Pelatihan Teknik Komunikasi dengan Lansia Demensia Digelar di Sleman

Sleman – Pelatihan teknik komunikasi dengan lansia, khususnya mereka yang mengalami demensia, kembali digelar di Rumah Singgah Lansia Blendung, Sumbersari, Moyudan, Sleman. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pelatihan kader hasil kerja sama antara Universitas Southampton (Inggris), Universitas Katolik Atma Jaya (Jakarta), dan IRL (Institute for Research and Learning).
Pelatihan yang berlangsung pada Sabtu (19/7) ini merupakan pertemuan kedua dari total lima sesi yang telah dijadwalkan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas kader dalam memberikan perawatan dan dukungan emosional kepada para lansia, baik di rumah singgah maupun melalui kunjungan ke rumah-rumah warga.
Ketua Bina Keluarga Lansia (BKL) Mugi Waras, Hj. Djumanah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para kader kami dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup keluarga lansia di masyarakat,” ujarnya.
Turut hadir mendampingi, Wahyu Aryanti Rosaria Bawaningsih, Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana Kapanewon Moyudan sekaligus pembina BKL Mugi Waras. Ia menekankan pentingnya pelatihan home visit sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang terhadap lansia.
“Pelatihan ini menambah pengetahuan para kader, sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi para lansia dan keluarga mereka yang merasa diperhatikan dan dicintai,” ungkap Wahyu.
Pelatihan menghadirkan narasumber Hezty Insriani, peneliti sosial independen, yang membawakan tiga topik utama Dasar-Dasar Perawatan Lansia, Komunikasi, Partisipasi, dan Dukungan Emosional, serta Teknik Kunjungan ke Rumah Lansia.
Pada materi komunikasi, Hezty menekankan pentingnya pendekatan empatik saat berinteraksi dengan lansia, terlebih mereka yang mengalami penurunan fungsi kognitif atau demensia.
“Awali dengan sentuhan lembut, seperti menepuk bahu dengan kasih sayang. Gunakan bahasa yang sederhana dan kalimat yang pendek agar mudah dipahami. Bila lansia sedang emosi atau mengulang cerita, tanggapi dengan tenang, jangan menyulut perasaan mereka,” jelas Hezty.
Materi terakhir membahas teknis kunjungan rumah, termasuk tahap persiapan, waktu yang tepat melakukan kunjungan, hingga penyusunan laporan hasil kegiatan.
Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas para kader dalam memberikan pelayanan dan dukungan yang lebih manusiawi dan terstruktur kepada para lansia di komunitas mereka. (Eny Ms/KIM Moyudan)



