Kapolsek Depok Timur Imbau Warga Waspada Pencurian Motor

Sleman — Kapolsek Depok Timur, Kompol Agus Setyo Pambudi, SH., mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Condongcatur. Berdasarkan laporan, rata-rata tiga sepeda motor hilang setiap bulan di wilayah tersebut.

Dalam setiap apel pagi, Kapolsek menekankan kepada seluruh personel, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk rutin menyampaikan pesan Kamtibmas kepada masyarakat.

“Pastikan kendaraan dalam kondisi aman saat ditinggal. Jangan lupa mencabut kunci, pasang GPS, serta CCTV agar mempermudah proses pelacakan bila terjadi pencurian,” ujar Kompol Agus, Rabu (26/6/2025).

Ia juga menyarankan penggunaan kunci pengaman tambahan seperti stir lock atau rem lock. Jika terjadi kehilangan, masyarakat diimbau segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi Layanan Aduan Masyarakat Polsek Depok Timur di nomor 0813-2960-7094 (telepon/WhatsApp).

Sebagai tindak lanjut, Bhabinkamtibmas Condongcatur secara rutin melakukan patroli dan sambang ke kos-kosan yang tersebar di wilayah tersebut. Pada Kamis (26/6/2025), Bripka Bagiyo dan Aiptu Bastian Sapta Ardi menyambangi kos putri “META” di Jalan Selorejo RT 2 RW 18, Padukuhan Ngringin, Condongcatur.

Dalam kunjungannya, mereka berdialog dengan pengelola kos, Bapak Reza, sekaligus menyampaikan imbauan Kamtibmas.

“Kami mengingatkan agar penghuni kos selalu mengunci motor dengan kunci stang dan tambahan pengaman. Pastikan juga pintu kamar terkunci saat tidur atau pergi, dan pintu gerbang kos selalu ditutup rapat setelah digunakan,” tegas Bripka Bagiyo.

Polsek Depok Timur menekankan bahwa menjaga keamanan lingkungan bukan hanya tugas aparat kepolisian, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Peran aktif warga, seperti melalui sistem keamanan lingkungan (siskamling), sangat penting dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif. (Wasana/KIM Depok)




Forum Anak Jadi Wadah Aktualisasi Hak dan Partisipasi di Tengah Masyarakat

Sleman – Anak-anak bukan sekadar simbol pelengkap dalam pembangunan, melainkan bagian penting yang suaranya layak didengar. Semangat inilah yang mengemuka dalam kegiatan Penguatan dan Pengembangan Kapasitas Forum Anak Tingkat Kapanewon Depok yang berlangsung di ruang Anglocita Tama, Kantor Kapanewon Depok, Kamis (26/6/2025).

Kegiatan ini menjadi ruang reflektif dan edukatif untuk memperkuat peran Forum Anak agar tidak sekadar formalitas. Tetapi benar-benar menjadi wadah aktualisasi hak dan partisipasi anak, terutama di tengah tantangan era yang begitu cepat berubah.

Komisioner Perlindungan Anak dan Perempuan Daerah (KPAD) Kabupaten Sleman, Dimas Ariyanto menegaskan bahwa partisipasi anak bukan hak yang bisa ditunda atau diatur-atur oleh orang dewasa.

“Partisipasi anak bukan hak yang bisa ditunda atau diatur-atur oleh orang dewasa,” katanya.

Sementara itu, Direktur Yayasan Anak Bumi Dirgantara, Arif Winarno yang hadir sebagai narasumber, menyoroti fakta bahwa masih banyak anak yang tidak bisa menyampaikan pendapatnya secara bebas karena tekanan dari orang dewasa di sekitarnya.

“Sering kita lihat anak diminta bicara, tapi pendapatnya sudah dituliskan orangtua. Itu bukan partisipasi sejati. Anak perlu ruang aman untuk menyuarakan isi hati tanpa tekanan siapa pun,” tegas Arif.

Menurutnya, pemenuhan hak partisipasi harus berjalan seiring dengan prinsip non diskriminasi dan perlindungan terhadap kebebasan berekspresi. Anak bukan objek pembangunan, tapi subjek yang punya hak setara untuk terlibat dan didengar.

Lebih lanjut, Arif mengajak semua pihak keluarga, sekolah, pemerintah, dan komunitas untuk membangun kolaborasi lintas sektor yang mendukung tumbuh kembang anak di era digital.

“Orang tua tidak cukup hanya melarang. Mereka harus mau belajar memahami dunia digital tempat anak-anak mereka tumbuh dan bersosialisasi,” imbuhnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengubah cara pandang terhadap anak dari yang semula diposisikan sebagai penerima keputusan, menjadi mitra aktif dalam proses pembangunan. Hak untuk didengar, dilibatkan, dan dilindungi bukanlah hadiah, melainkan bagian tak terpisahkan dari keberadaan mereka sebagai warga negara sejak dini. (Tri Suhartati – KIM Depok)




Sosialisasi Pengaspalan Jalan Dusun Banyumeneng Tegaskan Semangat Kebersamaan

Sleman – Sebagai langkah awal dalam memastikan proyek infrastruktur yang didanai dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) benar-benar tepat sasaran dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat, Pemerintah Kalurahan Banyuraden bersama DPRD Kabupaten Sleman menggelar sosialisasi pekerjaan pengaspalan jalan di wilayah Dusun Banyumeneng, Kapanewon Gamping, Kabupaten Slenan, Rabu (25/6/2025).

Bagi warga, pertemuan ini menjadi ruang diskusi terbuka, tempat mereka mendapatkan informasi rinci mengenai rencana pekerjaan jalan yang akan segera dikerjakan. Mulai dari titik-titik lokasi perbaikan, volume pekerjaan, hingga jadwal pelaksanaan, semua dijelaskan secara gamblang. Sehingga, warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap keberlangsungan proyek.

Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama dalam sambutannya mengatakan bahwa pemeliharaan jalan merupakan aspek krusial dalam menunjang kehidupan sosial ekonomi masyarakat padukuhan. Jalan yang baik akan mempermudah akses ke fasilitas umum seperti sekolah, pasar, dan layanan kesehatan.

Di sisi lain, jalan rusak kerap menjadi sumber keluhan, bahkan potensi kecelakaan. Itulah mengapa kegiatan seperti ini penting agar masyarakat memahami bahwa proses perbaikan infrastruktur tidak bisa instan, namun harus melalui perencanaan matang dan pelibatan publik.

Melalui sosialisasi ini, warga juga diberi kesempatan menyampaikan aspirasi dan masukan terkait kondisi riil jalan di masing-masing lingkungan. Forum ini menjadi media interaktif untuk menyamakan persepsi antara tim teknis dan masyarakat pengguna langsung.

“Dengan informasi yang disampaikan secara terbuka, warga menjadi bagian dari proses pembangunan, bukan hanya sebagai penerima manfaat,” ujar Hendy.

Lebih lanjut, Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kabupaten Sleman, H. Suryana mengungkapkan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi contoh nyata transparansi pemerintah kalurahan dalam mengelola dana publik. Dana BKK yang dialokasikan untuk pengaspalan dijelaskan secara rinci berapa besar anggarannya, siapa pelaksana teknisnya, hingga perkiraan waktu pelaksanaan dan dampaknya terhadap lalu lintas harian warga.

“Transparansi ini meminimalisasi potensi kesalahpahaman di kemudian hari,” tandasnya.

Tak hanya soal teknis proyek, pertemuan malam itu juga menegaskan pentingnya nilai-nilai gotong royong dalam pembangunan desa. Dimas Alfandi Saputra selaku Dukuh Banyumeneng mengajak warganya untuk mendukung proyek ini dengan ikut mengawasi prosesnya, menjaga lingkungan sekitar lokasi pekerjaan, dan menghindari aktivitas yang dapat menghambat pekerjaan di lapangan.

Sosialisasi ini menjadi bukti bahwa pembangunan yang berpihak pada rakyat tidak bisa berjalan sendiri. Namun harus disertai komunikasi yang baik, partisipasi yang aktif, dan niat bersama untuk menciptakan kemajuan wilayah. Tanpa sosialisasi yang inklusif, proyek pengaspalan bisa kehilangan arah dan makna kolektifnya.

Dengan semangat kebersamaan yang terbangun dalam sosialisasi ini, pengaspalan jalan di Dusun Banyumeneng tak lagi hanya dipahami sebagai kerja fisik semata, melainkan sebagai wujud dari cita-cita warga untuk menciptakan konektivitas, keamanan, dan kemajuan bersama. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Nata Sembada Cetak UMKM Berinovasi dan Berdaya Saing

Sleman – Forum Komunikasi (FORKOM) UMKM Kalurahan Sendangtirto mendapatkan kunjungan dari tim juri dalam rangka penilaian Penghargaan Anugerah Nata Sembada 2025. Kunjungan ini berlangsung di Omah Forkal Sendangtirto, Berbah, Rabu (25/6/2025).

Tim juri yang terdiri dari akademisi, jurnalis kr, Sutopo Sugihatno, praktisi AMIKOM, Barka Satya (AMIKOM), dan salah satu praktisi Imam Syafi’I itu diterima oleh Panewu Berbah Djaka Sumarsono, Kepala Jawatan Kemakmuran Berbah Ringgo Antoni Suryo, Lurah Sendangtirto, Amir Junawan berserta pamong, Ketua Forkom UMKM Sleman, H. Ardi Sehami, Ketua Forkom UMKM Kapanewon Berbah, Sri Andayani, Ketua Forkom UMKM Kalurahan Sendangtirto, Subandi beserta anggota.

Lurah Sendangtirto, Amir Junawan menyampaikan berbangganya atas terpilihnya forum UMKM Kalurahan Sendangtirto mewakili Kapanewon Berbah dalam lomba Anugerah Nata Sembada tahun 2025.

“Ajang nugerah Nata Sembada sebagai tonggak UMKM Sendangtirto untuk maju bersama berkembang, bersinergi dengan semua pihak baik pemerintah ataupun pihak lain,” katanya.

“Harapannya Forkal UMKM Sendangtirto menjadikan jembatan informasi dari pemerintah ke anggota UMKM ataupun sesama pelaku usaha yang ada di Kalurahan Sendangtirto. Maju terus UMKM Sendangtirto,” ungkap Amir.

Ketua Forkom Kalurahan (Forkal) UMKM Sendangtirto, Subandi menyampaikan berdasarkan sosialisasi pelaksanaan Anugerah Nata Sembada yang diterima beberapa waktu yang lalu, pelaksanaan Anugerah Nata Sembada ini sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam rangka untuk mewujudkan misi keempat yaitu mewujudkan keadilan sosial ekonomi melalui sektor pertanian, UMKM, pariwisata, sektor ekonomi inklusif dan kreatif. 

Adapun maksud dan tujuan penyelenggaraan Anugerah Nata Sembada ini ialah menciptakan Forkom UMKM kalurahan yang mempunyai tata kelola kembangan yang baik, berdaya saing dan mampu untuk berinovasi, menumbuhkan kolaborasi dan jaringan usaha. Dengan begitu, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bagi pelaku usaha untuk melengkapi perizinan usaha atau legalitas usaha.

“Selain itu di dengan ajang Anugerah Nata Sembada meningkatkan motivasi dan persaingan usaha yang sehat antara pelaku usaha.  Di samping itu, bisa mendorong ekonomi lokal dan membangun citra positif Forkom UMKM Kalurahan, ” ucap Subandi. (Kusnadi / KIM Berbah)




Museum Penerangan Kementrian Komunikasi dan Digital berkunjung ke DIY: Perkuat Peran KIM Lewat Studi dan Dialog Interaktif

Sleman – Museum Penerangan yang berada di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemkomdigi RI) melakukan kunjungan kerja ke Diskominfo DIY, Kamis (26/06/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan strategis untuk memperkaya narasi edukatif dan dokumentasi kelembagaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Rombongan dari Museum Penerangan disambut secara resmi oleh Nugroho Jannin selaku perwakilan dari Diskominfo DIY. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Forum Komunikasi KIM DIY, Soeripto, yang turut mendampingi sesi diskusi dan studi interaktif. Hadir pula sejumlah perwakilan KIM dari berbagai wilayah di Sleman, antara lain Suharno dari KIM Kerto Mandiri, Turi, serta Eka Sastra dan Saviera Ajeng dari KIM DSN Sardonoharjo, Ngaglik.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan para pelaku KIM secara langsung dengan institusi pusat yang selama ini mengelola data dan dokumentasi terkait komunikasi publik berbasis komunitas. Dalam suasana yang penuh kehangatan dan semangat kolaboratif, seluruh peserta saling berbagi pengalaman, praktik baik, inovasi, dan juga tantangan yang dihadapi KIM di wilayah masing-masing.

Dalam sambutannya, Nugroho Janin menyampaikan apresiasi atas kehadiran Museum Penerangan di Yogyakarta. Ia menilai kunjungan ini sebagai momen penting untuk membangun sinergi pusat dan daerah dalam penguatan komunikasi publik.

“Kami menyambut dengan tangan terbuka kehadiran Museum Penerangan di Yogyakarta. Kunjungan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kerja sama antara lembaga pusat dan daerah, khususnya dalam memotret kiprah dan semangat para pegiat KIM yang selama ini bekerja langsung di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa DIY memiliki jaringan KIM yang aktif dan kreatif dalam memproduksi serta menyebarluaskan informasi. “Kami percaya dokumentasi dan narasi dari Museum Penerangan bisa menjadi etalase nasional atas kerja-kerja sunyi KIM yang berdampak besar. Semoga sinergi ini terus berlanjut, tak hanya dalam bentuk kunjungan, tetapi juga kolaborasi program yang lebih konkret ke depan,” tambah Nugroho.

Sementara itu, perwakilan Museum Penerangan, Yuri Arif Waspodo menjelaskan bahwa DIY dipilih sebagai salah satu daerah tujuan karena dinilai memiliki dinamika KIM yang berkembang pesat.

“Kegiatan ini sangat penting untuk melihat praktik baik di lapangan dan menjadi bagian dari upaya memperkuat narasi KIM di ruang publik, termasuk nantinya dalam bentuk edukasi dan pameran di Museum Penerangan,” jelas Yuri.

Ia juga menyebutkan bahwa dokumentasi yang dikumpulkan selama kunjungan ini akan menjadi bahan penting dalam penyusunan pameran digital maupun fisik tentang kiprah KIM di Indonesia.

Diskusi berlangsung interaktif dengan pembahasan yang menyentuh berbagai aspek, mulai dari strategi komunikasi di tengah masyarakat digital, penguatan kapasitas sumber daya manusia KIM, hingga keberlangsungan forum komunikasi KIM di tingkat kabupaten dan provinsi. Para peserta juga menyoroti pentingnya dukungan kebijakan dan fasilitasi dari pemerintah agar KIM tetap relevan dalam mengelola arus informasi publik yang semakin kompleks.

Ketua Forum Komunikasi KIM DIY, Soeripto juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi antar-KIM serta peningkatan literasi digital di tingkat akar rumput.

“Kami berharap kunjungan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara KIM daerah dengan pemerintah pusat. KIM bukan sekadar penyambung informasi, tapi juga agen perubahan sosial di komunitasnya masing-masing,” tegasnya.

Kegiatan diakhiri dengan dialog terbuka dan peninjauan dokumentasi kegiatan KIM oleh tim Museum Penerangan. Diharapkan, hasil dari kunjungan ini akan menjadi landasan awal bagi pengembangan program kolaboratif ke depan, baik dalam bentuk riset, pelatihan, maupun promosi bersama.

Dengan kunjungan ini, Museum Penerangan dan Diskominfo DIY berhasil mempertemukan pelaku informasi komunitas dengan pemangku kepentingan nasional, membuka ruang dialog, dan memperkuat misi bersama, menghadirkan sistem komunikasi publik yang inklusif, partisipatif, dan memberdayakan masyarakat. (ESK – KIM DSN Ngaglik)