Pemerintah Salurkan 19,1 Ton Beras BOP untuk 958 Keluarga di Sardonoharjo Sleman

Sleman – Pemerintah RI terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tekanan harga kebutuhan pokok yang terus meningkat. Melalui program Bantuan Operasional Pangan (BOP) yang dikelola Perum Bulog, sebanyak 958 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, menerima bantuan beras untuk alokasi bulan Juni dan Juli 2025.
Setiap KPM menerima dua karung beras masing-masing 10 kilogram. Total bantuan yang disalurkan mencapai Kilogram atau 19,1 ton. Pengiriman beras dilakukan sejak malam sebelumnya agar distribusi dapat dimulai lebih awal pada Sabtu pagi (26/7/2025).
Distribusi berjalan tertib dan efisien berkat sinergi antara Bulog, Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo, serta peran aktif masyarakat melalui Karang Taruna, Tenaga Pelaksana Sosial Kemasyarakatan (TPSK), dan Kelompok Siaga Bencana (KSB).
Kamituwa Sardonoharjo, Bayu Kristiyanto, menyampaikan bahwa bantuan ini sangat berarti bagi warga di tengah naiknya harga beras.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu warga untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Ini benar-benar meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Bayu juga mengapresiasi kerja sama semua pihak dalam proses penyaluran. “Sinergi antar elemen desa dan dukungan dari Bulog menunjukkan kekuatan gotong royong dalam menghadirkan manfaat nyata bagi warga,” tambahnya.
Program BOP tidak hanya menjadi bantalan sosial bagi keluarga pra-sejahtera, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah menjaga stabilitas harga beras nasional. Penyaluran rutin dan merata seperti ini diharapkan dapat menekan gejolak harga serta menjaga daya beli masyarakat.
Sardonoharjo dinilai sebagai salah satu titik distribusi yang berhasil menjalankan program dengan baik, berkat pengelolaan logistik yang tertata dan partisipasi aktif dari elemen masyarakat lokal.
Program BOP akan terus berlanjut sebagai bagian dari kebijakan nasional untuk menghadapi ketidakpastian global di sektor pangan, sekaligus menjadi bukti kehadiran negara dalam menjamin kebutuhan dasar rakyat. (ESK/KIM DSN)



