FK KIM Sembada Realisasikan TV FKIM SEMBADA sebagai Kanal YouTube Berbasis Karya Warga Sleman

Sleman — Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK KIM) Kabupaten Sleman tengah mengusung sebuah gagasan visioner untuk memperkuat peran media komunitas dalam menyuarakan karya warga. Melalui Bidang Humas dan Media, FK KIM Sembada mencanangkan lahirnya TV FKIM SEMBADA, sebuah saluran berbasis YouTube yang akan menjadi wadah penyebaran informasi dan apresiasi atas kreativitas masyarakat Sleman.

TV FKIM SEMBADA dirancang sebagai televisi komunitas digital yang menayangkan konten-konten informatif dan inspiratif tentang kegiatan dan karya para anggota KIM dari seluruh kalurahan di Kabupaten Sleman. Melalui pendekatan visual yang menarik dan narasi yang membumi, kanal ini bertujuan membangun citra positif serta memperluas jangkauan publikasi KIM yang selama ini aktif dalam pemberdayaan masyarakat.

“Ini bukan sekadar media, tapi wadah kolaboratif yang memberi ruang bagi warga untuk bercerita, mengekspresikan gagasan, serta mendokumentasikan perubahan yang mereka bawa bagi lingkungannya,” ungkap Sastra, Koordinator Bidang Humas dan Media FK KIM Sembada, Selasa (22/7/2025).

Rencana jangka panjangnya adalah menjadikan TV FKIM SEMBADA sebagai pusat dokumentasi digital, sarana edukasi publik, dan jendela informasi pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Kanal ini akan memuat ragam konten seperti liputan kegiatan KIM, profil inspiratif warga, video edukasi, pelatihan digital, hingga sajian kearifan lokal khas Sleman.

Dukungan dari berbagai pihak mulai digaungkan, termasuk kolaborasi dengan komunitas kreatif, pemerintah daerah, dan akademisi yang siap menjadi mitra dalam memperkuat kualitas produksi konten.

“TV FKIM SEMBADA adalah refleksi semangat warga Sleman yang ingin terus berkembang dan berdaya lewat informasi. Inilah media kita, oleh kita, untuk kita,” tambah Sastra.

Dengan semangat “Dari Sleman, Untuk Indonesia,” TV FKIM SEMBADA diharapkan menjadi role model media komunitas digital yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memberdayakan. (Eka Sastra / Kim Ngaglik)




Paskibra Kebanggaan Pemuda Wujud Bela Negara

Sleman – Pemerintah Kapanewon Berbah melalui Jawatan Kemakmuran Berbah melakukan screening kesehatan. Kegiatan diperuntukkan bagi pelajar SLTA se-Kapanewon Berbah calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) peringatan HUT ke-80 RI tahun 2025.  Petugas kesehatan Puskesmas Berbah mengampu kegiatan screening kesehatan pada, Selasa (22/7/2025), bertempat di pendopo Kepanjen Kapanewon Berbah.

Seleksi calon paskibra di ikuti oleh pelajar SLTA se-Kapanewon Berbah yang terdiri dari Sekolah SMK Yapemda, SMK Muhammadiyah Berbah, SMK Nasional dan SMK Institut Indonesia.  Masing-masing sekolah mengirimkan 15 perwakilan siswa-siswi, di dampingi satu orang guru. Nantinya setelah dilakukan seleksi akan dipilih 40 siswa sebagai pasukan inti dan cadangan paskibra Kapanewon Berbah tahun 2025.

Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Berbah, Syukri Tanjung menyampaikan bahwa screening kesehatan kali ini merupakan rangkaian seleksi calon Paskibra tahun HUT ke-80 RI tahun 2025.  Adapun rangkain seleksi terdiri seleksi awal yang dilakukan masing masing sekolah dengan mengirimkan 15 orang dari masing-masing sekolah.  Seleksi selanjutnya berupa screening kesehatan untuk memastikan kondisi fisik bagi calon calon paskibra yang akan mengikuti pelatihan.

“Screening kesehatan wajib dilakukan sebagai salah satu syarat mengikuti pelatihan calon paskibra. Karena rangkain pelatihan akan memerlukan kesiapan fisik yang prima,” jelas Kepala Jawatan Keamanan Berbah.

Selain itu juga akan dilakukan seleksi baris berbaris yang dijadwalkan pada hari Kamis 24 Juli 2025. Adapun pengumuman hasil seleksi akan dilakukan pada Rabu (30/7/2025).

” Pelajar yang terpilih dari rangkaian seleksi pemilihan sebanyak 40 orang akan memasuki masa pelatihan dari tanggal 31 Juli sampai dengan 15 Agustus 2025,” Jelas Syukri.

Dalam pelatihan tersebut calon Paskibra akan diperkuat mental dan fisik serta kedisiplinan. Untuk mempersiapkan diri melakukan tugas berat sebagai pasukan pengkibaran bendera pada peringatan HUT RI ke-80 tahun 2025 Kapanewon Berbah.

Perlu diketahui bahwa tim pelatih paskibra peringatan HUT ke-80  RI Kapanewon Berbah terdiri dari unsur TNI Koramil Berbah Serka Slamet Widodo dan Serka Anton Wijaya.  Adapun dari kepolisian sektor Berbah IPDA Harjuno, IPDA Haridzah Ridwan serta AIPTU Yusup Budianto. (Kusnadi / KIM Berbah)




KUA Ngaglik Gandeng UGM, Gelar Bimbingan Perkawinan Catin Mandiri dan Edukasi Kesehatan Reproduksi

Sleman – Dalam upaya membangun fondasi keluarga yang kokoh dan sehat secara lahir maupun batin, Kantor Urusan Agama (KUA) Ngaglik menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan Catin Mandiri, pada Selasa, (22/7/2025) di aula pertemuan KUA Kapanewon Ngaglik, Sleman. Acara ini merupakan langkah sinergis antara pembinaan mental spiritual dan edukasi kesehatan reproduksi bagi para calon pengantin.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara KUA Ngaglik dan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), khususnya dalam menyampaikan materi pencegahan penyakit menular seperti rubella, yang bisa berdampak serius pada ibu hamil dan janin.

Kepala KUA Ngaglik, H. Handoyo dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesiapan holistik sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. “Kami ingin membekali calon pengantin bukan hanya dari sisi syariat dan etika rumah tangga. Tetapi juga dari sisi kesehatan, karena keluarga yang sehat adalah kunci masyarakat yang kuat,” ujarnya.

Sebagai Koordinator Bimbingan, Masropin yang juga merupakan Penyuluh Agama Islam KUA Ngaglik, menyampaikan materi utama seputar hak dan kewajiban suami-istri, komunikasi efektif dalam rumah tangga, serta peran spiritual dalam menghadapi dinamika pernikahan. Dalam sesinya, ia mengajak calon pengantin untuk menyadari bahwa rumah tangga adalah proses belajar yang panjang dan membutuhkan kesabaran serta ilmu.

“Keluarga bukan hanya tempat tinggal bersama, tetapi tempat tumbuh bersama,” ungkap Masropin.

Ia juga menekankan pentingnya membangun komitmen sejak dini dan menjadikan agama sebagai panduan utama dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Sementara narasumber dari pihak Fakultas Kedokteran UGM memaparkan tentang pentingnya deteksi dini dan imunisasi rubella, terutama bagi calon ibu. Penyakit ini jika tidak dicegah, dapat menyebabkan cacat bawaan pada bayi. Edukasi ini menjadi bagian integral dari upaya menyiapkan generasi yang tidak hanya kuat mental dan spiritual, tetapi juga sehat secara fisik.

Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, baik dalam sesi materi agama maupun kesehatan. Mereka juga mendapatkan buku panduan serta sertifikat sebagai syarat administratif untuk melangsungkan pernikahan di KUA.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi program nasional Bimbingan Perkawinan Mandiri yang dicanangkan oleh Kementerian Agama RI dan menjadi upaya nyata KUA Ngaglik dalam menekan angka perceraian serta meningkatkan kualitas keluarga di era modern.

Dengan integrasi antara nilai agama dan edukasi medis, KUA Ngaglik berharap calon pengantin siap menjalani pernikahan dengan pemahaman yang utuh, tangguh dalam menghadapi tantangan, dan sehat untuk melahirkan generasi masa depan yang berkualitas. (ESK – KIM DSN NGAGLIK)




Gelar Pembinaan Organisasi, PWRI Turi Optimis Bangun Kelembagaan yang Kuat 

Sleman – Sebagai usaha untuk memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kinerja organisasi, Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kapanewon Turi mengadakan pembinaan organisasi yang dihadiri oleh PWRI DIY dan PWRI pusat.

Kegiatan ini berlangsung di Kantor PWRI Turi, Senin (21/7/2025) tersebut dihadiri pengurus dan anggota, jajaran Kapanewon Turi, Danramil, dan Kapolsek Turi.

Pembinaan ini memiliki beberapa sasaran penting, antara lain penguatan kelembagaan, administrasi keuangan, serta kearsipan dan dokumentasi. Kegiatan ini juga membahas koperasi simpan pinjam, pemanfaatan lahan dalam rangka ketahanan pangan, dan kegiatan sosial masyarakat. Semua aspek ini diharapkan dapat meningkatkan peran PWRI dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di Kapanewon Turi.

Ketua PWRI Turi, Suwadi dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pembinaan ini untuk meningkatkan kapasitas organisasi.

“Kami berharap dengan adanya pembinaan ini, PWRI Turi dapat menjadi contoh bagi PWRI di Kapanewon lainnya,” ujar Suwadi.

Sekretaris PWRI Turi, Bakir menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara PWRI dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang kami jalankan dapat bersinergi dengan kebijakan pemerintah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Tim evaluasi dari PWRI DIY, Sidik Joko Pramono yang hadir dalam kegiatan ini memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan pembinaan. Ia menilai bahwa semua kegiatan yang dilakukan oleh PWRI Turi berjalan dengan sangat memuaskan.

“Kami berharap PWRI Turi dapat menjadi percontohan bagi PWRI di Kapanewon lainnya. Dengan pengelolaan yang baik, kami yakin PWRI Turi dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat,” ungkap salahnya.

Pembinaan organisasi PWRI Kapanewon Turi ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang evaluasi, dan dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang tinggi. PWRI Turi bertekad untuk terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. (Arief Hartanto / KIM Kertomandiri Turi)




Aksi Sosial Donor Darah Bangun Jiwa Solidaritas

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Cangkringan kembali menggelar aksi sosial donor darah, di Pendopo Kapanewon Cangkringan Selasa, (22/7/2025). Kegitan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya donor darah dan membantu memenuhi kebutuhan darah untuk sesama di Kabupaten Sleman.

Panewu Cangkringan Tamzis Sarwana menyampaikan bahwa pihaknya bersyukur atas partisipasi seluruh pihak dalam aksi donor darah kali ini.

“Kami sangat bersyukur atas aksi sosial donor darah di Kapanewon Cangkringan yang mendapatkan dukungan antusiasme luar biasa dari masyarakat Cangkringan, komonitas relawan, instansi pemerintah, swasta, lembaga pendidikan, Polsek, Koramil, warga sekitar Cangkringan bahkan ada warga dari Manisrenggo, Klaten, yang telah di buat group WA relawan pendonor oleh Pengurus PMI Cangkringan untuk memudahkan komunikasi. Semoga aksi sosial donor darah kali ini dapat memenuhi target,” ujarnya.

Ketua PMI Sleman, Mafilindati Nuraini dan Sekretaris PMI Sleman, Jazim Sumirat hadir langsung meninjau pelaksanaan kegiatan aksi kemanusiaan ini. Dalam sambutannya, dr. Mafilindati Nuraini menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pengurus PMI Kapanewon Cangkringan dan warga Cangkringan serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan donor darah. “Kegiatan donor darah bukan hanya aksi kemanusiaan, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial terhadap sesama. Kami sangat mengapresiasi semangat warga Cangkringan yang begitu luar biasa,” ujarnya.

Ketua PMI Kapanewon Cangkringan Endri, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan dan bantuan dari berbagai pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini sehingga kegiatan donor darah PMI Kapanewon Cangkringan dapat terselenggara dengan lancar.

“Setiap tetes darah yang didonorkan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Endri.

Hingga acara berakhir, PMI Kapanewon Cangkringan berhasil mengumpulkan 168 kantong darah. Sedangkan 23 orang pendonor tidak dapat mendonorkan darahnya, karena tidak lolos cek kesehatan seperti HB kurang, tensi tinggi bahkan ada yang keburu kegiatan lain dikarenakan panjangnya antrian. (Mujiyanta / KIM “Wara Aji Cangkringan )