Kolaborasi Warga dan Kalurahan Bangun Jembatan Kebur Kidul: Gotong Royong, Semangat Tak Tergantikan

Sleman — Semangat gotong royong kembali menyala di Padukuhan Kebur Kidul, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan. Puluhan warga bahu-membahu melakukan pembenahan jembatan sepanjang 20 meter dan lebar 2 meter yang terletak di RT 2, Minggu (29/6/2025).

Jembatan ini dibangun pada era 1990-an secara swadaya dan selama bertahun-tahun menjadi akses penting menuju area persawahan sekaligus jalur alternatif antar-RT. Namun, bagian atas dan pembatas jembatan mulai rusak dan membahayakan keselamatan pengguna.

“Melihat kondisi jembatan, warga sepakat untuk segera memperbaikinya. Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong warga yang luar biasa, tak peduli jembatan ini berada di RT mana,” ujar Ketua RT 2, Wibowo Budi Susanto.

Wibowo menambahkan, selain tenaga, warga juga menyumbang konsumsi, dana tambahan, hingga material secara sukarela. Upaya kolektif ini juga mendapat stimulan berupa semen dari Pemerintah Kalurahan Argomulyo, yang sangat membantu menekan biaya pembangunan.

Lurah Argomulyo, Danang Hendri Bintoro, menyatakan bahwa program stimulan semen merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah kalurahan terhadap pembangunan padukuhan secara partisipatif.

“Kami sangat bangga. Dengan anggaran terbatas, pembangunan tetap bisa berjalan berkat gotong royong warga. Ini menjadi solusi atas kebutuhan infrastruktur yang sifatnya darurat dan belum teranggarkan di APBKal,” jelas Danang.

Ia juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh warga atas peran aktif dan rasa memiliki terhadap pembangunan wilayah.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara warga dan pemerintah kalurahan mampu memperkuat kemandirian dan mempercepat pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat. (KIM Wara Aji Cangkringan/Marmansyah)




Musyawarah Warga Karang Taruna Sardonoharjo 2025 Pilih Ketua Baru

Sardonoharjo — Musyawarah Warga Karang Taruna (MWKT) Kalurahan Sardonoharjo resmi digelar di Aula Kalurahan sebagai forum tertinggi organisasi kepemudaan, Minggu (29/6/2025). Agenda utama musyawarah ini adalah pemilihan ketua baru untuk periode 2025–2028 dan penguatan peran pemuda dalam pembangunan lokal.

Musyawarah dibuka oleh Kamituwo Sardonoharjo, Bayu Kristanto, mewakili Lurah. Ia mengapresiasi kiprah Karang Taruna dalam pembangunan sosial dan berharap kepengurusan baru semakin aktif dan bersinergi dengan program kalurahan.

Dalam sambutannya, Bayu Dwi menegaskan bahwa Karang Taruna harus menjadi kekuatan relawan yang aktif, bukan sekadar organisasi seremonial.

“Pemuda Karang Taruna harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya nama di papan organisasi,” ujarnya.

Ketua demisioner Karang Taruna Sardonoharjo , M. Nur Setyo mengajak semua pihak melanjutkan perjuangan dengan semangat regenerasi. Ia menyebut kepemimpinan baru harus menjadi tonggak penyegaran visi dan energi organisasi.

“Estafet ini harus terus bergerak, tidak boleh berhenti,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Sardonoharjo, Eka Sastra Kurniawan mengingatkan pentingnya Karang Taruna menjadi penggerak sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.

“Pemuda juga harus didorong untuk masuk ke sektor usaha produktif yang bisa menopang ekonomi lokal,” ungkapnya.

Hasil musyawarah menetapkan Imam Syaiful Wicaksono sebagai Ketua Karang Taruna Sardonoharjo periode 2025–2028, menggantikan M. Nur Setyo. Dalam pidato perdananya, Imam menyampaikan komitmen untuk membangun organisasi yang inklusif dan kolaboratif.

“Karang Taruna adalah kerja bersama. Saya hanya mewakili, tapi kekuatan sejatinya ada pada seluruh pemuda Sardonoharjo,” tegas Imam.

Musyawarah ini menjadi titik awal bagi penguatan peran pemuda Sardonoharjo sebagai agen perubahan yang adaptif, kreatif, dan solutif dalam menjawab tantangan sosial masa kini. (ESK – KIM DSN)




Komunitas Motor dan Klinik Pratama Delima Gelar Khitanan Massal Gratis

Sleman — Klinik Pratama Delima bersama Komunitas Motor Pelaku Touring menggelar khitanan massal gratis yang diikuti oleh 12 anak dari berbagai wilayah. Kegiatan sosial ini berlangsung pada Minggu pagi (29/6/2025) di Klinik Pratama Delima, Karangasem Gempol, Kalurahan Condongcatur, Sleman.

Direktur Klinik Pratama Delima, Andang, menyatakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial yang menggabungkan dunia kesehatan dan komunitas hobi.

“Ini adalah aksi nyata kami untuk membantu sesama,” ungkapnya.

Komunitas Motor Pelaku Touring yang dikenal dengan semboyan “Bedo pabrikan, tetep seduluran; satu rasa, sama rata” turut hadir menyemarakkan acara dan menunjukkan semangat solidaritas dalam kegiatan sosial.

Kegiatan diawali dengan tausiyah oleh Ustadz Iksan yang menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan kepedulian sosial sebagai bagian dari ajaran Islam.

Proses khitan menggunakan metode modern Top Sealer, yakni teknik tanpa jarum, tanpa alat menempel, tanpa darah, dan tanpa perban. Metode ini dinilai lebih nyaman dan minim trauma bagi anak-anak.

Direktur Utama Klinik Pratama Delima, Dini Melani mengaku bersyukur dapat ambil bagian dalam kegiatan sosial ini.

“Kami mendukung penuh inisiatif seperti ini karena sangat bermanfaat. Harapannya kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta mendapatkan bingkisan, yang disambut gembira oleh anak-anak dan keluarganya. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa solidaritas bisa tumbuh dari berbagai kalangan, baik dari profesi medis maupun komunitas jalanan. (Tri Suhartati/KIM Depok)




Marketplace Jangan Jadikan UMKM ‘Sapi Perah’

Sleman — Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengingatkan agar platform marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada tidak menjadikan pelaku UMKM digital sebagai ‘sapi perah’. Pernyataan ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Sarasehan Keluarga Besar HIPMI DIY di Hotel The Rich, Sleman, Sabtu (28/6/2025).

Menurut Bamsoet, potensi digitalisasi UMKM yang semula menjanjikan kini justru berbalik menjadi beban. Biaya komisi marketplace yang tinggi, ditambah berbagai potongan lainnya, membuat banyak pelaku UMKM kesulitan bertahan.

“Potongan komisi bisa mencapai 20 hingga 25 persen per transaksi. Belum lagi biaya iklan, administrasi, penalti, dan program flash sale yang sering kali merugikan penjual,” tegasnya.

Ia menyebut ketimpangan keuntungan menjadi sorotan. Pada 2024, Shopee mencatat pendapatan hingga USD 16,8 miliar, Tokopedia mencapai Rp 622 miliar, dan Lazada USD 3,8 miliar hanya dalam satu kuartal. Sementara itu, banyak UMKM justru mengalami penurunan marjin bahkan gulung tikar.

Survei Lembaga Demografi FEB UI awal 2025 menunjukkan 68 persen pelaku UMKM digital mengalami penurunan marjin, dan 43 persen sempat berhenti berjualan di marketplace. Data idEA juga mencatat sekitar 40 persen UMKM digital kesulitan meraih profit karena tingginya biaya operasional di platform digital.

“Dari 65 juta UMKM di Indonesia, sekitar 22 juta sudah terhubung ke platform digital. Tapi hanya sebagian kecil yang mampu tumbuh secara konsisten,” ujar Bamsoet, yang juga Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan mantan Ketua OKK HIPMI 2001–2005.

Bamsoet mendesak DPR, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Koperasi dan UMKM untuk segera menyusun regulasi perlindungan pelaku usaha digital. Ia mengusulkan adanya batas maksimal komisi, kewajiban transparansi biaya, dan pendampingan hukum serta edukasi digital bagi UMKM.

“Banyak pelaku usaha kecil tidak punya pilihan selain mengikuti aturan platform. Tidak ada ruang negosiasi. Ini menciptakan ketergantungan yang tidak sehat,” ungkapnya.

Menurutnya, perlindungan terhadap UMKM harus menjadi agenda strategis karena UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional. Jika dibiarkan, UMKM bisa stagnan bahkan mati perlahan.

Sarasehan tersebut turut dihadiri Ketua Umum BPD HIPMI DIY Ekawati Rahayu Putri, serta para Ketua BPC HIPMI dari seluruh kabupaten/kota se-DIY: Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta. (Ilham Agus/KIM Seyegan)




Warga Sleman Raih Emas di Malaysia lewat Inovasi Beton Porous dari Sampah Plastik

Sleman – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Winda Tsani, pemudi asal Padukuhan Candi Karang, Kalurahan Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, yang berhasil meraih medali emas dalam ajang internasional Invention, Innovation and Design Competition (IIDC) di Malaysia.

Winda mengharumkan nama Indonesia melalui karya inovatifnya “Beton Porous dari Sampah Plastik” yang diikutsertakan dalam kategori Sustainable of Life. Inovasi ini dinilai unggul karena mampu menjawab dua isu besar sekaligus: pengurangan limbah plastik dan pembangunan infrastruktur ramah lingkungan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Ini bukan hanya kemenangan pribadi, tapi juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Saya ingin membuktikan bahwa dari desa pun bisa lahir inovasi untuk dunia,” ujar Winda, Minggu (29/6/2025)

Ajang IIDC diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai negara yang mempresentasikan solusi inovatif terhadap tantangan global, termasuk perubahan iklim dan pengelolaan limbah. Beton porous ciptaan Winda mendapat apresiasi karena kemampuannya menyerap air hujan, sehingga dapat membantu mencegah banjir dan mendukung konsep kota hijau.

Karya tersebut juga menjadi simbol peran pemuda desa dalam menjawab isu global. Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, menyampaikan kebanggaannya atas capaian Winda.

“Winda adalah contoh nyata bahwa pemuda desa bisa bersaing di tingkat dunia. Inovasinya sangat relevan dan kami berharap bisa dikembangkan lebih luas di berbagai daerah,” ujarnya.

Keberhasilan Winda membuka peluang penerapan teknologi berbasis limbah plastik dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Banyak pihak berharap inovasi ini dapat diadopsi dalam proyek infrastruktur, terutama di daerah rawan banjir.

Kisah Winda menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa inovasi tidak mengenal batas geografis. Dari lereng Merapi di Sleman, lahir solusi yang kini diakui dunia. (ESK/KIM DSN)