Pesantren Murih Padhang Banyuraden, Cahaya Baru Bagi Lansia

Doa bersama yang digelar dalam rangka pembukaan Pesantren Lansia Murih Padhang di Banyuraden, Sleman, Jumat malam (18/7/2025) memiliki tujuan utama sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar kegiatan pesantren ini diberkahi dan diberikan kelancaran.

Dengan mengawali ikhtiar sosial-keagamaan ini melalui lantunan tahlil, mujahadah, dan doa bersama, masyarakat berharap pesantren lansia ini dapat menjadi tempat yang membawa manfaat spiritual bagi para penghuninya dan tetap lestari dalam jangka panjang.

Selain sebagai bentuk spiritualitas kolektif, doa bersama juga untuk memperkuat rasa kebersamaan antarwarga. Melalui momentum ini, para lansia, keluarga mereka, tokoh agama, dan relawan muda dapat merajut ikatan emosional yang erat. Kehadiran bersama dalam satu ruang doa menciptakan atmosfer saling peduli dan mendukung, merupakan sebuah fondasi penting bagi keberlangsungan program pesantren yang berbasis komunitas.

Dalam sambutan pembukanya, Sarjono selaku Ketua Panitia menghaturkan terima kasih kepada para donatur yang telah mendermakan pikiran, tenaga maupun hartanya sehingga dapat berdiri Pesantren Lansia Murih Padhang. Ia berharap pesantren ini dapat menjadi tempat yang menyejukkan bagi para lansia, baik secara spiritual maupun sosial, serta produktif dalam usia senja melalui kegiatan-kegiatan religius yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.

“Kami ingin pesantren ini menjadi rumah kedua yang nyaman dan penuh makna bagi para lansia,” ujarnya.

Doa bersama yang dipimpin dipimpin Kyai Ahmad Shofi selaku Pengasuh Pesantren Lansia Murih Padhang diikuti oleh Komandan Koramil 17/Gamping, Mayor Armed Istachori, Aiptu Prastyanto mewakili Kepala Kepolisian Sektor Gamping, Lurah Banyuraden, Sudarisman, serta Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kapanewon Gamping, KH. Ahmad Mabarun.

Usai melantunkan doa, Mayor Istachori melakukan pemotongan nasi tumpeng dan menyerahkan kepada pengasuh sebagai pertanda dibukanya Pesantren Lansia. Ia mendorong adanya kepedulian dan keterlibatan semua pihak dalam menjaga semangat belajar dan beribadah para lansia karena tanpa gotong royong, pesantren ini tak akan mampu bertahan.

“Kehadiran bersama dalam satu ruang doa menciptakan atmosfer saling peduli dan mendukung, sebuah fondasi penting bagi keberlangsungan program pesantren yang berbasis komunitas,” terangnya.

Sementara itu, berdasarkan penjelasan Kyai Ahmad Shofi selaku pengasuh, pesantren lansia ini akan menggelar kegiatan rutin setiap harinya dengan program Tahfidzul Qur’an, Baca Tulis Qur’an, Baca Tulis Pegon Jawa, Kajian Tafsir Al-Qur’an, Kajian Hadits, Kajian Fiqh, Kajian Akhlaq atau Etika, Kajian Tasawuf, Konseling, Mujahadah, Wisata Religi, Cek Kesehatan, Bugar Lansia, termasuk beragam pelatihan.

“Pendampingan akan melibatkan relawan muda dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan kader kesehatan. Kolaborasi lintas generasi menjadi salah satu kekuatan utama dari program ini,” jelas Kyai Shofi.

Akhirnya, Lurah Banyuraden, Sudarisman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga, mendukung, dan merawat keberlangsungan pesantren lansia ini. Baik melalui partisipasi langsung, bantuan fasilitas, maupun doa yang tiada putus. “Mari kita jadikan Murih Padhang sebagai cahaya harapan, sekaligus sebagai pengingat bagi kita semua tentang pentingnya merawat ruh keagamaan dan kebersamaan dalam hidup bermasyarakat,” ajaknya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Wayang Kancil Sanggar Widya Pramana Pikat Penonton The Local Market Jakarta

Sleman – Wayang Kancil menjadi penutup meriah rangkaian The Local Market Jakarta di Urban Forest Cipete, Minggu malam (20/7/2025). Pentas yang dibawakan oleh Alifiyan, dalang muda dari Sanggar Widya Pramana Sleman, memikat penonton dengan kisah jenaka nan sarat pesan moral.

Tokoh Kancil tampil sebagai sosok cerdik sekaligus pemimpin yang mengajak hewan-hewan hutan menjaga kelestarian alam dari keserakahan manusia. Cerita disampaikan ringan dengan sentuhan humor segar, membuat anak-anak antusias dan orang tua larut dalam gelak tawa.

Puluhan keluarga dan penyinta seni tradisi memenuhi area pertunjukan. Karakter Kancil yang licik namun bijak menjadi daya tarik utama, apalagi Alifiyan membawakannya dengan narasi lincah, intonasi suara terlatih, serta sesekali menyelipkan bahasa Indonesia dan Inggris, menyesuaikan audiens urban Jakarta.

Pentas diiringi gamelan tradisional berpadu efek suara modern, menciptakan sajian audio-visual yang segar tanpa menghilangkan unsur klasik seperti sulukan (tembang pembuka), keprak, dan gaya tutur khas pewayangan.

“Wayang Kancil adalah media edukasi efektif, terutama bagi anak-anak,” ujar Sarwono Gembok, Pimpinan Sanggar Widya Pramana. Menurutnya, keterlibatan dalang muda menjadi kunci mengenalkan kembali seni tradisi kepada generasi milenial dengan cara yang kontekstual dan menyenangkan.

Wayang Kancil menjadi puncak acara seni daerah yang telah digelar sejak pagi di The Local Market Jakarta. Penonton tampak antusias saat sorot lampu menyorot layar wayang, menjadikannya tontonan favorit dibanding penampilan lain.

Menurut Sarwono, apresiasi tinggi dari penonton membuktikan kesenian tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat urban.

“Banyak orang tua sengaja mengajak anak-anak mereka untuk menonton sebagai bentuk pelestarian budaya sejak dini,” tandasnya.

Pementasan ini sekaligus menegaskan ciri khas Sanggar Widya Pramana yaitu menjaga ruh budaya Jawa sambil berani bereksperimen dengan pendekatan baru agar seni tradisi tetap hidup di tengah modernitas. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Halaqoh Ansor Sembada #2, Merajut Spirit Kebersamaan Jelang Inaugurasi

Sleman — Halaqoh Ansor Sembada #2 digelar di Sekretariat GP Ansor Kabupaten Sleman, Senin (21/7/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pra-inaugurasi Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sleman periode 2025–2029, yang dijadwalkan akan segera dilantik.

Berbeda dari agenda biasa, halaqoh kali ini menghadirkan ruang refleksi dan konsolidasi ideologis melalui doa bersama, dzikir, dan penguatan nilai spiritual. Para kader dari berbagai latar belakang baik struktural maupun kultural duduk melingkar, mengaji, berdzikir, dan bermunajat, menyatukan niat demi keberkahan perjuangan GP Ansor Sleman di masa mendatang.

Ketua GP Ansor Sleman, H.M. Najib Yuliantoro, menegaskan pentingnya kekuatan spiritual dalam setiap gerak organisasi.

“Doa adalah kekuatan utama para pejuang. Sebelum bergerak ke medan tugas, kita harus menata niat dan membersihkan hati. Di sinilah pentingnya halaqoh dan doa bersama,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan organisasi tak semata ditentukan strategi teknis, tetapi juga oleh kekuatan batin para penggeraknya.

Halaqoh ini turut dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Sleman H. Sidiq Pramono, serta Pimpinan Ponpes Darul Ulum Kleben, KH. Nurjamil Dimyati. Kehadiran para tokoh tersebut memberi makna tersendiri, sekaligus menjadi momen untuk mengingat kembali komitmen awal dalam berkhidmat di GP Ansor.

Dalam suasana hening yang menyelimuti, peserta merasakan energi spiritual yang mendalam. Doa bersama ini dipahami bukan sekadar rutinitas, tetapi ikhtiar kolektif untuk mengetuk pintu ridha Allah SWT dan menyelaraskan langkah organisasi dengan nilai-nilai luhur Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

“Doa adalah bahan bakar moral yang menopang kerja-kerja kemanusiaan Ansor empat tahun ke depan,” ujar Najib.

Tak hanya doa, halaqoh juga menjadi ajang penguatan ideologi Aswaja an-Nahdliyah, sebagai benteng kader menghadapi derasnya arus pemikiran yang berpotensi mengikis jati diri ke-NU-an. Ulama muda dan senior memberikan taushiyah dan penguatan nilai-nilai keislaman moderat yang menjadi fondasi GP Ansor.

Dari forum ini, GP Ansor Sleman meneguhkan komitmen untuk menjadi kekuatan sosial yang progresif namun membumi. Doa bersama menjadi jantung perjuangan—sebagai simbol sinergi antara ikhtiar lahir dan batin, antara gerakan sosial dan pijakan spiritual.

“Doa bersama bukan hanya ritual, melainkan fondasi ruhani untuk melahirkan kepemimpinan yang visioner, amanah, dan penuh kasih sayang,” pungkas Najib.

Melalui Halaqoh Ansor #2 ini, GP Ansor Sleman membuktikan bahwa kekuatan organisasi terletak bukan hanya pada strategi, tapi pada kesatuan hati dan ruh perjuangan yang istiqomah. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Empat Unit Mahasiswa KKN UNY Resmi Diterjunkan di Kalurahan Condongcatur

Sleman — Sebanyak empat kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) resmi diterjunkan ke wilayah Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, untuk menjalankan program pengabdian kepada masyarakat selama dua bulan, mulai 21 Juli hingga 26 September 2025.

Prosesi seremonial penerjunan berlangsung di Ruang Wacana Loka pada Senin (21/7/2025) dan dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), perangkat Kalurahan, serta para dukuh dari empat padukuhan lokasi KKN, yakni Sanggrahan, Kaliwaru, Kentungan, dan Gandok.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengajak para mahasiswa untuk menjadikan KKN sebagai ruang belajar yang sesungguhnya.

“Kami berharap, adik-adik mahasiswa dapat menggali potensi masyarakat, belajar dari kearifan lokal, dan memberikan kontribusi nyata, meski dalam hal-hal sederhana. Jadikan KKN ini sebagai ladang amal sekaligus sarana pengembangan diri,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kalurahan Condongcatur terbuka untuk kolaborasi dan siap mendukung program-program yang memberi manfaat langsung bagi warga.

Sementara itu, Dr. Kuncoro Asih Nugroho, selaku Dosen Pembimbing Lapangan UNY, secara resmi menyerahkan keempat kelompok mahasiswa KKN kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur.

“Ada dua model KKN yang diterjunkan di sini, yakni KKN Reguler Kolaboratif Tematik Lokal (RKTL) yang ditempatkan di Padukuhan Sanggrahan dan Kaliwaru, serta KKN Mandiri yang akan bertugas di Padukuhan Kentungan dan Gandok,” jelasnya.

Dr. Kuncoro menambahkan, mahasiswa berasal dari berbagai latar belakang daerah dan budaya. Oleh karena itu, ia meminta arahan dari dukuh setempat agar para mahasiswa dapat beradaptasi dan membaur dengan norma sosial masyarakat.

“Mohon bimbingan dan arahan, agar mereka dapat menyesuaikan diri dan ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan di masing-masing padukuhan,” imbuhnya.

Sebagai simbolisasi, dilakukan penyerahan jas almamater UNY dari Dosen Pembimbing kepada Lurah Condongcatur, yang kemudian mengenakannya kepada dua perwakilan mahasiswa KKN dari model RKTL dan Mandiri.

Carik Condongcatur, Riska Dian Nur Lestari, memberikan pesan penutup kepada para peserta KKN.

“Kami titip pesan agar seluruh mahasiswa senantiasa menjaga kesopanan dan adab di tengah masyarakat. Selain itu, setiap kelompok juga wajib menyusun booklet berisi informasi umum padukuhan, Indeks Ketahanan Keluarga (IKK), serta dokumentasi kegiatan masyarakat selama masa KKN,” tegas Riska.

Kegiatan KKN ini diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa serta dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat Condongcatur. (Wasana/KIM Depok)




Bantuan Armada DPRD Sleman Optimalkan Kinerja Bank Sampah Barokah Geplakan

Sleman — Upaya pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat di Dusun Geplakan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping mendapat angin segar. Bank Sampah Barokah Geplakan kini memiliki armada kendaraan roda tiga jenis Viar, hasil bantuan aspirasi dari anggota DPRD Kabupaten Sleman, Hj. Ismi Sutarti.

Bantuan diserahkan secara langsung di halaman Bank Sampah Barokah pada Senin (21/7), sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan pengurangan sampah dan pemberdayaan masyarakat melalui sistem bank sampah.

Selama ini, keterbatasan sarana angkut menjadi tantangan utama dalam pengumpulan dan distribusi sampah bernilai ekonomi. Dengan hadirnya kendaraan roda tiga, aktivitas pengangkutan sampah dari rumah ke rumah kini menjadi lebih efisien, hemat tenaga, dan menjangkau lebih luas.

“Biasanya kami harus pakai gerobak dorong atau pinjam kendaraan warga. Sekarang punya armada sendiri, ini sangat memudahkan,” ujar Abdul Rosyid, Ketua RW 06 sekaligus pengurus Bank Sampah Barokah.

Rosyid menambahkan, kendaraan ini turut meningkatkan semangat kader lingkungan di dusunnya. Menurutnya, perhatian dari anggota dewan menjadi bukti bahwa gerakan masyarakat dalam menjaga lingkungan tidak luput dari pengakuan.

Dalam sambutannya, Hj. Ismi Sutarti menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bagian dari realisasi aspirasi warga yang disalurkan melalui DPRD Sleman.

“Bank sampah adalah pilar penting untuk mengurangi beban TPA dan membentuk budaya daur ulang di tengah masyarakat. Kendaraan roda tiga ini kami pilih karena cocok dengan kondisi jalan kampung serta praktis digunakan,” jelasnya.

Kendaraan jenis Viar dinilai cocok untuk operasional kampung karena efisien bahan bakar, mudah perawatan, dan mampu menjangkau medan sempit. Keberadaan armada ini juga membuka peluang bagi Bank Sampah Barokah untuk memperluas jangkauan layanan ke dusun sekitar yang belum memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri.

Tak hanya itu, ke depan bank sampah ini juga akan menjajaki kerja sama dengan pelaku industri kreatif yang menggunakan limbah plastik dan kertas sebagai bahan baku produk kerajinan.

Abdul Rosyid berharap dukungan seperti ini dapat menjadi teladan bagi anggota dewan lainnya untuk lebih dekat dengan gerakan akar rumput, khususnya di bidang lingkungan.

“Tidak harus proyek besar. Bantuan konkret yang menyentuh kebutuhan warga seperti ini justru dampaknya terasa langsung dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dengan semangat baru dan dukungan nyata dari wakil rakyat, Bank Sampah Barokah Geplakan kini semakin percaya diri mewujudkan kampung yang bersih, sehat, dan lestari. Di balik suara mesin kendaraan sederhana itu, berdenyut semangat besar: gotong royong untuk bumi yang lebih baik. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)