Mahasiswa KKN UNY 2025 Siap Jalankan Program Inovatif di Padukuhan Penen

Sleman – Sepuluh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri (KKN-M) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memaparkan serangkaian program inovatif kepada masyarakat Padukuhan Penen di Aula Masjid Baitul Hasanah, Senin (28/7/2025). Kegiatan ini menandai dimulainya pengabdian masyarakat yang akan berlangsung selama dua bulan ke depan.

Ketua kelompok KKN, Ghifari menjelaskan, timnya telah menyusun program utama yang fokus pada pemberdayaan masyarakat. “Kami merancang kegiatan yang benar-benar dibutuhkan warga, mulai dari pembaruan papan informasi hingga pelatihan pengolahan sampah,” ujarnya. Program unggulan mereka meliputi pembuatan dan perbaikan papan pengumuman di sekitar masjid, sosialisasi digitalisasi UMKM yang rencananya akan digelar bertepatan dengan pertemuan PKK pada 17 Agustus mendatang, serta workshop kreatif mengubah sampah organik menjadi biopot yang akan dilaksanakan bersama ibu-ibu PKK pada 21 September.

Tak ketinggalan, mahasiswa juga menyiapkan kegiatan untuk anak-anak berupa lomba mewarnai bertema budaya yang akan digelar di TPA pada 8 September. “Kami ingin menciptakan kegiatan yang tidak hanya bermanfaat tapi juga menyenangkan bagi semua kalangan,” tambah Ghifari.

Dukuh Penen Maryanto menyambut antusias kedatangan mahasiswa. “Program-program ini sangat relevan dengan kebutuhan kami, terutama dalam hal pemberdayaan UMKM dan pengelolaan lingkungan,” ujarnya. Ia berjanji akan mendukung penuh pelaksanaan semua kegiatan.

Sebagai program pendukung, mahasiswa akan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat seperti karang taruna, pengajian, dan peringatan HUT RI. Mereka juga menyiapkan pelatihan khusus seperti public speaking, penyusunan struktur organisasi dusun, serta klinik matematika interaktif untuk anak-anak yang akan diadakan setiap Rabu.

“Yang terpenting bagi kami adalah meninggalkan warisan yang bisa terus dimanfaatkan masyarakat, baik berupa sarana fisik maupun peningkatan kapasitas warga,” tegas Ghifari menutup pertemuan. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Mengubah Kain Tradisional Menadi Produk Kreatif Bernilai Tinggi

Sleman – Di balik lorong permukiman Kebun Arung, Tridadi, Sleman, tersembunyi sebuah usaha kreatif yang mengubah batik menjadi beragam produk fungsional. Vifas Batik, yang berdiri sejak 2009, telah menciptakan lebih dari 300 model produk berbahan batik, mulai dari tas, dompet, hingga dekorasi rumah.

Kus Handoyo, pendiri Vifas Batik, menjelaskan filosofi sederhana di balik kesuksesan usahanya. “Kami fokus mengembangkan apa yang ada di tangan. Yang penting bisa ditekuni dengan baik,” ujarnya saat ditemui Senin (28/7/2025). Kekuatan utama bisnis ini terletak pada desain unik yang memadukan motif batik khas Yogyakarta dengan produk sehari-hari.

Ketika pandemi Covid-19 melanda dan sektor pariwisata terpuruk, Vifas Batik yang sempat mempekerjakan 70 karyawan harus menyusutkan tim menjadi hanya 20 orang. 

“Kami bertahan dengan beralih memproduksi APD (Alat Pelindung Diri) berbahan batik,” kenang Kus Handoyo.

Kini, usaha ini kembali mengandalkan kekuatan pariwisata Yogyakarta. “Wisatawan mencari oleh-oleh khas, dan produk kami menjawab kebutuhan itu,” tambahnya. Tas belanja dan dompet batik menjadi favorit karena praktis dan bernilai seni.

Vifas Batik membuktikan bahwa ketekunan dan kreativitas mampu mengubah warisan budaya menjadi bisnis yang tangguh. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




KBS Kulon Progo dan Sekolah Air Hujan Sleman Kolaborasi dalam Peringatan Hari Konservasi Dunia

Sleman – Memperingati Hari Konservasi Dunia 28 Juli 2025, Kampung Keluarga Berkualitas Sendangsari (KKBS) Kulon Progo menjalin kemitraan strategis dengan Sekolah Air Hujan (SAH) Banyu Bening Sleman untuk menggalakkan kesadaran konservasi air. Sebanyak 40 kader remaja mengikuti program kaji banding tentang pengelolaan air hujan dan sampah di Tempursari, Sleman, Senin (28/7/2025).

Lilik Wuryani dari Puskesmas Pengasih I selaku penanggung jawab kegiatan menyatakan program ini memberikan pemahaman praktis menghadapi tantangan krisis air bersih. “Peserta tidak hanya belajar teori tapi langsung mempraktikkan teknik penampungan air hujan menggunakan teknologi ISLAH dengan sistem filtrasi tiga tahap,” jelasnya.

Founder SAH Banyu Bening, Sri Wahyuningsih, memperkenalkan konsep terpadu pengelolaan air hujan meliputi proses menampung, mengolah, memanfaatkan untuk minum, menabung cadangan air, hingga kemandirian sumber daya air. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan workshop pengukuran kualitas air menggunakan alat TDS dan demonstrasi proses elektrolisis air.

Kolaborasi ini menghasilkan beberapa komitmen tindak lanjut antara kedua pihak. Mereka sepakat mengadakan pelatihan lanjutan untuk memperdalam teknik pengelolaan air hujan, sekaligus mengembangkan program konservasi terintegrasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti sekolah dan karang taruna. Selain itu, akan dilakukan replikasi model konservasi berbasis keluarga di wilayah lain.

“Sinergi antar komunitas seperti ini penting untuk memperluas dampak gerakan konservasi,” ujar Slamet Supriyono, Ketua Paguyuban Kepala Sekolah setempat. Ia menambahkan bahwa inisiatif semacam ini mampu memperkuat jejaring dan semangat gotong royong dalam menciptakan lingkungan berkelanjutan.

Kegiatan ini membuktikan bahwa upaya pelestarian lingkungan dapat dimulai dari tingkat keluarga dan komunitas, dengan memanfaatkan sumber daya lokal seperti air hujan secara bijak dan inovatif. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Resmi Diluncurkan, Showroom UMKM Berbah Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Kreatif Terpadu

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman secara resmi meluncurkan Showroom UMKM Kapanewon Berbah di Pendopo Kepanjen pada Senin (28/7/2025). Peresmian yang diwakili oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sleman, Sutiasih, ini menandai babak baru dalam pengembangan ekosistem usaha mikro kecil menengah di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Sutiasih yang mewakili Bupati Sleman menegaskan bahwa showroom ini dirancang sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif yang bersifat multifungsi. Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai etalase produk, tetapi juga sebagai ruang hidup (living space) yang mendukung pertumbuhan UMKM melalui berbagai program berkelanjutan.

Showroom UMKM Kapanewon Berbah akan beroperasi dengan beberapa fungsi utama. Pertama, sebagai inkubator bisnis yang menyediakan pendampingan teknis menyeluruh bagi pelaku UMKM, mulai dari pengembangan produk hingga penyusunan rencana pemasaran. Kedua, berperan sebagai laboratorium pemasaran digital yang menyelenggarakan pelatihan pembuatan konten kreatif dan pengelolaan platform digital untuk meningkatkan daya saing produk.

Ketiga, fasilitas ini difungsikan sebagai galeri interaktif berbasis teknologi augmented reality, memungkinkan pengunjung mendapatkan pengalaman lebih mendalam tentang proses produksi dan nilai budaya di balik setiap produk. Keempat, showroom akan menjadi jembatan kolaborasi melalui program business matching yang menghubungkan pelaku UMKM dengan distributor dan konsumen potensial.

“Kami berkomitmen untuk mentransformasi showroom ini dari sekadar tempat pamer menjadi ekosistem pengembangan usaha yang terintegrasi dengan denyut nadi ekonomi kreatif Berbah,” jelas Sutiasih. Fasilitas ini secara khusus dirancang untuk terhubung dengan Sleman Digital Creative Hub guna memperluas jangkauan pemasaran produk hingga tingkat nasional dan global.

Sutiasih secara khusus mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk aktif memanfaatkan fasilitas ini. “Mari bersama-sama kita bangun budaya bangga produk lokal, karena setiap pembelian produk UMKM adalah kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi Sleman,” ajaknya.

Kehadiran showroom ini diharapkan tidak hanya menjadi katalisator pertumbuhan UMKM Berbah yang berdaya saing tinggi, tetapi juga mampu menginspirasi wilayah lain di Kabupaten Sleman untuk mengembangkan model pemberdayaan ekonomi lokal yang serupa. (Kusnadi/KIM Berbah)




Ansor Sleman Gelar Apel Akbar, Teguhkan Peran Strategis dalam Menjaga NKRI

Sleman – Ribuan kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor se-Kabupaten Sleman memadati Lapangan Kayen, Wedomartani dalam Apel Akbar pada Minggu (27/7/2025). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan komitmen kebangsaan di tengah kompleksitas tantangan zaman.

Ketua PC GP Ansor Sleman H.M. Najib Yuliantoro dalam amanatnya menyampaikan tiga pilar utama perjuangan organisasi. Pertama, Ansor akan melakukan penguatan struktur organisasi secara menyeluruh mulai dari tingkat cabang hingga ranting. Kedua, organisasi akan fokus pada pembinaan kader secara berjenjang dan terencana. Ketiga, GP Ansor berkomitmen untuk membangun sinergi program yang memberikan manfaat nyata tidak hanya bagi anggota tetapi juga masyarakat luas di Kabupaten Sleman.

“Konsolidasi ini penting untuk memastikan seluruh kader bergerak dalam satu komando yang solid,” tegas Najib. Ia menambahkan bahwa Ansor harus menjadi penjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus perekat sosial di tengah ancaman radikalisme dan disinformasi.

Apel akbar ini sekaligus menjadi penegasan posisi GP Ansor Sleman sebagai organisasi pemuda yang tidak hanya mempertahankan tradisi keagamaan tetapi juga aktif merespons isu-isu kontemporer seperti transformasi digital, pelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi umat.

“Kehadiran ribuan kader hari ini membuktikan kesiapan Ansor sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang berkeadaban,” pungkas Najib. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)