150 Santri Ikuti Munaqosyah Gabungan TKA-TPA Minggir, Moyudan, dan Seyegan

Sleman — Sebanyak 150 santri dari berbagai Unit TPA di wilayah Kapanewon Minggir, Moyudan, dan Seyegan mengikuti Munaqosyah Santri 2025 yang digelar di PKBM Al Bayan Minggir, Minggu (22/6/2025). Kegiatan ini merupakan kolaborasi Badan Koordinasi TKA-TPA (Badko) Rayon Minggir–Moyudan–Seyegan dan menghadirkan 18 munaqisy (penguji) dari Badko TKA-TPA Kabupaten Sleman.

Munaqosyah menjadi ajang evaluasi akhir bagi para santri sebelum diwisuda. Adapun syarat mengikuti ujian ini adalah santri telah menyelesaikan Iqro’ Jilid 6, mampu tadarus minimal 5 juz Al-Qur’an, serta tertib dalam melaksanakan sholat lima waktu.

Dalam proses munaqosyah, santri diuji dalam beberapa aspek, meliputi membaca Al-Qur’an secara tartil, menghafal 15 doa harian, bacaan sholat, 2 ayat pilihan, dan 12 surat pendek

Ketua Panitia, Ustadz H. Barid Setiawan, , menyampaikan bahwa santri yang dinyatakan lulus akan mengikuti Wisuda Santri Kabupaten Sleman yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juli 2025.

“Namun wisuda bukanlah akhir dari proses belajar. Santri tetap bisa melanjutkan ke jenjang TQA (Ta’limul Qur’an Lil Aulad) untuk memperdalam pembelajaran Al-Qur’an,” tegas Ustadz Barid.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri tidak hanya cakap secara bacaan, namun juga memiliki akhlak Qur’ani, disiplin ibadah, dan semangat belajar yang terus menyala. (Dian Navitri/KIM Seyegan)




Donor Darah hingga Edukasi Narkoba, BNNK Sleman Libatkan Komunitas dan Layanan Publik di Stadion Maguwoharjo

Sleman — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman memanfaatkan momentum Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025 untuk mendorong kesadaran publik dengan pendekatan yang lebih menyentuh masyarakat. Bertempat di Stadion Maguwoharjo, Minggu (22/6/2025), ratusan warga mengikuti kegiatan sosial yang mencakup donor darah, edukasi bahaya narkoba (P4GN), hingga deklarasi anti narkoba.

Bersama PMI Cabang Sleman dan berbagai komunitas seperti SC 234, Brionesia Jogja, IAS Jogja, dan Bro Sist Sportainment, kegiatan ini menyasar 860 orang untuk menerima edukasi terkait bahaya narkoba. Sebanyak 45 orang juga turut berpartisipasi dalam aksi donor darah.

Tak hanya itu, kegiatan ini terintegrasi dengan Car Free Day Polda DIY yang menyediakan berbagai layanan publik seperti pembuatan SKCK, perpanjangan SIM, dapur sosial, dan patroli Samapta berkuda.

Kepala BNNK Sleman, Kombes Pol Teguh Tri Prasetya, menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam perang melawan narkoba.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya tahu bahayanya narkoba, tapi juga terlibat langsung menciptakan lingkungan yang bersih dan aman dari peredaran gelap,” ujarnya.

Kepala UPTD Stadion Maguwoharjo, M. Ganang Riswantoro Jati, turut menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya memberi manfaat langsung seperti donor darah, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya hidup sehat dan bebas narkoba,” jelasnya.

Senada, Ketua Brionesia Jogja, Steven, juga mengajak komunitas lain untuk ikut bergerak. “Kami mendukung penuh dan siap bersinergi dengan BNNK Sleman untuk terus menghadirkan kegiatan positif dalam melawan narkoba,” katanya.

Melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif seperti ini, BNNK Sleman berharap semangat Sleman Sembada Bersinar (Bersih Narkoba) bisa menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari akar komunitas




Uji Kompetensi Sanggar Banyu Bening: Bukan Sekadar Tampil, Tapi Menumbuhkan Karakter

Sleman — Puluhan siswa dari berbagai usia tampil dalam Uji Kompetensi Kelas Menari Sanggar Banyu Bening Sleman di Warung Mbah Bromo, Ngaglik, Sabtu (21/6/2025). Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga pembuktian proses belajar seni tari yang membentuk karakter.

Koordinator sanggar, Elisabeth Panti, menegaskan bahwa uji kompetensi ini lebih dari sekadar penilaian teknis.

“Kami menilai tanggung jawab, kepercayaan diri, dan sikap menghargai proses. Di dunia seni, hasil itu penting, tapi proses jauh lebih berharga,” ujarnya.

Para peserta dibagi ke dalam kelompok seperti Abimanyu 1 dan 2, Utari, Baladewa 1 dan 2, serta Srikandhi. Mereka menampilkan ragam tari tradisional seperti Tari Bebek, Golek Ayun-Ayun, Kridha Warataruni, hingga Candra Laksita. Penampilan dinilai oleh dua penguji profesional, Rosalia Haryati dan Farid Nur Ramadani, berdasarkan ekspresi, teknik, serta etika panggung.

“Keberanian tampil di depan umum adalah modal penting anak-anak saat ini, di tengah gempuran distraksi digital,” kata Rosalia.

Pendiri Sanggar Banyu Bening, Sri Wahyuningsih, menyebut uji kompetensi sebagai bagian dari strategi keberlanjutan lembaga.

“Kami ingin siswa dan orang tua melihat bahwa proses belajar tari itu serius, terstruktur, dan membanggakan,” ujarnya.

Setelah penilaian, seluruh warga sanggar mengikuti sesi flashmob “Empat Kata Ajaib”, menegaskan semangat kebersamaan dan pendidikan karakter.

Uji kompetensi ini membuktikan bahwa pendidikan alternatif berbasis seni dan budaya bisa dilakukan dengan serius dan berdampak. Seni tari menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus sarana melestarikan budaya.

“Yang dibawa pulang bukan hanya nilai, tapi pengalaman panggung yang berharga. Ini ruang tumbuh yang sehat bagi generasi muda untuk mencintai budayanya dan tumbuh sebagai manusia utuh,” tutup Elisabeth. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Insan Utama IBS Gelar Haflah Akhirussanah, Launching Buku Perdana Santri

Sleman — Pondok Pesantren Insan Utama Islamic Boarding School (IBS) Yogyakarta menggelar Haflah Akhirussanah Santri Kelas IX Angkatan ke-2 di Cavinton Hotel Yogyakarta. Acara ini menjadi momen apresiasi atas capaian pendidikan 33 santri yang telah menyelesaikan masa belajarnya, Sabtu (21/6/2025).

Haflah secara resmi dibuka oleh Kepala Seksi Pondok Pesantren Kemenag Sleman, H. Achmad Fauzi, dengan pemukulan gong, disaksikan Panewu Gamping Suyanto, dan Kepala Sekolah Slamet Hadi Riyanto.

Momentum ini juga ditandai dengan peluncuran buku perdana karya santri berjudul “Sabitah”, diluncurkan oleh Muhammad Kamal Ihsan, Lc., M.A. Buku ini memuat kumpulan tulisan reflektif para santri sebagai rekam jejak pemikiran mereka selama menempuh pendidikan.

“Buku ini adalah ikhtiar kecil kami membangun generasi yang berpikir jernih, berbicara santun, dan menulis dengan nurani,” ujar Kamal.

H. Fauzi mengapresiasi karya tersebut, terutama kutipan santri Maulana Alfareza di halaman 67: “Setiap orang ada waktunya, dan setiap waktu ada orangnya.” Menurutnya, kalimat ini menyiratkan pentingnya kesiapan diri menyambut takdir terbaik yang akan datang pada waktunya.

Sementara itu, Ustaz Misko Bariandi, mewakili Yayasan Insan Utama Yogyakarta, menekankan pentingnya kurikulum tiga pilar yang menjadi ciri khas Insan Utama yaitu Al-Qur’an, Adab, dan Bahasa.

“Hafalan Al-Qur’an, pembiasaan adab, serta penguasaan bahasa Arab dan Inggris menjadi fondasi membentuk santri berdaya saing global,” jelas Bariandi.

Pada puncak acara, 33 santri menerima ijazah kelulusan yang diserahkan langsung oleh Kepala BPH Yayasan Insan Utama, Ustadz Suripta, didampingi kepala sekolah.

Lima santri menerima penghargaan lulusan terbaik adalah Maulana Arbiansyah (The Best Adab), Muhammad Rauf Malik Al Hakim (The Best Academic), Anas Abdurrahman Sholih (The Best Al-Qur’an), Muhammad Raihan Mubaroq (The Best English), dan Zaiq Al Mufid (The Best Arabic)

Acara berlangsung penuh khidmat dan haru, menjadi penanda akhir perjalanan belajar sekaligus awal kontribusi santri di tengah masyarakat.

“Semoga perpisahan ini menjadi ibadah yang memudahkan kita tetap bersujud dan bertakwa kepada Allah SWT,” pungkas Slamet Hadi Riyanto. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Tingkatkan Kesehatan Ibu Hamil lewat Suplemen MMS

Sleman — Sebanyak 40 kader Posyandu dari Kalurahan Condongcatur mengikuti pertemuan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) di Aula Puskesmas Depok II, Jumat (20/6/2025). Kegiatan ini dipandu oleh bidan Lilis Rohani, yang menekankan pentingnya pemantauan kesehatan ibu hamil, khususnya terkait penggunaan suplemen baru Multiple Micronutrient Supplement (MMS).

Dalam paparannya, bidan Lilis menjelaskan bahwa mulai April 2025, suplemen Tablet Tambah Darah (TTD) bagi ibu hamil resmi digantikan dengan MMS. Suplemen ini mengandung zat besi, asam folat, vitamin D, kalsium, dan nutrien penting lainnya untuk mendukung kesehatan ibu dan janin.

“MMS terbukti lebih efektif dibanding TTD karena mampu mencegah anemia, menurunkan risiko bayi lahir prematur, berat badan lahir rendah, dan stunting,” ujar Lilis.

Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan rutin selama kehamilan, minimal enam kali, yaitu satu kali di trimester pertama, dua kali di trimester kedua, dan tiga kali di trimester ketiga.

Dalam sesi edukasi, Lilis memperkenalkan konsep “10 T”, indikator penting dalam memantau kehamilan adalah timbang berat badan, tensi (tekanan darah), tablet tambah darah/MMS, tingkat kesadaran ibu, tes laboratorium, tinggi fundus uteri, taksiran berat janin, tanda-tanda bahaya, tempat persalinan, dan transportasi menuju fasilitas layanan kesehatan

Jumirah, salah satu kader peserta, mengaku antusias dengan materi yang disampaikan.

“Ilmu yang kami terima hari ini sangat bermanfaat. Kami bisa memberi edukasi lebih baik kepada warga,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat peran kader P4K sebagai ujung tombak layanan kesehatan masyarakat, terutama dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di wilayah Depok. (Tri Suhartati/KIM Depok)