain-lain,” tandasnya.

Sementara, perwakilan SMICE Training Consultant, Riana Ambarsari menyampaikan materi tentang pentingnya komunikasi efektif untuk organisasi Forkom UMKM. Mengingat, permasalahan komunikasi di forkom yang disebabkan oleh konflik internal, kurangnya transparansi, rendahnya partisipasi, informasi yang tidak merata, hingga gaya komunikasi yang tidak tepat.

“Faktor tersebut dapat menimbulkan ketidakharmonisan dan perpecahan, sehingga bisa menghambat pelaksanaan program organisasi. Masalah harus segera diatasi dengan pendekatan pribadi atau komunikasi dua arah dan mendengar keluhannya,” tuturnya.

“Gunakan bahasa yang sederhana dan jelas, sampaikan informasi secara terbuka dan jujur. Bisa juga menggunakan komunikasi formal, misalnya dengan pertemuan rutin dan menyampaikan hasil kesepakatan bersama sehingga menjadi aturan yang tegas,” sambung Riana.

Dihari kedua, perwakilan Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Eno Casmi menyampaikan materi tentang manajemen keuangan organisasi. Pada kesempatan itu, ia menekankan pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha.

“Jangan sampai campur baur tidak jelas antara uang pribadi dan uang Perusahaan, sehingga untung rugi menjadi tidak jelas juga. Maka diperlukan catatan masuk dan keluar keuangan, laporan keuangan neraca, laba dan arus kas. Untuk membantu memudahkan pencatatan akuntansi keuangan bisa menggunakan aplikasi tidak berbayar seperti apik atau aplikasi berbayar seperti accurate, jurnal, zahir, myob, sap, xero, majoo, dan lain-lain,” ungkap Eno, Selasa (24/6/2025).

Workshop Forkom UMKM Kapanewon Seyegan ini dihadiri oleh Kepala Dinkop UKM Kabupaten Sleman, Tina Hastani. Pada kesempatan yang sama, Tina mengatakan dengan masuk Forkom UMKM, pihaknya turut memfasilitasi bimtek dan berbagai pelatihan, sehingga mendapat ilmu dan pengetahuan usaha yang sebelumnya tidak ia ketahui. Para peserta sangat antusias dari awal sampai akhir. Dengan demikian, diharapkan UMKM Sleman bisa naik kelas, kuat dan makin sejahtera. (Sulistiyono/KIM Seyegan)




Perkuat PSN, Puskesmas Depok II Gelar Monev Kader Jumantik untuk Wujudkan Zero Jentik

Sleman – Dalam rangka memperkuat gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan menciptakan lingkungan yang bebas jentik nyamuk, Puskesmas Depok II menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Bangunan Bebas Jentik, Selasa (24/6/2025), bertempat di Aula Pudewa, Kalurahan Condongcatur.

Sebanyak 40 kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dari wilayah binaan hadir dalam kegiatan tersebut. Acara dipandu oleh Indah Putrianti selaku narasumber yang memberikan materi serta pengarahan terkait teknis pelaksanaan.

Dalam paparannya, Indah menegaskan pentingnya peran aktif kader Jumantik dalam upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). “Kader Jumantik bertugas melakukan pemeriksaan jentik secara rutin, memberikan edukasi kepada penghuni rumah, serta mencatat hasil pemantauan melalui formulir yang telah disediakan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa peran kader Jumantik tidak hanya sebatas sebagai pemantau, tetapi juga sebagai detektor dini terhadap potensi risiko jentik, penyuluh masyarakat mengenai PSN, serta penghubung antara warga dan fasilitas layanan kesehatan.

Aspek komunikasi juga menjadi sorotan dalam kegiatan ini. Menurut Indah, keterampilan komunikasi yang baik sangat penting untuk memastikan pesan edukatif dapat diterima dan dipahami masyarakat. “Gunakan bahasa lokal yang mudah dimengerti saat menyampaikan pesan saat pemantauan. Komunikasi yang tepat akan meningkatkan pemahaman warga terhadap pentingnya PSN,” ujarnya.

Berdasarkan Data Surveilans per 23 Juni 2025, tercatat penyebaran kasus infeksi dengue Puskesmas Depok ll yakni mencapai 16 kasus Dengue Fever (DF), 9 kasus Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), dan 0 kasus OSS. Angka ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan berkelanjutan di tingkat masyarakat.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Puskesmas Depok II juga terus menggalakkan program GIRIJ (Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik) untuk mendorong keterlibatan langsung rumah tangga dalam pemberantasan jentik.

“PSN bukan hanya tugas kader, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Dengan partisipasi aktif masyarakat, kita dapat mewujudkan wilayah bebas jentik,” tutup Indah. (Tri Suhartati / KIM Depok)