LazisMu Sleman Fokuskan Bantuan untuk Guru Honorer

Sleman — Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi untuk memperkuat perannya sebagai penghubung antara muzakki dan mustahik, khususnya dalam mendukung kesejahteraan guru honorer. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (19–20 Juni 2025), di Kantor Layanan LazisMu (KKL) Berbah.
Pertemuan ini diikuti oleh KKL dari wilayah timur Sleman, termasuk Berbah, Cangkringan, Kalasan, Ngaglik, Ngemplak, Prambanan, SMK Muhammadiyah Prambanan, dan MBS Prambanan.
Ketua LazisMu Sleman, Syinta Brata, menekankan pentingnya meningkatkan kualitas dan dampak program sosial LazisMu. Ia menyoroti rendahnya honor para guru honorer Muhammadiyah yang masih jauh di bawah Upah Minimum Regional (UMR), padahal mereka telah mengabdi dengan penuh dedikasi.
“Dari data yang kami himpun, ada 123 guru honorer Muhammadiyah di Sleman. Saat ini bantuan baru berupa sembako dan sedikit uang transport. Kami ingin ke depan ada bentuk dukungan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Syinta juga mengajak seluruh KKL mengevaluasi kegiatan yang dilakukan selama Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha untuk memperkuat fokus pada program yang menyentuh kebutuhan riil mustahik.
Dalam sesi diskusi, sejumlah KKL menyampaikan tantangan utama dalam pelaksanaan program, seperti keterbatasan relawan dan minimnya anggaran operasional, yang menyebabkan beberapa inisiatif belum berjalan optimal.
Peserta berharap adanya solusi kolektif, baik dari segi penguatan sumber daya manusia maupun konsolidasi penggalangan dana, agar program bantuan dapat lebih terfokus dan menyasar kelompok prioritas seperti para guru honorer.
Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar LazisMu Sleman untuk menegaskan perannya dalam mendukung kesejahteraan umat melalui tata kelola zakat yang lebih strategis dan berdampak. (M.A. Sanusi/KIM Tirto Gumregah Berbah)



