WKSBM Mulyo Mandiri Ngabean Luncurkan KANGEN ROSO

Sleman- Wahana Kesejahtreaan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) Mulyo Mandiri yang beralamatkan di Padukuhan Ngabean, Banyurejo, Tempel, Sleman memiliki program yang beraneka ragam. Salah satu programnya adalah membuka lapak jajan pasar yang diberi nama ‘KANGEN ROSO’.

Menurut Ketua WKSBM Mulya Mandiri, Tri Yoga Zuliyanto, lapak tersebut menjual hasil olahan dari warga setempat. “Pada saat ini kami baru dalam awal peluncuran produk secara terbatas,” tutur Yoga saat ditemui, Kamis (17/7/2025).

Ia menuturkan bahwa lapak tersebut rencananya akan dibuka secara resmi pada tanggal 17 Agustus 2025, dalam momen Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

“Lapak tersebut nantinya akan menjajakan berbagai jenis makanan hasil olahan rumah tangga. Hal tersebut merupakan terobosan baru bagi WKSBM Mulya Mandiri, karena bukan hanya sekedar kumpulkan dana dan dibagikan lagi untuk Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di wilayah ini. Tetapi memiliki usaha untuk pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

“Sedangkan untuk WKSBM nantinya akan menerima 500 rupiah setiap hari per lapak, yang juga nanti akan kita kembalikan lagi untuk kepentingan masyarakat,” imbuh Yoga.

Lokasi lapak yang cukup strategis yaitu berada di tepi Jalan Tempel-Deksa Km 6,7 pun cukup menjajikan sebuah usaha. Sebab lapak tersebut dimungkinkan bukan hanya masyarakat setempat sebagai pembelinya, tetapi juga masyarakat luas yang melewati jalan tersebut.

“Yang tidak kalah pentingnya setelah lapak ini berjalan dengan baik, WKSBM Mulya Mandiri akan membuka counter pulsa, baik reguler maupun paket data,” pungkas Yoga. (Giek / KIM Moyudan)




Kapanewon Pakem Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-32, Hari Koperasi ke-78, dan Hari Anak Nasional ke-41

Sleman – Kapanewon Pakem menyelenggarakan upacara dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-32, Hari Koperasi ke-78, dan Hari Anak Nasional ke-41 pada Kamis (17/7/2025).

Bertindak sebagai inspektur upacara Kapolsek Pakem, AKP Samiyono, yang dalam sambutannya menuturkan bahwa ketiga momen ini bukan hanya seremonial belaka, melainkan komitmen bersama dalam membangun masa depan bangsa.

“Masa depan yang dibangun dari keluarga yang harmonis, didukung oleh ekonomi kerakyatan berbasis koperasi, dan diperkuat oleh generasi muda yang kuat serta terlindungi,” ujarnya.

Pada peringatan Hari Keluarga Nasional ke-32, disampaikan bahwa keluarga merupakan penentu dan kunci kemajuan bangsa, selaras dengan tema “Dari Keluarga untuk Indonesia Maju,” katanya.

“Urgensinya adalah membangun keluarga yang tangguh demi melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan adaptif terhadap kemajuan zaman. Oleh karena itu, ketahanan keluarga menjadi pondasi dalam menyusun berbagai kebijakan strategis nasional, sehingga keluarga menjadi pusat kasih sayang, pendidikan, dan perlindungan. Saya berharap kepada para peserta upacara untuk menjadikan keluarga sebagai pusat pendidikan terbaik untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan,” sambung AKP Samiyono.

Mengenai Hari Koperasi ke-78, AKP Samiyono menegaskan bahwa koperasi hendaknya menjadi tonggak utama perekonomian bangsa, sesuai tema “Koperasi Maju, Indonesia Adil dan Makmur”.

“Koperasi dijalankan atas dasar prinsip gotong royong dan kekeluargaan sesuai Pasal 33 UUD 1945. Untuk itu, kita perlu mendorong koperasi agar semakin profesional, inklusif, inovatif, selaras dengan tuntutan global dan digitalisasi, serta mampu menjalin kerja sama dengan badan usaha yang peka terhadap perubahan zaman,” tegasnya.

“Kita patut berbangga karena Kabupaten Sleman telah berhasil membangun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Bahkan Kalurahan Tamanmartani, Sinduadi, dan Sidomulyo terpilih menjadi mark-up atau contoh nyata KDMP. Dengan percepatan pembangunan koperasi ini, Sleman menjadi percontohan nasional program pembentukan KDMP,” tandas AKP Samiyono.

Lebih lanjut, pada peringatan Hari Anak Nasional ke-41, ia menyampaikan pentingnya momentum ini untuk merefleksikan pemenuhan hak-hak anak.

“Pasal 28B ayat (2) UUD 1945 menyebutkan setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh berkembang, serta terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi. Hal ini selaras dengan tema Hari Anak Nasional 2025, ‘Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045,” ujar AKP Samiyono.

“Anak harus dilindungi dari kekerasan, pelecehan, dan penyalahgunaan teknologi digital, serta dijaga kecukupan gizinya untuk mendukung program nasional pemberantasan stunting,” pungkasnya.

Acara peringatan ini diakhiri dengan menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” sebagai bentuk semangat kebangsaan seluruh peserta upacara. (Asrori Wardan / Kim Pakem)




Keunikan Wayang Sorot dari Sanggar Widya Pramana Banyuraden

Sleman – Wayang sorot menjadi medium seni pertunjukan yang unik dan mulai bangkit kembali di tengah perkembangan zaman. Dalam sebuah gladi yang berlangsung di Patran, Sleman, Rabu (16/7/2025) komunitas seni Sanggar Widya Pramana Banyuraden menampilkan wayang sorot dengan gaya khas dan pendekatan modern yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi.

Gladi yang dilakukan oleh Alifiyan selaku dalang muda berusaha memadukan kearifan lokal dengan semangat generasi baru dibawah arahan seniman senior, Sarwono Gembok. Berbeda dengan wayang kulit konvensional, wayang sorot memanfaatkan permainan cahaya proyeksi untuk menciptakan visual yang lebih hidup di layar kelir.

Dalang muda dari Sanggar Widya Pramana tersebut secara kreatif menyusun alur cerita dan memanfaatkan cahaya serta bayangan untuk menciptakan efek dramatis yang memikat penonton. Tak heran, anak-anak hingga orang tua terpaku menyaksikan setiap adegan yang tampil secara dinamis dan puitis.

Keunikan lain dari pertunjukan ini terletak pada penggabungan unsur cahaya. Musik gamelan tetap dipertahankan sebagai pengiring utama, namun dipadukan dengan efek pencahayaan yang memperkuat suasana cerita. Kolaborasi ini memberi pengalaman baru yang menyegarkan bagi penonton tanpa kehilangan ruh budaya wayang yang sesungguhnya.

Alifiyan yang berlatih pertunjukan tersebut bukan hanya pandai memainkan tokoh-tokoh wayang, namun juga piawai menyisipkan pesan moral kekinian. Dalam lakon yang dibawakannya, ia menyisipkan pesan-pesan sosial yang dibalut dalam kisah epik tokoh pewayangan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Menurut Sarwono, Sanggar Widya Pramana memang dikenal sebagai sanggar yang memberi ruang eksplorasi kreatif kepada generasi muda. Mereka tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menghidupkannya dengan pendekatan baru yang ramah bagi semua kalangan. Wayang sorot menjadi salah satu bentuk eksperimen yang kini justru mendapat respons positif, terutama dari penonton muda yang akrab dengan visual dan teknologi. Ia pun menjelaskan teknik pembuatan tokoh wayang sorot, penyusunan cerita, hingga pengaturan cahaya dan musik.

“Pendekatan ini menjadi bagian dari pendidikan budaya yang menyenangkan dan membumi,” ujarnya.

Kekuatan wayang sorot terletak pada kemampuannya menyampaikan nilai tradisi melalui bentuk pertunjukan yang lebih inklusif. Tanpa harus memahami bahasa Jawa secara penuh, penonton tetap dapat mengikuti alur cerita karena didukung oleh visualisasi dan narasi yang komunikatif. Ini menjadi bukti bahwa budaya lokal mampu menjangkau audiens yang lebih luas dengan sentuhan inovasi.

Dengan konsistensi dan semangat kolaboratif, Sanggar Widya Pramana Banyuraden membuktikan bahwa seni tradisi bisa terus hidup dan berkembang. Wayang sorot bukan sekadar hiburan, melainkan jembatan antargenerasi yang menyatukan nilai-nilai budaya dengan tantangan zaman.

Harapannya, dalang muda tak hanya mewarisi ilmu dari para pendahulunya, tetapi juga berani menciptakan gaya baru yang tetap berakar kuat pada nilai luhur budaya. Semangat ini menjadi harapan baru bagi dunia pewayangan di tengah era digital. “Dari Banyuraden, cahaya kebudayaan terus memancar, menyinari masa depan pewayangan Indonesia,” tutup Sarwono. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Polresta Sleman dan Satpol PP Bangun Ketangguhan Warga Banyumeneng Lewat Pembinaan Kamling

Sleman – Upaya nyata untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif dilakukan Kepolisian Resort Kota (Polresta) Sleman yang berkolaborasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman bersama melakukan pembinaan keamanan lingkungan warga di Balai RW. 04 Banyumeneng, Sleman, Rabu (16/7/2025).

Pembinaan yang dipimpin oleh Anggota Polresta Sleman, Aiptu Mugi Prawata bersama Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi dihadiri anggota DPRD Kabupaten Sleman, Suryana menjadi ruang dialog antara aparat dan masyarakat.

Aiptu Mugi Prawata menjelaskan berbagai aspek penting terkait keamanan lingkungan. Mulai dari pencegahan potensi konflik antar warga, penanganan gangguan ketertiban umum, hingga peningkatan peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungannya. Warga tidak hanya diberi teori, tapi juga diajak menyusun langkah-langkah konkret yang bisa dilakukan di tingkat RT dan RW.

Ia menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi kunci keberhasilan pembinaan ini. Pihaknya memilih pendekatan persuasif dan partisipatif karena warga merupakan mitra utama dalam menjaga ketertiban.

“Kami hadir bukan untuk mengawasi, tapi untuk mendampingi,” ungkapnya dalam sesi diskusi bersama tokoh masyarakat Banyumeneng.

Lebih lanjut, Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mendorong pembentukan satuan tugas kecil di tingkat RT seperti pos ronda dan forum komunikasi warga. Satgas tersebut menjadi ujung tombak pelaporan dan pencegahan sekaligus memperkuat sistem keamanan lingkungan yang sudah ada. Mereka nantinya dibekali pengetahuan dasar tentang cara berkordinasi dengan aparat jika terjadi gangguan ketertiban atau tindak pelanggaran hukum ringan.

Warga pun sangat antusias menerima pencerahan tentang regulasi yang berlaku, seperti peraturan daerah mengenai ketertiban umum, hingga tips menghadapi persoalan sosial seperti kenakalan remaja, penggunaan fasilitas umum yang tidak semestinya, termasuk potensi bahaya minuman keras dan narkoba. Semua dikemas secara komunikatif agar mudah dipahami oleh masyarakat dari berbagai latar belakang usia.

Menariknya, pembinaan ini turut menyasar kaum muda sebagai agen perubahan. Melalui pendekatan budaya dan diskusi kreatif, pemuda Banyumeneng diajak menjadi pelopor keamanan lingkungan yang adaptif terhadap tantangan zaman. Sekaligus didorong menggunakan media sosial secara bijak untuk membantu menjaga ketertiban, seperti membuat grup komunikasi yang responsif terhadap laporan warga.

Dalam kesempatan ini, Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Suryana memberikan peralatan keamanan lingkungan berupa lampu senter dan lampu stik yang diterima secara simbolis oleh warga Banyumeneng disaksikan Jagabaya Banyuraden, Sidig Wijanarko sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kondisi keamanan di masyarakat.

“Kami merasa diperhatikan dan diperlengkapi sehingga membuat lebih percaya diri dan kompak menjaga keamanan lingkungan di sini,” ujar salah satu ketua RT yang ikut aktif dalam kegiatan tersebut.

Harapannya, pembinaan ini memberikan efek jangka panjang. Usai kegiatan, warga dapat mulai merancang sistem pelaporan yang lebih cepat, mengaktifkan kembali jadwal ronda malam, serta menjadwalkan forum warga rutin untuk mendiskusikan isu-isu keamanan. Polresta Sleman bersama Satpol PP Kabupaten Sleman pun berkomitmen untuk terus memantau dan mendampingi proses ini secara berkala.

Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif, Pemerintah Kabupaten Sleman berhasil menanamkan nilai ketangguhan komunitas yang akan menjadi fondasi kuat bagi keamanan lingkungan yang berkelanjutan. Banyumeneng pun bergerak menjadi dusun yang bukan hanya nyaman dihuni, tetapi juga tangguh secara sosial. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Pemkap Ngaglik Dorong Transformasi Digital Melalui Pelatihan Digital Marketing Berbasis Instagram

Sleman – Pemerintah Kapanewon Ngaglik terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan pelaku UMKM di wilayahnya. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Digital Marketing yang diselenggarakan pada Rabu, (16/7/2025), bertempat di Warung Lor Kreteg, Padukuhan Dayakan, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman.

Kegiatan itu diikuti oleh perwakilan Tim Penggerak PKK, Karang Taruna, dan pelaku UMKM dari seluruh kalurahan se-Kapanewon Ngaglik. Pembinaan bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis dalam memanfaatkan platform digital, khususnya instagram, sebagai media promosi dan penjualan produk usaha.

Hadir sebagai narasumber utama, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta sekaligus praktisi digital marketing, Wajar Bimantoro. Dalam paparannya, Wajar mengajak para peserta untuk memahami urgensi adaptasi teknologi digital, khususnya dalam menghadapi persaingan bisnis yang kian kompetitif.

“Instagram bukan hanya tempat berbagi foto, tetapi sudah menjadi marketplace visual yang sangat strategis untuk UMKM. Dengan jutaan pengguna aktif setiap hari, ini menjadi peluang yang tidak boleh disia-siakan oleh pelaku usaha,” jelas Wajar di hadapan peserta.

Ia menyampaikan bahwa kekuatan utama instagram terletak pada kemampuannya menyajikan visual yang menarik dan interaktif. Dengan fitur seperti instagram story, reels, dan shopping tag, pelaku usaha bisa menciptakan pengalaman belanja yang menyenangkan sekaligus personal bagi konsumen.

“Basis visual instagram sangat cocok untuk UMKM, apalagi yang produknya menarik secara tampilan seperti kuliner, fashion, kerajinan, atau jasa kreatif. Foto produk yang bagus bisa menjadi magnet. Sementara interaksi yang konsisten bisa membangun loyalitas pelanggan,” tambahnya.

Menurut Wajar, penggunaan instagram sebagai alat pemasaran memiliki banyak keuntungan, antara lain biaya promosi yang relatif murah, jangkauan yang luas bahkan hingga pasar internasional, dan fitur interaktif yang dapat meningkatkan keterlibatan pelanggan.

“Dulu promosi harus cetak brosur, pasang baliho. Sekarang cukup dengan satu foto atau video singkat yang menarik, bisa menjangkau ribuan orang dalam waktu singkat. Bahkan bisa disertai tombol beli langsung,” terangnya.

Ia juga menyampaikan bahwa algoritma instagram saat ini sangat mendukung pelaku usaha kecil yang aktif dan kreatif.

“Kuncinya konsisten, konten harus rutin diunggah, dan jangan lupa gunakan tagar yang tepat. Gunakan fitur-fitur interaktif seperti polling, Q&A, atau live untuk mendekatkan diri dengan audiens,” papar Wajar.

Selama pelatihan terlihat antusiasme peserta sejak awal kegiatan. Beberapa di antara mereka baru pertama kali belajar langsung mengenai strategi pemasaran digital secara praktis. Beberapa peserta mengaku baru memahami bahwa instagram memiliki potensi besar untuk bisnis mereka.

“Saya sangat terbantu. Biasanya cuma pakai WhatsApp dan Facebook saja. Sekarang jadi tahu kalau instagram juga sangat bagus untuk promosi. Apalagi saya jualan keripik, tampilannya bisa menarik kalau difoto bagus,” ujar Ibu Yuni, salah satu pelaku usaha dari Donoharjo.

Selanjutnya ia menilai pelatihan ini membuka wawasannya dalam pengelolaan media sosial.

“Dari dulu sudah punya akun instagram, tapi belum tahu cara pakainya secara optimal. Sekarang saya paham bagaimana bikin konten, caption yang menarik, dan cara membangun brand,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Ngaglik, Kusmiyanto dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pelaku UMKM naik kelas dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Kami memahami tantangan yang dihadapi pelaku usaha saat ini, terutama yang belum akrab dengan teknologi. Maka dari itu, pelatihan ini sangat penting agar UMKM kita tidak tertinggal. Pemerintah kapanewon akan terus mendampingi melalui pelatihan-pelatihan lanjutan,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaboratif dan dukungan dari berbagai pihak, kegiatan ini menjadi tonggak awal pemberdayaan masyarakat melalui jalur ekonomi digital. Harapannya, pelaku UMKM lokal tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas. (Upik Wahyuni KIM Donoharjo Ngaglik)