Pertandingan Segitiga “Mendadak TROFEO”, Pererat Silaturahmi antar ASN

Sleman – Pertandingan sepakbola persahabatan “Mendadak TROFEO” antara Kapanewon Depok, Kapanewon Mlati dan Dinas PMK KPS DIY berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Kamis (10/7/2025).

Pertandingan persahabatan ini merupakan langkah positif mempererat tali silaturahmi dan menjaga kekompakan antar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah DIY. Gelaran tersebut di hadiri Panewu Depok dan Lurah Condongcatur yang menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan yang mengedepankan kebersamaan dan gaya hidup sehat melalui olahraga.

Koordinator Pertandingan persahabatan lintas instansi, Fery Ferdian yang juga menjabat Kepala Jawatan Praja Kapanewon Depok mengatakan bahwa tujuan kalobarasi kegiatan olahraga ini sebagai wahana silaturahmi antar pegawai ASN dilingkungan Pemerintah DIY. Ia berharap ajang ini dapat menjaga soliditas, dan kebersamaan antar instansi.

“Pertandingan sepakbola persahabatan ini telah rutin digelar. Pada bulan lalu kita bertanding dengan Visi FC di lapangan Janabadra dan juga melakukan pertandingan dengan dosen-dosen Atmajaya di lapangan Ganjuran Condongcatur,” kata Fery.

“Kami terbuka dan mengharapkan seluruh instansi pemerintah atau instansi swasta lainya untuk dapat menjadi sparing partner sebagai ajang latihan bersama mengukur kemampuan masing-masing club,” tandasnya.

Sementara itu Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji yang juga sempat ikut bermain dibabak kedua mengapresiasi pertandingan persahabatan.

“Semoga dapat terus menjalin kolaborasi yang kuat dengan Kapanewon Depok, Kapanewon Mlati, dan Dinas PMK DIY, serta instansi lain dengan memberikan contoh langsung penerapan  pola hidup sehat dan selalu kampanye tentang bahaya narkoba kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda dengan kegiatan olahraga dan kegiatan positif lainya,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Panewu Depok, Djoko Muljanto yang ikut memberikan dukungannya kepda tim Kapanewon Depok, terdiri dari para pemain dari karyawan Kapanewon Depok, Pamong Kalurahan Condongcatur, Kalurahan Caturtunggal dan Kalurahan Maguwoharjo.

“Pertandingan ini sebagai fondasi yang baik untuk membangun sinergi dan keakraban di antara ASN, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kualitas pelayanan publik kepada masyarakat, meski ditengah kesibukanya melayani masyarakat tetap melaungkan waktu disore untuk berolahraga dan menjalin keakraban bersama. Semoga tetap kompak dan sehat semuanya,” tuturnya. (Wasana / KIM Depok)




Kembali Digelar, MONCER#4 Siap Hadirkan Literasi Ceria dan Edukasi Anti-Bullying

Sleman – Kegiatan tahunan Moco lan Cerito atau MONCER kembali hadir di Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman. MONCER#4 tahun ini mengusung tema ‘Warna Ceria, Hati Gembira, Bebas Bullying’, dan akan diselenggarakan pada Minggu, 20 Juli 2025, bertempat di Aula Kalurahan Caturharjo.

Ketua Panitia MONCER#4, Miftakul Ikhsan menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang ekspresi dan edukasi yang menyenangkan bagi anak usia TK dan SD. “Selain mendorong kreativitas melalui seni, kami juga ingin membekali anak-anak dengan nilai karakter dan keberanian untuk menolak perundungan,” ujarnya saat ditemui di perpustakaan Kalurahan Caturharjo, Kamis (10/7/2025).

Rangkaian acara MONCER#4 meliputi Lomba Mewarnai yang akan memperebutkan Piala Lurah Caturharjo, serta Sosialisasi Anti-Perundungan (Bullying) yang akan dibawakan langsung oleh tim dari Pelopor Perdamaian Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Perpustakaan Kalurahan Caturharjo dalam menjadikan literasi sebagai alat pembentukan karakter dan ruang bermain yang sehat. MONCER#4 diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat belajar, percaya diri, dan sikap toleransi sejak usia dini.

Pendaftaran peserta telah dibuka. Masyarakat yang ingin mendaftarkan putra-putrinya bisa mengakses informasi lebih lanjut melalui akun Instagram @perpustakaancaturharjo. (ESK – KIM DSN Ngaglik)




Implementasikan MBG, Sardonoharjo Komit Wujudkan Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Rakyat

Sleman – Kalurahan Sardonoharjo berkomitmen mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan masyarakat desa melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Cita-cita tersebut direalisasikan dengan menjalin kolaborasi tiga pilar penting, yaitu Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal), Koperasi Merah Putih (KDMP), dan Media Center Sardonoharjo.

Pertemuan strategis pun digelar pada Kamis (10/7/2025), untuk membahas langkah sekaligus segala hal yang dibutuhkan. Sejumlah perwakilan pamong kalurahan, pengurus Bumkal, Media Center Sleman, insan tani dan nelayan tani (Intani) turut menghadiri acara itu.

Mengingat, MBG merupakan sebuah gerakan terpadu dalam menyediakan konsumsi pangan sehat berbasis produk lokal. Gerakan ini juga menjadi penggerak roda ekonomi desa.

Perwakilan Media Center Sardonoharjo, Gunawan menuturkan bahwa MBG bukan sekedar program bantuan makanan. Tetapi upaya transformasi sosial-ekonomi desa.

“Membangun Indonesia dimulai dari desa dengan membangun manusianya. MBG adalah gerakan ekonomi kreatif. Produksi sendiri, konsumsi sendiri. Bumkal dan KDMP harus menjadi ujung tombak kolaborasi ini,” jelas Gunawan.

Ia juga menambahkan bahwa para akademisi dari Universitas Gadjah Mada siap memberikan pendampingan ilmiah demi keberhasilan program.

Sementara, salah satu konsultan dari Intani, Agung Saputro menekankan pentingnya kemandirian petani dan ketahanan pangan berbasis desa. Ia pun mengenalkan konsep ‘Kampung Swasembada Lestari’, sebuah gerakan yang fokus pada produksi mandiri pangan dan pupuk oleh petani.

“Petani harus bisa memproduksi pupuknya sendiri agar terjangkau dan berkelanjutan. Swasembada harus dimulai dari akar rumput,” ungkapnya.

Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho pun mengapresiasi semangat kolaborasi ini. Ia bahkan menyatakan pemerintah desa siap untuk mendukung penuh implementasi MBG.

“Program ini akan memutar roda ekonomi warga. Kalau lembaga desa dan masyarakat saling bersinergi, maka ekosistem pangan lokal bisa terbangun dengan kuat,” ujar Harjuno.

Direktur BOS sekaligus inisiator Dapur MBG/SPPG di Sardonoharjo, Cahyo juga memaparkan potensi kolaborasi antara Bumkal, KDMP, dan masyarakat tani. Ia menyoroti peluang pengadaan bahan pangan MBG seperti beras, sayur-mayur, buah-buahan, daging ayam, telur, tahu, dan tempe, dapat dipasok dari hasil pertanian lokal.

“Ini peluang untuk menggerakkan ekonomi Sardonoharjo, khususnya di sektor pertanian. Kita harus memanfaatkan potensi desa sendiri,” katanya optimis.

Pertemuan ini menjadi tonggak awal membangun desa yang mandiri pangan, sehat, dan berdaya. Diharapkan, Program MBG dapat menjadi model pembangunan berbasis desa yang mampu direplikasi di wilayah lain di Indonesia. semoga. (ESK – KIM DSN Ngaglik)




Caturtunggal Gelar Musyawarah RPJMKal, Rancang Pembangunan 2027-2028

Sleman – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal menggelar Musyawarah Kalurahan (Muskal) dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kalurahan (RPJMKal) Tahun 2027–2028, pada Selasa (8/7/2025), bertempat di Pendopo Puspadenta. Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari perwakilan DPRD Kabupaten Sleman, Dinas PMK Sleman, Panewu Depok, hingga tokoh masyarakat setempat.

Musyawarah dibuka dengan sambutan dari Wakil Ketua BPKaL Caturtunggal, Syamsudin, yang menyampaikan terima kasih atas partisipasi seluruh undangan dalam proses perencanaan pembangunan jangka menengah ini.

“Terima kasih atas partisipasi yang telah diberikan dalam proses perencanaan pembangunan jangka menengah ini,” ungkapnya.

Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Penjabat Lurah Caturtunggal, Feri Ferdian bahwa periode RPJMKal diperpanjang seiring regulasi terbaru terkait masa jabatan lurah.

Kegiatan tersebut turut hadiri anggota DPRD Kabupaten Sleman, H. Dedy Kusuma, yang menyampaikan dukungannya terhadap program pembangunan, baik fisik maupun non fisik.

“Berbagai fasilitas pendukung dari DPRD seperti BKK, Pokok Pikiran (Pokir), serta Dana Keistimewaan (Danais) yang bisa dimanfaatkan oleh kalurahan,” kata Dedy.

Adapun hasil rekapitulasi usulan masing-masing padukuhan, diketahui ratusan program telah diusulkan dengan status sebagian besar dinyatakan cukup. Meskipun masih ditemukan sejumlah kendala seperti kesalahan klasifikasi program hingga ketidakteraturan urutan prioritas. Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh enam unsur, termasuk tokoh perempuan dan tokoh pemuda.

 Penyerahan dokumen berita acara dilakukan dari BPKaL kepada Pemerintah Kalurahan Caturtunggal sebagai bentuk pengesahan forum musyawarah.

Anggota DPRD Kabupaten Sleman, H. Dedy Kusuma menyampaikan bahwa selain pembangunan fisik, ia juga mendorong penguatan program non fisik seperti pembinaan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT), pelatihan senam, hingga peningkatan keamanan lingkungan. Bantuan penerangan jalan umum juga disebutkan akan diperluas dari wilayah Gowok ke padukuhan lainnya.

Diharapkan hasil Muskal RPJMKal 2027–2028 benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat dan mendukung pembangunan Kalurahan Caturtunggal yang berkelanjutan dan inklusif. (Oktaviana /Kim Depok)




Puskesmas Depok 2 Edukasi Gizi dan Stunting KPM PKH

Sleman – Nutrisionis Puskesmas Depok 2, Beti memberikan sosialisasi penting dalam rangkaian rapat Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

Kegiatan yang digelar di Sasana Anglocita Tama, Kantor Kapanewon Depok, ini berlangsung pada Kamis, (10/7/2025), dan dihadiri oleh para keluarga penerima manfaat serta jajaran pengelola program.

Dalam materinya, Beti memaparkan definisi stunting sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, yang berakibat pada tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan standar usianya. Ia menekankan bahwa stunting bukan sekadar persoalan fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif dan kesehatan jangka panjang anak.

Lebih lanjut, Beti menguraikan kriteria anak balita yang mengalami stunting, yang biasanya teridentifikasi melalui pengukuran panjang atau tinggi badan yang berada di bawah standar pertumbuhan anak seusianya.

Ia menjelaskan bahwa penanganan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun pertama anak (1000 Hari Pertama Kehidupan), dengan pemberian asupan gizi yang seimbang dan tepat waktu.

“Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan yang kurang, tetapi merupakan cermin ketidakcukupan gizi yang berdampak luas pada kemampuan kognitif dan produktivitas anak di masa depan,” ujarnya.

Ia menegaskan, apabila tidak segera diatasi, stunting akan menjadi hambatan serius dalam pembangunan sumber daya manusia.

 “Pencegahan stunting harus menjadi prioritas bersama, dimulai dari pemahaman keluarga akan pentingnya asupan gizi yang tepat sejak kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan anak,” tambahnya.

Menurutnya, peran aktif keluarga dan dukungan lintas sektor menjadi kunci utama untuk memastikan anak-anak kita tumbuh sehat dan mampu menggapai potensi terbaiknya.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan program dari pemerintah saja, tetapi harus ada kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat. Melalui edukasi dan komunikasi yang efektif, kita berharap setiap keluarga penerima manfaat PKH dapat memahami dan menerapkan pola hidup sehat demi mencegah stunting,” ungkap dia.

Beti juga memberikan edukasi tentang pentingnya gizi lengkap dan seimbang untuk pertumbuhan optimal anak, termasuk asupan protein, vitamin, dan mineral.

Ia menyarankan berbagai cara praktis untuk mengatasi dan mencegah stunting di lingkungan keluarga, seperti pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, pemberian makanan pendamping ASI yang bergizi, pemantauan tumbuh kembang secara rutin, serta menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman keluarga penerima manfaat PKH di wilayah Kapanewon Depok tentang pentingnya pemenuhan gizi bagi anak balita sebagai upaya pencegahan stunting.

Melalui kolaborasi yang erat antara Puskesmas, pemerintah daerah, dan masyarakat, program penanggulangan stunting dapat berjalan lebih efektif demi generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, dimana para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait pola makan sehat dan pemantauan kesehatan anak, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap materi yang disampaikan. (Athiful/KIM Depok)