Aisyiyah Cadre Camp, Bangun Kader Unggul

Sleman — Sebanyak 548 peserta dari 68 regu yang tergabung dalam 25 Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan Aisyiyah Cadre Camp (ACC) yang digelar di Bumi Perkemahan Jaka Garong, Garongan, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Sleman.
Acara dibuka oleh Ketua Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (MPK PP ‘Aisyiyah), Mami, yang menegaskan pentingnya peran Cabang dan Ranting sebagai garda terdepan eksistensi ‘Aisyiyah.
“Cabang dan Ranting menjadi program strategis nasional karena kehadirannya paling dirasakan masyarakat. ACC adalah bagian dari penguatan sistem perkaderan yang dapat diterapkan di semua tingkatan,” ujarnya.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan kaderisasi yang dilaksanakan MPK PP ‘Aisyiyah. Dalam sambutannya, ia menekankan peran sentral perempuan dalam membangun peradaban dan memperbaiki lingkungan hidup.
“Ibu adalah rahim peradaban dan kebudayaan. Dari ibulah lahir anak-anak yang berakhlak baik. Peran ibu di keluarga dan masyarakat sangat menentukan dalam membentuk kebiasaan positif, termasuk kepedulian terhadap lingkungan,” tegasnya.
Fajar juga menyoroti pentingnya pendidikan lingkungan dalam kurikulum dasar dan menengah. Menurutnya, anak-anak perlu dilatih peka terhadap kondisi lingkungan dan menyadari bahwa manusia adalah bagian dari ekosistem, bukan penguasa atasnya.
Kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan Hizbul Wathan ini juga menjadi ajang peluncuran Mars Aisyiyah Cadre Camp yang dinyanyikan bersama oleh seluruh peserta. Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Aisyah, menyampaikan bahwa ACC merupakan inovasi dalam kaderisasi berbasis pendekatan menyenangkan dan menggembirakan.
“ACC adalah bagian integral dari proses kaderisasi yang bertujuan meningkatkan kualitas kader secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Hadir pula dalam acara ini sejumlah tamu undangan dari unsur Pimpinan Wilayah, Daerah, dan Cabang Muhammadiyah–‘Aisyiyah, serta jajaran Pemerintah Kapanewon Turi dan Kalurahan Wonokerto.
Sebagai penanda dimulainya kegiatan, dilakukan pembunyian angklung secara simbolis oleh jajaran Pimpinan ‘Aisyiyah, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri Turi)



