Rakordasi Kader KB Kesehatan Kalurahan Condongcatur: Perkuat Peran Kader untuk Kesehatan Balita

Sleman – Sebanyak 80 kader dari 40 posyandu di wilayah Kalurahan Condongcatur mengikuti Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakordasi) Kader KB Kesehatan yang diselenggarakan di Ruang Wacana Loka, Kompleks Kalurahan Condongcatur, pada Rabu (23/7/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Kalurahan Condongcatur, Dewi Nurlaila, Kamituwa Condongcatur, Al Thovik Sofisalam, Koordinator PKB Kapanewon Depok, Siti Juwariyah dan perwakilan Puskesmas Depok II, Bidan Lilis Rohani.

Dalam sambutannya, Kamituwa Condongcatur menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh kader atas dedikasi mereka dalam mendampingi masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan ibu dan anak.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi para kader. Peran kader sangat penting dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat di tingkat kalurahan,” ujar Al Thovik.

Selain itu, Al Thovik juga mengingatkan kepada kader atau pengelola posyandu yang belum mengumpulkan proposal tahunan pengajuan dana desa untuk segera menyerahkannya. “Mohon segera ditindaklanjuti agar program-program posyandu dapat berjalan lancar dan tepat waktu,” tambahnya.

Dalam sesi pemaparan materi, Bidan Lilis Rohani kembali menekankan pentingnya imunisasi balita. Ia mengingatkan bahwa para kader memiliki peran strategis dalam mengedukasi dan mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak-anak mereka.

“Imunisasi adalah langkah penting untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Beberapa di antaranya termasuk campak, difteri, tetanus, polio, hepatitis B, dan pertusis (batuk rejan). Kader harus terus mengingatkan para orang tua untuk melengkapi imunisasi balitanya,” ungkap Lilis.

Melalui Rakordasi ini, diharapkan sinergi antar posyandu dan stakeholder kesehatan semakin kuat, serta kader dapat terus menjadi ujung tombak dalam membangun masyarakat yang sehat dan sejahtera di Kalurahan Condongcatur.

Dalam Rokordasi Kader KB Kes ini juga penyaluran alat kontrasepsi CO oleh PPKB (Pembantu Pembina Kelurga Berencana Desa) mll kader kpd warga yg membutuhkan. (Tri Suhartati / KIM Depok)




Pemkab Sleman dan Aisyiyah Teguhkan Komitmen Cetak Generasi Emas 2045 di Peringatan Hari Anak Nasional

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sleman menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 di Lapangan Pemda Sleman, Rabu (23/7). Kegiatan yang mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045” dihadiri langsung Bupati Sleman Harda Kiswaya dan anggota DPD RI DIY Ahmad Syauqi Soeratno, yang secara simbolis melepaskan burung bersama ribuan anak.

Sebanyak anak usia PAUD hadir langsung dalam acara ini, bagian dari total anak PAUD Aisyiyah se-Kabupaten Sleman. Kegiatan diisi defile lembaga PAUD dari 17 kapanewon, penampilan seni, dan edukasi 7 Kebiasaan Anak Hebat.

Dalam sambutannya, Harda menyampaikan apresiasi atas kontribusi Aisyiyah dalam membangun pendidikan anak usia dini. “Anak-anak adalah cahaya masa depan bangsa. Pendidikan PAUD bukan hanya mengenalkan huruf dan angka, tetapi membentuk pribadi tangguh, mandiri, dan berakhlak mulia,” tegasnya.

Harda juga menegaskan komitmen Pemkab Sleman melalui program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) untuk mendukung pengasuhan anak secara holistik.

Ketua PDA Sleman, Hanik Rosyada, menekankan peran penting keluarga dalam membentuk generasi emas. “Anak adalah amanah. Mereka harus dibiasakan bangun pagi, berdoa, olahraga, makan bergizi, belajar tekun, bermasyarakat, dan istirahat cukup. Kebiasaan baik akan menjadi pondasi masa depan mereka,” jelasnya.

Anggota DPD RI DIY, Ahmad Syauqi Soeratno, mengingatkan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. “Tantangan anak-anak ke depan bukan hanya teknologi, tetapi bagaimana membangun relasi sosial yang sehat,” ujarnya.

Peringatan HAN 2025 ini juga dirangkaikan dengan Milad Aisyiyah ke-108, yang menunjukkan konsistensi Aisyiyah dalam membangun pendidikan anak berbasis nilai-nilai Islami.

Harda berharap sinergi pemerintah, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan terus terjalin untuk mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.




Bupati Sleman Kukuhkan Dewan Pengawas RSUD Sleman, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Sleman – Bupati Sleman Harda Kiswaya mengukuhkan Dewan Pengawas RSUD Sleman masa jabatan 2024–2029 di Aula Pronojiwo RSUD Sleman, Rabu (23/7). Pengukuhan ditandai dengan pembacaan naskah dan penyerahan surat keputusan oleh bupati.

Adapun anggota Dewan Pengawas yang dikukuhkan yakni Mahendro Prasetya Kusuma sebagai ketua, serta Cahya Purnama dan Dwi Anta Sudibya sebagai anggota.

Dalam sambutannya, Harda berharap kehadiran Dewan Pengawas yang baru mampu memperkuat kolaborasi dengan manajemen rumah sakit sehingga mendorong kinerja dan prestasi RSUD Sleman.

“Saya berharap terjalin kolaborasi yang baik antara manajemen dan Dewan Pengawas untuk membawa RSUD Sleman menjadi lebih baik,” ujarnya.

Harda juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat.

“Manajemen, perawat, dokter, seluruhnya saya harapkan memberikan pelayanan terbaik dengan ketulusan agar RSUD Sleman bisa menjadi kebanggaan kita semua,” katanya.

Ia menambahkan, Pemkab Sleman berkomitmen mendukung pengembangan RSUD Sleman, termasuk penyediaan fasilitas sesuai standar pelayanan kesehatan.

“Dukungan ini bagian dari komitmen Pemkab Sleman untuk terus memajukan layanan kesehatan bagi masyarakat,” tandasnya.




Badan Kesbangpol Sleman Gelar Latsar Bela Negara di Sumbersari

Sleman – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman gelar Latihan Dasar (Latsar) bela negara. Acara yang berlangsung di Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman ini dibuka oleh Sekretaris Kesbangpol Sleman, Immawan Nur Syaifudin Ahmad, pada Selasa (22/7/2025).

Pada kesempatan itu, Immawan menyampaikan bahwa Latsar Bela Negara yang diselenggarakan ini merupakan Program Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM) yang diusulkan Pemerintah Kalurahan Sumbersari.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Selasa (22/7) sampai Kamis (24/7) tersebut menghadirkan narasumber dari beberapa praktisipraktisi, yaitu UPN, UGM, BNN, TNI dan Kepolisian. Sedangkan tujuan latsar bela negara adalah untuk membentuk warga negara yang memiliki kesadaran, sikap, dan tindakan cinta tanah air serta rela berkurban demi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

“Di saat ini kita yang kita lakukan bukan lagi dengan senjata, tetapi dengan sikap dan perilaku untuk menunjukkan rasa cinta terhadap negara. Banyak hal untuk membuktikan rasa cinta tanah air, di antaranya mencintai produk negara kita, menjaga dan merawat budaya yang kita miliki,” ujar Immawan.

Lurah Sumbersari, Sukadi menyambut dengan baik atas dilaksanakannya latsar bela negara tersebut. Ia menyerahkan sepenuhnya, seluruh peserta kepada Badan Kesbangpol Sleman untuk dibina dan dilatih.

“Kepada seluruh peserta, kami harap untuk bisa mengikuti pelatihan dari awal sampai akhir,” kata Sukadi.  

Pelatihan diawali dengan Materi ‘Permendagri Nomor 38 Tahun 2011 Tentang Pedoman Peningkatan Kesadaran Bela Negara di Daerah’ yang disampaikan oleh Immawan Nur Syaifudin Ahmad.

Ia menyampaikan bahwa dalam rangka menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan nasional serta keutuhan NKRI, seluruh warga negara mempunyai hak dan kewajiban pembelaan terhadap negara, sehingga perlu upaya peningkatan kesadaran bela negara. Untuk mewujudkan hal tersebut pemerintah daerah baik propinsi maupun kabupaten diwajibkan menyelenggarakan latsar bela negara kepada masyarakat.

Materi kedua disampaikan oleh Hari Kusuma Satria Negara dari Pusat Bela Negara UPN Yogyakarta. Ia mengangkat tema menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai bela negara.

Hari menyampaikan bahwa bela negara merupakan kewajiban seluruh warga negara bukan hanya militer. Warga negara perlu kesadaran bersama agar nilai-nilai nasionalisme tertanam dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagai wujud bela negara, warga bisa berperan aktif di bidang sosial, pendidikan dan ekonomi. Kampanye toleransi di media sosial oleh komunitas pemuda juga merupakan aksi bela negara,” tutur Hari.

Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai bela negara dapat diwujudkan dengan cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila sebagai idiologi negara, rela berkurban untuk bangsa dan negara. Adapun yang perlu ditanamkan nilai bela negara adalah menangkal idiologi asing dan ekstremisme, memperkuat identitas nasional dan membangun solidaritas dan ketangguhan sosial.

“Yang menjadi tantangan bela negara yaitu globalisasi, sosial media, apatisme dan kurangnya kontribusi dari para influencer,” ungkap Hari.

Lebih lanjut Ia menyampaikan bahwa aktivitas bela negara yang dapat dilakukan antara lain toleransi antar umat, pemilu damai, kerja bakti, dan menggunakan produk dalam negeri.

“Mari jaga Indonesia dengan cinta, aksi, dan semangat gotong royong.” Pungkas Hari. (Giek/ KIM Moyudan)




KUA Depok Sleman Bekali Catin Pemahaman Kesehatan Reproduksi

Sleman – Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman kembali menggelar kegiatan bimbingan perkawinan (bimwin) bagi calon pengantin, pada Rabu (23/7/2025) dengan salah satu fokus utama tentang edukasi kesehatan reproduksi.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula KUA Depok Sleman dan diikuti 42 peserta ini bertujuan untuk membekali calon pengantin terkait pengetahuan dasar dalam membangun keluarga sehat, harmonis, dan bertanggung jawab.

Anggota Badan Penasihat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4), Susi Sulistyaningsih menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh tentang fungsi dan perawatan organ reproduksi sebagai bagian dari kesiapan memasuki kehidupan pernikahan.

“Calon pengantin perlu dibekali pengetahuan kesehatan reproduksi agar siap secara lahir dan batin menjalani pernikahan. Ini bukan sekadar soal fisik, tetapi bagian dari tanggung jawab membentuk keluarga yang sehat secara menyeluruh,” ujar Susi.

Susi menjelaskan bahwa pemahaman tentang siklus menstruasi, masa subur, kebersihan organ reproduksi, hingga kontrasepsi yang sesuai sangat penting untuk diketahui oleh kedua belah pihak.

Menurutnya, banyak persoalan rumah tangga yang bermula dari kurangnya pemahaman terkait isu-isu dasar tersebut.

“Menikah bukan hanya tentang cinta dan akad. Pasangan harus paham bagaimana menjaga diri, memahami pasangan, dan mencegah risiko seperti infeksi menular seksual maupun kehamilan risiko tinggi,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa edukasi reproduksi dalam perspektif agama bukanlah hal tabu, melainkan bagian dari kewajiban untuk menjaga amanah tubuh yang telah diberikan Tuhan.

“Dalam Islam, menjaga tubuh dan kesehatan termasuk reproduksi adalah bagian dari ibadah. Jadi tidak ada alasan untuk malu saat mempelajari hal ini, justru inilah bentuk kesiapan sejati,” kata Susi.

Secara khusus, Susi menyoroti pentingnya keterlibatan laki-laki dalam memahami kesehatan reproduksi. Ia menolak pandangan bahwa isu ini hanya menjadi tanggung jawab istri atau calon ibu.

“Justru suami wajib tahu. Laki-laki harus tahu bagaimana memperlakukan istri saat haid, bagaimana menjaga kebersihan alat reproduksinya sendiri, dan bagaimana ikut merencanakan kehamilan. Ini soal kerja sama, bukan soal siapa yang lebih tahu,” kata Susi.

Ia juga mengajak peserta untuk saling terbuka dan saling belajar, tidak merasa malu untuk mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan fisik dan seksual dalam rumah tangga, selama dilakukan dalam koridor etika dan agama.

“Kalau kita bisa bicara soal uang, pekerjaan, bahkan dekorasi pernikahan, kenapa tidak bisa bicara tentang tubuh? Padahal tubuhlah yang akan kita bawa sepanjang pernikahan,” tambahnya.

Susi mengatakan, bahwa KUA Depok Sleman akan terus menjadikan kesehatan reproduksi sebagai bagian utama dalam kurikulum bimwin.

Ia menyebut bahwa keberhasilan keluarga tidak hanya ditentukan oleh cinta dan ekonomi, tetapi juga kesiapan pasangan menjaga kesehatan diri dan pasangannya.

“Bimwin adalah investasi sosial jangka panjang. Kami ingin memastikan setiap pasangan dibekali ilmu yang relevan, termasuk soal kesehatan reproduksi. Ini bagian dari membangun generasi yang kuat dari keluarga yang sehat,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)