Wabup Sleman dan MTP IPHI Sleman Berikan Santunan untuk Anak Yatim Dalam “Lebaran Anak Yatim”

Sleman — Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, bersama Majelis Ta’lim Perempuan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (MTP IPHI) Kabupaten Sleman memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa dalam peringatan 10 Muharam 1447 H, yang dikenal sebagai “Lebaran Anak Yatim”, Minggu (6/7/2025) pagi di Masjid Agung Wahidin Soedirohusodo, Sleman.

Kegiatan ini rutin digelar setiap tahun oleh MTP IPHI Sleman sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim, khususnya dalam mendukung pendidikan mereka.

Ketua MTP IPHI Sleman, Miatun Thayyibah, menyampaikan bahwa santunan tahun ini berupa peralatan sekolah bagi anak yatim jenjang SLTP dan SLTA dari 17 kapanewon di Sleman. Setiap kapanewon diwakili oleh tiga anak, sehingga total sebanyak 51 anak yatim menerima santunan.

“Semoga bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak dalam menuntut ilmu,” ujar Miatun.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan konsistensi MTP IPHI dalam menyelenggarakan kegiatan santunan. Menurutnya, kegiatan ini sangat mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan akses pendidikan yang lebih merata bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Saya harap silaturahmi dan kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan. Apalagi ini bertepatan dengan hari Asyura yang penuh keberkahan, insyaallah akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT,” ungkap Danang.

Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat kepedulian sosial yang kuat di tengah masyarakat Sleman, khususnya dalam menyambut bulan Muharam sebagai momentum untuk berbagi dan mempererat ukhuwah.




REDKAR Sleman, Garda Terdepan Keselamatan Warga

Sleman – Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) di Kabupaten Sleman terus menunjukkan kiprahnya sebagai garda terdepan dalam penanggulangan kebakaran dan kedaruratan di tengah masyarakat. Dalam berbagai kejadian seperti kebakaran rumah, lahan pertanian, penyelamatan nyawa manusia, hingga evakuasi satwa liar, kehadiran REDKAR kerap menjadi penentu keselamatan.

Dengan kedekatan wilayah, para relawan mampu merespons wilayah terpencil yang sulit dijangkau. Hal ini disampaikan Ketua REDKAR Sleman, Hermas Risriyanto, saat ditemui dalam kegiatan kesiapsiagaan di Jalan Godean KM 4,5, Minggu malam (7/7/2025).

“Kami bergerak cepat karena mengenal wilayah, memahami pola kejadian di lapangan, dan punya jejaring sosial yang kuat. Dalam kondisi darurat, hal ini sangat membantu warga,” ujar Hermas.

Tak hanya bertugas dalam pemadaman, REDKAR juga aktif dalam kegiatan edukatif. Relawan kerap menggelar sosialisasi pencegahan kebakaran, pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), serta simulasi evakuasi mandiri. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan mengurangi potensi korban serta kerugian.

Menurut Hermas, keberadaan REDKAR turut memperkuat solidaritas sosial dan semangat gotong royong. “Warga semakin sadar bahwa keselamatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Sleman, melalui Satuan Polisi Pamong Praja, mendukung penuh keberadaan relawan ini berdasarkan arahan dari Kementerian Dalam Negeri melalui Surat Nomor 364.1/2272/BAK tanggal 27 April 2022, tentang percepatan pembentukan relawan pemadam kebakaran.

Berbagai pelatihan, pendampingan teknis, dan pemberian peralatan terus digencarkan. Namun demikian, kebutuhan akan dukungan masih tinggi. Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan swasta dinilai penting agar para relawan dapat bekerja secara aman dan optimal.

“Kebakaran bisa terjadi kapan saja. Kehadiran relawan di tingkat lokal sangat vital sebagai benteng awal perlindungan,” tegas Hermas.

Ia menambahkan, apresiasi terhadap relawan perlu ditingkatkan. “Mereka adalah pahlawan tanpa pamrih. Layak mendapatkan perhatian dan dukungan lebih besar,” tutupnya. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Ngaji Fotografi: Merekam Peristiwa, Mengasah Kepekaan Visual

Sleman – Komunitas Seroja Banyuraden menggelar pelatihan bertajuk Ngaji Fotografi: Memotret dengan Handphone, Minggu (6/7/2025) di Pendhapa Kekandhangan Banyuraden, Sleman. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Forum Kelompok Informasi Masyarakat (FKIM) Sembada Sleman, Adnan Iman Nurtjahjo, sebagai narasumber.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis anggota komunitas dalam memanfaatkan kamera ponsel untuk dokumentasi kegiatan, konten media sosial, maupun promosi produk UMKM. Di tengah era digital saat ini, kemampuan visual dianggap sebagai bagian penting dari literasi digital masyarakat.

“Tanpa pemahaman yang cukup, hasil jepretan hanya menjadi tumpukan gambar tanpa nilai estetika maupun makna,” jelas Adnan.

Ia menekankan pentingnya memahami aspek dasar fotografi seperti komposisi, pencahayaan, fokus, resolusi, serta sudut pengambilan gambar. Teknik seperti rule of thirds dapat membuat foto terlihat lebih dinamis dan hidup. Sementara, penggunaan cahaya alami mampu menciptakan hasil yang lebih alami dengan kebutuhan edit minimal.

Menurutnya, teknologi kamera HP saat ini sudah sangat canggih, dengan fitur-fitur seperti HDR, mode malam, potret, hingga AI scene recognition. Namun, teknologi hanya menjadi alat bantu. Tanpa pemahaman dan eksperimen dari pengguna, hasil yang diharapkan tidak akan tercapai.

“Memahami teknik memotret juga berarti menghargai momen. Ketika teknik bertemu dengan rasa, maka setiap jepretan tak sekadar gambar, tapi menjadi kisah,” lanjutnya.

Adnan juga menyoroti peran fotografi dalam dunia usaha. Bagi pelaku UMKM, kemampuan memotret produk dengan HP secara menarik dan profesional dapat mendongkrak penjualan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

“Foto produk yang baik bukan hanya menunjukkan bentuk dan warna, tapi juga menyampaikan cerita, nilai, dan karakter brand,” tambahnya.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pelatihan ini menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Keterampilan visual menjadi semakin relevan dan penting—tidak hanya untuk dokumentasi, tetapi juga untuk pemberdayaan, kreativitas, serta peningkatan kepercayaan diri dalam berkarya.

Ngaji Fotografi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun literasi digital berbasis komunitas, di mana teknologi digunakan secara bijak dan produktif. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Menuju Indonesia Bugar 2045, KORMI DIY Gelar Latihan Bersama Bio Energy Power

Sleman — Dalam upaya mendukung program nasional Menuju Indonesia Bugar 2045, Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Komunitas Beres Indonesia (KBI) menyelenggarakan kegiatan Latihan Bersama (Latbergab) Senam Bio Energy Power, Minggu (6/7/2025). Kegiatan ini dipusatkan di kawasan wisata Jogja Agro Park (JAP), Kalurahan Kemiri, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, dan diikuti oleh sekitar 35 Rumah Sehat dari berbagai wilayah di DIY.

Ribuan peserta memadati lokasi sejak pagi hari dengan penuh semangat. Mereka tampil seragam mengenakan kaos merah dan celana putih, sementara para pelatih menggunakan kaos putih dan celana hitam. Pelatih perempuan tampak kompak mengenakan jilbab merah, menciptakan suasana latihan yang rapi dan profesional.

Latihan ini bukan hanya sekadar olahraga fisik, tetapi juga menjadi momen silaturahmi antar Rumah Sehat, penguatan jejaring komunitas, serta ajang berbagi semangat hidup sehat. Nuansa kekeluargaan dan rekreatif terasa kental di tengah sesi senam yang dipandu instruktur berpengalaman.

Beragam fasilitas juga disiapkan oleh panitia, mulai dari snack, makan siang, voucher belanja, doorprize menarik, hiburan, hingga spot foto yang instagramable. Seluruh rangkaian kegiatan ini memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus motivasi bagi peserta untuk terus menjalani gaya hidup sehat.

Ketua Rumah Sehat Candi 3 Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Edisam Taufik, mengungkapkan apresiasinya. “Saya merasa sangat berbahagia bisa hadir di Latihan Bersama ini. Ini momentum luar biasa untuk memperkuat jaringan komunitas dan membangun semangat hidup sehat secara kolektif,” ujarnya.

Senada, Dukuh Candi 3, Irvan Wildana, menekankan pentingnya kegiatan positif seperti ini. “Bio Energy Power sangat bermanfaat untuk kesehatan. Dengan berkumpul, bergerak bersama, kita tidak hanya meningkatkan imun, tetapi juga mempererat persaudaraan,” katanya.

Senam Bio Energy Power sendiri merupakan olahraga olah gerak dan olah napas yang memanfaatkan energi alami tubuh. Gerakan dalam senam ini bertujuan menyeimbangkan energi, memperbaiki metabolisme, serta meningkatkan vitalitas tubuh secara alami.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat visi KORMI DIY dalam memasyarakatkan olahraga rekreasi sebagai aktivitas yang murah, menyenangkan, dan berdampak positif bagi kesehatan masyarakat.

Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, Latihan Bersama ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kalurahan dan komunitas lain di DIY untuk terus aktif, sehat, dan bahagia menuju Indonesia Bugar 2045. ESK – KIM DSN




Forum Rois Godean Gelar Pengajian Muharam, Bahas Regenerasi Pengurus dan Perkuat Peran Sosial

Sleman – Forum Rois Kapanewon Godean menggelar pengajian rutin dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kalurahan Sidomulyo, Minggu (6/7/2025) dan diikuti oleh sekitar 140 rois dari seluruh kalurahan di wilayah Kapanewon Godean.

Turut hadir dalam acara ini perwakilan Puskesmas Godean, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para Kamituwa, serta perangkat Kalurahan Sidomulyo. Acara diawali dengan pembacaan Gema Wahyu Ilahi dan dilanjutkan dengan amalan kalimat toyyibah yang dipimpin oleh Rois Sidomulyo, Samudi.

Dalam sambutannya, Ketua Forum Rois Godean, Sarbini, menyampaikan bahwa forum ini telah berjalan selama sembilan tahun dan rutin berkeliling dari satu kalurahan ke kalurahan lain setiap tahun. Ia juga menginformasikan bahwa masa kepengurusan forum akan berakhir pada bulan Agustus 2025. Oleh karena itu, setiap kalurahan diminta mengirimkan tujuh perwakilan untuk pemilihan pengurus baru yang dijadwalkan pada bulan September.

Sarbini juga menjelaskan bahwa Forum Rois Godean memiliki tiga agenda tetap dalam setahun, yakni pengajian keliling setiap bulan Muharam, pengajian Sya’ban di Kantor Kapanewon, dan pengajian Maulid di rumah Sofiyan. Ia juga mengapresiasi kerja sama Puskesmas Godean dalam penanganan jenazah yang memerlukan penanganan khusus secara medis, dan berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut.

Lurah Sidomulyo, Rustho Busono, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan rasa haru atas pengabdian para rois yang selama 24 jam siap membantu masyarakat. “Kami dari pemerintah kalurahan merasa terenyuh atas dedikasi rois. Walaupun hingga kini kami belum bisa memberikan imbalan, namun peran rois sangat besar dan layak diapresiasi,” ujarnya.

Tausiah disampaikan oleh Kepala KUA Godean, Abdul Rohim, yang baru saja ditugaskan di Godean sejak Maret 2025, setelah sebelumnya menjabat di Prambanan. Dalam tausiahnya, ia menyampaikan bahwa rois memiliki tiga fungsi utama: sebagai pemimpin, pembimbing di bidang keagamaan dan kebudayaan, serta sebagai teladan yang menyejukkan masyarakat.

Ia juga mengingatkan agar para rois terus berperan aktif membimbing masyarakat, menjauhkan diri dari penyalahgunaan narkoba, dan mengajak masyarakat memperkuat hubungan spiritual dengan memperbanyak wudu dan amalan kebaikan. (Jumeni/KIM Godean)