Sukseskan Progam KB dan Pembangunan Keluarga, Dinas P3AP2KB Kukuhkan Forum IMP Kabupaten Sleman

Sleman – Forum Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) Kabupaten Sleman resmi dikukuhkan hari ini, Rabu (18/6/2025) dalam sebuah acara yang berlangsung di Kampung Flory, Sleman, pukul WIB. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Sleman (P3AP2KB), para kader IMP dari 17 Kapanewon, dan tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, Wildan Solichin dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran strategis IMP dalam mendukung program Bangga Kencana.

“Kader IMP harus menjadi ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat agar terus menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat agar terus berubah dan berkembang, terutama dalam mendidik generasi penerus,” ujar Wildan.

Kader IMP (Institusi Masyarakat Pedesaan) merupakan kelompok masyarakat yang berperan aktif dalam program KB (Keluarga Berencana) dan pembangunan keluarga di tingkat kapanewon, kalurahan ataupun tingkat padukuhan. Kader IMP menjadi ujung tombak dalam program KB, penyuluhan, konseling, motivasi, dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

Pada kesempatan itu, Ketua Forum IMP terpilih, Sri Sunarsih menyatakan komitmennya menjadi perpanjangan tangan Dinas P3AP2KB dalam mengedukasi masyarakat terkait program KB.

“Amanah ini adalah tanggung jawab besar. Kader IMP perwakilan dari 17 Kapanewon siap menjadi perpanjangan tangan dinas dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Kami siap menjadi garda depan mewujudkan keluarga tangguh dan masyarakat yang mandiri, “tegasnya.

Kegiatan hari ini juga dilengkapi dengan sesi outbond untuk memperkuat solidaritas dan kolaborasi antar kader IMP.

Dengan pengukuhan ini, Forum IMP Kabupaten Sleman diharapkan semakin solid dan aktif dalam menyuarakan isu-isu pembangunan keluarga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat menuju Indonesia Emas 2045. (Tri Suhartati / KIM Depok)




Wabup Sleman Dorong Penguatan Nilai Pancasila di Kalangan Generasi Muda

Sleman — Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa secara resmi membuka Seminar Pancasila yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sleman, Rabu (18/6/2025), di Hotel Prima SR, Sleman.

Seminar ini menyasar perangkat pemerintah kalurahan, lembaga kalurahan, dan tokoh masyarakat, dengan tujuan memperkuat pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam sambutannya, Danang menekankan pentingnya menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila yang mulai tergerus oleh arus globalisasi dan budaya asing. Ia menilai, degradasi nilai seperti tata krama atau unggah-ungguh menjadi tantangan nyata saat ini.

“Beradaptasi dengan perkembangan zaman memang perlu, tetapi kita tidak boleh meninggalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila,” tegas Danang.

Ia juga mendorong pemanfaatan kemajuan teknologi informasi sebagai sarana memperkuat ketahanan ideologi bangsa. Menurutnya, digitalisasi dapat digunakan untuk menyebarkan dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila, terutama kepada generasi muda.

Danang menyampaikan dukungannya terhadap seminar ini sebagai bentuk konkret pembinaan ideologi kebangsaan di tingkat akar rumput. Ia berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter bangsa yang berlandaskan Pancasila.

Sementara itu, Sekretaris Bakesbangpol Sleman, Sigit Herutomo, menjelaskan bahwa seminar ini mengangkat tema “Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila sebagai Upaya Pembentukan Karakter Generasi Muda”.

“Seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus mendorong penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan peserta dapat menjadi pionir dalam menjaga dan mengamalkan nilai Pancasila di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Sleman menegaskan komitmennya untuk membumikan Pancasila dalam setiap aspek kehidupan masyarakat, serta membentuk generasi muda yang tangguh secara ideologi dan karakter.




Dorong Kesejahteraan Warga, Wabup Sleman Serahkan Bantuan Baznas untuk Lansia

Sleman — Wakil Bupati Sleman sekaligus Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), Danang Maharsa, menyerahkan bantuan logistik dan dana subsidi dari Baznas Sleman kepada 59 lansia nonproduktif di Rumah Dinas Wakil Bupati Sleman, Selasa (17/6).

Bantuan yang diberikan meliputi paket sembako dan dana subsidi kebutuhan sehari-hari. Program ini merupakan hasil sinergi antara Baznas Sleman, Baznas DIY, dan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam upaya memperkuat jaring pengaman sosial dan meningkatkan kesejahteraan warga.

“Bantuan ini tidak hanya untuk meringankan beban hidup sehari-hari para lansia, tetapi juga sebagai langkah preventif mengurangi risiko sosial di masyarakat,” ujar Danang.

Ia menegaskan bahwa bantuan serupa akan disalurkan secara rutin setiap tiga bulan sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkab Sleman dan Baznas dalam penanggulangan kemiskinan.

Wakil Ketua IV Baznas DIY, Ahmad Luthfi, menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari skema bantuan seumur hidup bagi lansia. Dana yang disalurkan berasal dari zakat dan infak para muzaki, yang kemudian dikelola dan didistribusikan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.

“Baznas selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Data penerima kami padankan dengan data resmi dari Pemkab agar penyaluran efektif dan efisien,” jelasnya.

Secara total, Baznas DIY mengalokasikan anggaran sebesar Rp452 juta untuk program bantuan lansia di lima kabupaten/kota se-DIY. Program ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan, tetapi juga wujud nyata dari fungsi zakat sebagai instrumen pemberdayaan sosial.

Dengan adanya program ini, diharapkan lansia di Sleman tidak hanya mendapatkan bantuan material, tetapi juga perhatian dan kepedulian yang berkelanjutan dari berbagai pihak.




SINAR, Inovasi Digital Sleman untuk Bangun Pemerintahan yang Terbuka dan Partisipatif

Sleman — Pemerintah Kabupaten Sleman meluncurkan inovasi digital Sistem Informasi Ngudi Aspirasi Masyarakat (SINAR) sebagai upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka, transparan, dan partisipatif. Inovasi ini menjadi langkah konkret untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.

SINAR dikembangkan oleh Kapanewon Ngemplak dan diluncurkan secara resmi oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, di Ruang Rapat Wakil Bupati Sleman, Selasa (17/6/2025). Sistem ini berbasis website dan dapat diakses oleh masyarakat melalui laman resmi Kapanewon.

“Inovasi ini menjadi jembatan antara pemerintah dan warga. Melalui SINAR, informasi pembangunan tidak lagi tersimpan di balik meja, tetapi dibuka dan dibagikan kepada masyarakat secara digital,” ujar Muhammad Falak Susanto, penggagas SINAR.

SINAR memberikan manfaat nyata bagi warga, seperti transparansi anggaran dan proyek pembangunan, sehingga masyarakat bisa mengetahui dengan jelas kegiatan pemerintah.

Selain itu, SINAR juga sebagai ruang partisipasi, di mana warga bisa menyampaikan aspirasi, masukan, dan kritik secara langsung.

Sinar juga bisa menjadi kanal pemantauan realisasi program, sehingga potensi penyimpangan atau ketidaktepatan program bisa diminimalkan sejak dini.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengapresiasi lahirnya SINAR sebagai inovasi lokal yang relevan dengan kebutuhan zaman. Ia menilai, keterlibatan masyarakat adalah kunci dari pembangunan yang adil dan berkelanjutan.

“SINAR membuka ruang dialog dua arah. Bukan hanya pemerintah yang bicara, masyarakat juga ikut menyusun, mengawasi, dan mengevaluasi. Inilah wujud nyata pelayanan publik berbasis teknologi,” tegas Danang.

Ia berharap SINAR bisa menjadi percontohan dan direplikasi di 17 kapanewon lain di Sleman, demi pemerintahan yang lebih modern, efisien, dan berpihak kepada rakyat.

Dengan SINAR, Pemkab Sleman tidak hanya menunjukkan komitmen terhadap keterbukaan informasi, tetapi juga membangun pondasi partisipasi warga yang lebih kuat dalam pembangunan daerah.




Buka Seminar Pancasila, Wabup Sleman Dorong Implementasi Nilai – Nilai Pancasila Pada Generasi Muda

Sleman – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa membuka secara resmi penyelenggaraan seminar Pancasila yang diinisiasi oleh Bakesbangpol Sleman pada Rabu (18/6).

Berlangsung di Hotel Prima SR, kegiatan ini menyasar unsur perangkat daerah terdiri dari Pemerintah Kalurahan, lembaga Kalurahan, dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan bahwa seminar Pancasila ini merupakan salah satu upaya untuk mengembalikan nilai – nilai Pancasila yang seharusnya ada dalam setiap aktivitas masyarakat.

Menurutnya, saat ini, nilai – nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa telah mengalami degradasi. Ia mencontohkan, sikap unggah ungguh atau tata krama saat ini mulai luntur bahkan hilang diakibatkan perkembangan zaman dan pengaruh budaya asing.

“Beradaptasi dengan perkembangan memang sangat diperlukan. Namun, nilai – nilai luhur Pancasila harus kita pertahankan,” ujarnya.

Kemajuan teknologi dan informasi saat ini menurut Danang dapat digunakan dalam upaya revitalisasi dan aktualisasi nilai – nilai Pancasila dalam kehidupan sehari – hari.

“Keterbukaan dan kemajuan teknologi informasi sangat berpengaruh terhadap ketahanan ideologi negara, dan dapat digunakan untuk menguatkan nilai-nilai ideologi Pancasila kepada masyarakat dan generasi muda,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Danang juga menyampaikan dukungannya terkait kegiatan seminar Pancasila sebagai sarana dalam memberikan pemahaman terkait nilai – nilai Pancasila khususnya dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Sekretaris Bakesbangpol Sleman, Sigit Herutomo menuturkan bahwa kegiatan seminar Pancasila ini mengangkat tema Internalisasi Nilai – Nilai Pancasila Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Generasi Muda.

“Secara khusus kegiatan seminar ini bertujuan untuk proses pembelajaran dan penerapan atau pengamalan nilai – nilai Pancasila sehingga dapat menjadi kader dan pionir pelaksanaannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” jelasnya.