Hadirkan Polsek Pakem, MAN 4 Sleman Berikan Bimbingan Siswa Menjadi Pintar Berkarakter

Sleman – Remaja dan pemuda adalah generasi penerus bangsa. Di tangan kaum muda akan dipegang estafet kepemimpinan dan masa depan bangsa, sehingga para pemuda memiliki peran penting.
Hal itu disampaikan Iptu Juwanto Edy Santosa selaku narasumber dari Kepolisian Sektor (Polsek) Kapanewon Pakem, di depan 193 siswa baru peserta MATSAMA, Selasa (15/7/2025). Acara yang berlangsung di aula 1 MAN 4 Sleman tersebut mengusung tema menjadi remaja pinter berkarakter.
“Namun di media kita jumpai berbagai berita oknum remaja terlibat kasus yang memprihatinkan seperti tawuran, kriminalitas, bahkan narkoba. Ada sebab dan akibat dan harus kita tanggulangi,” kata Iptu Juwanto Edy Santosa.
Juwanto menegaskan, kenakalan disebabkan oleh faktor eksternal dan internal. Faktor internal, yakni disebabkan krisis identitas. Perubahan biologis dan sosiologis diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi.
Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan remaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
“Kontrol diri yang lemah. Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya,” tandasnya.
Sementara faktor eksternal meliputi keluarga, pengaruh kawan sepermainan, komunitas / lingkungan tinggal yang kurang baik. Kejadian di rumah, perceraian orang tua, kurangnya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja.
“Pendidikan yang salah di keluarga, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, juga bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja,” ujar Iptu Juwanto Edy Santosa.
Ia berpesan agar para remaja mendapatkan banyak figur atau orang sukses yang telah berhasil memperbaiki diri. Lingkungan keluarga, guru, teman sebaya juga memiliki peran dalam membentuk budi pekerti remaja. Dibutuhkan kenyaman bagi anak dalam keluarga, sehingga orang tua harus menciptakan kondisi yang aman dan nyaman rukun selalu.
“Remaja harus bisa memilih teman dan lingkungan yang sesuai, memilah dan memilih, dalam pertemanan di suatu komunitas,” tegasnya. (Edy – KIM Moyudan)



