KWT Sumber Kusumo Gelar Saresehan, Lomba Mewarnai, dan Tari di Gebyar Pasar Tani Moyudan

Sleman – Paguyuban Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Kusumo menggelar Gebyar Pasar Tani Moyudan di Aula Kalurahan Sumberagung, Moyudan, Sleman, Minggu (20/7/2025). Acara dikemas dalam bentuk saresehan, lomba mewarnai, lomba tari, serta bazar produk olahan hasil pertanian anggota KWT.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Forum Pimpinan Kapanewon Moyudan, serta Kepala UPTD BP4 Wilayah I Moyudan-Minggir. Hadir pula para lurah se-Kapanewon Moyudan dan 72 pengurus serta anggota KWT.
Ketua Paguyuban KWT Sumber Kusumo Sri Yanti mengatakan kegiatan ini berbeda dari pertemuan rutin yang biasanya digelar tiga bulan sekali.
“Pertemuan kali ini sekaligus kami selenggarakan Gebyar Pasar Tani, dengan saresehan, lomba mewarnai untuk TK dan SD kelas 1, lomba tari, dan lapak hasil olahan KWT,” ujarnya.
Menurutnya, saresehan bertujuan meningkatkan pemahaman anggota KWT dalam budidaya lahan pertanian dan pekarangan sebagai upaya ketahanan pangan keluarga. Sementara lomba mewarnai dan tari ditujukan untuk menumbuhkan kreativitas anak sekaligus mengenalkan dunia pertanian sejak dini.
Yanti menambahkan, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari DP3 Sleman, termasuk bantuan trofi dan uang pembinaan untuk para pemenang lomba.
Saresehan menghadirkan FX Naryanto, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Moyudan, yang memaparkan materi bertema “Budidaya Talas Pratama sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Keluarga.”
Naryanto menjelaskan, talas pratama merupakan hasil persilangan antara talas semir asal Sumedang dan talas sutra dari Thailand. Tanaman ini memiliki kandungan nutrisi tinggi dan baik untuk kesehatan, termasuk membantu menurunkan gula darah dan memperlambat penuaan.
“Secara ekonomi, talas pratama memiliki ukuran besar, rasanya enak, tahan penyakit, dan tiap batang bisa menghasilkan 4–7 kilogram,” katanya. Ia juga menjelaskan pengendalian hama talas seperti ulat daun, kutu daun, dan belalang, yang dapat dilakukan melalui kebersihan lahan, rotasi tanaman, hingga penggunaan insektisida dan pupuk organik-anorganik.
Perwakilan DP3 Sleman, Joko Dwi Haryadi, mengapresiasi inisiatif KWT Sumber Kusumo.
“Kegiatan seperti ini penting untuk mendukung ketahanan pangan. Harapan kami, para KWT bisa terus mengembangkan produk olahan sehat tanpa bahan pengawet. Pemerintah akan selalu bersinergi dengan KWT,” ujarnya.
Kepala UPTD BP4 Wilayah I, Riyana, juga menyambut positif kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini membuktikan ibu-ibu KWT tidak hanya peduli pada ketahanan pangan, tetapi juga pendidikan anak melalui lomba mewarnai dan tari,” katanya. (Giek/KIM Moyudan)



