Kebiasaan Merokok Bisa Picu Munculnya Penyakit

Sleman – Kebiasaan merokok pada anak dan remaja bisa memicu munculnya penyakit. Hal itu diungkapkan Kepala Puskesmas Ngemplak I, dr. Vivin Ratri Kurniasari Agustyani Sulistyo dalam bimtek Kapanewon Sehat Tahun 2025 yang berlangsung di Pendopo Kapanewon Ngemplak, Sleman, Rabu (9/7/2025).
Bimtek kali ini dipandu oleh Petugas Sanitarian Puskesmas Ngemplak I, Putri Septiani, dan dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Sleman, Eggy Bagus Fernanda, Panewu Ngemplak, Sarjono, staf Kapolsek, Danramil, Ketua FLH Berbah, Kusnadi dan kader kesehatan Kapanewon Ngemplak.
Lebih lanjut Kepala Puskesmas Ngemplak l, dr. Vivin Ratri Kurniasari Agustyani Sulistyo menyampaikan bahwa anak dan remaja yang sudah menjadi perokok akan memiliki risiko terdampak penyakit, seperti kanker paru, kanker mulut penyakit jantung, tekanan darah dan lain sebagainnya.
“Paparan nikotin memiliki efek kecanduan serta menurunkan kekebalan tubuh menyebabkan mudah terpapar beberapa penyakit,” jelasnya.
Efek nikotin juga bisa berpengaruh pada ibu hamil yang menjadi perokok aktif maupun perokok pasif. Paparan nikotin tersebut bisa berpengaruh kepada perkembangan janin yang dikandung.
“Ibu hamil yang perokok bisa berisiko pada bayi yang dikandung, bisa menimbulkan beberapa gangguan penyakit seperti stunting,” ungkap Vivin.
Lebih lanjut, saat ini banyak ditemukan kasus penyakit degeneratif pada usia muda. Penyakit ini berupa darah tinggi, obesitas, diabetes, kolesterol dan lain sebagainya. Penyakit tersebut muncul akibat beberapa faktor di antaranya perokok di usia dini, gaya hidup, dan pola makan.
Vivi juga menyoroti tentang dampak yang terjadi akibat maraknya pembuangan sampah sembarangan. Selain meninggalkan kesan lingkungan kumuh, timbunan sampah juga mempengaruhi kesehatan. Salah satunya ialah leptospirosis, sebuah penyakit yang disebabkan bakteri Leptospira yang ditularkan ke manusia melalui kontak dengan urin hewan yang terinfeksi, terutama tikus.
Ketua Forum Lingkungan Hidup Kapanewon Berbah, Kusnadi menyampaikan pentingnya pengelolaan dan pemilihan sampah dari sumbernya yaitu rumah tangga. Dengan memilah sampah sesuai jenisnya, akan mempermudah pengelolaan sampah ditahap selanjutnya.
“Sampah anorganik atau sampah kering bisa disetorkan ke Bank Sampah atau sedekah sampah, atau langsung dijual ke perosok. Sedangkan sampah organik atau sampah basah bisa dipergunakan berbagai hal misalkan di buat Mol, ecoenzim atau dibikin pupuk kompos,” katanya.
“Banyak metode bisa dipergunakan untuk membuat pupuk kompos. Dengan membuat jugangan, biopori, losida. Komposter, ember tumpuk, sistem takakura dan lainnya. Kita tinggal memilih metode pengomposan. Disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi yang ada,” jelas Kusnadi. (Kusnadi / KIM Berbah)



