Wujudkan Swasembada Pangan, UPTD BP4 Berbah Dorong Petani Sleman Maksimalkan Hasil Produksi

Sleman – UPT Balai Penyuluhan Pertanian, Pangan, dan Perikanan (BP4) Wilayah VII Kalitirto Berbah menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pengawalan Produksi dalam Mendukung Swasembada Pangan”, bertempat di aula UPT setempat, Selasa (17/6/2025). Narasumber dalam acara tersebut ialah perwakilan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kebupaten Sleman, perwakilan Pupuk Indonesia, dan perwakilan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertranian (BRMP) DIY.
Plt. Kepala BP4 Wilayah VII, Jaelani Ma’nawi dalam pengantarnya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para narasumber yang telah berkenan hadir, dan para undangan lain yang terdiri dari Panewu, Lurah, Ketua Gapoktan, serta beberapa Ketua Kelompok Tani, PPL, Penyuluh Swadaya semuanya se-Kapanewon Depok Berbah.
“Kegiatan ini diharapkan mampu mendongkrak produksi pangan di Depok dan Berbah. dalam upaya mendukung program ketahanan pangan,” ujar Jaelani.
Sementara, perwakilan DP3 Kabupaten Sleman, Ratnamawarti selaku narasumber menyampaikan apresiasi kepada UPT BP4 Wilayah VII yang telah menginisiasi kegiatan ini. Ia mengatakan Dinas Pertnaian, Pangan dan Perikanan telah berusaha maksimal dalam membantu memfasilitasi petani dalam mewujudkan ketahanan pangan, seperti pemberian bantuan combine harvester, pompa air, sumur dangkal, bibit padi, dan lain-lain.
“Namun semuanya itu dirasa masih kurang dan dapat ditingkatkan lagi. Untuk itu diharap para petani, melalui Kelompok Tani atau Gapoktan aktif membuat usulan atau proposal terutama alat mesin pertanian untuk lebih memaksimalkan produksi pangan. Tantangan memang ada misalnya berkurangnya lahan pertanian akibat beralih fungsi menjadi perumahan atau usaha lain non pertnaian,” pungkas Ratnamawarti.
Selanjutnya, perwakilan Pupuk Indonesia, Muslih pada kesempatan yang sama mengatakan pihaknya menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi untuk wilayah Depok dan Berbah.
“Pupuk Indonesia menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi untuk Depok dan Berbah cukup, justru serapan dari petani masih kurang. Diakui memang beberapa waktu yang lalu memang sempat terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi, namun sekarang persediaan lebih dari cukup,” jelasnya.
Salah satu perwakilan BRMP DIY, Ari Widyastuti pada kesempatan yang sama memberikan pembekalan khususnya kepada para penyuluh pertanian swadaya dengan SISCrop 2.0, yaitu System Informasi Standing Crop yang merupakan system informasi berbasis penginderaan jauh untuk memberikan informasi tentang kondisi fase tumbuh tanaman padi di lapangan secara near real time atau mendekati kondisi sebenarnya.
“Informasi yang dapat diakses misalnya luas tanam, luas panen, fase tumbuh tanaman, dan lain-lain. Data yang disajikan akan selalu diupdate setiap tanggal 15 dan 30,” tandas Ari. (M.A. Sanusi, KIM Tirto Gumregah Berbah).



