Semangat Cinta Tanah Air, Siswa Baru Manesa Ikuti Pendidikan Bela Negara

Sleman – Dalam rangka membentuk karakter siswa yang disiplin, cinta tanah air, dan memiliki semangat juang tinggi, MAN 4 Sleman menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara bagi siswa baru tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Rabu (23/7/2025) hingga Jumat (25/7/2025), bertempat di lapangan MAN 4 Sleman. 

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan lancer. Ini kegiatan positif untuk membekali anak-anak agar tidak mager dan mereka akan disiplin, tanggung jawab, menghargai sesame dan cinta tanah air,” ujar Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa baru dengan penuh semangat dan kedisiplinan. Materi yang diberikan meliputi pelatihan baris-berbaris, pembinaan karakter, serta pembentukan sikap mental dan tanggung jawab. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme, membangun semangat pantang menyerah, serta menanamkan motivasi untuk meraih keunggulan di berbagai bidang.

Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari Koramil Kapanewon Pakem, meliputi Babinsa Harjobinangun Serda Edi Susanto, Babinsa Pakembinangun Serda Kusdi, dan Babinsa Candibinangun Serda Lukas Mujiyanto. Ketiganya memberikan pembekalan dengan pendekatan yang tegas namun bersahabat, sehingga siswa dapat mengikuti kegiatan dengan antusias dan disiplin.

Koordinator kegiatan, Edy Suparyanto menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang tidak hanya melatih fisik. Tetapi juga membangun jiwa kepemimpinan dan solidaritas. “Kami harap siswa tidak hanya mengikuti secara fisik, tapi juga menangkap nilai-nilai yang terkandung dalam setiap kegiatan. Ini adalah bekal penting untuk perjalanan mereka di madrasah dan kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Dengan sinergi antara madrasah dan unsur TNI, kegiatan pendidikan bela negara ini menjadi langkah konkret MAN 4 Sleman (Manesa) dalam membentuk generasi yang berakhlak, berdaya saing, dan berjiwa nasionalis. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Atlet Karate Kyokushin KORMI Berpamitan Minta Doa Restu Lurah Condongcatur

Sleman – Saat ini banyak bibit-bibit berprestasi dari Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, yang menjadi atlet nasional dan dunia dari berbagai bidang olahraga.

Terbaru, Arjuna Tristan Nirwasita dan Karaissa Celena Candidia Aznii atlet karate Kyokushin didampingi orang tuanya dan Dukuh Joho berpamitan dan meminta doa restu kepada Lurah Condongcatur, Jumat (25/7/2025).

Pada kesempatan itu, Arjuna Tristan Nirwasita dan Karaissa Celena Candidia Aznii mohon doa restu mengikuti kejuaraan Fornas ke VIII 2025 yang akan di selengarakan di Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tanggal 28 – 29 Juli 2025

“Mohon doa restu dan dukunganya Bapak Lurah dan segenap warga Condongcatur dan warga DIY umumnya agar dalam pertandingan nanti diberikan kelancaran dan dapat mempersembahkan hasil yang terbaik untuk Kontingen DIY dan menjadi juara Tristan dan Celena,” ucap Arjuna Tristan Nirwasita.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji memberikan motivasi dan arahan bagi Arjuna Tristan Nirwasita dan Karaissa Celena Candidia Aznii yang akan berlaga di Nusa Tenggara Barat.

“Selamat dan sukses untuk dua atlet kebanggaan Condongcatur yang akan bertanding di Nusa Tenggara Barat. Bertandinglah dengan semangat, sportivitas, dan mental juara dan selalu jaga nama baik daerah,” ujarnya.

“Tunjukkan sikap santun, disiplin, dan pantang menyerah. Kami seluruh warga Condongcatur bangga dan akan terus mendoakan keberhasilan kalian. Bawa pulang prestasi, buktikan Condongcatur bisa,” tandas Reno.

Lurah Condongcatur juga memberikan sumbangan uang secara pribadi sekadar untuk penyemangat dan motivasi kedua atlet tersebut. (Wasana / KIM Depok)




Gapoktan Mulyo Mandiri Ikuti Pelatihan Pembuatan Agensia Hayati Paenybasillus

Sleman – Sebanyak 30 orang anggota Gapoktan “Mulyo Mandiri” Kalurahan Margomulyo, Seyegan, mengikuti pelatihan pembuatan agen hayati paenybasillus yang diselenggarakan pada, Kamis (24/7/2025) di Joglo UMKM Margomulyo. Kegiatan yang didanai dari Dana Desa tersebut merupakan kegiatan dalam rangka peningkatan kapasitas anggota Gapoktan.

Dibuka secara langsung oleh Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto yang mengapresiasi Ulu ulu dan Gapoktan atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Manajemen Gapoktan harus ditingkatkan, sedangkan pemerintah kalurahan siap memfasilitasi dengan alat pertanian dan permodalan,” jelas Eko.

Ia juga memberi semangat kepada Gapoktan Mulyo Mandiri untuk tertib dan teratur dalam berkegiatan. Sehingga dapat meyakinkan pemerintah kalurahan untuk memberikan permodalan yang lebih. Gapoktan juga dipercaya menjadi penanggung jawab dari salah satu unit usaha Bumkal “Usaha Mulia”.

Kegiatan riil gapoktan adalah reklamasi Tanah Kas Desa yang tidak produktif dan usaha budi daya ayam petelur. Berkaitan dengan pelatihan tersebut, Eko berharap masing-masing padukuhan mengembangkan sendiri pembuatan dan pengaplikasian agensia hayati.

Ketua Gapoktan Mulyo Mandiri, Sutarjo dalam sambutannya menyampaikan bahwa petani memang harus waspada terhadap hama penyakit. Sehingga kapasitas para petani mengenai pembuatan dan pengaplikasian agensia hayati dapat meningkat dan diaplikasikan lahan masing-masing.

“Penting untuk dilakukan adalah memelihara atau merawat saluran irigasi sehingga pembagian air tidak menjadi masalah,” ujar Sutarjo.

Ia mengatakan bahwa Sleman sedang mengembangkan padi merah “Sembada Merah”, yang apabila pemasaran dapat berjalan dengan lancar, petani dapat mengembangkannya.

Staf BPTP DIY, Ridho Alif Fauzi yang diperbantukan di BP4 Wilayah 3 Seyegan memberikan materi berkaitan dengan teknik pencegahan dan pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan).

Dalam penjelasannya, Alif menerangkan tentang keunggulan agen hayati paenybasillus yang akan dibuat yaitu sebagai pengendalian penyakit kresek, membantu tanaman dalam menyerap nitrogen, membantu menyuburkan tanah karena dapat menguraikan bahan organik, menekan pertumbuhan jamur atau patogen.

“Agensia hayati ini sangat efektif dalam membantu menyuburkan tanah karena dapat membantu memecah phosphat yang terkandung dalam pupuk kimia,” jelasnya.

Tentang aplikasinya, Alif juga menjelaskan caranya dalam beberapa tahapan. Pada tahap perlakuan benih, paenybasillus bisa digunakan untuk rendaman benih selama kurang lebih 15 menit. Penyemprotan juga bisa dilakukan pada saat persemaian bibit.

Penyemprotan agen hayati ini juga bisa dilakukan pada saat tanaman terkena penyakit padi jenis HDB, Blas dan BRS yang dilakukan pada umur tanam 24, 28 dan 42 hst. Agensia hayati ini juga bisa dicampur dengan perekat yang dibuat sendiri (kanji/tepung ubi kayu) atau perekat yang telah tersedia.

Alif kemudian memberikan materi utamanya yaitu praktek secara langsung pembuatan atau perbanyakan Paenybasillus. Dari mulai bahan yang digunakan yaitu kentang dan gula pasir. Adapun alat yang diperlukan adalah Fermentor dan aerator.

“Perbanyakan paenybasillus ini melalui cara diinkubasi dengan pengaliran udara ada oksigen dari aerator selama 15 hari,” jelas Alif mengakhiri penjelasannya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




KWT Lestari Gempol Gelar Pertemuan Rutin, Bahas Ketahanan Pangan di Musim Kemarau

Sleman – Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari Padukuhan Gempol, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok menggelar pertemuan rutin pada, Kamis (24/7/2025) di basecamp KWT Lestari. Kegiatan ini dihadiri oleh PPL Kalurahan Condongcatur, Ari Indriyani, serta seluruh anggota KWT Lestari.

Dalam sambutannya, Ketua KWT Lestari, Sri Asmoroning mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota atas semangat dan dedikasi yang telah ditunjukkan selama ini.

“Terima kasih atas komitmen dan kekompakan yang terus dijaga, sehingga KWT Lestari tetap tangguh dan mampu bertahan hingga sekarang,” ujarnya.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Ari Indriyani dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa perkembangan pertanian di wilayah Condongcatur saat ini cukup pesat. Ia pun menyoroti pentingnya pemilihan tanaman yang tepat untuk musim kemarau.

“Tanaman seperti kacang tanah, talas, dan singkong sangat cocok untuk musim kemarau. Kacang tanah, khususnya, memiliki manfaat ganda karena mengandung rhizobium atau bintil akar yang mampu menyuburkan dan menggemburkan tanah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ari Indriyani menegaskan pentingnya peran KWT dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat masyarakat.

“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. KWT sebagai wadah perempuan-perempuan tangguh, memiliki potensi besar dalam mewujudkan kemandirian pangan lokal,” ungkapnya.

Pertemuan sore itu berlangsung hangat dan penuh semangat, menandai komitmen KWT Lestari dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan. (Tri Suhartati / KIM Depok)




Ketua GP Ansor Sleman Tulis Buku Peta Jalan Ansor Masa Depan, Kompas Gerakan Pemuda Menuju Transformasi

Sleman – Dalam upaya membangun gerakan yang relevan dengan zaman dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sleman, H.M. Najib Yuliantoro menulis sebuah buku berjudul Peta Jalan Ansor Masa Depan. Sebuah konsep strategis bagi Gerakan Pemuda Ansor sebagai organisasi kepemudaan yang telah menjadi tulang punggung perjuangan sosial-keagamaan Nahdlatul Ulama di Indonesia.

Berdasarkan keterangannya saat dijumpai di Pondok Pesantren Nurul Ishlahiyyah, Ngemplak, Sleman, Kamis (24/7/2025), buku ini bukan sekadar catatan reflektif, melainkan sebuah visi strategis yang dirumuskan berdasarkan pengalaman, dinamika organisasi, dan tantangan global. Ditulis dengan gaya naratif yang kuat dan argumentatif yang tajam, sehingga menjadi bahan diskusi hangat di kalangan kader muda Nahdlatul Ulama dan pemerhati gerakan kepemudaan.

Dalam setiap bab yang sistematis, Ia mengajak pembaca untuk memahami ulang orientasi dasar GP Ansor, serta pentingnya revitalisasi peran kader dalam menjawab isu-isu kebangsaan, teknologi, dan lingkungan. Sekaligus menegaskan bahwa gerakan pemuda hari ini tidak cukup hanya hadir dalam kegiatan seremonial, melainkan harus hadir di ruang-ruang strategis pengambilan keputusan, pengembangan inovasi, dan advokasi sosial.

Dengan pendekatan yang menggabungkan pembacaan historis, refleksi teoritis, dan desain praksis gerakan, penulis yang akrab dipanggil Gus Najib tersebut mendorong para kader dan pemimpin Ansor untuk menata ulang orientasi, memperbarui energi, serta memperkuat daya tahan organisasi di tengah tantangan zaman yang penuh ketidakpastian.

“Gerakan pemuda tidak pernah lahir di ruang hampa. Ia berpijak pada sejarah, dibentuk oleh gagasan, dan bergerak dalam medan aksi yang terus berubah,” tandasnya.

Pentingnya digitalisasi organisasi menjadi salah satu benang merah yang ditarik dalam buku ini. Pria yang juga sebagai Dosen di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menekankan bahwa Ansor harus mampu menjadi pelopor dalam literasi digital, memanfaatkan teknologi informasi sebagai alat dakwah dan pemberdayaan. Salah satu bab bahkan memuat konsep aplikasi berbasis komunitas yang bisa memetakan potensi kader dan kebutuhan sosial di tiap kapanewon.

Lebih dari itu, buku Peta Jalan Ansor Masa Depan ini juga menjadi otokritik terhadap pola kaderisasi yang stagnan dan cenderung repetitif. Gus Najib menawarkan model kaderisasi berbasis minat dan potensi, di mana setiap kader diberi ruang untuk berkembang sesuai keahlian, tanpa meninggalkan nilai-nilai ideologis ke-NU-an dan keindonesiaan.

Dengan buku yang akan diluncurkan secara resmi pada 27 Juli 2025 di Wedomartani, Sleman, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sleman tidak hanya menulis buku, tetapi menyusun cetak biru gerakan yang transformatif dan adaptif terhadap tantangan zaman. Ia membuktikan bahwa kepemimpinan yang kuat tidak hanya terwujud dalam pidato dan rapat, tetapi juga dalam gagasan tertulis yang mampu menginspirasi dan menggerakkan. “Buku ini bukan sekadar peta, tetapi juga kompas moral dan strategi menuju masa depan Ansor yang lebih progresif dan berdaya guna,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping).