DPD PPY Sleman Gandeng Ketua DPRD Sleman Gelar Sarasehan Sastra dan Bahasa Jawa

Sleman – Sesuai dengan program kerja yang sudah disusun sebelumnya secara rutin dan berkala, DPD (Dewan Pengurus Daerah) Paguyuban Panatacara Yogyakarta (PPY) Kabupaten Sleman menyelenggarakan sarasehan bahasa dan sastra Jawa, di Pendhapa Kantor DPRD Sleman, Selasa (24/06/2025). Adapun tema yang diangkat dalam sarasehan kali ini, yakni, “Oncek-oncek Basa lan Sastra Jawa.”

Gelaran tersebut dihadiri oleh Ketua DPD PPY Sleman, Agus Wiranto beserta jajaran pengurus dan Ketua DPP Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani), Suyitno YP selaku narasumber, Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Y Gustan Ganda ST, Ketua DPP PPY Pusat, Abeje Janoko, perwakilan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, perwakilan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, dan sejumlah kelompok perias.

Dalam sambutannya, Ketua DPD PPY Sleman mengungkapkan rasa senangnya atas kehadiran para tamu undangan. “Bahkan, sebagian pengurus DPP PPY Pusat dan guru-guru di Sleman berkenan hadir. Semua luar biasa dan suatu kehormatan tersendiri bagi kami dari DPD PPY Sleman,” tegas Agus.

Ia pun berharap, kepada semua pihak untuk selalu membantu dan mendukung kegiatan-kegiatan selanjutnya yang diinisiasi DPD PPY Sleman.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Y Gustan Ganda dalam sambutannya menyampaikan, ada tiga hal penting untuk selalu diperjuangkan di Sleman melalui jalur legislatif dengan didukung semua pihak.

“Selain berdaulat secara politik serta berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan, satunya lagi, kelihatannya mudah tapi susah diterapkan, yaitu berkepribadian dalam kebudayaan,” tegas Gustan.

Ia menambahkan, generasi muda harus memiliki komitmen agar kebudayaan adiluhung tak lepas dari peradaban. “Sehingga, suatu hal memprihatinkan ketika ada generasi muda lebih menyenangi kebudayaan asal negara lain,” ujarnya.

Untuk itu, perlu adanya ada pelatihan terkait panatacara maupun Bahasa Jawa di setiap kalurahan yang ada di Sleman.

“Perwakilan generasi muda di setiap kalurahan diundang dan digelar pelatihan dengan pematerinya dari para senior. Soal anggarannya, akan saya diskusikan dengan Pak Bupati,” urai Gustan.

Sementara itu, Kasi Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Sleman, Ita Kurniawati mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan DPD PPY Sleman tersebut.

“Termasuk upaya pengayaan terhadap khasanah bahasa sastra terutama yang dipergunakan untuk panatacara. Selain itu, PPY sebagai salah satu mitra Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Sleman, di antaranya dalam pelestarian salah satu Objek Pemajuan Kebudayaan-OPK yaitu, bahasa. Semoga, kegiatan serupa dapat dilaksanakan dengan menyasar kepada generasi muda,” harapnya.

Adapun contoh materi yang ditegaskan dalam pertemuan itu secara garis besar ialah pentingnya bekal yang perlu dimiliki seorang panatacara seperti bahasan dan sastra, hingga tata busana atau pakaian. (Sih Budi/Kim Tempel)




PMI Sleman Tanamkan Kesiapsiagaan Gempa Sejak Dini

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana di kalangan pelajar. Kali ini PMI Sleman menggelar edukasi kesiapsiagaan gempa bumi bagi siswa-siswi SD Muhammadiyah Kayen, Condongcatur, Depok, Sleman, pada Senin (23/6/2025).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Tim Siaga Bencana PMI Sleman, Sarjuri. Dalam pemaparannya, Sarjuri menekankan pentingnya kesiapan mental dan pengetahuan praktis yang harus dimiliki setiap individu ketika menghadapi situasi gempa bumi.

“Kesiapsiagaan dimulai dari diri sendiri. Anak-anak harus tahu apa yang harus dilakukan, di mana pun mereka berada ketika gempa terjadi,” ujar Sarjuri.

Materi yang disampaikan dikemas secara interaktif, mulai dari simulasi hingga penjelasan langkah-langkah taktis saat gempa bumi. Anak diajak memahami cara menyelamatkan diri saat berada di dalam bangunan, di luar ruangan, di kendaraan, hingga di daerah pantai yang rawan tsunami. Dalam kondisi gempa bumi, Sarjuri, menekankan agar berusaha tenang dan tidak panik.

“Saat berada di dalam bangunan, segera berlindung di bawah meja atau perabot kuat untuk melindungi kepala dari benda yang jatuh,” ujarnya.

Namun, jika kondisi berada di luar ruangan, menurutnya, segera mencari tempat terbuka dan menjauh dari bangunan, tiang listrik, pohon besar, dan benda-benda yang membahayakan.

“Apabila saat berkendara, segera hentikan kendaraan di tempat aman dan tidak berada di bawah jembatan atau pohon besar, itu risiko,” papar dia.

Sarjuri juga menekankan pentingnya tindakan setelah gempa berhenti, seperti memeriksa kondisi diri dan orang sekitar, hanya menggunakan ponsel untuk keadaan darurat, dan terus mengikuti informasi resmi dari sumber terpercaya.

Kepala SD Muhammadiyah Kayen, Estri Rukmiyanti menyatakan kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah, dan melatih siswa beserta guru agar memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas di kelas, tetapi juga tangguh dan siap dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya.

Estri menambahkan, bahwa SD Muhammadiyah Kayen ingin menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana.

“Sekolah berharap siswa tidak panik saat menghadapi gempa dan mampu mengambil tindakan yang tepat. Dengan adanya simulasi ini, seluruh warga sekolah diharapkan dapat lebih waspada, tanggap, dan siap menghadapi situasi darurat di masa depan,” lanjutnya.

Estri juga turut mengapresiasi kepedulian PMI Sleman terhadap pendidikan kebencanaan. Menurutnya, PMI Sleman terus menunjukkan komitmen untuk memperluas edukasi kebencanaan ke sekolah dasar sebagai bagian dari program pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. (Athiful/KIM Depok)




Dinilai Aktif dan Responsif, Pemerintah Kapanewon Apresiasi Kiprah KIM Depok

Sleman – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Depok Sleman melakukan silaturahim strategis dengan Pemerintah Kapanewon Depok, pada Rabu (26/6/2025).

Panewu Anom Depok, Muhammad Falak Susanto, yang dalam kesempatan itu didampingi Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Fransiskus Suhyadi, mengatakan pertemuan ini bukan sekadar ajang tatap muka, melainkan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam penyebarluasan informasi publik di wilayah Kapanewon Depok.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kiprah KIM Depok yang dinilainya aktif, responsif, dan adaptif terhadap dinamika informasi di masyarakat.

“KIM menjadi perpanjangan tangan kami dalam menyampaikan informasi secara cepat, akurat, dan ramah masyarakat. Kami sangat terbuka untuk bersinergi dan berkolaborasi,” tuturnya.

Lebih jauh, Falak juga menekankan pentingnya membangun ekosistem informasi yang inklusif dan partisipatif. Dalam pandangannya, KIM Depok dapat memainkan peran sebagai jembatan sosial antara pemerintah dan warga, terutama dalam era digital saat arus informasi begitu deras dan rawan disalahartikan.

“Tugas kita hari ini bukan hanya menyampaikan informasi, tapi membangun kepercayaan publik lewat narasi yang jujur dan membangun. Saya yakin KIM Depok mampu menjadi teladan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Falak mengungkapkan bahwa Kapanewon Depok akan menginisiasi program Taman Hijau, sebagai bagian dari komitmen menciptakan kawasan metropolitan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Menurutnya, program ini mencakup penanaman pohon, pembangunan taman publik di wilayah padat, serta edukasi lingkungan kepada masyarakat, terutama generasi muda.

“Kota yang maju tak hanya sibuk membangun beton, tapi juga menyediakan ruang hijau sebagai nafas kehidupan. Taman Hijau ini akan menjadi ikon baru bahwa pembangunan dan keberlanjutan bisa berjalan berdampingan,” jelasnya.

Falak mengajak KIM Depok turut berperan menyosialisasikan program ini kepada masyarakat, termasuk mengangkat kisah-kisah inspiratif dari warga yang terlibat dalam kegiatan penghijauan.

Sementara Athiful Khoiri, mewakili KIM Depok, menyampaikan laporan dan refleksi kinerja KIM selama ini termasuk berbagai kegiatan penguatan literasi digital, publikasi pembangunan lokal, dan pemberdayaan UMKM.

Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan harapan agar KIM Depok mendapatkan arahan dan pendampingan dari pihak kapanewon, khususnya dalam hal penyelarasan program informasi dengan kebijakan kewilayahan.

“Kami menyadari bahwa KIM bukan hanya pelaku informasi, tetapi juga mitra strategis kapanewon dalam menjembatani kebijakan dengan masyarakat. Untuk itu, kami memohon arahan, masukan, sekaligus dukungan agar peran ini semakin kokoh dan berdampak,” ujar Athiful.

Silaturahim ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjalin komunikasi yang intensif serta kerja sama yang lebih luas, baik dalam hal pemberdayaan informasi, peningkatan literasi digital, maupun pelibatan generasi muda sebagai duta informasi kewilayahan. (Athiful/KIM Depok)




Luncurkan KHGT, Langkah Muhammadiyah untuk Dunia Islam

Sleman – Persyarikatan Muhammadiyah resmi memperkenalkan Kalender Hijriah Global Tunggal atau KHGT, sebuah inovasi penting dalam penanggalan Islam yang menerapkan prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia. Acara tersebut berlangsung di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Sleman, Rabu (25/06/2025).

Peresmian turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari dalam dan luar negeri. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bersejarah bagi umat Islam dan peradaban dunia.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan bahwa peluncuran KHGT merupakan komitmen Muhammadiyah dalam berkhidmat untuk peradaban dunia Islam secara lebih luas.

“Hari ini adalah hari bersejarah. Muhammadiyah menghadirkan KHGT untuk menegaskan peran dan posisinya di tengah globalisasi yang tak terelakkan,” ujar Haedar.

Agama Islam, ujarnya adalah agama kosmopolitan yang mengandung nilai-nilai universal, rahmatan lil ‘alamin, yang ditujukan untuk seluruh alam. Iamenambahkan bahwa Islam telah berhasil menembus batas-batas geografis dan budaya, dari Jazirah Arab hingga Eropa, Balkan, Rusia, Asia Timur, dan Asia Tenggara.

Oleh karena itu, Haedar meyakini bahwa KHGT menjadi sebuah keniscayaan mutlak guna mewujudkan persatuan dunia Islam yang selama ini terkendala oleh perbedaan penanggalan.

“KHGT adalah keniscayaan mutlak untuk mewujudkan persatuan dunia Islam,” tegasnya.

Menurutnya, KHGT bukan sekadar sebuah agenda astronomi atau teknis penanggalan biasa, melainkan wujud nyata dari semangat Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.  Kalender ini merupakan langkah maju yang penting untuk membayar utang peradaban Islam yang sudah terlalu lama tertunda.

“Kita harus mulai berubah, mengubah ijtihad kita agar dan demi hutang peradaban kita. Saya yakin kita akan terus memperkenalkan KHGT. Mari bersatu untuk satu hari, untuk satu tanggal yang sama, bagi seluruh kawasan dunia Islam,” ajak Haedar.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hamim Ilyas mengungkapkan bahwa KHGT merupakan hasil kajian mendalam dan keputusan yang diambil dalam Musyawarah Nasional Muhammadiyah ke-32 pada Februari 2024.

“Dengan KHGT, Muhammadiyah ingin melunasi utang peradaban. Selama 14 abad sejarah Islam, belum ada sistem kalender Islam yang berlaku secara global dan unifikatif. KHGT hadir untuk mewujudkan kesatuan waktu bagi umat Islam di seluruh dunia,” jelas Hamim.

Ia pun menjelaskan bahwa KHGT berlandaskan tiga prinsip utama, yaitu keseragaman hari dan tanggal di seluruh dunia untuk menandai awal bulan baru. Kemudian penggunaan hisab atau perhitungan astronomi sebagai metode utama penentuan waktu yang memungkinkan peramalan jauh ke depan. Terakhir, kesatuan matlak yang brearti pandangan bahwa seluruh permukaan bumi merupakan satu zona waktu dalam kalender Islam. (Athiful/KIM Depok)




Parenting Jadi Kunci Sukses Pendidikan Generasi Bangsa          

Sleman – SMP Muhammadiyah 2 Godean menggelar kegiatan parenting bagi orangtua siswa kelas 7 dan 8, pada Selasa (24/6/2025) di Masjid At Tauchid SMP Muhammadiyah 2 Godean. Acara itu dilaksanakan mengingat pentingnya rasa hormat seorang suami dan anak kepada istri atau ibunya.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, Ustaz Sukirman dalam kesempatan itu menuturkan bahwa ada lima hal yang harus dilakukan orang tua dan anak. Pertama, berbakti kepada Allah dan kepada orang tua. Kedua, mengikuti aturan baik Al Qur’an atau hadist. Ketiga, rajin bekerja. Keempat, menjaga kerukunan dan menghindari perpecahan.

“Hal ini kalau bisa anak mengetahui terhadap keharmonisan seorang suami istri agar seorang anak tenang belajarnya. Selanjutnya seorang anak itu akan merasa kangen terhadap orang tuanya. Jangan sampai problem keluarga atau cekcok suami istri anak mengetahuinya, maka dibiasakan agar anaknya diberikan kenyamanan sehingga tenang untuk belajar,” katanya.

“Pendengaran dan penglihatan itu 90 persen berpengaruh terhadap belajar anak. Kita tunjukkan kebanggaan dan kebahagiaan sekolah di SMP Muhammadiyah 2 Godean,” sambung Ustaz Sukriman.

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Godean, Wahdan Arifudin dalam sambutan pengantarnya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran dan kebersamaan selama ini. Ia menambahkan bahwa pihaknya selama ini telah membekali dan menyiapkan peserta didiknya dengan pembiasaan serta penguatan karakter menjadi generasi saleh dan salihah.

“Kita merasa senang karena disatukan dalam sekolah berbasis agama dan Muhammadiyah, karena insyaallah putra putri yang belajar di SMP Muhammadiyah 2 Godean akan menjadi generasi penerus dan calon pemimpin yang akan lebih maju dan memiliki pondasi agama yang kuat. Kelak pasti akan sukses dengan pembiasaan ilmu umum dan penguatan agama berupa sholat duha, dzikir, doa, tadarus, salat zuhur dan asar serta penguatan karakter lain akan mampu menghadapi dinamika masa depan,” tegas Wahdan. (Arief Hartanto / KIM Turi)