Fiqry Prayoga Juara Kaligrafi Nasional, Satukan Seni dan Spiritualitas

Sleman — Fiqry Prayoga, mahasiswa Pendidikan Kriya Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), menorehkan prestasi gemilang sebagai Juara Khaththil Qur’an pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) 2025 di Universitas Jambi.

Sejak duduk di bangku SMP, Fiqry telah menekuni seni kaligrafi Arab. Ia aktif mengikuti pelatihan dan bergabung dalam komunitas seni Islam di Yogyakarta, yang turut membentuk karakter dan kepekaan artistiknya.

“Kaligrafi bagi saya bukan sekadar seni, tapi juga bentuk zikir. Setiap goresan tinta adalah latihan kesabaran dan perenungan spiritual,” ujar Fiqry, Jumat (27/6/2025).

Untuk mempersiapkan diri mengikuti MTQMN, Fiqry menjalani latihan rutin dengan menekankan keselarasan antara keindahan seni dan makna ayat Al-Qur’an yang ditulis.

“Saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam demi menyempurnakan satu karya. Ini bukan hanya kompetisi, tapi juga perjalanan mendalami Al-Qur’an,” imbuhnya.

Ia mengaku lingkungan kampus sangat mendukung, baik dari sisi akademik maupun spiritual. Forum seni Islam dan komunitas dakwah kampus menjadi ruang aktualisasi diri sekaligus sarana memperkuat nilai-nilai Qur’ani.

Fiqry berharap lebih banyak mahasiswa tertarik pada kaligrafi sebagai media dakwah dan pembentukan karakter.

“Kaligrafi itu sarana menyampaikan pesan Al-Qur’an dengan cara yang indah dan menyentuh,” tuturnya.

Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa UNY mampu bersaing secara nasional dengan mengedepankan keunggulan intelektual, spiritual, dan budaya. UNY pun terus berkomitmen mencetak generasi unggul, religius, dan berdaya saing global. (Athiful/KIM Depok)




Pemkal Sumbersari Salurkan Dana Apresiasi untuk 130 Kader Posyandu

Sleman — Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Sumbersari menyalurkan dana apresiasi bagi 130 kader Posyandu dalam kegiatan yang berlangsung dua hari, Rabu–Kamis (24–25 Juni 2025). Sebanyak 65 kader Posyandu Lansia menerima dana pada hari pertama, sementara 65 kader Posyandu Balita menerima dana pada hari kedua.

Lurah Sumbersari, Sukadi, dalam pengarahannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi para kader dalam menjalankan tugas sosial melalui Posyandu.

“Apa yang kami berikan ini bukanlah insentif, karena belum sebanding dengan jerih payah panjenengan semua. Ini bentuk penghargaan atas pengabdian yang luar biasa,” ujar Sukadi.

Ia pun mendorong para kader agar tetap semangat dalam menjalankan tugas sosial, meski dana yang diterima tidak besar.

“Insyaallah, semua pengabdian ini akan berbuah pahala berlipat ganda,” tambahnya.

Sementara itu, Kamituwa Sumbersari, Agus Iskandar, menjelaskan bahwa dana untuk kader Posyandu Lansia bersumber dari Dana Desa (APBN), sementara dana untuk kader Posyandu Balita berasal dari Dana Keistimewaan (Danais).
Masing-masing kader menerima yang telah dipotong pajak.

“Secara istilah, kami lebih memilih menyebutnya sebagai dana apresiasi daripada insentif. Karena insentif bersifat reguler dan berkala, sementara dana ini temporer dan tergantung pada penganggaran,” terang Agus.

Agus juga memberikan apresiasi tinggi kepada para kader yang selama ini telah bekerja tanpa pamrih, mendukung program pemerintah khususnya dalam bidang kesehatan masyarakat.

“Kader adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat bawah. Kami sangat menghargai semangat dan kebersamaan yang telah ditunjukkan,” pungkasnya. (Giek/KIM Moyudan)




Pengajian Trisula 1 Muharram: Merangkul Perbedaan, Menjalin Kebersamaan

Sleman — Kelompok Pengajian Trisula yang terdiri dari warga Padukuhan Gamelan, Tampungan, dan Karanganyar menggelar pengajian memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H atau 1 Sura 1959 Dal Jawa, pada Kamis malam (26/6/2025) di Masjid At-Taqwa, Gamelan, Sendangtirto.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Ustadz Rofiul Wahyudi, Lurah Sendangtirto Amir Junawan, anggota DPRD Sleman Mbah Wanto, Dukuh Gamelan Idam Restu Analdo, serta ratusan warga dari tiga padukuhan.

Dalam sambutannya, Lurah Amir Junawan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai pengajian malam 1 Muharram tidak hanya menjadi ajang pendekatan diri kepada Allah SWT, tetapi juga sarana introspeksi dan momentum memperbaiki amal ibadah.

“Kita pertahankan amal yang sudah baik, tingkatkan yang belum terlaksana. Semoga tahun depan lebih baik dan penuh keberkahan,” ujarnya.

Ustadz Rofiul Wahyudi dalam tausiyahnya mengajak jamaah untuk menjadikan pergantian tahun sebagai momen muhasabah atau evaluasi diri, terutama dalam menjaga ibadah wajib dan sunnah. Ia menegaskan bahwa semua makhluk bernyawa pasti akan menghadapi kematian dan proses hisab, tanpa memandang jabatan maupun derajat.

Namun demikian, menurutnya, terdapat amal ibadah yang mampu menghindarkan manusia dari proses hisab, salah satunya adalah shalat malam (qiyamul lail).

“Awalul lail, shalat Maghrib dan Isya berjamaah, dilanjut ibadah sampai malam, dan qiyamul lail hingga Subuh, merupakan amalan luar biasa. Semoga kita tergolong hamba yang diringankan hisabnya,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya rasa syukur atas segala nikmat rezeki, kesehatan, dan kemudahan dalam hidup.

“Dekatkan diri kepada Allah dan bersyukurlah. Serahkan semua urusan kepada-Nya. Allah pasti memberi solusi terbaik,” pungkas Ustadz Wahyudi.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antarwarga lintas padukuhan dan sekaligus pelestarian nilai-nilai Islam serta budaya Jawa dalam menyambut tahun baru Hijriah. (Kusnadi/KIM Berbah)




Kalurahan Argomulyo Gelar Muskal Penyusunan RKP Kalurahan Tahun 2026

Sleman — Kalurahan Argomulyo menggelar Musyawarah Kalurahan (Muskal) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKP Kal) tahun 2026 pada Kamis (26/6/2025) di Balai Kalurahan Argomulyo. Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Argomulyo, Panewu Anom Cangkringan, Babinsa, pamong kalurahan, serta unsur lembaga kemasyarakatan dan tokoh masyarakat.

Panewu Anom Cangkringan, Bambang Etri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa hari itu empat kalurahan di wilayah Kapanewon Cangkringan juga menggelar Muskal serupa. Ia menekankan pentingnya memperhatikan skala prioritas yang selaras dengan visi dan misi Bupati serta Lurah, khususnya dalam mendukung pengembangan UMKM masyarakat.

Lurah Argomulyo, Danang Hendri Bintoro, menyampaikan bahwa Muskal ini menjadi forum penting untuk mencermati dan menyusun rencana kegiatan tahun 2026 yang mencakup aspek penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan fisik, dan pemberdayaan masyarakat.

“Kita utamakan program prioritas, sementara kegiatan yang tidak lagi relevan bisa dikesampingkan. Contohnya, program pemasangan wastafel cuci tangan sudah tidak menjadi prioritas pascapandemi, sehingga bisa digantikan oleh program pembangunan irigasi guna mendukung ketahanan pangan,” jelasnya.

Ketua BPKal Argomulyo, Wijiyanto memimpin jalannya musyawarah dengan membagi peserta menjadi tiga kelompok pembahasan, yaitu, Penyelenggaraan Pemerintahan, meliputi belanja siltap, sarana prasarana, administrasi kependudukan, tata praja, keuangan, pertanahan, dan penanggulangan bencana. Berikutnya adalah Pembinaan Kemasyarakatan, meliputi ketertiban masyarakat, kebudayaan dan keagamaan, kepemudaan dan olahraga, serta kelembagaan masyarakat. Terakhir adalah Pelaksanaan Pembangunan Kalurahan, meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, kawasan permukiman, dan pariwisata.

Setelah masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusi, musyawarah ditutup dengan penyampaian dan pengesahan hasil kesepakatan melalui penandatanganan berita acara. (KIM Wara Aji Cangkringan/Marmansyah)




Warga Danikerto Peringati 1 Muharram 1447 H dengan Tradisi Sedekahan dan Doa Bersama

Sleman — Warga Dusun Danikerto, Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H dengan menggelar tradisi sedekahan dan doa bersama di Gedung TPA Masjid Istiqomah, Kamis (26/6/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 38 warga dan berlangsung khidmat dalam suasana penuh kebersamaan.

Tradisi sedekahan menjadi sarana warga untuk bersyukur sekaligus berbagi rezeki. Warga secara sukarela membawa nasi dan lauk pauk sebagai bentuk sodaqoh, sementara panitia menyiapkan nasi gurih dan ayam untuk dibagikan kepada seluruh peserta.

Ketua RT 01 Danikerto, Winardi, mengapresiasi kekompakan warga dalam menjaga tradisi. Ia menyebut kegiatan seperti sedekahan, selikuran, Maulid Nabi, Ruwahan, dan Suronan adalah warisan budaya yang penting untuk terus dilestarikan.

“Semoga melalui kegiatan ini, warga makin sejahtera, dimudahkan rezekinya, dan dijauhkan dari segala mara bahaya,” ujarnya.

Setelah doa bersama yang dipimpin oleh Rois Muhamad Murdi, seluruh hidangan dibagikan secara merata kepada peserta. Tradisi ini bukan hanya menumbuhkan semangat berbagi, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga.

Sedekah di bulan Muharram diyakini memiliki banyak keutamaan, di antaranya membuka pintu rezeki dan mendatangkan berkah. Ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal kebaikan di bulan ini, terutama berbagi kepada anak yatim, fakir miskin, dan orang sakit.

Gunanto, pengurus Jamaah Amaliyah Malam Jumat Firqotur Ruhama, menambahkan bahwa momentum 1 Muharram juga diisi dengan kegiatan rutin Yasin, Tahlil, dan pembacaan Asmaul Husna.

“Ini bukan hanya peringatan tahun baru, tapi juga sarana memperkuat spiritualitas dan solidaritas sosial warga,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, warga Danikerto meneguhkan kembali nilai-nilai keislaman, kearifan lokal, dan gotong royong sebagai pilar kehidupan masyarakat. (Arief Hartanto/KIM Turi)