Nobar Timnas Sambil Jaga Hewan Kurban

Sleman  – Pertandingan sepak bola timnas Indonesia menghadapi Cina yang berlangsung pada Kamis (5/6/2025) menjadi moment penting bagi masyarakat Indonesia.

Pertandingan yang bertepatan dengan malam Idul Adha tersebut  memiliki fungsi ganda. Selain sebagai buktikan rasa cinta terhadap tanah air dengan nonton bareng (nonbar), juga dimanfaatkan untuk menjaga hewan kurban.

Hal tersebut diungkapkan oleh perwakilan Takmir Masjid Al-Falah Sombangan, Sudiyono. Pada momen tersebut, ia mengungkapkan bahwa di wilayahnya ada enam ekor sapi yang akan disembelih pada hari raya qurban nanti. Keenam ekor sapi tersebut sudah berada di lokasi, sehingga perlu untuk dijaga.

“Sambil menjaga hewan kurban yang akan disembelih besok pagi, perlu dijaga, dikarenakan bersamaan pertandingan timnas, maka takmir memfasilitasi untuk nonbar,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sudiyono menambahkan hewan kurban harus dijaga sampai waktu penyembelihan, agar tidak dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Kalau sampai terjadi pencurian hewan kurban, kita yang menjadi repot, karena shahibul qurban (orang yang berkurban) sudah menyerahkan kepada takmir,” imbuhnya.

Saryanto salah satu warga yang ikut nonbar memberikan apresiasi kepada takmir yang memfasilitasi nonbar.

“Dengan nonbar kita bisa sambil menjaga hewan kurban, sehingga memiliki fungsi ganda,” ujarnya.  (Giek/KIM Moyudan)




Ombudsman Yogyakarta Hadir Berikan  Pencerahan Belajar Hak Publik bagi PKK

Sleman – Kelompok PKK Padukuhan Gempol mengadakan pertemuan rutin pada sore hari di Gedung Sarpras Gempol, Kamis (5/6/2025). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan kelompok PKK se-Padukuhan Gempol.

Pertemuan tersebut dibuka oleh Dukuh Gempol, Ari Susanti yang menyambut baik kehadiran narasumber dari Ombudsman RI Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran narasumber dari Ombudsman Yogyakarta. Dengan adanya penyampaian langsung ini, masyarakat khususnya ibu-ibu PKK menjadi lebih tahu dan mengerti apa itu Ombudsman, serta bagaimana peran dan fungsinya dalam mengawasi pelayanan publik,” ujar Ari.

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Ketua Kelompok PKK Padukuhan Gempol, Tri Suhartati yang menyebutkan bahwa informasi yang disampaikan sangat bermanfaat dan membuka wawasan baru bagi kader PKK dalam memahami hak-hak sebagai warga negara.

Sementara dalam sesi pemaparan materi, dua orang narasumber dari Ombudsman Yogyakarta, Yustina Setiarini dan Aulia Dwi Putri menyampaikan materi bertajuk “Informasi Publik, Hak Kita.”

Aulia Dwi Putri pada kesempatan itu menjelaskan bahwa Ombudsman adalah lembaga negara yang memiliki kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik.

“Ombudsman mengawasi pelayanan publik yang diselenggarakan oleh penyelenggara negara dan pemerintah, termasuk BUMN, BUMD, badan hukum milik negara, serta badan swasta atau perseorangan yang mendapat tugas menyelenggarakan pelayanan publik tertentu yang dananya sebagian atau seluruhnya berasal dari APBN maupun APBD,” jelas Aulia, merujuk pada Pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI.

Ia juga menegaskan bahwa Ombudsman bersifat mandiri dan tidak memiliki hubungan organik dengan lembaga negara atau instansi pemerintah lainnya.

“Dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, Ombudsman bebas dari campur tangan kekuasaan manapun,” tambahnya.

Selanjutnya, Yustina Setiarini menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan pelayanan publik. “Masyarakat berhak mengadukan atau melaporkan kepada Ombudsman bila terdapat penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan oleh penyelenggara pelayanan publik,” tegasnya.

Pertemuan kemudian ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta menyambut hangat materi yang disampaikan dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan guna meningkatkan literasi masyarakat terhadap hak-hak publik. (Tri Suhartati / KIM Depok)




Kowanan Siap Kelola Sampah Mandiri

Sleman – Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah mandiri yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, di Balai RW XI Kowanan Sidoagung, Rabu (4/6/2025).

Tata Laksana Kalurahan Sidoagung Kapanewon Godean, Waris pada kesempatan itu menuturkan bahwa masalah sampah sudah menjadi masalah nasional sehingga sampah harus bisa diselesaikan di sumbernya yaitu rumah tangga.

“Jenis sampah dari jaman dulu sampai sekarang memang berbeda. Banyaknya kemasan pabrikan juga tidak bisa dihindari. Selain menyiapkan sistem yang terbangun juga diperlukan kesadaran dari pelaku yang dalam hal ini adalah masyarakat,” jelas Waris.

Kasi Persampahan DLH Sleman, Fitria Ayu Wardani dalam pengarahannya menyampaikan sejumlah dampak utama dari pembakaran sampah plasti, mulai dari pencemaran udara, tanah dan air. Kemudian gangguan kesehatan, kerusakan ekosistem, dan kontribusi terhadap pemanasan global.

“Pembakaran sampah plastik yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis, dapat berbahaya bagi lingkungan baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek,” tandas Fitria.

Ia menambahkan bahwa gas atau bahan berbahaya yang dihasilkan dari pembakaran plastik yaitu gas dioxin dan furan, partikulat, natrium chlorida, karbon monoksida dan hidrogen chlorida.

Sementara, Sutarto Agus selaku narasumber pada sosialisasi tersebut mengajak para peserta untuk cheklist (daftar periksa) sarana pengelolaan sampah mulai dari rumah, kampung atau dusun, ruang publik, dan tempat kerja. Hal tersebut memudahkan untuk mengetahui prasarana penunjang yang belum terfasilitasi dalam menunjang layanan pengelolaan sampah.

Lebih lanjut, Perda Kabupaten Sleman Nomor 4 Tahun 2015 tantang pengelolaan sampah rumah tangga menjadi pijakan dalam pengelolaan sampah secara paripurna. Di mana, pengurangan sampah dengan 3 R dan penanganan sampah dengan pemilahan menjadi kata kunci dalam penjabaran Perda tersebut.

Di samping itu, Perda ini pun mengakomodir pembentukan KSM di tingkat RT/RW/Padukuhan. Kemudian metode pengelolaan sampah yang disepakati, kerja sama dengan pemerintah dan kerja sama dengan pihak ke-3 (pengepul).

“Perda Nomor 4 Tahun 2015 ini semangatnya sama dengan SE Nomor 0350 Tahun 2024 tentang pengurangan dan penanganan sampah,” jelas Sutarto.

Diketahui, Padukuhan Kowanan sendiri belum mempunyai lembaga pengelola sampah. Untuk itu, sosialisasi ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat para pengelola sampah dan membentuk KPSM di wilayah Kowanan.  (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Resmi Dilantik, IGABA Siap Berikan Layanan Pendidikan Anak Usia Dini yang Optimal

Sleman – Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Sleman melantik melantik pengurus baru IGABA (Ikatan Guru aisyiyah Bustanul Athfal) periode 2025 – 2029, di aula BAPPEDA Pemda Sleman, Rabu (5/6/2025).

Acara itu dihadiri oleh Bunda PAUD Kabupaten Sleman, Mila Harda Kiswaya, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Sugeng Syaifullah, perwakilan Kemenag Sleman Ali Affandi, Wakil IGABA DIY Kus Indarti, dan tamu undangan lainnya.

Ketua Aisyiyah Kabupaten Sleman, Hanik Rosyada menyampaikan bahwa Aisyiyah adalah pelopor pendidikan kaum perempuan dan anak.

“Aisyiyah adalah pelopor pendidikan kaum perempuan dan anak. Sejak tahun 1919 sebelum negeri ini merdeka Nyi Ahmad Dahlan telah mengawali perkumpulan Sopo Tresno Wanito dan kelompok sinau (belajar) anak-anak yang disebut Frobel,” ujarnya.

Dalam perkembangannya di Sleman, telah ada 199 lembaga PAUD dan TK, bahkan PP Aisyiyah baru saja meresmikan proyek pembangunan untuk mendirikan TK ABA Semesta di wilayah Bodeh, Ambarketawang, Gamping. TK ABA Semesta merupakan layanan pendidikan anak usia dini yang global dan multi baik bahasa, budaya, serta agama, namun tetap menuju akhlak mulia cerdas berdasarkan Al Qur’an dan Sunah Rasul.

Bunda PAUD, Mila Harda Kiswaya pada kesempatan itu menuturkan generasi emas yang ditargetkan tahun 2045 dapat terwujud dengan adanya peran dan perjuangan TK ABA.

“Di telapak kakimu terbentang surga, Ditanganmulah nasib bangsa mari beramal dan berdarma bakti penuh karunia,” katanya.

Selanjutnya pada momen itu, dilantik Ketua Majelis PAUDASMEN, Naryatun, Ketua TK ABA Dadapan Godean, Retnoningsih beserta jajarannya. (Arief Hartanto / KIM Turi)




Panen Raya Jagung Serentak se-Indonesia, Danang: Pemkab Sleman Siap Beri Dukungan Lahan dan Pendampingan

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengikuti panen raya jagung serentak yang diadakan oleh Polresta Sleman, Kamis (5/6), di Trimulyo, Sleman. Kegiatan ini merupakan program yang diinisiasi Polri bekerja sama dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam rangka mendukung program ketahanan pangan 2025.

Panen raya serentak ini digelar secara hybrid oleh 36 provinsi. Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II dari Sanggau Ledo, Bengkayang, Kalimantan Barat, dan disaksikan melalui zoom oleh wilayah lainnya.

Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo, menyebutkan penanaman jagung di Kabupaten Sleman dilakukan di lahan tidur seluas 1,6 hektar yang ada di Kalurahan Trimulyo. Adapun jenis jagung yang ditanam adalah varietas Jakarin 1. Ia memprediksi hasil panen jagung kali ini sebanyak 8 ton lebih.

“Ini (jagungnya) diserap oleh Bulog,” jelasnya.

Sementara itu, Danang menyambut baik program penanaman jagung ini. Terlebih dengan memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan yang produktif. Sehingga diharapkan dapat menunjang ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Sleman.

“Tentu Pemkab Sleman akan selalu mendukung program ini. Kami siap sediakan lahan jika dibutuhkan, kami siap berikan pendampingan melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan,” kata Danang.