Polisi Cilik SD Muhammadiyah Sleman Siap Tampil di Hari Bhayangkara 2025

Sleman – Polisi Cilik (Polcil) dari SD Muhammadiyah Sleman terus berlatih intensif di Lapangan Pemda Sleman untuk mempersiapkan penampilan mereka pada peringatan Hari Bhayangkara ke-79, yang akan digelar pada 1 Juli 2025 mendatang.

Meski matahari belum tinggi, anak-anak usia 10–11 tahun ini tampak antusias mengulang berbagai formasi baris-berbaris dengan kompak dan disiplin tinggi. Latihan dilakukan secara teliti demi memastikan penampilan mereka nanti berlangsung tanpa kesalahan.

Kanit Kamsel Satlantas Polresta Sleman, Iptu Nunik Risnawati saat ditemui Jumat (27/6/2025), mengungkapkan kebanggaannya terhadap Polcil SD Muhammadiyah Sleman. Ia menyebutkan bahwa sekolah tersebut merupakan salah satu SD binaan Polresta Sleman yang telah menorehkan prestasi membanggakan.

“Polisi Cilik dari SD Muhammadiyah Sleman ini merupakan juara pertama Lomba Polisi Cilik se-DIY. Kami harap penampilan mereka nanti bisa berjalan lancar dan membanggakan,” ujarnya.

Penampilan baris-berbaris para siswa ini dinilai luar biasa. Dengan formasi yang rumit dan gerakan yang rapi serta serempak, mereka menunjukkan tingkat kedisiplinan yang jarang dimiliki anak seusia mereka.

Polisi Cilik merupakan wadah pendidikan karakter bagi siswa. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar disiplin, tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, serta pentingnya kerja sama tim. Selain itu, mereka juga terlibat langsung dalam menjaga ketertiban dan membantu keamanan lalu lintas di sekitar sekolah.

Dengan pembinaan sejak dini, Polcil menjadi media pengenalan peran polisi yang ramah, bersahabat, dan dekat dengan masyarakat. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




7.000 Jamaah Hadiri Pengajian Akbar Peringatan 1 Muharam 1447 H Majelis Taklim Al-Ikhwah

Sleman – Majelis Taklim Al-Ikhwah yang berpusat di Sucen, Salam, Magelang, Jawa Tengah, menggelar pengajian akbar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah. Kegiatan berlangsung di kompleks Masjid At-Taqwa, yang terletak di antara Padukuhan Sedogan dan Kopen, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, pada Jumat pagi (27/6/2025).

Acara diikuti lebih dari jamaah dari sekitar 65 majelis taklim binaan yang berasal dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Magelang.

Pengasuh sekaligus pembina MT Al-Ikhwah Pusat, Ustaz Arif Munajat, ., dalam sambutannya menjelaskan bahwa pengajian ini rutin digelar setiap Tahun Baru Hijriah. Tema utama yang diangkat adalah silaturahmi antarjamaah dan penguatan ukhuwah Islamiyah melalui ilmu dan tausiah para ustaz.

“Setiap tahun kami menghadirkan dua ustaz untuk memberikan tausiah. Harapannya, acara ini menjadi sarana memperkokoh akidah dan mempererat hubungan antarjamaah dari berbagai daerah,” ujarnya.

Pengajian diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh santri TPA Ashabul Yamien Kopen. Kemudian dilanjutkan tausiah oleh dua penceramah, yaitu Ustaz H. Wuntat Wawan Sembodo, . dari Lembaga Dakwah dan Pendidikan Al-Qur’an DIY yang juga dikenal sebagai pendongeng Islami tingkat nasional, serta Prof. Dr. H. Muhammad, ., Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) DIY.

Keduanya menyampaikan pesan senada mengenai pentingnya introspeksi diri dan peningkatan amal ibadah dalam menyambut tahun baru Hijriah.

“Bertambahnya tahun berarti berkurangnya jatah usia kita. Inilah saatnya kita memperbaiki diri dan keluarga agar lebih baik dari sebelumnya,” ujar Ustaz Wuntat.

“Waktu adalah nikmat Allah yang harus disyukuri. Gunakan sisa usia dengan amal yang bermanfaat dan diridai Allah,” tambah Prof. Muhammad.

Kegiatan ini juga berhasil mengumpulkan infak dan sedekah sebesar Rp36 juta, yang akan digunakan untuk pembangunan masjid dan kegiatan dakwah lainnya. (Sih Budi/KIM Tempel)




Rakor FKIM DIY: Satukan Langkah Wujudkan Masyarakat Melek Informasi

Sleman – Forum Kelompok Informasi Masyarakat (FKIM) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar rapat koordinasi di Ruang Rapat Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Yogyakarta, Kamis siang (26/6/2025). Kegiatan ini mempertemukan perwakilan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dari seluruh kabupaten/kota di DIY untuk menyamakan visi dan strategi dalam membangun masyarakat yang melek informasi.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfosan Kota Yogyakarta, Edy Sugiharto, dalam sambutannya menyebutkan bahwa KIM merupakan mitra strategis pemerintah dalam penyebaran informasi dan edukasi publik. Rapat koordinasi ini, menurutnya, menjadi forum penting untuk menyampaikan aspirasi dari akar rumput, serta mengevaluasi efektivitas kerja KIM di lapangan.

“Dialog dua arah inilah yang menguatkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam tata kelola informasi publik,” ujarnya.

Di era digital yang penuh disinformasi, KIM berperan sebagai penjaga gerbang informasi di tingkat lokal. Dalam forum ini, peserta didorong untuk meningkatkan kapasitas dalam memilah, mengolah, dan menyebarkan informasi yang benar dan bermanfaat. Isu literasi digital menjadi sorotan utama, mengingat masih banyak warga yang belum mampu mengakses atau memverifikasi informasi dengan baik.

Ketua FKIM DIY, H. Suripto, menekankan pentingnya kolaborasi antar-KIM lintas wilayah. Ia mendorong pertukaran praktik baik, pengembangan media komunitas, serta pembuatan konten kreatif berbasis lokal. Ia juga mengapresiasi kelompok-kelompok yang telah mengelola kanal informasi seperti buletin desa, media sosial, hingga radio komunitas.

“Peran ini memperlihatkan bahwa literasi informasi berkaitan erat dengan kualitas demokrasi lokal,” tutur Suripto.

Dalam konteks pembangunan daerah, keberadaan KIM dinilai memperkuat prinsip partisipatif. Warga tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek pembangunan yang aktif menyampaikan aspirasi serta mengawal isu strategis seperti kesehatan, pendidikan, dan ketahanan pangan.

FKIM mendorong pemerintah daerah melalui Diskominfo di masing-masing kabupaten/kota untuk berkomitmen memperkuat kelembagaan KIM. Dukungan tersebut mencakup pengembangan sistem data digital, pengakuan kelembagaan, pelatihan, hingga skema pendanaan berkelanjutan.

Rapat koordinasi ini menjadi momentum awal revitalisasi gerakan informasi berbasis komunitas. KIM diharapkan tak sekadar menjadi alat sosialisasi, tetapi juga wadah pemberdayaan warga untuk menjadi pelaku utama literasi informasi dan transformasi sosial di daerahnya.

“Di tangan para pegiat informasi komunitas, harapan akan masyarakat yang melek informasi, berdaya secara digital, dan aktif dalam pembangunan daerah bisa terus dijaga dan diwujudkan,” pungkas Suripto. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




429 Peserta Meriahkan Muharram Fair 1447 H di Condongcatur

Sleman – Sebanyak 429 peserta dari 26 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) se-Kalurahan Condongcatur mengikuti kegiatan Muharram Fair 1447 H yang mengusung tema “Condongcatur Menghafal”, Jumat pagi (27/6). Acara digelar di Gedung Serbaguna Kalurahan Condongcatur dan diselenggarakan oleh Forum Komunikasi TPA Condongcatur.

Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh Lurah Condongcatur, H. Reno Chandra Sangaji, ., ., yang mengapresiasi terselenggaranya acara keagamaan tersebut. Ia berharap forum ini dapat menjadi bagian dari upaya membentuk generasi Qur’ani di wilayah Condongcatur.

Turut hadir Kamituwa Al Thovik Sofisalam, ., dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Ranting Condongcatur, H. Suyono, yang menyampaikan dukungan terhadap penguatan pendidikan Islam melalui masjid dan TPA.

Ketua Forum Komunikasi TPA Condongcatur, Suyitno, menjelaskan bahwa Muharram Fair merupakan agenda tahunan yang tahun ini difokuskan pada penguatan peran orang tua melalui seminar parenting Islami. Kegiatan tersebut juga bertujuan membina keluarga Qur’ani.

Seminar parenting menghadirkan Diana Setiyawati, Ph.D., Psikolog dari UGM yang dikenal sebagai Bunda Hakeema, sebagai narasumber utama. Selain itu, peserta juga mengikuti sesi interaktif “Menghafal Bersama Syamil Quran” bersama dua hafidz nasional: Hakeema (Hafidzah RCTI 2024) dan Kamil Ramadhan (Hafidz RCTI 2017).

Dalam sesi tersebut, dijelaskan manfaat menghafal Al-Qur’an bagi perkembangan otak anak, di antaranya melatih daya ingat, meningkatkan fokus, mengasah kreativitas, dan menjaga kesehatan otak.

Sebagai penutup acara, seluruh peserta menerima mushaf Al-Qur’an sebagai simbol semangat untuk terus menghafal dan mencintai Al-Qur’an. Kegiatan berlangsung lancar dan disambut antusias oleh para santri dan wali santri. (Tri Suhartati/KIM Depok)




Tahun Baru Islam, Muhapra Sleman Mantapkan Komitmen Spiritual dan Edukatif

Sleman — Suasana khidmat menyelimuti halaman SMP Muhammadiyah 1 Prambanan (Muhapra) pada Kamis (26/6/2025) dalam peringatan 1 Muharam 1447 Hijriah. Seluruh guru dan karyawan mengikuti kegiatan refleksi tahun baru Islam, sebagai momen memperkuat spiritualitas dan komitmen kelembagaan.

Kepala Sekolah Daswati Rofiatun Sahifah menegaskan bahwa tahun baru Hijriah harus dimaknai lebih dari sekadar pergantian kalender.

“Ini momentum menata kembali niat dasar mengapa kita hadir di dunia pendidikan. Mengajar bukan hanya tugas profesional, tapi juga bentuk ibadah,” ujarnya.

Daswati menyebutkan empat nilai utama dalam kegiatan refleksi ini. Pertama, memperkuat spiritualitas guru dan karyawan. Kedua, membangun kebersamaan antar civitas sekolah. Ketiga, menumbuhkan loyalitas terhadap lembaga. Keempat, menjadi ruang perenungan bersama agar mendidik tak hanya dengan ilmu, tetapi juga keteladanan.

“Kita semua bagian dari misi profetik dalam pendidikan. Semoga tahun baru ini membawa semangat dan berkah dalam mendidik generasi penerus,” imbuhnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar tahun 1447 H menjadi tahun yang lebih baik bagi seluruh keluarga besar Muhapra. (Athiful/KIM Depok)