Farm Field Day, Sekolah Lapang Budidaya Ayam Jawa Super Tahun 2025 Margoagung Ditutup

Sleman – Sekolah Lapang Budidaya Ayam Jawa Super di Padukuhan Gentan, Margoagung, Seyegan, resmi ditutup, Rabu (30/7/2025). Acara penutupan ini diikuti oleh 25 peserta yang tergabung dalam Guyub Makmur.

Sebelumnya, sekolah lapang tersebut telah beroperasi selama 60 hari, sejak 21 Mei sampai dengan 30 Juli 2025. Hadir dalam acara itu Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Kawat Kemakmuran Kapanewon Seyegan, Super Farm Sleman, BP4 Seyegan dan Ulu ulu Margoagung.

Perwakilan DP3 Kabupaten Sleman, Sri Haryantini dalam pengantarnya menyampaikan bahwa sebelum resmi ditutup, kegiatan sekolah lapang ini perlu dievaluasi oleh para pendamping.

“Sekolah lapang ini harus ada keberlanjutannya sebagaimana berita acara yang ditanda tangani diawal program dulu. Untuk itu perlu adanya evaluasi untuk dijadikan pembelajaran selanjutnya,” jelas Sri.

Ia menyampaikan bahwa tingkat kehadiran peserta selama masa panen 56 hari mencapai 85 % dan tergolong baik. Hasil pre test 36,67 sedangkan post test 45,28 sehingga terjadi kenaikan pengetahuan 23,39. Sementara dalam hal budidaya sendiri, 500 ekor yang dipelihara terjadi kematian sebanyak 36 ekor.

Sri juga sampaikan bahwa tidak semua ayam Jawa Super bisa dipanen. Hanya ayam yang beratnya minimal delapan ons yang dipanen. Dengan pertimbangan tersebut, maka untuk panen ayam joper kelompok Guyub Rukun ini akan dilaksanakan pada hari Senin mendatang.

Lalu panen sendiri akan dilakukan oleh mitra dari Super Farm dan pelaksanaan panen pada malam hari. Untuk kepentingan transparansi, anggota Guyub Rukun diharapkan dapat memberikan pendampingan.  

“Hasil panen oleh kelompok segera diwujudkan dengan pembelian DOC dan pakan ayam. Untuk pemasaran akan diserahkan ke kelompok apakah akan dilakukan secara mandiri atau kemitraan dengan super farm,” ungkap Sri.

Salah satu praktisi Super Farm, Muhammad Fadil Ilham dalam evaluasinya menyampaikan bahwa panen akan mundur karena bobot atau berat badan ayam belum seragam. Hal ini dikarenakan ada sebagian ayam yang terserang penyakit sehingga nafsu makan berkurang.

“Untuk tahap awal panen ini akan dipanen 150 ekor ayam joper yang berat badannya minimal 8 ons,” jelas Fadil.

Ia juga menjelaskan bahwa bibit ayam joper yang baik adalah yang mempunyai berat 0,39 ons. Pada masa 21 hari pertama merupakan masa emas dari ayam. Waktu inilah yang digunakan untuk perawatan yang optimal.

Artinya pakan yang bagus dan tepat akan terkonversi menjadi daging. Bila ada ayam yang pertumbuhannya kerdil, segera dipisahkan karena ada indikasi kalah makan dengan ayam lainnya. Di samping itu pertumbuhan ayam juga akan terhambat bila terkena penyakit.

Fadil pun mengingatkan agar ilmu yang diperoleh peserta dalam Sekolah Lapang Budidaya Ayam Jawa Super ini bisa menjadi bekal menjalankan bisnis budidaya ayam joper secara mandiri ataupun kelompok. (Sutarto Agus/ KIM Seyegan)




Pokja 1 TP-PKK Banyuraden Galakkan Senam Bugar Lansia, Jaga Vitalitas di Usia Senja

Sleman – Sebagai upaya konkret mendukung gaya hidup sehat bagi warga usia lanjut, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalurahan Banyuraden khususnya kelompok kerja (Pokja 1) menggelar senam bugar lansia yang berlangsung di halaman kantor Kalurahan Banyuraden, Gamping, Sleman, Rabu (30/7/2025).

Program ini sejalan dengan misi Pokja 1 Tim Penggerak PKK yang berfokus pada pembinaan karakter keluarga, termasuk dalam mewujudkan keluarga sehat secara menyeluruh. Lansia yang sehat akan lebih bahagia dan mandiri, serta tetap mampu berkontribusi dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Karena itu, Pokja 1 memprioritaskan program senam ini sebagai bagian dari kegiatan rutin yang berkelanjutan.

Ketua Pokja 1 TP-PKK Banyuraden, Murajiyem menuturkan bahwa senam bugar ini sebagai aksi nyata untuk mewujudkan lansia tangguh.

“Kita ingin para orang tua kita tetap aktif dan merasa dihargai. Lewat senam ini, mereka punya wadah untuk bergerak, bersosialisasi, dan menjaga semangat hidup,” ujarnya.

Puluhan peserta yang hadir berasal dari berbagai padukuhan di wilayah Kalurahan Banyuraden. Setiap minggunya, mereka datang dengan pakaian olahraga berwarna cerah, membawa semangat dan keceriaan yang menular bagi siapa pun yang melihatnya. Bahkan beberapa kader muda turut serta membantu mengatur kegiatan ini, menciptakan kolaborasi lintas generasi.

Dampak positif kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh para lansia, tetapi juga oleh keluarganya. Lansia yang rutin berolahraga menunjukkan peningkatan dalam kualitas tidur, pengurangan keluhan sendi, serta meningkatnya rasa percaya diri.

“Tak heran jika kegiatan ini turut mendapat dukungan dari pihak kalurahan dan puskesmas setempat,” terang Murajiyem.

Sementara itu, Ratna Indah selaku Koordinator Senam Pokja 1 mengatakan, dengan keberlanjutan program ini, pihaknya berharap bisa menjadi contoh baik bagi wilayah lain. Hal ini membuktikan bahwa perhatian kepada lansia tidak harus mahal atau rumit. Namun dibutuhkan komitmen serta konsistensi untuk menghadirkan ruang aman dan sehat bagi para orang tua.

Senam bugar lansia yang dipandu oleh Endang Keni Laras selaku instruktur telah menjadi simbol keberpihakan masyarakat Banyuraden pada warganya yang telah lanjut usia. Ini adalah bentuk penghormatan, kepedulian, dan cinta yang diwujudkan dalam gerakan-gerakan sederhana, namun penuh makna. Dalam setiap ayunan tangan dan langkah kecil mereka, tersimpan harapan agar usia senja tetap bercahaya.

Selain itu, kegiatan senam juga menjadi bagian dari strategi pencegahan penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, dan osteoporosis yang banyak menyerang lansia. Melalui pendekatan preventif yang ringan dan menyenangkan, Pokja 1 turut berkontribusi pada upaya promotif kesehatan masyarakat.

Dalam pandangan TP-PKK, membangun keluarga sehat dimulai dari penghargaan terhadap semua siklus usia, termasuk lansia. Pokja 1 membuktikan bahwa dengan perhatian dan aksi sederhana seperti senam bersama, nilai kemanusiaan dan kebersamaan bisa terus hidup dan berkembang. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Paskibra Wahana Pembinaan Generasi Muda

Sleman – Kegiatan latihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) bukan semata menyiapkan petugas upacara, namun juga sebagai wahana pembinaan bagi generasi muda. Kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras kerja sama dalam satu tim, hingga semangat patriotisme akan didapatkan oleh para peserta calon Paskibra.

“Selamat berlatih, laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Semoga lancar sukses,” papar Panewu Pakem, Tri Akhmeriyadi saat memberikan sambutan pada Penyerahan Calon Paskibra Pakem, Kamis (31/7/2025) di halaman SMP Negeri 3 Pakem Harjobinangun, Pakem, Sleman.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Danramil, Kapolsek, KUA, 9 Kepala atau Perwakilan SMA/SMK/MA se-Kapanewon Pakem, serta tim pelatih.  Kegiatan diawali dengan penyerahan secara resmi 36 calon paskibra oleh Bellvenisa Stephanus Cawa dari SMK Sanjaya Pakem dan diterima oleh Panewu Pakem Tri Akhmeriyadi. 

Panewu Pakem kemudian menyerahkannya secara resmi kepada Ketua Panitia Peringatan HUT ke – 80 Proklamasi Kemerdekaan RI, Zaini Anwar. 

“Kami serahkan para putra terbaik untuk dibimbing dan dilatih menjadi Paskibra Kapanewon Pakem.  Semoga semua dapat berjalan dengan baik,” tegas Panewu Pakem, Tri Akhmeriyadi.

Setelah penyerahan, kegiatan dilanjutkan dengan latihan perdana dengan bimbingan dari Tim Pelatih Paskibra Kapanewon Pakem.  Berdasarkan surat resmi dari Kapanewon Pakem yang masuk ke sekolah, calon Paskibra akan melaksanakan latihan rutin sembilan kali.

Di mana, satu kali latihan gladi kotor dan satu kali gladi bersih di Lapangan Pojok Harjobinangun Pakem.  Pengukuhan direncanakan pada Jum’at, 5 Agustus 2025 di kantor kapanewon.

Nampak para peserta calon Paskibra Pakem antusias mengikuti latihan. Calon Paskibra Pakem berjumlah 36 siswa-siswi yang terpilih dari SMA 3 Islam, SMA Sahabatqu, SMA Muhammadiyah Pakem, SMK Kanisius, SMA Sanjaya Pakem, SMK Hamong Putra, dan SMAT Darul Hikmah, SMA Negeri 1 Pakem dan MAN 4 Sleman.  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Gelar Budaya Semarakkan HUT ke-80 RI di Berbah

Sleman – Dalam rangka persiapan semarakkan peringatan HUT ke-80 RI, Kapanewon Berbah menyelenggarakan rapat koordinasi di Resto Omah Dahar Mbah Wanto, Berbah, Rabu (30/7/2025). Rapat tersebut dipimpin oleh Panewu Anom Kapanewon Berbah, Noor Bramantyo, dan dihadiri oleh forkom, serta lembaga yang ada di Kapanewon Berbah

Panewu Berbah, Djaka Sumarsono menyampaikan bahwa peringatan HUT RI merupakan perayaan bersama dan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.

Untuk itu diharapkan semua instansi dan lembaga se-Kapanewon Berbah berperan akatif mendukung kegiatan tersebut. Selain upacara, rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus ialah lomba kesemarakkan padukuhan, senam, donor darah dan gelar budaya.

Adapun tema yang diusung pada HUT ke-80 kali ini ialah ‘Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’. Tema tersebut menekankan pentingnya persatuan, kedaulatan, kesejahteraan rakyat dan kemajuan Indonesia. Dengan tujuan membangkitkan semangat nasionalisme, kebanggaan menjadi bangsa Indonesia dan optimisme menyongsong mas depan.

“Semoga dengan dukungan semua instansi dan lembaga, rangkaian peringatan HUT ke-80 RI berjalan sesuai yang kita harapkan,” ungkapnya.

Kepala Jawatan Sosial, Murjiyanta menyampaikan rincian rencana kegiatan peringatan 17 Agustus tahun 2025 di Kapanewon Berbah. Kegiatan pertama lomba kesemarakkan yang akan diikuti 58 padukuhan se-Kapanewon Berbah. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 11 sampai dengan tanggal 15 Agustus 2025.

Kegiatan lainnya difokuskan pada Sabtu, 23 Agustus 2025 di lapangan Tegaltirto Berbah. Adapun kegiatannya yaitu senam masal yang akan diikuti 1000 orang, donor darah dan gelar budaya berupa pentas tari, dan pentas kesenian tradisional jathilan.

“Pada kegiatan senam masal, donor darah dan gelar budaya juga menggandeng FORKOM UMKM Kapanewon Berbah. Dalam upaya memberikan ruang pemasaran produk pelaku usaha di Kapanewon Berbah,” tambahnya.

Pada kesempatan ini Kapolsek Berbah, Dwi Daryanto mengingatkan pentingnya koordinasi penyelenggara kegiatan dengan Polsek di wilayah terkait. Persiapan pengaman pada saat pelaksanaan kegiatan.

Laporan panitia penyelenggara kegiatan sangat penting, sebagai pedoman tindakan pengamanan yang akan dilaksanakan. Manajemen pengelolaan sesuai dengan tamu yang diundang, jumlah pengunjung dan tingkat kerawanan yang mungkin terjadi. Sebagai tindak mitigasi kejadian tidak terduga pada saat pelaksanaan kegiatan.

“Tindakan pengamanan kegiatan sebagai bentuk tanggung jawab kepolisian untuk menciptakan kenyamanan masyarakat dalam memperingati hari kemerdekaan,” jelas Dwi. (Kusnadi / KIM Berbah)




Pramuka dan Ekskul Pilihan Jadi Media Tumbuhkan Budi Pekerti Luhur pada Siswa

Sleman — Kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) wajib pramuka dan ekskulpPilihan bagi siswa kelas X resmi dibuka oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Edy Suparyanto, Rabu (30/07/2025) di halaman madrasah.

Pembukaan kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian pembinaan karakter dan kedisiplinan siswa melalui kegiatan kepramukaan serta ekskul pilihan.  Kepramukaan sendiri menyiapkan banyak kegiatan sebagai bagian penanaman nilai-nilai karakter dan budi pekerti luhur.  Pembukaan kegiatan ekskul ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan.

Dalam sambutannya, Edy menyampaikan pesan penting mengenai kesehatan dan suasana belajar yang menyenangkan.

“Jalani dengan rasa senang karena senang itu menyehatkan dan sehat itu menyenangkan,” ujarnya.  

MAN 4 Sleman menyiapkan program eksul wajib dan pilihan. Dengan menyiapkan pembimbing dan fasilitas, tempat, jadwal, yang semuanya untuk dimanfaatkan oleh seluruh siswa. 

Kegiatan pramuka sendiri merupakan salah satu dari banyak pilihan ekstrakurikuler (ekskul) yang disiapkankan MAN 4 Sleman. Adapun jenis-jenis eskul pilihan di antaranya akustik, bola voli, bulutangkis, catur, futsal, hadroh, jurnalistik, kaligrafi, MAYORS (Manesa Young researchers), PIK R, Palang Merah Remaja (PMR), public speaking dan jurnalistik, pencak silat, tenis meja, tari, sinnema (Sineas Muda Manesa), tahfidz, BTAQ, dan pramuka.

“Jalani dan ikuti ekskul dengan penuh rasa senang, sesuai passion-mu.  Kami tunggu prestasimu. Kami tunggu medali, piala kejuaran yang kalian peroleh,” tegas Edy memotivasi. 

Ia juga menekankan kegiatan kepramukaan memiliki nilai-nilai luhur, khususnya kecintaan terhadap alam dan lingkungan. Ia pun mengajak seluruh siswa untuk menciptakan suasana madrasah yang bersih, indah, dan rapi.

“Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Bersama ciptakan lingkungan nyaman untuk belajar,” tegasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan disiplin yang ditanamkan melalui kegiatan pramuka, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, cinta alam, dan peduli terhadap sesama.  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)