Sleman – Sebanyak 30 orang anggota Gapoktan “Mulyo Mandiri” Kalurahan Margomulyo, Seyegan, mengikuti pelatihan pembuatan agen hayati paenybasillus yang diselenggarakan pada, Kamis (24/7/2025) di Joglo UMKM Margomulyo. Kegiatan yang didanai dari Dana Desa tersebut merupakan kegiatan dalam rangka peningkatan kapasitas anggota Gapoktan.
Dibuka secara langsung oleh Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto yang mengapresiasi Ulu ulu dan Gapoktan atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Manajemen Gapoktan harus ditingkatkan, sedangkan pemerintah kalurahan siap memfasilitasi dengan alat pertanian dan permodalan,” jelas Eko.
Ia juga memberi semangat kepada Gapoktan Mulyo Mandiri untuk tertib dan teratur dalam berkegiatan. Sehingga dapat meyakinkan pemerintah kalurahan untuk memberikan permodalan yang lebih. Gapoktan juga dipercaya menjadi penanggung jawab dari salah satu unit usaha Bumkal “Usaha Mulia”.
Kegiatan riil gapoktan adalah reklamasi Tanah Kas Desa yang tidak produktif dan usaha budi daya ayam petelur. Berkaitan dengan pelatihan tersebut, Eko berharap masing-masing padukuhan mengembangkan sendiri pembuatan dan pengaplikasian agensia hayati.
Ketua Gapoktan Mulyo Mandiri, Sutarjo dalam sambutannya menyampaikan bahwa petani memang harus waspada terhadap hama penyakit. Sehingga kapasitas para petani mengenai pembuatan dan pengaplikasian agensia hayati dapat meningkat dan diaplikasikan lahan masing-masing.
“Penting untuk dilakukan adalah memelihara atau merawat saluran irigasi sehingga pembagian air tidak menjadi masalah,” ujar Sutarjo.
Ia mengatakan bahwa Sleman sedang mengembangkan padi merah “Sembada Merah”, yang apabila pemasaran dapat berjalan dengan lancar, petani dapat mengembangkannya.
Staf BPTP DIY, Ridho Alif Fauzi yang diperbantukan di BP4 Wilayah 3 Seyegan memberikan materi berkaitan dengan teknik pencegahan dan pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan).
Dalam penjelasannya, Alif menerangkan tentang keunggulan agen hayati paenybasillus yang akan dibuat yaitu sebagai pengendalian penyakit kresek, membantu tanaman dalam menyerap nitrogen, membantu menyuburkan tanah karena dapat menguraikan bahan organik, menekan pertumbuhan jamur atau patogen.
“Agensia hayati ini sangat efektif dalam membantu menyuburkan tanah karena dapat membantu memecah phosphat yang terkandung dalam pupuk kimia,” jelasnya.
Tentang aplikasinya, Alif juga menjelaskan caranya dalam beberapa tahapan. Pada tahap perlakuan benih, paenybasillus bisa digunakan untuk rendaman benih selama kurang lebih 15 menit. Penyemprotan juga bisa dilakukan pada saat persemaian bibit.
Penyemprotan agen hayati ini juga bisa dilakukan pada saat tanaman terkena penyakit padi jenis HDB, Blas dan BRS yang dilakukan pada umur tanam 24, 28 dan 42 hst. Agensia hayati ini juga bisa dicampur dengan perekat yang dibuat sendiri (kanji/tepung ubi kayu) atau perekat yang telah tersedia.
Alif kemudian memberikan materi utamanya yaitu praktek secara langsung pembuatan atau perbanyakan Paenybasillus. Dari mulai bahan yang digunakan yaitu kentang dan gula pasir. Adapun alat yang diperlukan adalah Fermentor dan aerator.
“Perbanyakan paenybasillus ini melalui cara diinkubasi dengan pengaliran udara ada oksigen dari aerator selama 15 hari,” jelas Alif mengakhiri penjelasannya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)