Pentingnya Pengamanan Air untuk Kebutuhan Hidup

Sleman – Air merupakan salah satu sumber kehidupan yang sangat dibutuhkan oleh semua makluk hidup. Untuk itu, kualitas air perlu dijaga agar bisa memberikan manfaat sebaik-baiknya bagi tubuh manusia. Hal itu diungkapkan perwakilan Puskesmas Cangkringan, dr. Vivin Ratri Kurniasari AS selaku narasumber dalam acara pembukaan BIMTEK Penyehatan Kualitas Air pada Kelompok Pengelola Sarana Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) di Argomulyo, Rabu (18/6/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sulfatara Puskesmas Cangkringan ini dihadiri oleh Panewu Cangkringan dan 20 orang perwakilan pengelola air bersih di lima padukuhan di wilayah Kalurahan Argomulyo. Acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman dalam menjaga serta meningkatkan kualitas air, terutama air konsumsi, agar memenuhi standar kesehatan.

 Panewu Cangkringan, Tamziz Sarwana menyampaikan bahwa kualitas air harus tetap dijaga agar dapat di manfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

“Semua masyarakat wajib menjaga kebersihan lingkungan agar sumber air dapat terjaga dari berbagai hal yang dapat mengakibatkan kualitas air dapat tercemar,” ujarnya.

Perwakilan BB Labkesmas Yogyakarta, Nur Basuki selaku narasumber pertama menyampaikan bahwa air digolongkan menjadi dua, yaitu air minum dan air sanitasi. Jika air minum, tentunya dapat langsung diminum dengan syarat-syarat tertentu sesuai dengan setandar kesehatan.

“Untuk yang air sanitasi jika hendak digunakan khususnya untuk di konsumsi atau diminum, maka harus di rebus terlebih dahulu agar terhindar dari bakteri,” jelasnya.

 Bimtek juga membahas berbagai topik berbagai hal seperti sumber pencemaran air, pengelolaan sanitasi yang efektif dan peran masyarakat terhadap kesehatan lingkungan.

Sementara Ketua HAKLI Cabang Sleman, Yonatan selaku narasumber kedua pada kesempatan yang sama menjelaskan tentang cara pengelolaan air minum yang baik termasuk proses pengolahan air, pengujian kualitas air dan pemeliharaan distribusi air secara berkala, agar air dapat terjaga kualitasnya.

“(Kami) harap air di Kabupaten Sleman sumber dapat terpusat sehingga orientasi pengelolaan air seperti kualitas, kuantitas, kontinyuitas dan keterjangkauan dapat terwujud sehingga kebutuhan air untuk masyarakat akan terpenuhi,” pungkasnya.

Diakhir acara, perwakilan Puskesmas Cangkringan, Puguh Dharmawan, sekaligus penyelenggara kegiatan mengajak masyarakat dapat berperan aktif dalam penyehatan kualitas air agar standar kualitas air dapat tercapai dan layak konsumsi di wilayah Argomulyo.

“Mari bersama berperan aktif menjaga kualitas air agar air di Argomulyo layak dikonsumsi,” ujarnya. (Mujiyanta / KIM “Wara Aji” Cangkringan)




Pra Muskal Rembug Stunting, Strategi Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Balita

Sleman – Sebanyak 22 orang perwakilan kader Posyandu se-Kalurahan Argomulyo, menghadiri musyawarah rembug stunting, Rabu (18/6/2025) di Balai Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan.

Kegiatan itu dihadiri oleh pengurus posyandu kalurahan, perwakilan dukuh dari tiga wilayah Argomulyo barat, tengah dan timur, serta petugas Puskesmas Cangkringan

Mewakili Lurah Argomulyo, Kasie Kamituwa Kalurahan Argomulyo, Ir Haryadi dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir. Ia menjelaskan bahwa Kalurahan Argomulyo mengupayakan anggaran untuk Pemberian Makan Tambahan (PMT) bagi balita di wilayah tersebut.

“Selama ini (PMT) berjalan dengan baik karena dibantu oleh semua pihak, terutama kader posyandu yang ada di padukuhan,” tegasnya.

Selanjutnya, Sinta Widya Wati selaku narasumber Ahli Gizi dari Puskesmas Cangkringan menyampaikan faktor determinan stunting di Kapanewon Cangkringan.

“Faktor determinan stunting di Kapanewon Cangkringan tahun 2024, itu 79% asupan makanan yang belum sesuai dengan kebutuhan gizi. Kemudian 64,18 % keluarga perokok, 29,85% tidak memiliki JKN. Selanjutnya 20,89% riwayat BBLR (Berat Badan Lahir Rendah), 19,40% riwayat ibu hamil KEK. Lalu 4,48% riwayat prematur, dan 2,98% ada penyakit penyerta,” katanya.

Ia juga membeberkan program percepatan penurunan stunting umumnya dibagi menjadi tiga masa, yaitu pra kehamilan, masa kehamilan, serta bayi dan balita.

“Program percepatan dalam penurunan stunting terbagi dalam tiga masa, yaitu masa pra kehamilan yang meliputi penyuluhan gizi dan kesehatan remaja, skrining anemia dan thalasemia remaja putri, serta program pemberian tablet penambah darah. (Kemudian) masa kehamilan meliputi pelayanan ANC terpadu dengan USG Skrining, kelas ibu hamil, kunjungan ibu hamil risiko tinggi, pemberian PMT ibu hamil risiko KEK, dan pemeriksaan kecacingan ibu hamil resiko tinggi,” ungkap Sinta. 

“(Masa) bayi dan balita meliputi peningkatan pengetahuan ibu, bimtek pemantauan tumbuh kembang, pertemuan validasi dan evaluasi data balita, pendampingan posyandu dan asi eksklusif, kunjungan balita bermasalah gizi, pemberian PMT balita kurang gizi, serta rujukan ke RS untuk balita bermasalah gizi,” tandasnya.

Sinta pun menambahkan penilaian status gizi dibagi menjadi tiga pembanding yaitu, berat badan menurut umur, panjang atau tinggi badan menurut umur, dan berat badan menurut tinggi badan.

“Dari hasil pemantauan data yang ada diwilayah Cangkringan, Posyandu Kalurahan Argomulyo termasuk dengan kesadaran warga yang baik. Ini dibuktikan dengan 404 balita yang hadir dari 408 jumlah seluruh balita atau 99,02 persen kehadiran balita yang mengikuti posyandu di wilayah masing – masing. Semakin banyak balita yang terpantau akan semakin menekan stunting di wilayah,” tutur Sinta.

Menanggapi hal itu, Ketua Kader Posyandu Kalurahan Argomulyo, Wahyu Sri Utaminingsih menuturkan, penurunan angka stunting adalah wujud nyata peran semua pihak, di antaranya kader posyandu, masyarakat, pemerintah kalurahan, dan puskesmas.

“Kita harus terus berkomitmen turunjan angka stunting di Kalurahan Argomulyo,” ajaknya.

Acara selanjutnya adalah mendengarkan usulan dari seluruh peserta pra muskal. Adapun usulan yang dimuat ialah pemberian PMT bagi ibu hamil, penambahan anggaran untuk PMT Balita, serta pengadaan anggaran untuk kalibrasi seluruh alat penunjang kegiatan posyandu seperti timbangan digital, tensi meter digital. (Marmansyah / KIM Wara Aji Cangkringan)




Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Berkendara, Dishub DIY Serukan Masyarakat Patuhi Aturan dan Jaga Fasilitas Publik

Sleman – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan menjaga dan mengamankan aset-aset perlengkapan jalan yang ada di wilayah Kalurahan Sariharjo, Ngaglik, Dinas Perhubungan DIY menyelenggarakan sosialisasi pengamanan aset perlengkapan jalan, pada Rabu (18/6/2025) di Aula Kalurahan Sariharjo.

Sosialisasi kali ini menghadirkan dua orang narasumber yakni salah satu anggota DPRD DIY, Raden Inoki AP, yang membahas terkait regulasi dan dukungan kebijakan dalam pengamanan asset. Kemudian perwakilan Dinas Perhubungan DIY, Didit Suranto yang memberikan pemahaman mengenai berbagai aset perlengkapan jalan, fungsi maupun dampak kerusakan, keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

Lurah Desa Sariharjo, H Sarbini dalam kesempatan ini menyerukan ajakan untuk bersama-sama menjaga aset atau fasilitas publik yang ada.

“Mari bersama menjaga aset Jalan Palagan Tentara Pelajar yang melintas di sepanjang Kalurahan Sariharjo. Di mana, jalan ini merupakan jalan garis imajiner yakni Pantai Selatan – Kraton – Tugu – Monjali- Merapi,” pungkasnya.

Sementara, Raden Inoki AP, selaku salah satu anggota DPRD DIY pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa pihaknya siap mengawal usul ataupun masukan masyarakat terkait dengan aset Jalan Palagan. Ia juga berharap masyarakat aktif menjaga keamanan aset perlengkapan jalan.

“Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mewujudkan ketertiban dan keamanan,” kata Inoki.

Perwakilan Dinas Perhubungan DIY, Didit Suranto mengatakan inti dari sosialisai ini ialah seruan kepada masyarakat untuk mematuhi peraturan keselamatan dan kenyamanan berkendara di jalan, sekaligus pemeliharaan dan perawatan PJU.

“Demi keamanan, keselamatan dan kenyamanan masyarakat dan rambu-rambu perlengkapan jalan yang ada mesti kita jaga dan kita patuhi, cara yang benar memahami marka jalan, rambu rambu peringatan untuk pengguna jalan, fungsi dan perawatan PJU serta masih banyak lainnya,” ujarnya.

Dengan adanya sosialisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Kemduian masyarakat juga lebih tertib dalam berlalu lintas dengan menaati rambu-rambu serta lampu apill. (Arief Hartanto/ KIM Turi) 




Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat, Kader Kesehatan Bersatu Sukseskan Program KB

Sleman – Suasana hangat dan penuh semangat terasa dalam kegiatan pertemuan Pusbinaan Kring I Kalurahan Condongcatur yang digelar Rabu (18/6/2025), di rumah Ibu Anis Kusumawardani di Padukuhan Gandok. Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah berbagi ilmu bagi para kader kesehatan dari lima padukuhan, yakni Gandok, Joho, Pikgondang, Kentungan, dan Kayen.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kapanewon Depok, Siti Juwariyah, dan PPKBD Condongcatur, Tri Suhartati. Dalam kesempatan itu, Siti Juwariyah menyampaikan informasi penting terkait program Keluarga Berencana, seperti pelaksanaan KB gratis berupa pemasangan IUD dan implan yang telah sukses dilaksanakan pada tanggal 13–14 Juni di Klinik Pratama Delima.

“Program serupa akan dilanjutkan di RS Condongcatur pada tanggal 21 Juni mendatang,” ungkapnya.

Selain itu, Siti mengatakan pada tahun 2026 nanti akan dilaksanakan program KB dengan metode operasi Wanita (MOW) dan metode operasi pria (MOP). Informasi ini pun disambut antusias oleh para kader yang hadir.

Pada pertemuan itu, disampaikan juga informasi dan pengetahuan untuk membuka wawasan dan pemahaman kader. Adapun informasi hangat yang dimaksud ialah pelaksanaan posyandu berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.

Kegiatan ini menjadi ruang berbagi, bertukar pengalaman, dan memperkuat peran kader dalam menciptakan keluarga sehat, mandiri, dan berkualitas. Diharapkan, sinergi antar padukuhan dan semangat para kader ini terus terjaga demi kesejahteraan masyarakat Condongcatur. (Tri Suhartati / KIM Depok)




Dari Baca Menjadi Karya: Literasi Menuju Kesejahteraan Sidoagung

Sleman – Perpustakaan Daerah Sleman kembali menghadirkan program literasi inovatif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat melalui workshop Dari Baca Menjadi Karya. Workshop kali ini digelar untuk warga Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean. Acara yang diadakan pada, Rabu (18/6/2025) di Rumah Makan Sego Welut ini, mengangkat tema “Menumbuhkan Kreativitas dan Jiwa Kewirausahaan Membuat Makanan Kekinian Guna Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Kalurahan Sidoagung”. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata transformasi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat.

Pertemuan tersebut diikuti oleh 40 warga Sidoagung, Kepala Desa Sidoagung, Edy Utomo, Panewu Godean, Edi Wibowo dan Kepala Bidang Pembinaan dan Pengelolaan Perpustakaan, Christiana Rini Puspitasari mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman.

Panewu Godean pada kesempatan itu memberikan apresiasinya atas berlangsungnya kegiatan tersebut. Diharapkan, pemberdayaan ekonomi dan tujuan yang ditentukan dapat tercapai.

“Kami memberikan apriasi tinggi atas kegiatan yang secara nyata sinergi antara literasi dan pemberdayaan ekonomi yang sasaran akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Edi Wibowo.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengelolaan Perpustakaan Dinas Perpusarsip Sleman, Christiana R Puspitasari, menyambut baik inisiatif Kalurahan Sidoagung yang sejalan dengan agenda besar transformasi layanan perpustakaan.

“Literasi harus menjangkau proses yang luas, mulai dari membaca resep, mempelajari, mempraktekkan, dilanjutkan dengan membuat buku panduan, perijinan, pengurusan kekayaan intelektual, strategi pemasaran, pameran sampai pengembangan usaha,” tandasnya.

Acara dilanjutkan dengan praktik pembuatan kue kekinian. Di mana, Regina Elia selaku praktisi kuliner sekaligus narasumber dalam kegiatan itu merincikan langkah-langkah membuat sandwich dan pudding. Ia mendemonstrasikan pembuatan makanan kekinian yang besih, higienis, murah, cantik dan lezat.

Diketahui, Regina selaku praktisi kuliner telah memulai usahanya saat pandemi covid-19. Hingga kini, usaha kulinernya telah sukses berkembang. Regina menuturkan pembuatan penganan kekinian ini membuka peluang inovasi yang sangat lebar untuk variasi-variasi yang disukai konsumen.

“Contohnya, ketan hitam misalnya, bila dibuat bubuk bisa diciptakan berbagai jenis masakan lezat yang cocok dengan lidah kita sendiri,” pungkas Regina.

Lebih lanjut, terobosan seperti ini diharapkan dapat memicu muncul dan berkembangnya wirausaha baru di wilayah Sidoagung. Mengingat, dampak nyata dari literasi tidak melulu tentang membaca buku, tetapi juga membaca peluang perubahan.

Selanjutnya, sebuah buku berjudul “Ragam Menu Sarapan” tulisan Ike , yang dibagikan kepada seluruh peserta diharapkan menjadi awal pembukaan jalan masyarakat Kalurahan Sidoagung untuk naik kelas secara ekonomi, kreativitas dan daya saing. Sekali lagi bukti bahwa perpustakaan bukan sekedar tempat menyimpan buku, melainkan juga menjadi ruang pelatihan dan wadah membangun jejaring dan semangat baru. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)