Peningkatan Kapasitas dan Sosialisasi Kelembagaan Jadi Strategi Penguatan UMKM

Sleman – Forkom UMKM Kalurahan Margomulyo menggelar peningkatan kapasitas dan sosialisasi kelembagaan sebagai strategi penguatan UMKM, Selasa (29 /7/2025), di Joglo UMKM Margomulyo. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta pelaku UMKM se-Kalurahan Margomulyo.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Lurah Margomulyo, Eko Puji Mulyanto yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran sesuai dengan visi misi Kalurahan Margomulyo.  

“UMKM akan menjadi mitra dari BUMKal yang ditunjuk sebagai supplier Makan Bergizi Gratis (MBG),” jelas Eko.

Program ketahanan pangan juga menjadi momentum keterlibatan UMKM dalam pemenuhan bahan pokok yang dibutuhkan oleh MBG. Eko menjelaskan bahwa budidaya ternak ayam petelur saat ini tengah dirintis.

Selanjutnya di bidang pertanian, pihaknya juga mengembangkan budidaya jagung bekerja sama dengan Polri. Sedangkan pemenuhan bahan pokok lain seperti beras dan tempe diharapkan dapat menggandeng produsen lokal yang ada di Margomulyo.

“Kalurahan memfasilitasi lahan yang sudah siap, di sebelah barat kalurahan akan dibangun pasar tradisional. Sedangkan di sebelah timur akan digunakan sebagai kawasan kuliner,” kata Eko.

Ketua Forkom UMKM Kabupaten Sleman, H. Ardi Sahemi mengatakan bahwa keberadaan Forkom UMKM dari tingkat kalurahan, kapanewon maupun kabupaten merupakan produk hukum yang terdapat dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 49 tahun 2022.

Ardi pun menjelaskan tentang fungsi Forkom sendiri, yaitu meningkatkan usaha UMKM dengan cara mengenalkan produk, meningkatkan relasi, mengembangkan penjualan atau repeat order, mengoptimalkan omset, dan mendorong kesejahteraan.

“Dengan meningkatnya omset belum tentu penghasilan tinggi, dan kalau sudah meningkat kesejahteraannya jangan lupa meningkat pula sedekahnya,” tandasnya.

Ardi kemudian menambahkan kiat menjadi Forkom UMKM yang kuat. Tidak bisa dipungkiri kemampuan yang memadai menjadi syarat yang harus ada, selain kemampuan mengatur waktu serta melibatkan individu yang ada di wilayah.

“Selain itu keterampilan dan komposisi kaum muda menjadikan tata kelola UMKM yang semakin baik dengan berpedoman pada AD/ART UMKM. Pendeknya menjadikan Forkom sebagai rumah bersama UMKM,” ujarnya mengakhiri materinya.

Salah satu anggota Forkom UMKM Kabupaten Bidang Sumber Daya Manusia, Zein Risna mengingatkan kepada peserta bahwa pengurus forkom menjalankan fungsi filantropi atau relawan. Sehingga kedudukan Forkom UMKM Kalurahan sebagai mitra sejajar dengan pamong kalurahan. Pedoman AD/ART dari kalurahan sampai kabupaten sama, yang membedakan adalah program kerja yang disesuaikan dengan kearifan lokal.

“UMKM dalam menjalankan kemitraannya tidak akan lepas dari suatu masalah yang berkaitan dengan permodalan dan pemasaran. Untuk itu, pelaku UMKM hendaknya melakukan kolaborasi dengan banyak pihak, artinya linknya sebanyak banyaknya,” ujar Zein mengakhiri penjelasannya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemilihan pengurus Forkom UMKM yang baru. Dari hasil musyawarah mufakat terpilih secara bulat, Rustiningsih sebagai Ketua Forkom yang baru. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




TPPS Kapanewon Depok Gelar Monev, Dorong Inovasi Menuju “New Zero Stunting”

Sleman – Dalam upaya percepat penurunan stunting di wilayahnya, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kapanewon Depok menyelenggarakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev), pada Selasa (29/7/2025), di Ruang Anglocitatama, Kapanewon Depok, Sleman. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengukur capaian, sekaligus memperkuat kolaborasi antar instansi dalam mendukung target “New Zero Stunting”.

Acara ini dihadiri oleh Ketua TPPS Kabupaten Sleman Danang Maharsa, Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman Novita Krisnaeni, Panewu Depok Djoko Muljanto, jajaran Kapolsek Depok Timur, Depok Barat, dan Bulaksumur, Kepala KUA Depok, perwakilan PKK Kabupaten, Bappeda, serta perwakilan Puskesmas Depok I, II, dan III.

Hadir pula Panewu Anom Depok Muhammad Falak Susanto, unsur PKK Kapanewon dan Kalurahan, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Penyuluh KB (PKB), dan Petugas Lapangan KB (PLKB) dan sebagianya.

Panewu Depok, Djoko Muljanto dalam sambutannya menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara sektoral, tetapi harus mengedepankan sinergi dan inovasi yang menyentuh langsung masyarakat.

Ia optimis bahwa melalui langkah strategis dan pendekatan yang terintegrasi, Kapanewon Depok dapat mencapai target “New Zero Stunting”.

“Kami terus mendorong terobosan di lapangan. Tidak hanya dari sektor kesehatan, tapi juga pemberdayaan keluarga, edukasi pola asuh, hingga dukungan dari kalurahan dan kader di masyarakat,” ujarnya.

Salah satu program inovasi yaitu Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting) yang memberikan PMT kepada ibu hamil KEK (Kurang Energi Kronis) dan balita yang berisiko stunting.

Ketua TPPS Kabupaten Sleman, Danang Maharsa dalam arahannya mengapresiasi kinerja TPPS Kapanewon Depok dan seluruh pihak yang terlibat. Ia menyebut bahwa secara umum angka stunting di Kabupaten Sleman menunjukkan tren penurunan.

Namun berdasarkan data sampling, masih terdapat fluktuasi dan peningkatan di beberapa wilayah yang perlu diwaspadai.

“Permasalahan stunting umumnya masih dipengaruhi oleh pola asuh yang kurang tepat, pola makan yang tidak seimbang, serta tingginya paparan asap rokok di lingkungan anak. Edukasi dan pendampingan kepada keluarga menjadi hal krusial,” tegasnya.

Data menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Kapanewon Depok mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021 tercatat sebesar 4,38%. Angka tersebut naik pada 2022 menjadi 5,78%. Kemudian menurun pada 2023 menjadi 4,18% dan turun kembali pada 2024 menjadi 4,14%.

Dengan semangat sinergi lintas sektor dan dorongan inovasi yang terus dikembangkan, kegiatan monev ini diharapkan menjadi pendorong lahirnya strategi baru yang lebih efektif. Dengan begitu, Kapanewon Depok bisa menjadi wilayah percontohan dalam penanganan stunting. (Tri Suhartati / KIM Depok)




Dukung Pengembangan Padi Varietas Sembada Merah, Wabup Sleman Lakukan Panen Raya

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa melakukan Panen Raya Padi Varietas Sembada Merah pada Selasa (29/7/2025) di Gapoktan Lestari Mulyo Padukuhan Kalirase Trimulyo Sleman.

Panen raya padi varietas sembada merah ini dilakukan dalam rangka mendukung padi varietas sembada merah menjadi produk pertanian unggulan Kabupaten Sleman. Varietas sembada merah dan sembada hitam telah diakui sebagai produk unggulan lokal Sleman berdasarkan SK Kementerian Pertanian dan No. 126 Tahun 2019.

Danang menyampaikan, Pemkab Sleman selalu mendukung upaya budidaya berbagai komoditi pertanian. Pemkab Sleman memiliki komitmen untuk terus membersamai petani dalam memajukan komoditas pertanian khususnya padi varietas sembada merah ini. Ia menambahkan, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang manfaat dan keunggulan produk makanan organik dan berkualitas sehingga ini merupakan peluang yang harus dioptimalkan oleh petani Sleman untuk memenuhi kebutuhan pasar akan pangan yang sehat melalui produksi beras yang berkualitas.

“Saya yakin dengan produk pertanian berkualitas akan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani,” kata Danang

Lebih lanjut, upaya Petani dalam meningkatkan produktivitas akan terus didukung Pemkab Sleman melalui program-program nyata mulai dari menyediakan sarana produksi pertanian, pelatihan teknologi tani, dan penguatan akses pasar. Selain itu juga perlu didukung dengan optimalisasi sumber daya lahan, penerapan teknologi dan peralatan mesin pertanian secara optimal efektif dan efisien.

“Saya mengapresiasi dan memberi penghargaan setinggi- tingginya kepada seluruh petani yang telah memberikan dedikasi terbaiknya demi ketahanan pangan Kabupaten Sleman dan bangsa,” pungkas Danang

Sementara itu, Lurah Trimulyo, Cholik Harmoko mengatakan panen raya ini diawali dengan wiwitan doa syukur serta menjadi simbol rasa syukur atas panen raya di Padukuhan Kalirase ini. Ia mewakili petani di Gapoktan Lestari Mulyo Trimulyo mengucapkan terimakasih atas pendampingan Pemkab Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan yang dilakukan sejak bulan April. Dengan pendampingan oleh Penyuluh Pertanian, Ia berharap menjadi motovasi petani dalam mengembangkan padi varietas Sembada Merah ini.

“Kami juga telah menginisiasi kerjasama dengan Bulog terkait serapan gabah dan jumlah gabah kami yang diserap Bulog merupakan tertinggi di Sleman yakni 115 ton,” ujar Cholik




Sekolah Lansia UIN Sunan Kalijaga: Wujud Nyata Peduli Kualitas Hidup Warga Senior

Sleman – Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta angkatan 117 menghadirkan terobosan baru melalui program ‘Sekolah Lansia’ di Padukuhan Nasri III, Sumbersari. Program khusus untuk warga berusia 60+ ini dirancang dengan pendekatan komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.

Ketua KKN Imaduddin Abdur-Rahim menjelaskan bahwa program ini mengintegrasikan beberapa aspek penting. Pertama, pemantauan kesehatan rutin melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah. Kedua, aktivitas fisik berupa senam lansia yang disesuaikan dengan kemampuan peserta. Ketiga, stimulasi kognitif dan spiritual melalui diskusi mendalam tentang makna lagu “Tombo Ati” serta nyanyian bersama lagu-lagu penyemangat.

“Kami tidak hanya fokus pada kesehatan fisik, tapi juga kebahagiaan psikologis warga senior,” jelas Imaduddin. Program ini juga memberikan perhatian khusus pada asupan gizi dengan menyediakan susu dan buah pepaya setelah aktivitas fisik.

Para peserta seperti Asmaniyah menyambut antusias program ini. “Kegiatan seperti ini sangat kami butuhkan untuk tetap aktif dan bersosialisasi,” ujarnya.

Mahasiswa juga memberikan apresiasi berupa sayuran segar dan totebag sebagai bentuk penghargaan bagi peserta yang aktif.

Dukuh setempat Zamzuri Latif mengapresiasi pendekatan holistik ini. “Yang membedakan program ini adalah kesungguhan mahasiswa dalam memadukan aspek kesehatan, hiburan, dan nutrisi secara seimbang,” tuturnya.

Melalui program terstruktur selama beberapa sesi ini, mahasiswa berhasil menciptakan model pendampingan lansia yang menyentuh berbagai kebutuhan dasar warga senior. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Forkom UMKM Berbah Resmi Dikukuhkan, Targetkan Peningkatan Daya Saing Global

Sleman – Panewu Berbah Djaka Sumarsono secara resmi melantik pengurus baru Forum Komunikasi (Forkom) UMKM Kapanewon Berbah periode 2025-2028 dalam acara yang digelar di Pendopo Kepanjen, Senin (28/7/2025). Pengukuhan ini berdasarkan Surat Keputusan Panewu Berbah Nomor 14/ dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan termasuk Kepala Dinkop dan UMKM Sleman Sutiasih.

Acara ini menandai dimulainya babak baru pengembangan UMKM di wilayah Berbah. Kepala Dinkop dan UMKM Sleman Sutiasih dalam sambutannya menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha.

“Kami akan terus mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program konkret mulai dari pelatihan peningkatan kapasitas, fasilitasi perizinan, hingga perluasan akses pasar baik di tingkat lokal maupun internasional,” jelas Sutiasih yang mewakili Bupati Sleman.

Panewu Berbah Djaka Sumarsono menjelaskan secara rinci peran strategis Forkom UMKM dalam membangun ekosistem usaha yang sehat. Forum ini akan berfungsi sebagai mitra pemerintah dalam mengembangkan jaringan usaha dan membangun kemitraan strategis antar pelaku UMKM. Selain itu, Forkom akan menjadi jembatan informasi yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil pelaku usaha di lapangan.

“Yang tidak kalah penting, Forkom akan aktif melakukan pendampingan kepada UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus menjadi wadah sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, akademisi, dan stakeholder lainnya,” tambah Djaka. Ia menekankan bahwa kehadiran Forkom diharapkan dapat menjadi payung hukum yang memperlancar aktivitas UMKM sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Sri Andayani selaku Ketua Forkom UMKM Berbah terpilih menyampaikan komitmennya untuk memajukan UMKM lokal. Dengan mengusung tagline “UMKM Berkarya, Inovasi Tanpa Batas, Perekonomian Melejit Cuan Melangit”, kepengurusan baru ini menghadirkan terobosan dengan membentuk bidang Advokasi Hukum yang diketuai Fedryansah Gea Arrysal, SH.

“Ini merupakan bentuk perlindungan konkret kami bagi anggota UMKM yang mungkin menghadapi masalah hukum,” jelas Andayani.

Pengukuhan Forkom UMKM Berbah ini menjadi bukti komitmen bersama dalam membangun perekonomian lokal yang lebih maju dan berkelanjutan melalui pemberdayaan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah. (Kusnadi/KIM Berbah)