Pentingnya Self-care di Tengah Kesibukan Perkuliahan

Sleman – Kesadaran akan kesehatan mental, merupakan sesuatu yang harus selalu diperhatikan dalam diri seseorang, tidak terkecuali mahasiswa. Apabila mental seseorang sehat dan sejahtera, maka akan memberikan dampak yang signifikan pada perjalanan kehidupannya.

Hal itu diungkapkan Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Bimbingan Konseling Universitas Negeri Yogyakarta, Diana Septi Purnama dalam seminar ‘Self-care Squad: Biar Tidak Cemas dan Kesepian di Tengah Kesibukan Kuliah’, yang berlangsung di Ruang Sidang Utama FMIPA UNY, Rabu (4/6/2025).

Diana menyatakan, bahwa konsep sejahtera ialah perasaan bahagia yang tinggi, tingkat stres yang kian rendah, dan sehat secara fisik maupun mental. Selain itu, harus ditemukan kesejahteraan psikologis, yaitu kondisi ketika individu memiliki sikap positif terhadap dirinya dan orang lain.

Kemudian dapat membuat keputusan sendiri dan mengatur tingkah lakunya. Lalu mampu mengendalikan lingkungan untuk kebutuhannya, memiliki tujuan hidup yang bermakna, serta berusaha untuk terus mengembangkan potensi dalam diri.

Diana menyebut, bahwa salah satu cara terbaik untuk mengurangi rasa kesepian dan kecemasan di masa perkuliahan adalah self-care.

“Self-care adalah upaya sadar untuk menjaga kesehatan fisik, emosional, dan mental kita, meliputi tidur yang cukup, olahraga, makan sehat, relaksasi, dan dukungan sosial di sekitar kita,” paparnya.

Diana mengungkap hasil penelitian American College Health Association, yang menyatakan bahwa sekitar 60% mahasiswa mengaku sering merasakan kesepian. Tekanan akademis, jarak dari keluarga, dan kesulitan membangun hubungan sosial yang mendalam dapat memunculkan perasaan terasingkan yang berpotensi memburuk seiring berjalannya waktu.

“Kesepian dapat memengaruhi berbagai aspek mahasiswa rantau, seperti aspek afektif di mana mahasiswa rantau rentan mengalami kehampaan, kecemasan, dan kesedihan, juga aspek kognitif mahasiswa rantau, sehingga turun motivasinya, bahkan menyebabkan keputusasaan,” ujarnya.

Secara umum, ada tiga faktor utama penyebab kecemasan pada mahasiswa, di antaranya adalah tugas akademik, transisi sosial, dan keterampilan regulasi diri.

“Beban tugas yang begitu tinggi, perubahan lingkungan dan kehilangan dukungan sosial, serta kurangnya kemampuan dalam mengelola emosi dan stres,” ungkap Diana.

Adapun strategi self-care yang jitu bagi mahasiswa ialah dengan membangun rutinitas sehat berupa tidur cukup, makan yang bergizi, olahraga teratur, serta bijak mengelola stres dengan teknik relaksasi seperti meditasi dan pernapasan dalam.

Selain itu, penting untuk membangun hubungan sosial yang baik dengan bergabung dalam organisasi, berinteraksi dengan teman, dan lain-lain.

Diana juga menganjurkan untuk selalu mengembangkan self-compassion, dengan bersikap baik pada diri sendiri, menerima kekurangan yang dimiliki.

“Selain itu, juga perlu mencari dukungan profesional, baik konseling jika diperlukan, atau semacamnya,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)




Condongcatur Mewakili DIY Maju dalam Penilaian Lomba Pantau BKB MU Tingkat Nasional Tahun 2025

Sleman – Kalurahan Condongcatur terpilih sebagai salah satu dari lima nominasi nasional dalam Apresiasi PANTAU BKB MU Tahun 2025, dalam Penilaian Apresiasi Perencanaan dan  Penganggaran Kegiatan BKB Sejak Musrenbang Desa (Pantau BKB Mu) Tingkat Nasional, yang diberlangsung melalui zoom meeting, di ruang Sasana Wicara Kalurahan Condongcatur, Selasa (3/6/2025).

Adapun lima nominasi nasional Lomba Pantau BKB MU Tahun 2025 adalah Desa Argomulyo Sumberejo Tanggamus Lampung, Desa Sidorejo Keluang Musi Banyuasin Sumatera Selatan, Desa Condongcatur Depok Sleman DIY, Desa Bumi Jaya Pelaihari Tanah Laut Kalimantan Selatan dan Desa Rimbo Panjang Tambang Kampar Riau.

Dalam zoom meeting ini, paparan dilakukan oleh Lurah Condangcatur, Reno Candra Sangaji dan PKB Kapanewon Depok, Siti Juwariyah. Di samping itu, acara ini juga turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Kemendukbangga DIY, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Sleman, Panewu Depok, PKB/PLKB Wilayah Condongcatur, dan Tim Kerja KSPK Perwakilan Kemendukbangga DIY.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga DIY, Mohamad Iqbal Apriansyah mengatakan tujuan dengan diadakan kegiatan ini untuk meningkatkan peran desa dalam penganggaran kegiatan BKB.

“Ini adalah bentuk penghargaan atas komitmen kuat kami dalam merencanakan dan menganggarkan kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) sejak Musrenbangdes. Sebuah langkah nyata dalam mendukung pengasuhan anak usia dini yang lebih baik, berbasis data, dan melibatkan seluruh unsur masyarakat. Terima kasih atas kolaborasi hebat antara Pemerintah Desa, PKB/PLKB, serta para kader BKB. Mari terus bergerak bersama untuk masa depan anak-anak Indonesia yang lebih cemerlang,” ucapnya.

Dengan adanya program BKB dari Kemendukbangga ini, diharapkan dapat mewujudkan generasi emas Indonesia yang sehat dan berkualitas. Program ini melibatkan seluruh keluarga dalam proses pembinaan tumbuh kembang balita, sehingga diharapkan dapat menciptakan anak-anak yang tumbuh optimal dan memiliki potensi yang penuh. Maka dari itu progam ini membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah agar tetap dapat memberikan manfaat untuk masyarakat khususnya Kalurahan Condongcatur

Panewu Depok yang baru, Djoko Muljanyo juga menyampaikan apresiasi dan harapanya untuk keberhasilan program tersebut.

“Apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur atas komitmen dan dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas kinerja Bina Keluarga Balita di wilayah Condongcatur. Komitmen Pemkal Condongcatur menggandeng mitra kerja dengan semua lintas sektor di wilayah Depok seperti Puskesmas Depok 2 , PLKB Depok, Kader Kesehatan, Tim Pendamping Keluarga, Akademisi, Rumah Sakit/Klinik, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lain-lain, telah terbukti mendukung kinerja BKB tersebut,” tutur Djoko.

“Semoga BKB dan Bina Bina Keluarga lain di Condongcatur  juga makin eksis, produktif dan berdayasaing,” ucapnya.

Sementata itu, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji usai mengikuti penilaian Lomba BKB Tingkat Nasional Tahun 2025, bersyukur atas terlaksananya kegiatan ini.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dan bangga bisa mewakili Kalurahan Condongcatur dalam Lomba Bina Keluarga Balita (BKB) Tingkat Nasional. Ini bukan hanya tentang lomba, tetapi tentang komitmen kami membangun keluarga sebagai fondasi utama masyarakat,” tandasnya.

“Lomba boleh selesai, tapi semangat dan pengabdian kami justru baru dimulai. Mari terus nyalakan semangat membangun ketahanan keluarga dari Condongcatur untuk Indonesia,” sambung Reno.   (Wasana /KIM Depok)




Tutup Tahun Purnasiswa, Momentum Lesatkan Tunas Bangsa

Sleman – Sebanyak 104 peserta didik kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Depok mengikuti pengumuman kelulusan, di Ballroom Merbabu Hotel, Selasa (3/6/2025).

Hadir dalam acara tersebut, Majelis Dikdasmen-PNF PDM Sleman, PCM Depok, PCA Depok, Majelis Dikdasmen-PNF PCM Depok, pengawas sekolah, komite sekolah, dan sekolah dasar mitra SMP Muhammadiyah 2 Depok Sleman.

Nuansa haru, bangga, dan sukacita menyelimuti ballroom tersebut, saat Kepala SMP Muhammadiyah 2 Depok Sleman, Hendro Sucipto mengumumkan kelulusan para peserta didiknya. Momentum bersejarah ini bukan penanda berakhirnya jenjang pendidikan menengah pertama semata, melainkan sebuah awal dari perjalanan baru bagi para tunas-tunas penerus bangsa.

Dalam sambutannya, Hendro mengungkapkan rasa bangga dan mengapresiasi pencapaian anak didiknya selama di bangku sekolahan.

“Momentum ini menjadi awal dari perjalanan baru kalian. Kami semua melepas dengan doa dan harapan. Semoga anak-anak senantiasa bersemangat menimbah ilmu di mana pun, menjadi generasi berkarakter mulia, dan meraih prestasi gemilang di masa depan,” ujar dia.

Hendro juga mengajak anak didiknya agar memperteguh visi, perencanaan, tekad yang kuat, dan meneruskan segala macam kegiatan baik yang telah ditanamkan di SMP Muhammadiyah 2 Depok Sleman.

Ia menekankan, bahwa untuk meraih keberhasilan dibutuhkan usaha maksimal, kerja keras, dan juga kerja cerdas.

“Usaha maksimal itu memberikan yang terbaik dengan seoptimal mungkin, kerja keras itu pantang menyerah dan terus berjuang, sementara kerja cerdas ialah selalu menggunakan strategi yang efektif dan efisien,” ungkapnya.

Kegiatan tutup tahun purnasiswa ini bukan hanya sekadar seremonial belaka, tetapi menjadi kenangan indah yang akan selalu diingat oleh para siswa-siswi SMP Muhammadiyah 2 Depok Sleman. (Athiful/KIM Depok)




Bioflok; Metode Ampuh Efisiensi Pakan dan Tingkatan Hasil Panen Budidaya Lele

Sleman – Dalam rangka peningkatan hasil panen budidaya lele, Kelompok Wanita Tani (KWT) Bulu Makmur mengikuti pelatihan pemanfaatan pekarangan, yang berlangsung di rumah Dukuh Bulu, Kalurahan Jogotirto, Selasa (3/6/2025). Pelatihan yang berlangsung pada hari kedua ini menghadirkan seorang narasumber dari Penyuluhan Perikanan Wilayah Berbah, Dian Widianing Astuti.

Pada kesempatan itu, Dian menjelaskan bahwa budidaya ikan lele ataupun jenis ikan lainnya, idealnya dilakukan pada lahan yang dekat dengan sumber air irigasi.

“Namun apabila jauh atau tidak memungkinkan mendapatkan sumber irigasi, masih bisa memelihara lele atau ikan lainnya dengan pengairan menggunakan air dari sumur,” jelas Dian.

Selain itu, pemeliharaan ikan lele juga dapat dilakukan di dalam kolam atau bak semen yang berada di atas tanah. Pembuatan kolam tersebut dapat menggunakan buis beton ataupun terpal. Sistem bioflok juga dapat dioptimalkan dalam budidaya lele.

Bioflok merupakan sebuat metode pemeliharaan ikan lele dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk mengubah limbah hasil budidaya menjadi gumpalan kecil (flok) yang berfungsi sebagai pakan alami bagi lele. Penerapan sistem bioflok akan mengurangi pemakaian pakan pabrikan, sehingga diharapkan dapat menambahkan penghasilan saat panen.

“Sistem ini menjadi menguntungkan bagi petani ikan karena bisa mengurangi biaya pakan buatan, meningkatkan kualitas air memungkinkan pertambahan kepadatan tebar,” ungkap Dian.

Adapun persiapan budidaya lele dengan bioflok perlu memperhatikan beberapa hal mulai dari aerator untuk mengaduk kolam sekaligus menjaga kualitas air kolam. Kemudian mempersiapkan mikroorganisme pengurai dengan menambahkan probiotik. Lalu menjaga kualitas PH air, kadar amoniak, nitrat, nitrit, dan sejumlah oksigen yang terlarut.

Dian pun menekankan, bahwa dalam menggunakan metode bioflok sangat penting untuk melakukan sterilisasi kolam dengan menyemprotkan kaporit, kapur, dan lain-lain. Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan langkah-langkah penerapan biflok untuk budidaya ikan lele.

“Masukkan air hingga penuh aerator dihidupkan diamkan satu hari. Masukkan garam grosok 1 kg per meter persegi kolam didiamkan selama tiga hari. Tambahkan tetes tebu 200ml per meter kubik. Masukkan larutan probiotik bila bentuk cair 20 mili liter per meter kubik, kalo bentuk tepung10 gram per meter kubik, juga ditambahkan ragi tape satu butir per meter kubik, satu sendok teh ragi roti untuk satu meter kubik, diamkan 10 hari, ” ujarnya.

“Untuk selanjutnya tebar bibit dengan kepadatan 300 sampai 1000 ekor per meter kubik dengan ukuran delapan  sampai 12 centi meter. Untuk mengurangi stres pada lele sebaiknya penebaran bibit ikan dilakukan pada pagi atau sore hari tidak langsung di berikan pakan, dipuaskan selama 24 jam,” tandas Dian.

Ia menambahkan, pada bulan pertama pemeliharaan perlu penambah probiotik 10 mili liter per kubik dan tetes tebu 10 mili litaer per kubik. Penambahan dilakukan lima sampai tujuh hari sekali. Kemudian pada bulan kedua penambah probiotik dan tetes tebu dilakukan tiga sampai lima hari sekali dengan dosis yang sama. Lalu pada bulan ketiga penambahan probiotik satu sampai tiga hari sekali.

Sedangkan pemberian pakan pada budidaya lele bioflok dilakukan satu hari dua kali pagi sore dengan jarak 10 jam. Pakan untuk lele mengandung komposisi protein minimal 30 prosen.

“Pemberian pakan 80 sampai 90 persen kenyang dengan melakukan sempling dari jumlah pakan yang termakan. Peningkatan jumlah pakan dapat di lakukan 4 hari sekali. Sebelum diberikan pakan lele dilakukan fermentasi terlebih dahulu untuk meningkatkan kandungan protein pada pakan dosis pemberian probiotik dua mili liter per kilo pakan,” jelas Dian.

Setelah pemeliharaan lele, hari ke-70 sudah bisa dilakukan pemanenan dengan seleksi ukuran atau dilakukan panen total.

“Yang perlu dilakukan pada saat selesai panen adalah pembersihan kolam dan sterilisasi. Persiapan kolam sama dengan pada saat awal persiapan pemeliharaan,” pungkas Dian (Kusnadi / KIM Berbah)




Desa Bersinar: Strategi BNN Berantas Narkoba hingga Tingkat Kalurahan

Sleman – Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati (GKBRAA) Paku Alam secara resmi menutup Pelatihan Penggiat ‘Desa Bersinar’ (Bersih Narkoba) yang telah berlangsung selama tiga hari di Kalurahan Condoncatur, Selasa (3/6/2025).

Pelatihan Penggiat Desa Bersinar ini diselenggrakan oleh Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan sosial (BK3S) DIY berkalobarasi dengan BNNP DIY, POLDA DIY, Dinas Kesehatan dan Kesbangpol DIY, bersama CSR Bank BPD DIY, dan didukung Pemkal Condongcatur.  

Ketua Panitia Penyelenggara, Sugiyanto sekaligus Sekretaris Umum BK3S DIY dalam laporannya menyampaikan bahwa kegitan tersebut diselenggarakan untuk mengedukasi masyarakat terkati narkoba dan dampaknya. Adapun materi yang disampaikan ialah pemahaman dasar tentang narkoba, dasar-dasar adiksi, konseling dan rehabilitasi serta tindakan awal oleh kader desa, penegakan hukum, pemberdayaan ekonomi alternatif untuk masyarakat, pembentukan tim kerja desa bersinar, hingga rencana aksi dan SOP Desa  Bersinar.

Sugiyanto pun menyebutkan ada 10 Desa Bersinar yang telah terbentuk di sejumlah kalurahan se-DIY. Di mana, setiap Desa Kalurahan memiliki tujuh orang pengurus yang berasal dari berbagai unsur.

“Peserta dari 10 Kalurahan yang telah ditetapkan oleh BNN sebagai sebagai ‘Desa Bersinar’ masing-masing tujuh orang unsur PKK, Karangtaruna, Kader Desa, Pamong Kalurahan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas yaitu dari Kabupaten Sleman (Kalurahan Condongcatur dan Sidorejo), Kulonprogo (Kalurahan Hargomulyo dan Panjatan), Bantul (Kalurahan Terong dan Ngestiharjo), Gunungkidul (Kalurahan Wonosari dan Piyaman) dan Kota Yogyakarta (Kelurahan Bumijo dan Bausasran),” ujarnya.

Tindak lanjut dari pelatihan ini adalah setiap peserta pelatihan akan membentuk Satgas Desa Bersinar, dengan SK yang ditembukaskan kepada BK3S DIY dan BNNP DIY, serta Kesbangpol DIY sebagai bentuk media monitoring dan pembinaan.

Sementara, GKBRAA Paku Alam selaku Ketua Harian BK3S DIY pada kesempatan itu  menyampaikan rasa bangganya melihat betapa kuatnya kolaborasi yang terbangun di antara unsur kalurahan, tokoh masyarakat, pemuda karang taruna, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, selama kegiatan berlangsung. Ia menegaskan, bahwa kegiatan tersebut bukan sekedar simbolik, tetapi tonggak pembangunan sistem pertahanan sosial yang kuat terhadap ancaman narkoba.

“Saya percaya bahwa perubahan sejati dimulai dari bawah, dari kalurahan dan komunitas. Kita bisa menumbuhkan budaya tolak narkoba yang kokoh. Mari kita jadikan nilai dan pengetahuan yang telah dipelajari selama kegiatan ini sebagai bekal untuk membangun lingkungan yang aman, sehat, dan produktif. Jadilah agen perubahan di lingkungan masing-masing. Mulailah dari hal kecil, memberi contoh, membangun kesadaran, menjaga komunikasi antar warga, dan menciptakan sistem deteksi dini yang melibatkan semua elemen masyarakat,” kata GKBRAA Paku Alam.

“Kami di BK3S DIY siap menjadi mitra dalam upaya pencegahan dan rehabilitasi, termasuk melalui pendekatan keluarga, sosial, dan keagamaan. Kita ingin setiap rumah tangga di DIY menjadi benteng pertahanan dari bahaya narkoba. Terima kasih kami ucapkan kepada Bank BPD DIY dan Kalurahan Condongcatur yang telah mendukung kegiatan ini sehingga berjalan lancar dan semoga dapat berdampak positif dalam pengarusutamaan gerakan anti narkoba di tingkat kalurahan,” sambungnya.

Acara kemudian ditutup dengan pembagian sertifikat, PIN, dan topi dari BNNP DIY kepada perwakilan peserta.  (Wasana / KIM Depok)