Dukung Pembinaan Atlet, Wabup Danang kukuhkan Atlet Pemusatan Latihan 2025

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengukuhkan Atlet Pemusatan Latihan tahun 2025 pada Rabu (4/6/2025) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Pada kesempatan itu, Danang sekaligus menyerahkan tali asih kepada atlet dan pelatih berprestasi Peparnas XVII Solo Tahun 2024.

Seperti yang diketahui, pada ajang Peparnas XVII 2024 lalu, kontingen Sleman membawa pulang 6 medali emas, 13 medali perak, dan 15 medali perunggu dari 46 atlet dan 12 pelatih. Untuk itu, Pemkab Sleman memberikan penghargaan berupa tali asih senilai Rp untuk atlet peraih emas, Rp untuk atlet peraih perak, dan Rp untuk atlet peraih perunggu, serta Rp untuk pelatih.

Ketua National Paralimpic Committee (NPC) Kabupaten Sleman, Ratna Dewi Setyaningsih menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Pemkab Sleman yang telah memberikan anggaran berupa dana hibah sebesar Rp . Anggaran tersebut dipergunakan untuk pembinaan hingga peningkatan sarana dan prasarana atlet.

“Anggaran tersebut kamu gunakan untuk sustainable organisasi, mensupport jalannya kesekretariatan, peningkatan kualitas SDM dan organisasi, pengadaan sarana dan prasarana penunjang olahraga dan pembinaan atlet disabilitas di Kabupaten Sleman,” paparnya.

Ratna menambahkan, jelang event Peparda IV NPC DIY 2025, pihaknya telah melaksanakan pemusatan latihan kabupaten (pelatkab) sejak Januari 2025 hingga minggu ketiga pada bulan Agustus mendatang. Ia berharap, program ini dapat mendukung performa atlet asal Sleman dalam menghadapi laga yang dilaksanakan pada 23-30 Agustus mendatang itu.

“Saat ini kami membina atlet disabilitas Daksa, Netra, dan Grahita di 11 cabang olahraga. Sehingga untuk tim pelatkab terdiri dari 126 atlet, 24 pelatih, 18 asisten, dan 5 orang tim performa yang bertugas untuk memonitoring agar program pelatkab berjalan dengan baik,” ujar Ratna.

Sementara itu, Danang Maharsa menyampaikan apresiasi terhadap para atlet dan pelatih NPC Sleman yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa baik pada ajang Peparnas XVII maupun pada pembinaan atlet untuk Peparda IV NPC DIY.

Wabup mengutarakan, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus meningkatkan pembinaan olahraga melalui penyediaan fasilitas, pelatihan yang sistematis, memperbanyak kesempatan bertanding, serta pemberian penghargaan bagi atlet dan pelatih yang berprestasi.

“Prestasi yang diraih para atlet difabel ini tidak hanya menjadi bukti kemampuan, tetapi juga bukti ketangguhan jiwa, kepercayaan diri, dan daya juang yang luar biasa,” kata Wabup Sleman.

Danang berharap tali asih yang diberikan Pemkab Sleman tidak sekadar dapat dilihat dari nominalnya, namun ia berharap dapat menjadi motivasi bagi atlet untuk terus berjuang dan berkembang serta membina lebih banyak atlet paralimpik di masa depan.

“Untuk para atlet, Jangan pernah cepat puas, dan jangan pernah menyerah. Prestasi besar dimulai dari tekad dan kerja keras hari ini,” pungkasnya.

Bendahara NPC DIY yang turut hadir pada acara itu, Faris Fadhli, mengungkapkan rasa bangga atas perjuangan atlet Sleman. Faris memberikan dukungan agar atlet asal Sleman dapat mempergunakan waktu dengan baik untuk terus berlatih khususnya pada event Peparda IV NPC DIY.

“Semoga dengan pengukuhan ini dapat semakin memperkuat motivasi dan semangat kita untuk memberikan yang terbaik,”jelasnya.

Faris turut berharap, pada ajang Peparda IV NPC DIY yang akan dilaksanakan di Kabupaten Gunungkidul, atlet Sleman dapat kembali memberikan usaha terbaiknya untuk membawa pulang medali emas.




TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-124 Tahun 2025 Resmi Ditutup

Sleman – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-124 Tahun 2025 resmi ditutup pada Rabu, (4/6/2025) di Lapangan Pondokrejo Tempel. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sujarwo yang sekaligus menutup TMMD Reguler ke 124 dengan memukul gong.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya turut hadir sekaligus melakukan peresmian pembangunan RTLH dan talud jalan hasil TMMD Reguler ke -124 dengan menandatangani prasasti dan memotong pita secara simbolis bersama Danrem 072/Pamungkas dan Dandim 0732/Sleman.

Harda mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Pondokrejo ini. Melalui pembangunan yang dilakukan pada TMMD menurutnya dapat mempercepat pembangunan infrastruktur desa.

“Kami berterima kasih atas bantuan dan kolaborasi TNI bersama masyarakat untuk mewujudkan progran TMMD ini. Semoga kedepan kerja sama kolaborasi ini dapat berkelanjutan dan ditingkatkan lagi,” ujar Harda.

Lebih lanjut, Harda mengatakan dengan infrastruktur yang baik tentu konektivitas antar wilayah menjadi lancar dan bermuara pada peningkatakan perekonomian masyarakat.

“Bisa kita lihat hasil dari TMMD ini sangat memudahkan masyarakat untuk mengakses wilayah-wilayah dan konektivitas nya berjalan baik. Sehingga perekonomian masyarakat akan meningkat,” pungkas Harda.

Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achirrudin Darojat yang amanatnya dibacakan Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sujarwo menyampaikan tema yang diusung dalam program TMMD kali ini adalah “Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah” mencerminkan kemanunggalan TNI-Rakyat dalam upaya mewujudkan pembangunan yang merata di seluruh wilayah serta meningkatkan ketahanan nasional.

Panglima Kodam IV/Diponegoro juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, serta masyarakat yang bersama-sama menyelesaikan sasaran fisik dan non-fisik selama satu bulan pelaksanaan. Berbagai kegiatan fisik, seperti pembangunan cor blok, talud jalan, saluran air, hingga pembangunan fasilitas MCK, telah dilaksanakan dengan baik. Selain itu, program unggulan seperti pengelolaan lahan produktif, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), dan penguatan ketahanan pangan juga turut digelar.

Dalam aspek non-fisik, kegiatan penyuluhan tentang Wawasan Kebangsaan, kesadaran Bela Negara, serta pemberdayaan masyarakat melalui program kesehatan, termasuk pencegahan stunting, bahaya narkoba, dan pengobatan gratis, juga berjalan dengan lancar.




Peringati Milad ke-116 Muhammadiyah, SMK Munas Gelar Tadabbur Alam

Sleman – Dalam rangka memperingati milad Muhammadiyah ke-116 Hijriyah, SMK Muhammadiyah 1 Sleman (Munas) menyelenggarakan kegiatan tadabbur alam yang diikuti segenap guru, karyawan, serta peserta didik, Rabu (4/6/2025).

Kegiatan bertujuan sebagai bentuk penguatan iman dan tauhid dalam rangka penanaman karakter berkemajuan kepada seluruh siswa dan guru. Adapun rute yang dilalui mulai dari lapangan sekolah, melintasi Dusun Panasan, Tegalsari, Sebayu, Panggeran, dan berakhir kembali di lapangan sekolah setempat.

Sepanjang perjalanan, para peserta diajak menikmati keindahan alam sekaligus merenungkan nilai-nilai perjuangan yang telah dilakukan oleh persyarikatan Muhammadiyah selama lebih dari satu abad.

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Sleman, Suwarta menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kegiatan fisik, namun juga sebagai refleksi spiritual dan ideologis dalam mengenang kiprah Muhammadiyah.

“116 tahun bukan angka kecil, ini menunjukkan kekuatan dan ketahanan organisasi tetap kokoh berdiri. Semoga semangat, ikhtiar, dan keikhlasan kita selaku penggerak roda persyarikatan senantiasa membara,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap persyarikatan. Kegiatan ini pun menjadi sarana mengenalkan masyarakat bahwa Muhammadiyah telah berjuang selama 116 tahun untuk mencerahkan bangsa di berbagai aspeknya, mulai dari pendidikan, sosial, kesehatan, hingga dakwah.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, meriah, dan semarak, serta diwarnai dengan antusiasme peserta yang menjadikan momentum ini ajang kebersamaan dan pembelajaran nilai-nilai luhur keislaman dan kemuhammadiyahan. (Athiful/KIM Depok)




Polsek Depok Timur Jalin Sinergi dengan Condongcatur, Wujudkan Harkamtibmas

Sleman – Kapolsek Depok Timur yang baru, Kompol Agus Setyo Pambudi didampingi Kanit Propam Polsek Depok Timur dan Bhabinkabtibmas Condongcatur melakukan kunjungan ke Kalurahan Condongcatur, Rabu (4/6/2025).

Kunjungan yang bertujuan untuk memperkenalkan diri sebagai Kapolsek Depok Timur yang baru mengantikan Kompol Rahmad Yulianto tersebut diterima langsung oleh Lurah Condongcatur di ruangannya.  

Pada kesempatan itu, Kompol Agus Setyo Pambudi menyampaikan harapannya agar Polsek Depok Timur dan Pemerintah Kalurahan Condongcatur dapat bersinergi dan berkoordinasi dalam Harkamtibmas (Harmoni, Kamtibmas dan Pembangunan Masyarakat) di wilayah Condongcatur.

“Mohon izin memperkenalkan diri, saya Kompol Agus Setyo Pambudi ditugaskan pimpinan untuk menjabat sebagai Kapolsek Depok Timur per 21 Mei 2025. Sebelumnya saya menjabat sebagai Kapolsek Temon Kulonprogo selama delapan bulan dan lama berdinas di Sat Brimobda Polda DIY,” ucapnya.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji pun menyambut baik silaturahmi perkenalan Kapolsek Depok Timur itu. Ia menuturkan, pihaknya sangat terbuka menjalin sinergi dengan Polsek Depok Timur.

“Selamat datang dan selamat bertugas kepada Bapak Kompol Agus Setyo Pambudi sebagai Kapolsek Depok Timur yang baru. Kami di Kalurahan Condongcatur siap bersinergi dan mendukung penuh upaya Polsek Depok Timur dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah,” ucapnya.  (Wasana / KIM Depok)




Membangun Kedaulatan Ekonomi dari Akar Rumput Lewat Koperasi Merah Putih

Sleman – Di tengah arus globalisasi yang semakin deras dan dominasi pasar oleh korporasi besar, masyarakat Indonesia kembali diingatkan pada pentingnya membangun kedaulatan ekonomi dari bawah. Salah satu jawaban atas tantangan itu adalah melalui pendirian Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis kebersamaan, solidaritas, dan semangat nasionalisme. Koperasi ini bukan hanya soal usaha bersama, tapi juga simbol perjuangan untuk menegakkan ekonomi yang adil dan berpihak pada rakyat kecil.

Koperasi Merah Putih pun bisa menjadi alat perjuangan politik rakyat tanpa harus masuk ke partai politik. Dengan koperasi, rakyat bisa mengonsolidasikan kekuatan ekonomi untuk memengaruhi kebijakan publik. Koperasi bisa mengadvokasi harga beli hasil panen yang adil, subsidi pupuk, atau perlindungan terhadap pasar lokal dari produk impor yang merugikan.

Dengan semangat itu, pendirian koperasi merah putih yang dipimpin oleh Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan Banyuraden, Samianto di Ruang Rapat Kalurahan Banyuraden, Selasa (3/6/2025) bukanlah sekadar sebuah ide untuk memperkuat posisi masyarakat dalam rantai ekonomi. Koperasi merah putih merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang bersinergi dengan program lainnya seperti makan bergizi gratis dan sekolah rakyat. Ke depannya dengan adanya sinergi program-program ini diharapkan mampu mewujudkan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pembentukan koperasi merah putih di Banyuraden dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman, Gustan Ganda bersama Panewu Gamping, Suyanto, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Tina Hastani, serta Lurah Banyuraden, Sudarisman yang didampingi para pamongnya.

Dalam arahannya, Gustan Ganda menyampaikan bahwa sumber daya manusia, integritas dan kapasitas warga Banyuraden dibutuhkan untuk mewujudkan cita-cita besar bangsa Indonesia. Karena ekonomi bukan milik segelintir orang, tapi milik rakyat dan benar-benar sesuai dengan pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur mengenai perekonomian nasional, dengan prinsip utama bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

“Anggaran yang cukup besar dan kemungkinan anggaran ini akan bertambah semakin besar hanya untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya,” tambah Gustan.

Namun, mendirikan koperasi bukan tanpa tantangan. Kurangnya literasi keuangan, keterbatasan modal awal, dan rendahnya kepercayaan masyarakat seringkali menjadi penghambat. Karena itu, dibutuhkan pendampingan, edukasi, dan sinergi lintas sektor: mulai dari tokoh masyarakat, organisasi pemuda, akademisi, hingga pemerintah daerah. Semangatnya harus kolektif, bukan top-down, agar koperasi benar-benar tumbuh dari kebutuhan dan aspirasi warga.

Bagi anak muda, koperasi merah putih bisa menjadi arena latihan kepemimpinan dan inovasi. Generasi muda perlu didorong untuk mengembangkan model koperasi digital, koperasi konten kreatif, hingga koperasi energi terbarukan. Sehingga, koperasi tidak hanya terjebak pada model konvensional, namun dapat menjawab tantangan zaman dan tetap relevan di era disrupsi teknologi.

Lebih jauh lagi, koperasi seperti ini bisa menjadi alat konsolidasi sosial. Di tengah polarisasi politik dan fragmentasi sosial, koperasi menghadirkan ruang dialog lintas kelompok dan golongan. Semua berkumpul karena kepentingan bersama yaitu kedaulatan ekonomi. Inilah modal sosial yang sangat berharga dalam membangun peradaban bangsa yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)