PKK Jadi Wadah Sinergi dan Informasi Pembangunan Masyarakat di Kapanewon Depok

Sleman — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kapanewon Depok menggelar pertemuan koordinasi di Gedung Anglocita, Sabtu (12/7/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus TP PKK Kapanewon Depok, perwakilan TP PKK dari seluruh kalurahan, Panewu Depok Djoko Muljanto, Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Subekti Handayani, serta Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sleman.

Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat sinergi dan koordinasi antara PKK tingkat kapanewon dan kalurahan dalam mendukung program-program pemerintah, khususnya di bidang kesejahteraan keluarga dan pembangunan masyarakat.

Panewu Depok Djoko Muljanto dalam sambutannya menekankan pentingnya peran PKK sebagai ujung tombak penyampaian informasi pemerintah kepada masyarakat.

“Kegiatan TP PKK bukan hanya mendukung penyebaran informasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, sinergi antara TP PKK kapanewon dan kalurahan harus terus diperkuat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kapanewon Depok, Kusriatmi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dan pengurus PKK dari berbagai kalurahan atas komitmennya dalam menjalankan berbagai program kerja. Ia menyoroti pentingnya kerja bersama untuk menyukseskan agenda pembangunan berbasis keluarga.

Dalam forum tersebut, Kusriatmi juga menyinggung pelaksanaan program Menuju Bebas Stunting (MBG). Meski secara konsep dinilai baik, namun ia mengakui bahwa di lapangan masih ditemui sejumlah kendala. Hal ini diperkuat oleh temuan dalam survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).

Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi momentum menyatukan langkah, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pembangunan keluarga melalui gerakan PKK yang terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan. (Lidya/KIM Depok)




Tahun Ajaran Baru Dimulai, Toko Alat Sekolah di Sleman Dipadati Pembeli

Sleman — Tahun ajaran baru 2025/2026 resmi dimulai pada Senin (14/7/2025). Menyambut momen tersebut, antusiasme masyarakat dalam menyiapkan perlengkapan sekolah meningkat signifikan. Sejumlah toko perlengkapan sekolah di Sleman, termasuk Toko Arum Baru di Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, dipenuhi pembeli.

Toko Arum Baru menjadi salah satu pusat belanja favorit karena kelengkapan produk yang ditawarkan, mulai dari seragam, sepatu, tas, alat tulis, hingga perlengkapan praktik seperti alat gambar dan prakarya.

“Setiap tahun saya ke sini. Lengkap dan harganya terjangkau. Tiga anak saya semua butuh perlengkapan baru, jadi tempat ini paling pas untuk cari semua kebutuhan sekolah dalam satu tempat,” ujar Prastomo, pelanggan asal Wonosari, saat ditemui di antrean kasir, Jumat (11/7/2025).

Tingginya minat masyarakat mendorong pihak toko memperpanjang jam operasional. Toko kini buka mulai pukul hingga WIB selama masa persiapan masuk sekolah.

“Sudah satu minggu ini toko sangat ramai, kadang sampai padat sekali. Kami buka lebih awal supaya semua pelanggan bisa terlayani,” tutur Diana, pegawai toko yang telah bekerja lima tahun di sana.

Diana menambahkan, alat tulis, sepatu sekolah, tas karakter anak, dan seragam menjadi produk yang paling banyak diburu. Beberapa pembeli bahkan membawa daftar resmi dari sekolah untuk memastikan barang yang dibeli sesuai kebutuhan.

Ramainya toko perlengkapan sekolah turut membawa berkah bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Lonjakan permintaan menjadi penggerak roda ekonomi lokal, terutama di wilayah padat penduduk seperti Sardonoharjo.

Selain sebagai kebutuhan pendidikan, belanja perlengkapan sekolah juga menjadi momen kebersamaan keluarga. Orang tua dan anak-anak berdiskusi memilih perlengkapan sesuai selera dan karakter masing-masing, sambil menumbuhkan semangat belajar di tahun ajaran baru.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pendidikan masih menjadi prioritas utama dalam keluarga. Antusiasme masyarakat di awal tahun ajaran juga menjadi gambaran optimisme akan masa depan yang lebih baik melalui jalur pendidikan.

Dengan kembalinya aktivitas pendidikan secara penuh, geliat ekonomi lokal pun ikut hidup. Toko-toko seperti Arum Baru menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan dan ekonomi masyarakat Sleman. (ESK – KIM DSN)




Aksi Donor Darah Meriahkan Hari Bermuhammadiyah Sleman

Sleman — Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Bermuhammadiyah Kabupaten Sleman, aksi donor darah digelar di Lapangan Sendangagung, PCM Minggir, Sabtu pagi (12/7). Kegiatan yang berlangsung pukul hingga WIB ini diikuti oleh 39 peserta, dengan 33 orang di antaranya berhasil menjadi pendonor aktif. Sementara itu, enam calon pendonor lainnya tidak dapat dilayani karena keterbatasan waktu.

Aksi sosial ini diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Minggir sebagai bagian dari agenda rutin untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya donor darah.

“Ini adalah giat rutin kami sebagai pengurus PMI Minggir untuk kemanusiaan. Setiap tetes darah sangat berarti, dan kami bangga bisa terus hadir dalam momen-momen penting seperti ini,” ujar Basuki Siswo Pranowo, Ketua PMI Minggir.

Basuki juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara PCM Minggir dan PMI Kabupaten Sleman, yang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengadakan donor darah secara berkala setiap tiga bulan.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Sleman Harda Kiswaya, Anggota DPRD Kabupaten Sleman Untung Basuki Rahmat, dan Anggota DPRD DIY Arif Kurniawan, yang ikut serta dalam aksi donor darah sebagai bentuk teladan dan dukungan terhadap gerakan kemanusiaan.

“Donor darah bukan sekadar urusan kesehatan, tetapi juga cermin dari semangat solidaritas dan kepedulian sosial. Terima kasih kepada Muhammadiyah dan PMI Minggir yang telah menginisiasi kegiatan mulia ini,” ujar Bupati Harda Kiswaya dalam sambutannya.

Aksi donor darah ini disambut antusias warga dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Bermuhammadiyah Sleman yang penuh semangat kebersamaan. Selain sebagai bentuk kontribusi nyata untuk kesehatan masyarakat, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi sosial, dan elemen masyarakat dalam membangun Sleman yang sehat, peduli, dan berkemajuan. (ESK – KIM DSN)




Hadroh Al Muniroh, Syiar Religius di Tengah Arus Modernisasi

Sleman — Bulan Muharam menjadi momen reflektif bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Salah satu bentuk syiar yang terus hidup di tengah masyarakat adalah melalui alunan sholawat. Di tengah derasnya arus modernisasi, Grup Hadroh Al Muniroh dari Karangasem, Padukuhan Gempol, Kalurahan Condongcatur tetap konsisten menghadirkan nuansa religius melalui seni hadroh.

Grup ini tampil memukau dalam acara Muharam di Karangwuni, Bangun Kerto, Turi, Sleman. Dengan iringan rebana dan lantunan syair-syair sholawat, mereka membawa suasana khusyuk dan syahdu di tengah lingkungan pedesaan yang asri.

“Iringan rebana dan syair sholawat tidak hanya menghibur, tapi juga menjadi media dakwah yang mengakar kuat pada nilai-nilai Islam,” ujar Erlina, Ketua Grup Hadroh Al Muniroh, Sabtu (12/7/2025).

Ia menambahkan, hadroh juga menjadi wadah positif bagi warga, khususnya ibu-ibu dan remaja putri, untuk menyalurkan hobi dan kreativitas dengan tetap menjunjung nilai-nilai keagamaan.

Salah satu syair yang dibawakan berjudul Ilir-ilir memuat pesan mendalam tentang kesadaran diri dan kebangkitan spiritual. Lirik “tak ijo royo-royo” menurut pembina hadroh, Widayat, bukan sekadar ungkapan puitis, tetapi simbol semangat dan harapan untuk terus menapaki jalan kebaikan.

“Syair ini mengajak kita untuk bangkit, menjaga semangat, dan senantiasa memperbaiki diri,” terang Widayat.

Dengan semangat bulan Muharam, Grup Hadroh Al Muniroh membuktikan bahwa seni dan dakwah bisa berjalan seiring. Tradisi lokal yang dibalut dengan pesan spiritual menjadi pengingat bahwa religiusitas tak harus tercerabut dari akar budaya.

Kehadiran grup hadroh seperti Al Muniroh menjadi oase spiritual di tengah dinamika zaman, sekaligus penjaga nilai-nilai luhur yang menumbuhkan semangat religius, kekeluargaan, dan budaya dalam kehidupan masyarakat. (Tri Suhartati/KIM Depok)




KIM Pararta Guna Gamping Gali Inspirasi di Perpustakaan Istana Kepresidenan Yogyakarta

Sleman — Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pararta Guna Gamping menggandeng Komunitas Edu Bestari dalam kunjungan ke Perpustakaan Istana Kepresidenan Yogyakarta, Jumat (11/7/2025), sebagai langkah memperkuat literasi informasi dan wawasan kebangsaan.

Perpustakaan tersebut tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat pengetahuan yang menyimpan jejak sejarah perjalanan bangsa. Kunjungan ini menjadi salah satu bentuk konkret KIM dalam membangun narasi informasi yang akurat, berbasis fakta, dan bernilai edukatif di tengah masyarakat.

“Melalui kunjungan ini, anggota KIM tidak sekadar membaca, tetapi juga menyerap nilai-nilai yang tertanam dalam lembaran sejarah bangsa,” ujar Adnan Iman Nurtjahjo, Ketua KIM Pararta Guna Gamping.

Adnan menegaskan pentingnya anggota KIM memahami sejarah, budaya, serta dinamika kebijakan negara agar dapat menyampaikan informasi secara bijak dan berimbang. Perpustakaan Istana Kepresidenan Yogyakarta menyediakan koleksi pustaka yang meliputi arsip pemerintahan, dokumentasi historis, hingga referensi kebijakan strategis nasional.

Kegiatan ini juga menjadi ajang refleksi bagi anggota KIM dalam melihat peran mereka sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, terutama di era maraknya disinformasi. Pemahaman terhadap semangat kenegarawanan para pendiri bangsa diharapkan menjadi bekal dalam menyajikan informasi yang inspiratif dan mencerahkan.

Selain koleksi pustaka, Perpustakaan Istana juga menyediakan fasilitas literasi digital, pameran arsip digital, serta ruang baca interaktif yang memacu semangat belajar lintas generasi. Hal ini membuka peluang anggota KIM untuk memahami bagaimana komunikasi pemerintah berevolusi dari masa ke masa.

“Pasca kunjungan ini, kami ingin narasi yang disampaikan KIM kepada masyarakat memiliki kedalaman historis, tidak hanya bersandar pada tren sesaat di media sosial,” tambah Adnan.

Sementara itu, Samantha Aditya, Koordinator Komunitas Edu Bestari, menyebut bahwa kunjungan ini membuka ruang kolaborasi antara penggiat informasi dengan pengelola perpustakaan dan sejarawan.

“Semangat gotong royong dan kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan komunitas informasi. Dari perpustakaan ini, kita belajar membangun konten edukatif berbasis lokalitas dan sejarah nasional,” jelasnya.

Menurutnya, perpustakaan bukan hanya tempat membaca, melainkan juga ruang memperbarui semangat pengabdian pada bangsa. Melalui dokumen otoritatif dan arsip sejarah, anggota KIM dapat memperkuat peran mereka sebagai citizen journalist yang mampu menyampaikan informasi faktual, kontekstual, dan menyentuh sisi emosional masyarakat.

Foto-foto presiden, naskah negara, dan peninggalan sejarah lainnya di perpustakaan memberi kesan kedekatan emosional dengan perjalanan bangsa. Ini menjadi modal penting dalam menyebarkan informasi yang tidak hanya aktual, tetapi juga membangkitkan semangat nasionalisme dan kebanggaan sebagai warga negara.

“Perpustakaan Istana Negara, dengan kekayaan sejarah dan intelektualnya, adalah sumber daya strategis untuk membentuk masyarakat yang sadar informasi dan cinta tanah air,” tutup Samantha. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)