BPKal Sumbersari Gelar Penjaringan Aspirasi Masyarakat

Sleman – BPKal Sumbersari menggelar kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat di Joglo Padukuhan Nasri III, Sumbersari, Moyudan, Selasa (1/7/2027). Acara tersebut bertujuan untuk mewadahi ketua RT RW, perwakilan pemuda, hingga perwakilan perempuan agar dapat mengajukan program dan segala usulannya kepada pemerintah setempat. Mengingat, masyarakat lokal lebih mengerti akan kebutuhan pembangunan di lingkungannya.
“Kebutuhan masyarakat untuk pembangunan, yang lebih mengetahui adalah masyarakat. Oleh karena itu dipersilakan untuk menyampaikannya kepada tim,” kata Lurah Sumbersari, Sukadi dalam sambutannya.
Ia menegaskan, penjaringan aspirasi BPKal Sumbersari dilaksanakan di 13 padukuhan selama dua hari. Hari pertama, Selasa (1/7/2025) dilaksanakan di 7 padukuhan. Sedangkan hari kedua berlangsung pada Rabu (2/7/2025), di 6 pdukuhan lainnya.
“Agar lebih fokus dipersilakan tiga program fisik dan dua program non fisik. Untuk non fisik seperti pelatihan-pelatihan untuk pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian kami tegaskan cukup lima program pembangunan, tiga fisik, dan dua non fisik. Disesuaikan dengan perencanaan tahun ini,” ujar Muji Suparyanto mewakili BPKal Sumbersari.
Dalam kesempatan itu, Dukuh Nasri III Sumbersari, Zamzuri Latif mengatakan bahwa ada beberapa pembangunan yang sudah dan belum terlaksana. Untuk program yang belum terlaksana, bisa diajukan kembali untuk difokuskan tahun ini.
“Penting untuk membuat sekala prioritas dalam pembangunan wilayah, agar memberi banyak manfaat kepada masyarakat. Untuk tahun ini di Nasri kami fokuskan untuk RW 07,” ujar Latif, Selasa (1/7/2025).
Ia menambahkan perlunya membentuk kelompok pemberdayaan masyarakat untuk mempermudah pengelolaan dalam pelaksanaan. Pasalnya, pembangunan harus berjalan dengan baik.
“Apalagi di Sumbersari juga akan mendapat proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Pedukuhan Ngaglik. Kegiatan non fisik bisa pembinaan dan pelatihan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu pun sejumlah data program pembangunan fisik seperti saluran air, gorong-gorong, jalan kampung dirancang. Sementara untuk pelatihan, terjaring aspirasi berupa pengelolaan sampah dan pelatihan untuk kelompok wanita tani (KWT). Dengan begitu, diharapkan semua aspirasi masyarakat yang berupa kebutuhan pembangunan fisik maupun non fisik dapat terserap, dan dapat dilaksanakan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Edy – KIM Moyudan)



