Gebyar PBB Caturtunggal Raup Rp51 Juta, Warga Antusias Bayar Pajak

Sleman – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal sukses menyelenggarakan Gebyar Pekan PBB 2025 pada Sabtu (26/7/2025) di Pendopo Puspadenta, Kalurahan Caturtunggal, Sleman. Acara yang berlangsung pukul WIB ini berhasil mengumpulkan penerimaan pajak sebesar dari 187 wajib pajak.

Kegiatan ini merupakan sinergi antara pemerintah, lembaga masyarakat, dan warga untuk meningkatkan kesadaran membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tepat waktu. Rangkaian acara meliputi senam bersama, cek kesehatan gratis, pembayaran PBB langsung di lokasi, bazar UMKM, serta pembagian doorprize.

Hadir dalam acara tersebut Kepala BKAD Kabupaten Sleman Abu Bakar, Panewu Depok, Penjabat Lurah Caturtunggal, perwakilan bank, serta berbagai elemen masyarakat.

“Kegiatan ini contoh baik sinergi pemerintah dan masyarakat dalam pelayanan pajak yang efektif dan menyenangkan,” ujar Abu Bakar dalam sambutannya.

Ketua Panitia Andi Suwarno, menyampaikan terima kasih atas partisipasi semua pihak. “Keberhasilan acara ini berkat kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” kata Plt. Danarta Kalurahan ini.

Acara ini sekaligus menjadi wujud komitmen Kalurahan Caturtunggal dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan akuntabel. (Oktaviana/KIM Depok)




BPPTDK DIY Latih Warga Sukunan Olah Pakan Fermentasi untuk Tingkatkan Gizi Ternak

Sleman – Balai Pengembangan Perbibitan Ternak dan Diagnostik Kehewanan (BPPTDK) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY melatih warga Dusun Sukunan, Gamping, Sleman, dalam pembuatan pakan ternak fermentasi. Pelatihan ini menyasar Kelompok Ternak dan Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat sebagai upaya peningkatan kualitas peternakan rakyat dan penguatan ketahanan pangan lokal.

Kegiatan yang berlangsung di Taman Wija Pertiwi Sukunan pada Kamis (24/7/2025) ini mengajarkan teknik pembuatan pakan fermentasi dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal seperti jerami, bekatul, dan probiotik.

“Fermentasi pakan ternak menjadi metode unggulan karena mampu meningkatkan nilai gizi dengan biaya lebih efisien,” ujar Ulu-Ulu Banyuraden, Sulung Pramono, yang hadir mewakili Pemerintah Kalurahan Banyuraden.

Dalam sesi pelatihan, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teori, tetapi juga praktik langsung pembuatan pakan. Selain menambah kandungan nutrisi dan mempercepat pertumbuhan ternak, fermentasi juga memperpanjang masa simpan pakan dan membantu mengurangi limbah pertanian.

Narasumber dari BPPTDK, Silvi Astuti, menjelaskan bahwa penggunaan pakan fermentasi mampu meningkatkan efisiensi pencernaan, menurunkan risiko penyakit ternak, dan pada akhirnya mendorong produktivitas peternak kecil.

“Metode ini penting terutama bagi peternak rumah tangga yang menjadi tulang punggung ekonomi desa,” ujarnya.

Dukuh Sukunan, Subiyatna, mengapresiasi keterlibatan aktif KWT dalam pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan membuka ruang baru bagi perempuan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan dan inovasi di sektor peternakan.

“Selama ini peran perempuan di pertanian kerap hanya sebagai tenaga pendukung. Pelatihan ini memberi mereka kesempatan mengembangkan unit usaha kecil berbasis pakan fermentasi rumahan,” katanya.

Subiyatna berharap pelatihan semacam ini bisa digelar secara rutin. Ia menekankan pentingnya manajemen pakan sebagai bagian dari strategi kemandirian pangan desa.

Neviana Riswari dari BPPTDK menyebut pelatihan ini sebagai bagian dari respons terhadap dampak perubahan iklim dan fluktuasi harga pakan impor.

“Dengan memperkuat peternakan skala rumah tangga, kami berharap dapat menjaga pasokan daging dan susu di tengah ketidakpastian iklim dan pasar,” ujarnya.

BPPTDK berharap peserta pelatihan dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya, menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh demi mewujudkan desa yang mandiri secara pangan dan ekonomi. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Semangat Cinta Tanah Air, Siswa Baru Manesa Ikuti Pendidikan Bela Negara

Sleman – Dalam rangka membentuk karakter siswa yang disiplin, cinta tanah air, dan memiliki semangat juang tinggi, MAN 4 Sleman menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara bagi siswa baru tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Rabu (23/7/2025) hingga Jumat (25/7/2025), bertempat di lapangan MAN 4 Sleman. 

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan lancer. Ini kegiatan positif untuk membekali anak-anak agar tidak mager dan mereka akan disiplin, tanggung jawab, menghargai sesame dan cinta tanah air,” ujar Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa baru dengan penuh semangat dan kedisiplinan. Materi yang diberikan meliputi pelatihan baris-berbaris, pembinaan karakter, serta pembentukan sikap mental dan tanggung jawab. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme, membangun semangat pantang menyerah, serta menanamkan motivasi untuk meraih keunggulan di berbagai bidang.

Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari Koramil Kapanewon Pakem, meliputi Babinsa Harjobinangun Serda Edi Susanto, Babinsa Pakembinangun Serda Kusdi, dan Babinsa Candibinangun Serda Lukas Mujiyanto. Ketiganya memberikan pembekalan dengan pendekatan yang tegas namun bersahabat, sehingga siswa dapat mengikuti kegiatan dengan antusias dan disiplin.

Koordinator kegiatan, Edy Suparyanto menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang tidak hanya melatih fisik. Tetapi juga membangun jiwa kepemimpinan dan solidaritas. “Kami harap siswa tidak hanya mengikuti secara fisik, tapi juga menangkap nilai-nilai yang terkandung dalam setiap kegiatan. Ini adalah bekal penting untuk perjalanan mereka di madrasah dan kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Dengan sinergi antara madrasah dan unsur TNI, kegiatan pendidikan bela negara ini menjadi langkah konkret MAN 4 Sleman (Manesa) dalam membentuk generasi yang berakhlak, berdaya saing, dan berjiwa nasionalis. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Atlet Karate Kyokushin KORMI Berpamitan Minta Doa Restu Lurah Condongcatur

Sleman – Saat ini banyak bibit-bibit berprestasi dari Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, yang menjadi atlet nasional dan dunia dari berbagai bidang olahraga.

Terbaru, Arjuna Tristan Nirwasita dan Karaissa Celena Candidia Aznii atlet karate Kyokushin didampingi orang tuanya dan Dukuh Joho berpamitan dan meminta doa restu kepada Lurah Condongcatur, Jumat (25/7/2025).

Pada kesempatan itu, Arjuna Tristan Nirwasita dan Karaissa Celena Candidia Aznii mohon doa restu mengikuti kejuaraan Fornas ke VIII 2025 yang akan di selengarakan di Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tanggal 28 – 29 Juli 2025

“Mohon doa restu dan dukunganya Bapak Lurah dan segenap warga Condongcatur dan warga DIY umumnya agar dalam pertandingan nanti diberikan kelancaran dan dapat mempersembahkan hasil yang terbaik untuk Kontingen DIY dan menjadi juara Tristan dan Celena,” ucap Arjuna Tristan Nirwasita.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji memberikan motivasi dan arahan bagi Arjuna Tristan Nirwasita dan Karaissa Celena Candidia Aznii yang akan berlaga di Nusa Tenggara Barat.

“Selamat dan sukses untuk dua atlet kebanggaan Condongcatur yang akan bertanding di Nusa Tenggara Barat. Bertandinglah dengan semangat, sportivitas, dan mental juara dan selalu jaga nama baik daerah,” ujarnya.

“Tunjukkan sikap santun, disiplin, dan pantang menyerah. Kami seluruh warga Condongcatur bangga dan akan terus mendoakan keberhasilan kalian. Bawa pulang prestasi, buktikan Condongcatur bisa,” tandas Reno.

Lurah Condongcatur juga memberikan sumbangan uang secara pribadi sekadar untuk penyemangat dan motivasi kedua atlet tersebut. (Wasana / KIM Depok)




Gapoktan Mulyo Mandiri Ikuti Pelatihan Pembuatan Agensia Hayati Paenybasillus

Sleman – Sebanyak 30 orang anggota Gapoktan “Mulyo Mandiri” Kalurahan Margomulyo, Seyegan, mengikuti pelatihan pembuatan agen hayati paenybasillus yang diselenggarakan pada, Kamis (24/7/2025) di Joglo UMKM Margomulyo. Kegiatan yang didanai dari Dana Desa tersebut merupakan kegiatan dalam rangka peningkatan kapasitas anggota Gapoktan.

Dibuka secara langsung oleh Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto yang mengapresiasi Ulu ulu dan Gapoktan atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Manajemen Gapoktan harus ditingkatkan, sedangkan pemerintah kalurahan siap memfasilitasi dengan alat pertanian dan permodalan,” jelas Eko.

Ia juga memberi semangat kepada Gapoktan Mulyo Mandiri untuk tertib dan teratur dalam berkegiatan. Sehingga dapat meyakinkan pemerintah kalurahan untuk memberikan permodalan yang lebih. Gapoktan juga dipercaya menjadi penanggung jawab dari salah satu unit usaha Bumkal “Usaha Mulia”.

Kegiatan riil gapoktan adalah reklamasi Tanah Kas Desa yang tidak produktif dan usaha budi daya ayam petelur. Berkaitan dengan pelatihan tersebut, Eko berharap masing-masing padukuhan mengembangkan sendiri pembuatan dan pengaplikasian agensia hayati.

Ketua Gapoktan Mulyo Mandiri, Sutarjo dalam sambutannya menyampaikan bahwa petani memang harus waspada terhadap hama penyakit. Sehingga kapasitas para petani mengenai pembuatan dan pengaplikasian agensia hayati dapat meningkat dan diaplikasikan lahan masing-masing.

“Penting untuk dilakukan adalah memelihara atau merawat saluran irigasi sehingga pembagian air tidak menjadi masalah,” ujar Sutarjo.

Ia mengatakan bahwa Sleman sedang mengembangkan padi merah “Sembada Merah”, yang apabila pemasaran dapat berjalan dengan lancar, petani dapat mengembangkannya.

Staf BPTP DIY, Ridho Alif Fauzi yang diperbantukan di BP4 Wilayah 3 Seyegan memberikan materi berkaitan dengan teknik pencegahan dan pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan).

Dalam penjelasannya, Alif menerangkan tentang keunggulan agen hayati paenybasillus yang akan dibuat yaitu sebagai pengendalian penyakit kresek, membantu tanaman dalam menyerap nitrogen, membantu menyuburkan tanah karena dapat menguraikan bahan organik, menekan pertumbuhan jamur atau patogen.

“Agensia hayati ini sangat efektif dalam membantu menyuburkan tanah karena dapat membantu memecah phosphat yang terkandung dalam pupuk kimia,” jelasnya.

Tentang aplikasinya, Alif juga menjelaskan caranya dalam beberapa tahapan. Pada tahap perlakuan benih, paenybasillus bisa digunakan untuk rendaman benih selama kurang lebih 15 menit. Penyemprotan juga bisa dilakukan pada saat persemaian bibit.

Penyemprotan agen hayati ini juga bisa dilakukan pada saat tanaman terkena penyakit padi jenis HDB, Blas dan BRS yang dilakukan pada umur tanam 24, 28 dan 42 hst. Agensia hayati ini juga bisa dicampur dengan perekat yang dibuat sendiri (kanji/tepung ubi kayu) atau perekat yang telah tersedia.

Alif kemudian memberikan materi utamanya yaitu praktek secara langsung pembuatan atau perbanyakan Paenybasillus. Dari mulai bahan yang digunakan yaitu kentang dan gula pasir. Adapun alat yang diperlukan adalah Fermentor dan aerator.

“Perbanyakan paenybasillus ini melalui cara diinkubasi dengan pengaliran udara ada oksigen dari aerator selama 15 hari,” jelas Alif mengakhiri penjelasannya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)