Polsek Ngaglik Raih Juara 3 Dalam Lomba Bhabinkamtibmas

Sleman – Polsek Ngaglik berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Bhabinkamtibmas yang diselenggarakan oleh Polresta Sleman dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-79. Lomba tersebut mengusung tema Penyuluhan Kenakalan Remaja dan menjadi ajang menampilkan inovasi serta kontribusi Bhabinkamtibmas dalam pembinaan masyarakat, khususnya generasi muda.

Aiptu Mukti Aji, Bhabinkamtibmas Kalurahan Minomartani, tampil sebagai perwakilan Polsek Ngaglik. Ia menyampaikan penyuluhan bertema kenakalan remaja yang menjadi perhatian utama di masyarakat. Materi disampaikan kepada berbagai kelompok strategis, mulai dari pelajar SMP dan SMA, karang taruna, takmir masjid, hingga forum RT/RW.

Dengan pendekatan yang edukatif dan komunikatif, Aiptu Mukti Aji membahas akar persoalan kenakalan remaja dan mendorong kolaborasi antara keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, dan kepolisian untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi remaja.

Penghargaan diserahkan oleh Kasat Binmas Polresta Sleman, AKP Sugiyanto, dalam acara olahraga bersama yang digelar pada Jumat (4/7) sebagai bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-79. Kegiatan berlangsung meriah dan diikuti dengan semangat kebersamaan oleh seluruh jajaran kepolisian.

Kapolsek Ngaglik, AKP Yuliyanto menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Prestasi ini membuktikan bahwa anggota kami aktif dan peduli terhadap permasalahan sosial di lingkungan masyarakat. Upaya penyuluhan oleh Bhabinkamtibmas adalah langkah konkret dalam menciptakan kamtibmas yang kondusif. Saya berharap akan lahir lebih banyak inovasi dan kegiatan serupa ke depan,” ujarnya.

Kegiatan ini menegaskan peran strategis Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian dalam menjalin komunikasi efektif dengan masyarakat. Penyuluhan kepada kalangan remaja dinilai sebagai langkah preventif penting dalam mencegah perilaku menyimpang sejak dini.

Melalui kegiatan ini, Polresta Sleman terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat, sejalan dengan tema Hari Bhayangkara ke-79, “Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan.”

Polsek Ngaglik berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pendekatan humanis dan edukatif, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial demi menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. (ESK/KIM DSN)




Ketua KIM Depok Baru Fokuskan Penguatan Literasi Informasi

Sleman – Dalam rangka penguatan kelembagaan dan peningkatan efektivitas fungsi komunikasi publik, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kapanewon Depok, melakukan pemilihan ketua baru pada Jumat (4/7/2025) bertempat di Gubug Makan Iwak Kalen, Sidoagung, Godean, Sleman.

Melalui forum musyawarah mufakat, Adi Yananta resmi terpilih sebagai Ketua KIM Depok menggantikan Umarjoko yang kini menjabat sebagai penasihat.

Pemilihan ini merupakan bagian dari upaya konsolidasi dan penyegaran struktur organisasi KIM guna menghadirkan tata kelola informasi yang adaptif, partisipatif, dan sesuai dengan dinamika masyarakat Kapanewon Depok.

Dalam sambutannya, Adi Yananta menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas amanah yang diberikan dan menegaskan komitmennya untuk menjadikan KIM Depok sebagai simpul strategis dalam diseminasi informasi publik serta peningkatan literasi masyarakat

“Di era digital yang sarat informasi, KIM tidak cukup menjadi penyalur pesan, tetapi harus hadir sebagai penjaga keakuratan, penggerak edukasi, dan fasilitator dialog warga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adi menegaskan sejumlah agenda prioritas yang akan menjadi fokus KIM Depok ke depan.

Di antaranya adalah penguatan kanal informasi digital, pelatihan literasi media dan verifikasi informasi bagi anggota KIM, serta pengembangan konten lokal berbasis potensi dan kebutuhan masyarakat.

“Kami mendorong lahirnya media informasi komunitas yang aktif dan berkualitas, serta memperluas jejaring kerja sama antar kalurahan. KIM harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun komunikasi yang inklusif, faktual, dan membangun,” tambahnya.

Kehadiran kepemimpinan baru di tubuh KIM Depok ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi organisasi dalam mendukung pembangunan berbasis informasi, sekaligus menjadikan masyarakat sebagai subjek utama dalam proses komunikasi publik yang efektif dan berkelanjutan.

Adi juga menyampaikan harapan besar agar seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan dapat memberikan dukungan penuh demi suksesnya program-program KIM Depok ke depan.

“Saya mengajak anggota KIM Depok, pemerintah, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan kami. Tanpa sinergi yang kuat, tujuan kita membangun ekosistem informasi yang sehat dan bermanfaat tidak akan tercapai,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)




KIM Depok Konsolidasikan Peran Strategis dalam Diseminasi Informasi Publik

Sleman – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kapanewon Depok menggelar rapat koordinasi (Rakor) pada Jumat (4/7/2025) bertempat di Gubug Makan Iwak Kalen, Sidoagung, Godean, Sleman.

Rakor ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar anggota KIM Depok dalam upaya pengelolaan informasi dan peningkatan literasi komunikasi publik di tingkat masyarakat.

Pertemuan yang dihadiri pengurus dan perwakilan KIM dari tiga kalurahan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari evaluasi program kerja sebelumnya, optimalisasi kanal informasi berbasis digital, hingga peran KIM sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan warga.

Ketua KIM Depok, Umarjoko, menekankan pentingnya kehadiran KIM sebagai simpul informasi yang hidup dan mampu beradaptasi dengan dinamika zaman.

Menurutnya, tantangan arus informasi yang begitu deras menuntut kesiapan KIM untuk tidak hanya menjadi penyalur informasi, tetapi juga penjaga akurasi dan pembangun partisipasi publik

“KIM bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk ekosistem komunikasi yang sehat di masyarakat. Untuk itu, penguatan kapasitas anggota dan pemanfaatan media sosial secara positif menjadi kunci ke depan,” tegas dia.

Lebih lanjut, Umarjoko mengungkapkan perlunya pemetaan isu-isu lokal yang relevan agar informasi yang disampaikan KIM benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

KIM, katanya, tidak boleh sekadar menjadi pelengkap birokrasi informasi, tetapi harus menjelma sebagai aktor aktif dalam pembangunan berbasis komunikasi publik.

Rakor juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara KIM, pemerintah kalurahan dan kapanewon, serta unsur pemuda, organisasi masyarakat, dan komunitas lokal dalam setiap kegiatan literasi informasi.

Pengembangan konten kreatif berbasis potensi lokal menjadi salah satu rencana tindak lanjut untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda di Kapanewon Depok.

Rakor ditutup dengan diskusi interaktif yang membahas best practice pengelolaan media informasi, termasuk pelatihan konten digital dan strategi penyampaian informasi yang inklusif serta adaptif terhadap perkembangan teknologi komunikasi.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengonsolidasikan peran KIM Depok sebagai ujung tombak diseminasi informasi publik yang terpercaya dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di Kapanewon Depok, Sleman. (Athiful/KIM Depok)




BKSDA dan Relawan Tangkap Buaya di Sungai Progo, Wujud Mitigasi Konflik Satwa

Sleman – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), serta sejumlah relawan berhasil menangkap seekor buaya di Sungai Progo, wilayah Triharjo, Bantul, Kamis (3/7). Tindakan ini dilakukan sebagai langkah mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar yang dinilai membahayakan keselamatan warga.

Buaya yang muncul di perairan yang kerap digunakan warga untuk mandi, mencuci, dan memancing ini telah menimbulkan keresahan masyarakat. Oleh karena itu, tim gabungan memutuskan untuk melakukan penangkapan guna mencegah potensi insiden.

Aksi ini melibatkan sejumlah relawan dari Kekandhangan Banyuraden, Animal Keeper Jogja, serta Penggiat Konservasi Kulon Progo. Tim juga mendapat dukungan teknis dari Fakultas Biologi UGM. Mereka melakukan survei selama tiga hari, memantau pergerakan buaya, dan memasang jebakan di beberapa titik strategis. Buaya akhirnya berhasil ditangkap dengan bantuan jala dan alat penyedot air diesel.

Koordinator Relawan Kekandhangan Banyuraden, Aryo Tejo, menegaskan pentingnya aksi cepat dalam menangani potensi konflik satwa liar.

“Mitigasi seperti ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial dan ekologis. Ini menunjukkan bahwa penyelamatan satwa bisa dilakukan tanpa menunggu konflik besar terjadi,” ujarnya.

Aryo juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai standar penanganan konflik manusia dan satwa liar di wilayah DIY.

Setelah berhasil dievakuasi, buaya dibawa ke Laboratorium Sistematika Hewan, Fakultas Biologi UGM untuk dilakukan identifikasi. Donan Satria Yudha dari Fakultas Biologi UGM menyatakan bahwa buaya tersebut merupakan spesies Crocodylus porosus (buaya muara) dengan panjang tubuh sekitar 80 sentimeter.

“Buaya ini saat ini diamankan, bukan untuk dimusnahkan, melainkan akan dipindahkan ke habitat konservasi yang lebih sesuai,” jelas Donan. Ia menambahkan bahwa BKSDA akan melakukan observasi lanjutan terhadap kondisi fisik dan perilaku buaya sebelum menentukan lokasi pelepasliaran yang ideal.

Selain itu, tim masih menunggu laporan dari warga terkait kemungkinan keberadaan buaya lain, termasuk yang berukuran lebih besar.

Penangkapan ini tidak hanya menyelesaikan masalah keamanan warga, tetapi juga menjadi momentum edukatif tentang pentingnya konservasi. Donan menekankan bahwa konservasi bukan berarti menyingkirkan satwa liar, melainkan mencari keseimbangan untuk hidup berdampingan dengan alam.

Sebagai tindak lanjut, relawan dan pemerhati lingkungan mendorong pemerintah daerah untuk melakukan pemulihan vegetasi di sempadan sungai, mengendalikan pembangunan yang melanggar batas sempadan, serta memperkuat regulasi konservasi berbasis wilayah. Penyusunan peta zona rawan konflik satwa di wilayah sungai dan hutan juga dinilai mendesak untuk mengantisipasi kejadian serupa. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping




Jambore Ambulance Relawan Digelar di Sleman, 50 Peserta Ikuti Pelatihan Penanganan Gawat Darurat

Sleman – Sekitar 50 relawan dari 21 komunitas ambulance se-Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti pelatihan “Jambore Ambulance Relawan” yang diselenggarakan di Aula Taman Lansia Ceria (TLC) Bethesda YAKKUM, Pakem, Sleman, Kamis (3/7/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas relawan dalam penanganan kegawatdaruratan pra-rumah sakit. Pelatihan mencakup materi penyelamatan korban kecelakaan atau bencana sebelum ditangani tenaga medis di fasilitas kesehatan.

Perwakilan RS Bethesda, Wahyu Widiyanto dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar pelatihan ini membawa manfaat besar bagi seluruh pengelola ambulance di Yogyakarta.

Komunitas yang hadir meliputi Ambulan Padukuhan Tumut, Ambulance Desa Girikerto, Ambulance Desa Minomartani, Ambulance Istimewa (Muh RSPM DIY), Ambulance JOSAL Yogyakarta, Ambulance RN, AmbulanMu Mergangsan, AmbulanMu Ngaglik, Ambulan Klinik Bethesda Maranatha, BAGUNA DIY, Destana Margodadi, DPD PAN Sleman, DPW LDII DIY, Griya Singgah Pasien YBM PLN Yogyakarta, KSP Pare Anom, Paguyuban Ambulance Jogja Utara, Panda Ambulance Yogyakarta, Tirto Berbah Rescue, UPZ Masjid Al-Falaq, Yayasan Jupiter Peduli Kemanusiaan, dan BAGUNA Sleman.

Salah satu peserta, Gunanto, mengungkapkan manfaat besar dari kegiatan ini bagi para relawan. “Banyak sekali ilmu yang kami peroleh dalam penanganan kegawatdaruratan,” ujarnya kepada Arief Hartanto pada Jumat pagi.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dari dr. Yustina Kristiyarini terkait prinsip dasar penanggulangan penderita gawat darurat. “Pemberian pertolongan, pengobatan, dan perawatan darurat harus dilakukan dengan cepat, tepat, dan serasi sebelum korban dibawa ke rumah sakit atau tim medis datang,” jelasnya.

Selain itu, Arnice Ajawaila dari Yakkum Emergency Unit (YEU) menyampaikan materi mengenai etika komunikasi dengan kelompok rentan, sedangkan Lazuardi, dari Dishub DIY memberikan edukasi seputar keselamatan lalu lintas dan hak pengemudi ambulance dalam kondisi darurat.

“Pengemudi ambulance harus tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga keselamatan semua pihak, serta menggunakan lampu isyarat dan sirine secara bijak. Mereka juga wajib membuat laporan identitas dan kondisi pasien,” tegas Lazuardi.

Pelatihan ditutup dengan penegasan pentingnya respons cepat dan tepat dalam menyelamatkan nyawa. Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas para relawan ambulance semakin meningkat, serta mampu memberikan pertolongan pertama yang profesional dan efektif di lapangan. (Arief Hartanto/KIM Turi)