Dorong Pembenahan Tata Kelola Tambang MBLB, KPK Tandatangani Komitmen Bersama Kepala Daerah di DIY

Sleman – Sebagai upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan bebas dari korupsi pada pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) lakukan penandatangan komitmen bersama dengan Pemerintah Daerah di wilayah Provinsi DIY, Rabu (30/7).

Berlangsung di Gedhong Pracimasono Kepatihan, penandatanganan komitmen bersama dilakukan oleh Gubernur DIY, Bupati Sleman, Bupati Gunung Kidul, Bupati Kulon Progo, Bupati Bantul, dan jajaran Forkopimda di masing-masing daerah.

Adapun isi komitmen bersama yang ditandatangani tersebut yaitu komitmen mendukung tata kelola pertambangan MBLB yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, komitmen melaksanakan penegakan hukum dan menghindari konflik kepentingan terhadap kegiatan Pertambangan Tanpa Izin (Peti), komitmen transparansi dan kemudahan dalam proses pengajuan izin usaha pertambangan MBLB, komitmen melakukan penguatan dan pengawasan dan koordinasi antar instansi, komitmen mendukung pertambangan MBLB yang berwawasan lingkungan, serta melaksanakan rencana aksi pembenahan tata kelola pertambangan MBLB.

Dalam sambutannya, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah III KPK, Eky Kusumastuti menyampaikan bahwa untuk mewujudkan komitmen tersebut, pihaknya membutuhkan dukungan pengawasan dari Pemerintah Daerah terhadap tata kelola pertambangan MBLB.

“Permasalahan pertambangan ini jika tidak dikelola dengan baik, tentu akan memberi dampak yang berat bagi masyarakat. Bahkan, sampai dengan berdampak pada pencemaran lingkungan,” ungkapnya.

Ely juga mengungkapkan, pihaknya tengah memiliki data terkait kegiatan pertambangan liar yang terjadi di 12 titik tersebar di beberapa wilayah. Menurutnya, pertambangan ilegal tersebut berpotensi memberikan kerugian bagi negara.

“Banyak kerusakan lingkungan yang diakibatkan pertambangan ilegal. Sedangkan PAD yang didapat tidak sepadan untuk membenahi kerusakan lingkungan akibat dari pertambangan ilegal tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X mendorong Pemerintah Daerah di DIY untuk memiliki komitmen terkait pembenahan sistem dalam tata kelola pertambangan MBLB.

Sri Sultan mencontohkan, pada tahun 2010, Pemerintah Provinsi DIY bersama Pemkab Sleman mengeluarkan kebijakan terkait pertambangan di kawasan lereng Merapi.

Kebijakan ini memperbolehkan kegiatan pertambangan yang dilakukan oleh masyarakat yang berada di wilayah lereng Merapi dan tidak diperbolehkan untuk pertambangan perusahaan besar.

“Kita sepakat pertambangan itu boleh. Untuk mendapatkan izinnya itu ada (prosedur). Semua ada perizinannya. Harapan saya Pemda harus menentukan yang boleh ditambang, batas-batasnya dan lokasinya dimana. Kalau sudah ditentukan baru bisa dikavling,” jelasnya.

Kavling itulah yang nantinya akan dikelola oleh kelompok-kelompok kecil (masyarakat) sebagai tambahan penghasilan.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan kesiapan Pemkab Sleman dalam mendukung komitmen bersama terkait tata kelola pertambangan MBLB di wilayah Kabupaten Sleman.

“Pada prinsipnya kami siap mendukung, membantu, dan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DIY maupun Pemerintah Pusat kaitan dengan pertambangan MBLB,” katanya.




Peduli Pendidikan, MTP IPHI Serahkan Santunan untuk Baitul Qowwam Plumbon Tempel

Sleman – Majelis Ta’lim Perempuan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (MTP IPHI) Kabupaten Sleman melakukan kunjugan ke Pondok Pesantren Baitul Qowwam Qowwam Plumbon, Tempel, Sleman, Selasa (29/7/2025). Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim, khususnya dalam mendukung pendidikan mereka.

Ketua MTP IPHI Sleman, Hj. Miatun Thayyibah dan Sekretaris MTP IPHI Sleman, Hj. Sarju, menyampaikan bahwa santunan tahun ini berupa peralatan sekolah bagi anak yatim jenjang SLTP dan SLTA bagi santri di Baitul Qowwam.

 “Semoga bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak dalam menuntut ilmu,” ujar Miatun.

Pada kesempatan itu, pengurus Pondok Pesantren Baitul Qowwam diwakili oleh Ustaz Muhtarom, Ustaz Aris Eko P, dan Ustazah Nurcahya Wijayanti menerima sejumlah bantuan berupa alat tulis dan kebutuhan pokok harian.

“Kami sangat berterima kasih atas santunan yang diberikan oleh MTP-IPHI Sleman. Sebuah kepedulian yang berarti bagi kami serta anak-anak di pondok pesantren yang baru dirintis ini. Semoga Allah membalas kebaikan ibu-ibu semua,” tutur Muhtarom.

Panti Asuhan Baitul Qowwam saat ini menampung sekitar 50 anak yang berasal dari berbagai latar belakang.  Pondok pesantren tersebut saat ini tengah menyempurnakan pembangunan lantai tiga untuk rencana ruang kelas. Muhtarom pun mengatakan pihaknya masih membuka kesempatan untuk berdonasi. (Arief Hartanto / KIM Turi)




Forum KIM Depok 2025-2029 Resmi Dikukuhkan, Panewu Depok: KIM adalah Ujung Tombak Publikasi Pemerintah

Sleman – Forum Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kapanewon Depok periode 2025–2029 resmi dikukuhkan di Ruang PKK Kapanewon Depok, Selasa (29/7/2025).

Prosesi pengukuhan dilakukan langsung oleh Panewu Depok, Djoko Muljanto, yang menegaskan pentingnya peran KIM dalam publikasi informasi pemerintah dan potensi lokal wilayah.

Djoko pun menekankan bahwa KIM adalah ujung tombak publikasi di tingkat kapanewon. Ia mengapresiasi keterlibatan aktif KIM dalam menyampaikan informasi pembangunan dan program pemerintah secara akurat dan bertanggung jawab.

“Saya minta komitmen dan konsistensi para anggota dalam menulis dan menyebarluaskan berita yang membangun. KIM juga harus menjadi mata dan telinga masyarakat, menggali potensi-potensi tersembunyi di wilayah kelurahan dan padukuhan,” tegas Djoko.

Pengukuhan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman, Budi Santosa.

Dalam arahannya, Budi menyampaikan harapan agar KIM Depok mampu menjadi perantara yang efektif antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menjadi filter terhadap banjir informasi yang belum terverifikasi.

“KIM adalah jembatan komunikasi. Dari 43 Forum KIM di Sleman, baru 25 yang aktif. Kami berharap KIM Depok bisa menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks dan menyemai semangat literasi digital,” ungkap Budi.

Ia juga mengingatkan bahwa semangat kebaikan yang ditanamkan dalam kerja-kerja informasi pasti akan berbuah kebaikan pula di masyarakat.

Sementara itu, Ketua Forum KIM Daerah Istimewa Yogyakarta, H. Suripto, menyebut pelantikan Forum KIM Depok ini sebagai angin segar bagi perkembangan ekosistem informasi publik di tingkat lokal.

Ia menilai KIM Depok merupakan salah satu forum paling aktif dan progresif dalam menyuarakan potensi dan peristiwa di wilayah Sleman, khususnya Depok.

“Peremajaan struktur itu penting agar KIM terus bisa mengikuti irama zaman. Tantangan informasi kini sangat cepat dan kompleks. KIM tidak bisa hanya mengandalkan semangat, tapi juga harus adaptif secara teknologi dan konten,” ujar Suripto.

Dengan pengukuhan ini, Forum KIM Depok diharapkan semakin solid sebagai mitra strategis pemerintah kapanewon dalam membangun masyarakat informatif yang cerdas, kritis, dan partisipatif.

Melalui informasi yang kredibel dan inspiratif, KIM diharapkan mampu menjadi simpul komunikasi yang menjembatani aspirasi warga dan kinerja pemerintah secara harmonis dan produktif. (Athiful/KIM Depok)




Prestasi Membanggakan, Atlet Taekwondo Sleman Borong Medali di Kapolri Cup VI 2025

Sleman – Delegasi atlet taekwondo Kabupaten Sleman berhasil menorehkan prestasi gemilang dikancah nasional. Dalam kejuaraan taekwondo Pekan Olahraga Nasional (PON) Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Cup VI Tahun 2025 yang digelar di Gedung Olah Raga Jatidiri Semarang, kontingen Sleman berhasil menyabet dua medali emas dan tiga medali perak. Hal tersebut dikatakan Pelatih Tim Revolution Sleman, Arifin Yudi di kediamannya Sambisari, Ngemplak, Sleman, Selasa (29/7/2025).

Ia mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas pencapaian anak asuhnya yang mampu bersaing di antara ratusan peserta dari unsur TNI, Polri, dan umum se-Indonesia yang mempertandingkan Poomse (Jurus) dan Kyorugi (Pertarungan). Menurutnya, hasil ini merupakan buah dari latihan panjang yang dijalani para atlet secara konsisten selama beberapa bulan terakhir.

“Capaian ini tak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar taekwondo Sleman, namun juga membuktikan bahwa pembinaan olahraga di daerah terus menunjukkan hasil positif,” ucap Yudi.

Tim Revolution meraih medali emas lewat atlet asal Kalasan, Savira Rizky Kusuma Wardhani yang bertanding di Kategori Kyorugi Putri U62 kg, dan atlet asal Berbah, Arjun Uswatun Khori Safitri kategori Kyorugi Senior Putri U67 kg.

Sedangkan medali perak didapatkan dari atlet asal Kalasan, Dhelfiana Pramudya Wardhani di kategori Kyorugi Senior Putri U49 kg. Kemduian atlet asal Depok, Rivaldo Jaka Pradana Putra di kategori Kyorugi Senior Putra U80 kg, dan atlet asal Prambanan, Arfa’ni Darojatun yang turun di Kategori Poomsae Senior Putri.

Yudi juga menyoroti pentingnya kerja sama yang erat antara pelatih, orang tua, dojang (aula latihan), dan pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari ekosistem pembinaan yang sehat dan kolaboratif.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Orang tua yang selalu mendampingi, dojang yang konsisten melatih dari usia dini, dan dukungan Dinas Pemuda dan Olahraga Sleman adalah kunci sukses kita hari ini,” tegasnya.

Harapannya, prestasi ini menjadi pemicu semangat bagi atlet lain di Sleman agar terus berlatih dan tidak cepat puas. Target pada kejuaraan berikutnya, Sleman bisa memperluas capaian dengan lebih banyak nomor yang diikuti dan medali yang diraih.

“Ini baru awal. Kami ingin membawa atlet Sleman tembus ke pelatnas, dan kelak berdiri di podium internasional mengibarkan Merah Putih,” ungkapnya optimistis.

Sementara itu, Savira Rizky Kusuma Wardhani yang mendampingi Arifin Yudi mengaku sangat bersyukur dan terharu atas pencapaiannya. Ia menyebut kemenangan ini sebagai mimpi yang jadi kenyataan setelah perjuangan panjang dan latihan keras selama berbulan-bulan.

“Rasanya campur aduk, antara bangga dan bahagia. Setiap hari saya latihan dengan target ini, jadi ketika akhirnya bisa berdiri di podium tertinggi, rasanya seperti tidak percaya,” ujarnya dengan mata berbinar.

Akhirnya, Yudi berharap momen ini menjadi awal kebangkitan olahraga bela diri di Sleman. Pihaknya akan terus konsisten membina, mengevaluasi, dan mendampingi para atlet agar bisa naik ke level internasional.

“Medali hanyalah symbol, yang paling penting adalah membangun generasi muda Sleman yang sehat, tangguh, dan membawa harum nama daerahnya,” tutupnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Peningkatan Kapasitas dan Sosialisasi Kelembagaan Jadi Strategi Penguatan UMKM

Sleman – Forkom UMKM Kalurahan Margomulyo menggelar peningkatan kapasitas dan sosialisasi kelembagaan sebagai strategi penguatan UMKM, Selasa (29 /7/2025), di Joglo UMKM Margomulyo. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta pelaku UMKM se-Kalurahan Margomulyo.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran sesuai dengan visi misi Kalurahan Margomulyo.  

“UMKM akan menjadi mitra dari BUMKal yang ditunjuk sebagai supplier Makan Bergizi Gratis (MBG),” jelas Eko.

Program ketahanan pangan juga menjadi momentum keterlibatan UMKM dalam pemenuhan bahan pokok yang dibutuhkan oleh MBG. Eko menjelaskan bahwa budidaya ternak ayam petelur saat ini tengah dirintis.

Selanjutnya di bidang pertanian, pihaknya juga mengembangkan budidaya jagung bekerja sama dengan Polri. Sedangkan pemenuhan bahan pokok lain seperti beras dan tempe diharapkan dapat menggandeng produsen lokal yang ada di Margomulyo.

“Kalurahan memfasilitasi lahan yang sudah siap, di sebelah barat kalurahan akan dibangun pasar tradisional. Sedangkan di sebelah timur akan digunakan sebagai kawasan kuliner,” kata Eko.

Ketua Forkom UMKM Kabupaten Sleman, H. Ardi Sahemi mengatakan bahwa keberadaan Forkom UMKM dari tingkat kalurahan, kapanewon maupun kabupaten merupakan produk hukum yang terdapat dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 49 tahun 2022.

Ardi pun menjelaskan tentang fungsi Forkom sendiri, yaitu meningkatkan usaha UMKM dengan cara mengenalkan produk, meningkatkan relasi, mengembangkan penjualan atau repeat order, mengoptimalkan omset, dan mendorong kesejahteraan.

“Dengan meningkatnya omset belum tentu penghasilan tinggi, dan kalau sudah meningkat kesejahteraannya jangan lupa meningkat pula sedekahnya,” tandasnya.

Ardi kemudian menambahkan kiat menjadi Forkom UMKM yang kuat. Tidak bisa dipungkiri kemampuan yang memadai menjadi syarat yang harus ada, selain kemampuan mengatur waktu serta melibatkan individu yang ada di wilayah.

“Selain itu keterampilan dan komposisi kaum muda menjadikan tata kelola UMKM yang semakin baik dengan berpedoman pada AD/ART UMKM. Pendeknya menjadikan Forkom sebagai rumah bersama UMKM,” ujarnya mengakhiri materinya.

Salah satu anggota Forkom UMKM Kabupaten Bidang Sumber Daya Manusia, Zein Risna mengingatkan kepada peserta bahwa pengurus forkom menjalankan fungsi filantropi atau relawan. Sehingga kedudukan Forkom UMKM Kalurahan sebagai mitra sejajar dengan pamong kalurahan. Pedoman AD/ART dari kalurahan sampai kabupaten sama, yang membedakan adalah program kerja yang disesuaikan dengan kearifan lokal.

“UMKM dalam menjalankan kemitraannya tidak akan lepas dari suatu masalah yang berkaitan dengan permodalan dan pemasaran. Untuk itu, pelaku UMKM hendaknya melakukan kolaborasi dengan banyak pihak, artinya linknya sebanyak banyaknya,” ujar Zein mengakhiri penjelasannya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemilihan pengurus Forkom UMKM yang baru. Dari hasil musyawarah mufakat terpilih secara bulat, Rustiningsih sebagai Ketua Forkom yang baru. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)