Sukses Bisnis: Menjadikan Anggrek sebagai Komoditas Unggulan

Sleman – Dari lahan seluas hanya 200 meter persegi di Turen, Sardonoharjo, Ngaglik, Eniek Sulistyanti membuktikan bahwa tanaman anggrek dapat menjadi komoditas bisnis yang menjanjikan. Mantan analis laboratorium klinis ini memilih anggrek bukan karena hobi, melainkan murni sebagai peluang usaha.
“Saya bukan hobiis, juga bukan pencinta anggrek. Tapi saya melihat peluang bisnis yang menguntungkan,” ujar Eniek saat ditemui di kebunnya, Senin (23/6/2025).
Ia menjelaskan bahwa bunga anggrek digemari lintas usia dan kalangan, sehingga potensial secara ekonomi.
Eniek fokus pada tahap pembungaan dalam siklus hidup anggrek. Ia mendatangkan bibit dewasa dari pemasok, kemudian merawatnya hingga berbunga dan siap jual. Bunga dipasarkan melalui pameran, pesanan khusus, atau dijual langsung di pasar. Usaha yang ia beri nama Nicky Florist ini kini telah berkembang dengan koleksi sekitar 600 pot tanaman anggrek yang subur, terdiri dari jenis Phalaenopsis, Dendrobium, Vanda, Oncidium, dan Cattleya.
Salah satu strategi pemasaran yang ia terapkan adalah lelang anggrek secara berkala. Selain itu, setiap hari Jumat, ia rutin mengikuti Pasar Tani Sleman di Lapangan Pemda, sebagai binaan Dinas Pertanian Sleman.
Pesanan datang secara konsisten setiap minggu, mulai dari kebutuhan souvenir, hadiah, bunga tangan untuk seminar, hingga karangan bunga untuk ucapan duka dan menjenguk orang sakit.
Tak hanya berjualan, Eniek juga aktif mengikuti pameran dan kompetisi. Prestasinya antara lain Juara 1 dan 2 untuk kategori anggrek Vanda tricolor, Juara 2 Phalaenopsis, serta predikat best selection untuk jenis Cymbidium dan Phalaenopsis dalam ajang lomba anggrek di Yogyakarta.
“Cinta bisa tumbuh setelah ketekunan. Dari hal kecil pun bisa jadi pintu rezeki jika dijalani dengan cerdas,” pungkas Eniek. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)



