BEP, Solusi Sehat Tanpa Obat untuk Lansia: Rumah Sehat Anggrek Drono Rayakan Satu Tahun Penuh Manfaat

Sleman – Tepat satu tahun sudah Rumah Sehat Bio Energy Power (BEP) Lansia Anggrek Drono Sardonoharjo hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para lansia di wilayah Sardonoharjo. Perayaan ulang tahun pertama yang digelar di Joglo Kebangsaan Drono RT03 RW33, Kamis (17/7/2025) ini menjadi bukti bahwa BEP bukan sekadar aktivitas senam biasa. Melainkan sebuah pendekatan menyeluruh untuk hidup sehat tanpa ketergantungan pada obat-obatan.

Acara yang berlangsung meriah itu diikuti oleh sekitar 50 anggota, serta dihadiri Lurah Sardonoharjo Harjuno Wiwoho, Pembina BEP Bambang Sumiarto, dan perwakilan Yayasan BEP Indonesia, Pujoko. Kegiatan diawali dengan latihan bersama BEP, dilanjutkan dengan potong tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas keberlangsungan program selama satu tahun penuh.

Ketua Rumah Sehat Lansia Anggrek Drono, Dewi Lastri menegaskan bahwa BEP telah membawa dampak luar biasa dalam kehidupan para lansia. “BEP bukan hanya soal senam, tapi tentang bagaimana kita mengolah nafas, energi, dan tubuh untuk mencapai keseimbangan. Selama satu tahun ini, banyak anggota kami yang merasa lebih bugar, tidur lebih nyenyak, bahkan mengurangi ketergantungan pada obat,” ujarnya penuh syukur.

BEP (Bio Energy Power) adalah metode kesehatan yang menggabungkan olah pernapasan, pengaturan energi tubuh, serta gerakan sederhana yang bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk lansia. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menjaga vitalitas, memperkuat imun, dan meningkatkan kualitas hidup.

Pembina Rumah Sehat BEP, Bambang Sumiarto menjelaskan bahwa olahraga ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan terapi alami. “Semakin tua, justru tubuh kita makin membutuhkan gerakan. BEP menjadi solusi praktis, tidak butuh alat, bisa dilakukan di mana saja, dan manfaatnya terasa langsung. Ini adalah obat awet muda yang murah dan aman,” ucap Bambang.

Ia juga mengingatkan agar aktivitas fisik dilakukan tanpa memaksakan diri, karena kunci dari BEP adalah keseimbangan antara gerak dan relaksasi.

Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho dalam sambutannya turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menyebut BEP sebagai inovasi yang layak diperluas ke wilayah lain.

“Tiga kunci utama hidup sehat adalah pikiran, jiwa, dan tubuh. BEP menyentuh ketiganya. Lansia yang aktif, tersenyum, dan berkeringat secara teratur tentu akan lebih bahagia,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rumah Sehat Lansia Anggrek Drono merupakan bagian dari jaringan BEP Indonesia yang telah diakui secara nasional, bahkan mendapatkan sertifikat resmi dari PKBSI sejak Juli 2024 lalu. Dengan semangat “Sehat, Kuat, Bahagia, dan Sehat Tanpa Obat”, para anggotanya terus membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk hidup sehat dan berkualitas.

Melalui perayaan ini, BEP kembali menegaskan perannya sebagai solusi holistik untuk kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan lansia. Tak hanya menyehatkan tubuh, BEP juga memperkuat ikatan sosial antarwarga, menciptakan lingkungan yang lebih positif dan saling mendukung. (Andy Ahmad AZ-KIM DSN Ngaglik)




Condongcatur Juara 1 Nasional Lomba Pantau BKB MU Tahun 2025

Sleman – Prestasi membanggakan kembali diraih Kalurahan Condongcatur yaitu memperoleh pengharjaan juara 1 tingkat nasional untuk Lomba Pantau BKB MU Tahun 2025, dan Juara 1 Kampung KB Condongcatur. Penghargaan diserahkan pada acara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, di Pendopo Parasamya Kantor Bupati Sleman, Kamis (17/7/2025)

Pemerintah Kabupaten Sleman menjadi tuan rumah puncak peringatan puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 tahun 2025 tingkat DIY, yang dihadiri Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati (GKBRAA) Paku Alam X, Wakil Bupati Sleman beserta sejumlah Kepala Daerah, Kepala Perwakilan Kemendukbangga DIY, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Sleman, Ketua TP PKK Provinsi DIY, Panewu, Lurah. Salah satu rangkaian acaranya ialah penyerahan hadiah atau penghargaan tingkat Provinsi dan Tingkat Kabupaten

Kalurahan Condongcatur berhasil meraih Juara 1 lomba Pantau BKB MU Tahun 2025 diberikan kepada. Apresiasi diserahkan kepada Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji sebagai Juara 1 untuk program Perencanaan dan Penganggaran Kegiatan BKB Sejak Musrembangdes “Pantau BKB Mu” tingkat nasional.

Penghargaan juga diserahkan kepada Penyuluh KB Kapanewon Depok dan Pembina KB Kalurahan Condongcatur, Siti Juwariah sebagai juara 1 untuk program Perencanaan dan Penganggaran Kegiatan BKB Sejak Musrembangdes “Pantau BKB Mu”, tingkat nasional.

Terakhir, apresiasi diberikan kepada Kampung KB Condongcatur yang berhasil meraih juara 1 atas Penguatan Kampung Keluarga Berkulitas Tingkat Kabupaten Sleman, dan Juara 1 Tingkat Provinsi DIY dengan Ketua Kampung Keluarga Bekualitas (KKB), Novita Savitri.

Hadiah tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X.

Kalurahan Condongcatur meraih Juara 1 nasional Lomba Pantau BKB MU Tahun 2025 setelah dilakukan penilaian dan berhasil mendapat nilai tertinggi mengalahkan Desa Argomulyo, Sumberejo, Tanggamus – Lampung, Desa Sidorejo, Keluang, Musi Banyuasin – Sumatera Selatan, Desa Bumi Jaya, Pelaihari, Tanah Laut – Kalimantan Selatan dan Desa Rimbo Panjang, Tambang, Kampar – Riau.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji saat setelah menerima penghargaan menyampaikan rasa syukurnya atas kebersilan yang diperoleh dan mengajak menjadikan penghargaan ini sebagai penyemangat untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa Condongcatur makin maju dan Sejahtera.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dan bangga Condongcatur meraih Juara 1 nasional Lomba Pantau BKB MU Tahun 2025. Ini bukan semata lomba, tetapi wujud nyata komitmen kami membangun keluarga sebagai fondasi utama masyarakat,” katanya.

“Ini adalah bentuk penghargaan atas komitmen kuat kami dalam merencanakan dan menganggarkan kegiatan BKB sejak Musrenbangdes. Sebuah langkah nyata dalam mendukung pengasuhan anak usia dini yang lebih baik, berbasis data, dan melibatkan seluruh unsur masyarakat. Terima kasih atas kolaborasi hebat antara PKB/PLKB, para kader BKB dan stakeholder lainya,” tandas Reno.

Sementara itu, Penyuluh KB Kapanewon Depok dan Pembina KB Kalurahan Condongcatur, Siti Juwariah yang juga mendapat Juara 1 Perencanaan dan Penganggaran Kegiatan BKB Sejak Musrembangdes “Pantau BKB Mu” Tingkat Nasional mengaku bangga dan terharu atas keberhasilan prestasi ini berkat kerja sama yang baik antar lintas sektor terutama para kader-kader BKB di kalurahan dan padukuhan.

“Terima kasih kepada semuanya yang telah terlibat sehingga kita dapat meraih pencapaian yang tertinggi penghargaan nasional ini. Harapannya untuk kegiatan non fisik kegiatan BKB ada dukungan anggaran dari pemerintah kalurahan untuk mewujudkan generasi emas Indonesia yang sehat dan berkualitas, pembinaan tumbuh kembang balita, sehingga dapat menciptakan anak-anak yang tumbuh optimal dan memiliki potensi yang penuh,” ucap Siti.

Ketua Kampung KB Condongcatur, Novita Savitri juga mengucapkan rasa syukur atas prestasi yang diraih oleh Kampung Keluarga Berkualitas (KKB) Condongcatur.

“Harapannya, saya selaku Ketua KKB Condongcatur, ke depannya para pengurus bisa lebih bersemangat dan berinovasi dalam penyelenggaraan kegiatan Kampung Keluarga Berkualitas. Sehingga KKB Condongcatur dapat memberikan manfaat yang lebih maksimal untuk masyarakat Condongcatur, utamanya  terkait dengan program dari Kementerian Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga (Kemenduk Bangga), serta kegiatan lintas sektoral bersama mitra kerja,” tuturnya.

Dalam puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 tahun 2025 tingkat DIY, Sekolah Lansia & Kesenian Tradisional Anglung Sekar Melati Ngropoh Condongcatur juga tampil memberikan pertunjukkan yang apik membawakan dua buah lagu yang berjudul “Harta Berharga” dan “Koyo Jogja Istimewa” yang mampu memukau para tamu undangan (Wasana / KIM Depok)




DPUPESDM DIY Gelar Validasi dan Perencanaan PSU Permukiman Tahun 2026

Sleman – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) Propinsi DIY mengadakan rapat Sosialisasi dan Validasi Proposal Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) Permukiman tahun 2026 di Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Selasa (15/7/2025) hingga Kamis (17/7/2025), di ruang Rapat B Kantor DPUPESDM. Acara tersebut menghadirkan lurah didampingi oleh Ketua LPMKal masing-masing Kalurahan.

Konsultan Perencana PSU, Rifki Surya Pratama membuka rakor dan menjelaskan bahwa PSU sifatnya hibah konstruksi berupa peningkatan kualitas PSU permukiman. Hibah peningkatan kualitas PSU ini berdasarkan proposal kegiatan yang ditandatangani oleh LPMKal sebagai penerima hibah. Adapun secara teknis nanti akan ada penjelasan berkaitan dengan ketentuan umum hibah PSU Permukiman.

“Lurah dan LPMKal yang hadir bisa mencermati tentang opsi teknis yang dipilih dengan ketentuan umum dari PSU. Termasuk di dalamnya status tanah, lokasi, dimensi yang nantinya akan dicek dilokasi oleh konsultan pengawas,” jelasnya.

Rifki melanjutkan dengan menjelaskan tentang ketentuan hibah PSU Permukiman yang meliputi jalan atau bangunan pelengkap jalan, jaringan drainase dan retensi air hujan, jaringan pengaman jalan, jaringan distribusi air bersih dan Penerangan Jalan Umum (PJU). Kegiatan yang diusulkan tersebut menjadi syarat hibah PSU yang dituangkan dalam proposal yang dilengkapi dengan SK LPMKal sebagai penerima hibah.

“Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan DED Jalan dan PJU, antara lain lokasi tidak ditanah pribadi, tanah desa atau tanah instansi. Kemudian lokasi tidak di jalan kabupaten, propinsi bahkan nasional. Selanjutnya tidak pekerjaan jembatan, lokasi PSU jalan yang melayani permukiman, drainase tidak bersinggungan dengan saluran irigasi, talud jalan tidak di tepi Sungai, tidak diusulkan dengan sumber dana lain, lokasi bisa diakses alat berat, lebar jalan minimal tiga meter, serta PJU ada surat pernyataan kesediaan mengembangkan dan membayar dari LPMK,” jelasnya.

Dibagian akhir, Rifki memaparkan daftar lokasi PSU wilayah Sleman untuk tahun 2026. Di mana, kelengkapan lokasi dapat disampaikan sekaligus mengonfirmasi opsi teknis yang diusulkan secara langsung.

“Setelah validasi ini akan disusul dengan kegiatan survei yang dilakukan oleh konsultan pengawas lapangan untuk mengetahui secara pasti ketentuan hibah PSU. Bila ada yang tidak sesuai dengan ketentuan bisa didiskusikan dengan penerima hibah,” jelas Rifki mengakhiri paparannya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




PMI Gandeng Dunia Pendidikan, Perkuat Misi Kemanusiaan di Tingkat Lokal

Sleman — Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Ngaglik menggelar Rapat Kerja Semester II Tahun 2025, di Aula Kapanewon Ngaglik, Kamis (17/7/2025). Rapat kerja ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari Wakil Ketua PMI Kabupaten Sleman, Hery Dwikuryanto, Panewu Ngaglik, Wawan Widiantoro, jajaran Muspika, Koordinator Wilayah Pendidikan Ngaglik, lurah se-Kapanewon Ngaglik, serta perwakilan kepala sekolah dan guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Dalam sambutannya, Ketua PMI Kapanewon Ngaglik, Eka Sastra Kurniawan menegaskan pentingnya menjadikan sekolah sebagai mitra aktif dalam menyebarluaskan nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, program kemanusiaan akan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan jika ditanamkan sejak usia dini.

“Anak-anak perlu mengenal prinsip-prinsip kemanusiaan, empati, dan pertolongan pertama sejak dini. Karena itu, PMI Ngaglik menggandeng sekolah untuk bersama-sama menciptakan generasi yang tanggap dan peduli,” ujar Eka.

Ia juga mengumumkan bahwa PMI Ngaglik membuka call center di nomor 08176436066 untuk membantu masyarakat mendapatkan akses kebutuhan darah melalui koordinasi dengan PMI Kabupaten Sleman.

Dalam pemaparan program kerja, PMI Ngaglik menetapkan sejumlah agenda utama antara lain sosialisasi Pertolongan Pertama (PP) untuk siswa Sekolah Dasar, lomba PP untuk tingkat menengah, penyuluhan program “Lada Manis” (Layanan Darah Gratis Masyarakat Sleman) untuk SMA/sederajat, serta kegiatan donor darah massal yang melibatkan sekolah dan masyarakat umum.

Wakil Ketua PMI Kabupaten Sleman, Hery Dwikuryanto menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif PMI Ngaglik dan menekankan pentingnya gerakan donor darah. Ia juga menginformasikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman telah menghibahkan sebanyak kantong darah gratis untuk masyarakat ber-KTP Sleman.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam gerakan donor darah. Ini bukan hanya soal ketersediaan darah, tetapi juga bentuk nyata solidaritas kemanusiaan,” tegas Hery.

Sementara itu, Panewu Ngaglik, Wawan Widiantoro menyampaikan dukungan kapanewon terhadap seluruh program PMI. Ia menekankan bahwa PMI adalah mitra penting pemerintah dalam menjalankan misi kemanusiaan, baik dalam kondisi darurat maupun kegiatan edukatif.

“Seluruh program PMI akan kami dukung, termasuk lomba-lomba yang digelar untuk siswa dan remaja. Bahkan, kami telah menyiapkan Trophy Panewu Ngaglik sebagai bentuk apresiasi bagi sekolah yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan kemanusiaan,” ujar Wawan.

Rangkaian rapat kerja ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis. Sejumlah peserta memberikan masukan konstruktif, di antaranya usulan penguatan jejaring relawan muda, kolaborasi lintas lembaga, hingga digitalisasi layanan darah di tingkat lokal.

Dengan semangat kolaboratif dan visi jangka panjang, PMI Kapanewon Ngaglik berharap dapat menjadi pelopor dalam gerakan kemanusiaan berbasis komunitas dan pendidikan. Program-program yang digulirkan diharapkan tak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga membentuk budaya gotong royong dan kepedulian sosial yang berkelanjutan di Sleman. (ESK – KIM DSN Ngaglik)




Depok Raih Predikat Kapanewon Terbaik Satu Evaluasi Kinerja Kapanewon Empat Tahun Beturut-turut 

Sleman – Kapanewon Depok pada periode Tahun 2024 kembali berhasil mempertahankan Predikat Terbaik I dalam Evaluasi Kinerja Kapanewon selama empat tahun berturut-turut, dari tahun 2021, 2022, 2023 dan 2024. Penghargaan diberikan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya pada upacara peringatan Hari Keluarga Nasional ke-32, Hari Koperasi ke-78 dan Hari Anak Nasional ke-41 Tahun 2025, di Lapangan Pemda Sleman, Kamis (17/6/2024).

“Ikhlas Nglayani Lan Ngrampungi. Mewujudkan Kapanewon Depok sebagai etalase pencapaian visi Sleman sebagai Rumah Bersama,” jelas Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok, Isti Fajaroh mewakili Panewu Depok dalam presentasi Evaluasi Kinerja Kapanewon.

Dalam presentasi itu diketahui adanya peningkatan kualitas pelayanan publik, efektivitas penggunaan anggaran, dan pencapaian program-program strategis yang selaras dengan visi misi Kabupaten Sleman. Hal itu menjadi salah satunya indikator dasar penilaian.

“Beberapa program strategis yang menjadi unggulan di Kapanewon Depok yang menjadi fokus  dalam penilaian evaluasi kinerja, E-Government, GEDE LAMPAH (Gerakan Depok Memilah Sampah), Percepatan Penerapan GISA (Gerakan Indonesia Sadar Adminduk) dengan program turunannya SiPakde (Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Terpadu Kapanewon Depok Kabupaten Sleman), Kado untuk Dilan, Peduli Dadi, dan Kader Adminduk), UMKM Naik Kelas, dan Tim Reaksi Cepat Aduan Masyarakat merupakan inovasi-inovasi yang diusung Kapanewon Depok dalam mengakselerasi peningkatan kualitas pelayanan publik,” ucapnya.

 “Prestasi ini tidak terlepas dari dukungan, kerja sama, sinergi, dan kolaborasi yang sangat baik dengan, ketiga Pemerintah Kalurahan diwilayah Kapanewon Depok yaitu Kalurahan Caturtunggal, Condongcatur dan Kalurahan Maguwoharjo, tentu juga peran serta Polsek Depok Raya, Koramil 11 Depok, ketiga Puskesmas (Depok I, II, III), Korwil Pendidikan, UPTD BP4 Wil. VII, UPTD Stadion Maguwoharjo, UPTD Taman Kuliner, KUA Kapanewon Depok, berbagai lembaga dan instansi baik negeri maupun swasta, serta segenap warga masyarakat Depok,” sambung Isti.

Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi Kapanewon Depok untuk meningkatkan kualitas kinerjanya menjadi lebih baik. Terlebih dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.  (Adi Yananta/KIM Depok)