Tingkatkan Keterampilan Anggota, MEK Aisyiyah Cabang Tempel Gelar Pelatihan Pembuatan Garnish

Sleman – Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Aisyiyah Cabang Tempel menggelar pelaksanaan pertemuan rutin sekaligus pelatihan pembuatan garnish, Rabu (30/7/2025).

Pelatihan ini diikuti oleh 35 orang peserta yang berasal dari utusan ranting Aisiyah secabang Tempel, anggota KWTA Moroberkah Mororejo, dan pengurus panti Baitul Qowwam.

Menurut Ketua MEK PCA Tempel, Sri Khayati Nur dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anggota Aisiyah dalam mengelola bahan pangan.

“Tujuan acara untuk meningkatkan keterampilan anggota Aisiyah dalam mengolah bahan pangan agar mempunyai nilai lebih,” ujarnya.

Pelatihan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Pimpinan Aisiyah Cabang Tempel, Banun Rohyati yang dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai ukhuwah antar anggota, untuk meningkatkan kegiatan Aisiyah.

“Kami berharap kegiatan yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali ini dapat menjalin ukhuwah antar anggota yang akan berdampak pada meningkatnya kegiatan Aisiyah di ranting masing-masing,” ujarnya.

Materi yang diberikan adalah pembuatan hiasan dari sayur dan buah (garnish) oleh salah satu praktisi kuliner, Sumarsinah dari Lodoyong Lumbung Rejo, Tempel.

Acara yang digelar di Aula Baitul Qowam Mororejo Tempel ini menggunakan berbagai bahan yang mudah didapat, seperti timun, wortel, dan pepaya muda. Peserta diajarkan teknik-teknik dasar dalam menghias makanan, mulai dari cara memotong bahan hingga menyusun hiasan yang menarik.

“Keterampilan ini sangat penting, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga yang ingin menyajikan makanan yang lebih menarik untuk keluarga,” tambah Nurcahya W, Sekretaris MEK PCA Tempel.

Setelah sesi pelatihan, para peserta diberikan kesempatan untuk menampilkan hasil karya mereka dengan hasilnya berbagai kreasi menarik berhasil ditampilkan dan juga bisa dikonsumsi.

Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anggota, tetapi juga untuk mempererat hubungan antar anggota MEK. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun kebersamaan dan saling berbagi pengetahuan.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan anggota MEK Aisyiyah Tempel dapat menerapkan keterampilan yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari. Dengan keterampilan yang diperoleh, diharapkan anggota dapat lebih mandiri dan berkontribusi dalam perekonomian keluarga serta masyarakat.                                                                                                                                                    (Arief Hartanto / KIM Turi)




Akuntabilitas Program Ketapang: Modal Kepercayaan Menuju Kemandirian Pangan

Sleman – Di kaki Gunung Merapi, hamparan sawah membentang luas seperti lukisan alam yang hidup. Pagi hari membawa kabut tipis dan desir angin yang menyapu dedaunan padi. Di tengah kesunyian yang menenteramkan, Kalurahan Sardonoharjo menanam harapan. Bukan hanya pada tanah, tetapi pada masa depan yang lebih mandiri dan bergizi.

Dari tanah subur Kalurahan Sardonoharjo, Program Ketahanan Pangan atau Ketapang terus bergerak menjadi solusi nyata dalam menghadapi tantangan pangan di tingkat desa. Dijalankan oleh BUMKal Oerip Soemohardjo, program ini menempatkan akuntabilitas dan transparansi sebagai pondasi utama membangun kepercayaan masyarakat dan mitra strategis.

Direktur BUMKal Oerip Soemohardjo, Cahyo Binarto, menegaskan bahwa akuntabilitas bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari membangun kepercayaan publik yang berkelanjutan.

“Bagian kami dalam membangun trust (kepercayaan). Ketika kepercayaan itu ada, maka akan mudah menggandeng dan menggendong semua pihak untuk bergerak bersama menggerakkan Program Ketapang,” ujar Cahyo saat ditemui pada, Kamis (31/07/2025).

Program Ketapang mencakup beragam usaha tematik seperti peternakan ayam kampung, ayam petelur yang dikelola kelompok wanita tani, budidaya ikan air tawar, serta pemberian dukungan modal kepada petani lokal. Program ini bukan hanya memperkuat ketahanan pangan desa, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Seluruh aktivitas ini terpusat di Pusat Ketahanan Pangan BUMKal Kalurahan Sardonoharjo yang berlokasi di Padukuhan Plumbon. Di lokasi inilah berbagai pelatihan, produksi, dan pengembangan inovasi pangan lokal dilakukan secara berkesinambungan.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas warga, BUMKal juga mengembangkan Halo BUMKal Farm yang menjadi pusat percontohan dan pelatihan ternak ayam dan budidaya melon. Tempat ini juga terbuka untuk wisata petik melon, menarik minat pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk belajar langsung tentang pertanian dan peternakan modern.

Seluruh inisiatif tersebut bersinergi dengan kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Dengan memperkuat rantai pasok pangan sehat dari desa, Sardonoharjo berkontribusi langsung dalam membentuk generasi masa depan yang sehat dan kuat.

Menutup perbincangan, Cahyo menyampaikan harapan agar semangat ini bisa ditularkan ke wilayah lain. (ESK / KIM DSN)




KSB Merapi Rescue Latih Relawan Hadapi Bencana Ramah Disabilitas

Sleman – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana yang inklusif, Kampung Siaga Bencana (KSB) “Merapi Rescue” Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, menggelar pelatihan peningkatan kapasitas relawan inklusi pada Rabu (30/7/2025). Kegiatan berlangsung di Kandang Kuning Merapi, Dusun Bendosari-Gambretan itu melibatkan berbagai elemen masyarakat dan mitra strategis.

Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan, lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta Mars KSB. Lurah Umbulharjo, Danang Sulistiya Haryana dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun sistem kesiapsiagaan yang tidak diskriminatif, terutama bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.

“Penanggulangan bencana tidak boleh eksklusif. Semua warga, tanpa kecuali, berhak atas perlindungan dan keselamatan. Relawan harus dibekali dengan pemahaman dan keterampilan yang ramah disabilitas,” ujarnya.

Pelatihan ini dihadiri oleh kader KSB Inklusi, relawan Difagana DIY, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Umbulharjo, pendamping desa, serta mahasiswa KKN Unit 5 Universitas Respati Yogyakarta yang turut diperkenalkan dalam kesempatan tersebut. Para mahasiswa akan mendukung program inklusi kebencanaan selama masa pengabdian mereka di Umbulharjo.

Selanjutnya materi utama disampaikan oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial DIY, Sigit Alifianto yang memaparkan tentang penanganan disabilitas dan kelompok rentan dalam situasi darurat. Sesi dilanjutkan oleh Suwarni, relawan Difagana, yang membagikan panduan pengelolaan barak pengungsian inklusi sebagai bagian dari mitigasi berbasis kebutuhan khusus.

Di akhir kegiatan, dilakukan rapat koordinasi yang dipimpin Ketua KSB Merapi Rescue. Agenda utama membahas pemutakhiran data penyandang disabilitas sebagai dasar penyusunan strategi evakuasi dan layanan darurat di wilayah lereng Merapi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah nyata memperkuat sistem penanggulangan bencana berbasis komunitas yang inklusif. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kelompok rentan, Kalurahan Umbulharjo terus membangun ketangguhan menghadapi potensi ancaman Merapi tanpa meninggalkan siapa pun. (ESK – KIM DSN NGAGLIK)




GP Ansor Sleman Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Investasi BUMA di SPPG Sidoagung

Sleman – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sleman kembali menunjukkan kiprah nyatanya dalam mendorong kemandirian organisasi dan penguatan ekonomi berbasis sosial. Melalui Badan Usaha Milik Ansor (BUMA), organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama ini berinvestasi aktif dalam pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai unit pelaksana program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) di Godean, Sleman. Langkah ini bukan hanya sebagai upaya memperkuat struktur ekonomi organisasi, namun juga bentuk konkret keberpihakan pada pemberdayaan masyarakat lokal.

Ketua SPPG Sidoagung, Margiyanto menggandeng Badan Usaha Milik Ansor Kabupaten Sleman, untuk menjadi salah satu pusat pengolahan dan distribusi pangan yang potensial di Sleman, baik dari sisi produksi makanan olahan sehat, distribusi pangan lokal, hingga pengembangan model bisnis sosial.

“Kolaborasi ini tak sekadar berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjadikan pemberdayaan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja sebagai nilai utama,” ujarnya.

Sebagai bentuk permohonan doa dan restu kepada Allah SWT agar seluruh proses dan aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi berjalan lancar, membawa keberkahan, serta terhindar dari segala hambatan, Pimpinan Cabang GP Ansor Sleman menggelar mujahadah di Gedung SPPG Sidoagung, Rabu (30/7/2025). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua GP Ansor Kabupaten Sleman, H.M. Najib Yuliantoro, bersama Ketua Penasehat, Dr. H. Ariyanto Nugroho, dan Wakil Ketua Bidang Bisnis, Ekonomi, dan Pemberdayaan Masyarakat, H. Ahmad Ihsanuddin.

Menurut H.M. Najib, selain sebagai bentuk ikhtiar batin, mujahadah juga menjadi sarana menyatukan niat dan komitmen kolektif antara pengelola, mitra usaha, GP Ansor, dan masyarakat sekitar. Melalui lantunan doa dan dzikir bersama, tumbuh rasa kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam membangun ekonomi berbasis sosial yang berkeadilan.

“Momentum ini sekaligus menjadi ruang refleksi bahwa usaha yang dijalankan adalah bagian dari amanah besar untuk memberdayakan masyarakat secara menyeluruh,” ujar Najib.

Dengan memulai langkah pertama melalui pendekatan spiritual, diharapkan SPPG Sidoagung menjadi tempat tumbuhnya semangat kerja keras yang jujur, transparan, dan bernilai ibadah. Mujahadah menjadi pengingat bahwa keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari laba materi, tetapi dari sejauh mana keberadaannya mampu memberi manfaat nyata bagi umat.

Ketua GP Ansor Sleman, H.M. Najib Yuliantoro, menyampaikan bahwa investasi ini merupakan wujud keseriusan organisasi dalam menciptakan kemandirian ekonomi. Pihaknya ingin Ansor tidak hanya kuat secara ideologi dan kaderisasi, tetapi juga kokoh secara ekonomi.

“Melalui BUMA, kami berkomitmen menciptakan ekosistem bisnis yang menyejahterakan anggota dan masyarakat,” lanjutnya.

Keterlibatan GP Ansor Sleman dalam pengembangan SPPG juga membawa nilai edukatif. Kader-kader muda diajak terjun langsung mengelola unit bisnis, belajar mengenai manajemen, keuangan, dan pemasaran. Proses ini menjadi arena kaderisasi ekonomi yang penting dalam membentuk generasi muda Ansor yang tidak hanya militan secara ideologis, namun juga cakap dalam bidang wirausaha dan ekonomi kreatif. Hal ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang membangun kemandirian organisasi secara berlapis.

“Melalui SPPG ini, kami ingin menjawab kebutuhan mendesak dalam pemenuhan gizi, sekaligus menunjukkan bahwa organisasi kepemudaan seperti GP Ansor memiliki komitmen serius terhadap isu-isu sosial dan kesehatan masyarakat,” terang H.M. Najib.

Dengan semangat kolaboratif, GP Ansor Kabupaten Sleman membuktikan bahwa organisasi kepemudaan bisa menjadi aktor penting dalam transformasi ekonomi di tingkat akar rumput. Investasi melalui BUMA di SPPG Sidoagung bukan sekadar urusan bisnis, melainkan langkah strategis menuju kemandirian organisasi yang berbasis kebermanfaatan. Di tengah tantangan ekonomi global, kehadiran BUMA menjadi jawaban atas kebutuhan akan ekonomi alternatif yang adil, mandiri, dan berkelanjutan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Ungkapan Syukur Sambut Musim Panen, Padukuhan Penen Gelar Tradisi Wiwitan

Sleman – Ratusan warga Padukuhan Penen mengenakan pakaian adat Jawa mengikuti rangkaian upacara adat wiwitan, Rabu (30/7/2025). Mereka berjalan beriringan dari Aula Masjid Baitul Hasanah Penen menuju pematang sawah di selatan area Padukuhan Penen.

Warga Padukuhan Penen, Donoharjo, Ngaglik, melaksanakan tradisi wiwitan, sebuah upacara adat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen padi yang melimpah.

Wiwitan dimulai dengan doa bersama yang dipimpin oleh mbah kaum atau pak rois, dilanjutkan dengan prosesi memetik padi secara simbolis. Warga kemudian bersama-sama menikmati kenduri berupa nasi gurih, ingkung ayam, pisang raja, dan aneka sesaji lainnya. Tradisi ini juga disertai ritual membuang bucalan (sesaji penolak bala) di sudut sawah sebagai simbol harapan agar terhindar dari bencana dan hasil panen selalu baik.

Selain kenduri, warga menyiapkan perlengkapan sakral seperti tumpeng serta simbol ron-ronan (daun-daunan) yang sarat makna, seperti totok salak sebagai lambang keberanian menghadapi kesalahan, daun kluwih sebagai harapan menjadi pribadi unggul, dan janur sebagai simbol cahaya dan surga.

Menurut salah satu tokoh budaya, Winardi yang juga menjabat sebagai Ketua RW 34 Padukuhan Penen, tradisi wiwitan dipercaya telah ada jauh sebelum masuknya agama ke tanah Jawa.

Kata wiwitan sendiri berasal dari kata wiwit, yang berarti “memulai” atau “mengawali” musim panen. Selain bentuk syukur, upacara ini juga merupakan sarana mempererat kebersamaan warga dan menanamkan nilai-nilai kearifan lokal.

Winardi juga menjelaskan bahwa Dusun Penen merupakan tempat lahirnya banyak pemuka masyarakat yang menjunjung tinggi kerukunan, tata krama, serta nilai-nilai keagamaan.

“Warga kami rukun, bekerja siang dan malam, dan menjunjung musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan,” ujarnya.

“Wiwitan juga mengandung makna spiritual mendalam melalui konsep sangkrip atau sangkan paraning urip, bahwa manusia tidak bisa lepas dari lingkungan yang telah diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Bahwa bumi minangka sedulur singkep artinya bumi merupakan saudara. Di dalam bumi terdapat sumber daya alam yang diperuntukan untuk kehidupan masyarakat,” sambung Winardi.

Sementara itu, Dukuh Padukuhan Penen, Maryanto mengajak masyarakat untuk memanjatkan puji syukur atas semua rezeki yang terlimpah bagi seluruh masyarakat dalam bentuk apapun.

“Kegiatan ini merupakan perlambang kebersamaan seluruh masyarakat, bukan hanya saat berjuang namun saat bahagia dan saat panen juga bersama,” katanya.

“Semoga rezeki yang Ibu terlimpah menjadi rezeki yang barokah dan semoga dapat menjadi kegiatan yang berkelanjutan ditahun mendatang,” ungkap Maryanto. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)