UNY Gelar STQ 2025 untuk Siapkan Kafilah MTQ Mahasiswa Nasional

Sleman – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tahun 2025 sebagai langkah awal dalam menyiapkan kafilah terbaik yang akan mewakili kampus pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQ MN) 2025. Kompetisi tingkat nasional ini akan berlangsung di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 6–9 Oktober 2025.
Kegiatan STQ digelar di Ballroom Magister-Doktor FMIPA UNY, dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas yang memiliki minat dan kemampuan di bidang keilmuan dan seni Al-Qur’an.
Pembina MTQ UNY, Dr. Tsania Nur Diyana, menegaskan bahwa STQ bukan sekadar ajang seleksi teknis, tetapi merupakan ruang pembinaan karakter Qur’ani yang mencakup dimensi spiritual, akademik, dan sosial mahasiswa.
“STQ bukan hanya tentang kemampuan membaca, memahami, atau menulis tentang Al-Qur’an, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Sabtu (28/6/2025)
Lebih lanjut, Tsania menekankan bahwa kafilah yang mewakili UNY nantinya harus menunjukkan harmoni antara ilmu, spiritualitas, dan akhlak. Ia berharap mereka tidak hanya tampil sebagai peserta kompetisi, tetapi juga membawa pesan Qur’ani ke ruang-ruang akademik dan masyarakat.
“Kafilah UNY harus menyuarakan keindahan Al-Qur’an dengan lisannya, mengamalkannya melalui akhlak, dan memperjuangkannya melalui pemikiran,” tambahnya.
STQ 2025 mencakup berbagai cabang musabaqah, antara lain Tilawatil Qur’an (putra dan putri), Tartil Qur’an, Qira’at Sab’ah, Hifzhil Qur’an (kategori 10, 20, dan 30 juz), dan Fahmil Qur’an dan Syarhil Qur’an
Selain itu, terdapat cabang yang mengintegrasikan nilai-nilai Qur’ani dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), Desain Aplikasi Al-Qur’an, Khaththil Qur’an (kategori kontemporer dan dekorasi), Debat Kandungan Al-Qur’an (Bahasa Inggris dan Arab), dan Musabaqah Maulid Nabi
Tsania juga menyampaikan harapannya agar STQ ini menjadi wadah inklusif yang merangkul mahasiswa dari berbagai latar belakang dan fakultas.
“Semoga dari STQ ini lahir generasi Qur’ani UNY yang tak hanya unggul di MTQ, tetapi juga mampu menghidupkan nilai-nilai ilahiyah dalam kehidupan kampus dan masyarakat,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)



