PMI Depok Ambil Bagian dalam UNY Sport Championship 2025

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Depok turut ambil bagian dalam UNY Sport Championship 2025 yang digelar pada 1-6 Juli di Stadion dan Lapangan Terpadu Universitas Negeri Yogyakarta.

Turnamen ini diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sepak Bola UNY bekerjasama dengan Departemen Keolahragaan dan Kompetisi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Yogyakarta.

Anggota Tim Siaga Relawan (TSR) PMI Depok, Lidya Agustina, mengungkapkan bahwa keterlibatan ini merupakan bagian dari komitmen PMI untuk hadir di setiap ruang kemanusiaan, termasuk dalam bidang olahraga.

“Olahraga bukan hanya kompetisi, tetapi juga solidaritas, kesehatan, dan kesiapsiagaan. Karena itu, PMI hadir sebagai mitra strategis untuk mendukung kelancaran dan keamanan acara ini,” ujarnya, Selasa (1/7/2025).

Menurut Lidya, keterlibatan PMI Depok difokuskan pada layanan pertolongan pertama dan siaga kesehatan selama jalannya kejuaraan.

“Kami juga memberi edukasi kepada generasi muda tentang pentingnya kesiapsiagaan dan kesehatan,” ujar Lidya.

Keikutsertaan PMI Depok dalam UNY Sport Championship 2025 menunjukkan sinergi positif antara lembaga kemanusiaan dan institusi pendidikan dalam membentuk budaya sehat dan tanggap darurat.

Dengan dukungan peralatan medis dasar, tandu lipat, dan armada siaga, relawan PMI Depok mampu memberikan respons cepat terhadap situasi yang membutuhkan penanganan segera.

Lebih lanjut, Lidya menambahkan bahwa tugas kemanusiaan dalam kegiatan olahraga sangat menantang karena memerlukan kecepatan respons, ketepatan penanganan, serta komunikasi yang solid antarrelawan.

“Kami dilatih tetap tenang, sigap, dan penuh empati. Melihat atlet bisa kembali tersenyum setelah kami tangani itu menjadi kebahagiaan tersendiri,” imbuhnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, tim PMI Depok telah menangani beberapa kasus ringan seperti kram otot, dehidrasi, luka lecet, serta membantu rujukan ke fasilitas kesehatan untuk beberapa kasus yang memerlukan perawatan lebih lanjut.

Dalam momentum ini, PMI Depok menegaskan peran vital organisasi kemanusiaan sebagai bagian dari jaringan tanggap darurat yang terorganisasi, inklusif, dan berdedikasi.

Tak hanya dalam bencana alam atau kondisi darurat besar, PMI juga hadir dalam ruang-ruang sosial masyarakat, termasuk dunia olahraga yang tak lepas dari risiko medis. (Athiful/KIM Depok)




Dinsos Sleman Buka Pelatihan Manajemen WKSBM di Moyudan

Sleman — Dalam rangka meningkatkan kapasitas kelembagaan sosial berbasis masyarakat, Dinas Sosial Kabupaten Sleman menggelar Pelatihan Manajemen Organisasi Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (MO WKSBM), Selasa–Kamis (1–3 Juli 2025) di Aula Kalurahan Sumberagung, Moyudan.

Acara dibuka secara resmi Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial Dinsos Sleman, Feri Istanto. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan realiasi Program Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM) dari Musrenbang Kapanewon Moyudan tahun 2024.

“Permasalahan sosial di masyarakat sangat kompleks. WKSBM tidak cukup hanya menyalurkan bantuan, tapi harus mampu mengurai dan memberi solusi atas permasalahan sosial yang terjadi,” jelas Feri.

Ia berharap peserta mengikuti pelatihan secara tuntas dan menerapkan ilmunya untuk memperkuat kinerja WKSBM di masing-masing wilayah.

Sementara itu, Panewu Moyudan melalui Kepala Jawatan Sosial, Nur Cahyu, menyampaikan apresiasi kepada peserta dan narasumber.

“WKSBM harus menjadi wadah partisipasi masyarakat yang mampu merumuskan kepentingan sosial secara bersama. Mari perkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan,” pesannya.

Materi pelatihan meliputi partisipasi dan pengorganisasian masyarakat, peran dan pengabdian WKSBM, pemanfaatan media sosial dan pengembangan jejaring, fundraising, pemberdayaan masyarakat, dan sesi best practices atau praktik baik dari WKSBM lain.

Para pemateri berasal dari praktisi dan Forum Koordinasi WKSBM Kabupaten Sleman.

Pelatihan ini menjadi langkah konkret memperkuat peran WKSBM sebagai mitra strategis pemerintah dalam upaya pengentasan masalah sosial secara partisipatif dan berkelanjutan. (Giek/KIM Moyudan)




Relawan Harus Siap Fisik, Mental, dan Punya Skill Tanggap Darurat

Sleman — Relawan harus tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki keterampilan dan kesiapan mental saat menghadapi situasi darurat. Pesan ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi dan Pembinaan Relawan Kapanewon Depok yang digelar di Gedung Anglocitatama, Kapanewon Depok, Sleman, Senin (30/6/2025). Kegiatan ini difasilitasi Jawatan Keamanan Kapanewon Depok dan diikuti berbagai elemen relawan dari PMI, TSR, KSR, Linmas, KSB, Tagana, RAPI, Destana, Redam, hingga Matador.

Panewu Depok, Djoko Muljanto, menekankan pentingnya relawan untuk selalu siaga dan terkoordinasi.

“Relawan harus siap sedia saat masyarakat membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat atau bencana. Jangan bergerak sendiri-sendiri, selalu koordinasi dengan pihak terkait,” tegasnya.

Ia mendorong relawan untuk bersinergi dengan Jaga Warga dan Destana (Desa Tanggap Bencana) yang sudah terbentuk di tingkat padukuhan dan kalurahan sebagai bagian dari sistem respons bencana berbasis masyarakat.

Djoko juga mengusulkan agar ke depan dilakukan Apel Siaga Relawan secara rutin tiap bulan, sebagai ajang koordinasi dan mempererat silaturahmi antarrelawan.

Sementara itu, Wadanramil 11 Depok, Kapt. Infanteri Wahyani, menyoroti pentingnya penguatan kapasitas teknis para relawan.

“Relawan harus solid, terlatih, dan aktif di grupnya masing-masing. Kami siap fasilitasi pelatihan kebencanaan, tentu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar relawan memiliki sertifikasi resmi, sehingga ke depan diakui legalitasnya dan lebih siap dalam menghadapi berbagai kondisi lapangan.

“Kini saatnya relawan kita dibekali kompetensi yang bisa dipertanggungjawabkan secara profesional dan legal,” tutup Wahyani.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, sekaligus meneguhkan semangat gotong royong dan pengabdian dalam menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat. (Adi Yananta/KIM Depok)




Polsek Ngaglik Gelar Tasyakuran Rayakan HUT Bhayangkara ke-79 dan Kenaikan Pangkat Personel

Sleman – Polsek Ngaglik menyelenggarakan tasyakuran dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79 dan kenaikan pangkat sejumlah personel per TMT 1 Juli 2025, Senin (30/6/2025). Acara berlangsung di Rumah Makan Manyung, Padukuhan Bandulan, Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolsek Ngaglik AKP Yuliyanto, jajaran Kanit, Panit, Kasi, dan seluruh anggota Polsek Ngaglik. Hadir pula Panewu Kapanewon Ngaglik, Wawan Widiyantoro, serta perwakilan dari Koramil Ngaglik.

Kapolsek Ngaglik, AKP Yuliyanto, menyampaikan bahwa kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan atas kinerja dan pengabdian personel.

“Kenaikan pangkat bukan sekadar simbol, melainkan bentuk apresiasi atas kerja keras dan loyalitas dalam menjaga kamtibmas. Mari terus jaga semangat pelayanan dan sinergi yang sudah terbangun,” ujarnya.

Panewu Ngaglik, Wawan Widiyantoro, dalam sambutannya menyatakan dukungannya terhadap Polsek Ngaglik.

“Kami berharap Polsek Ngaglik terus menjadi pelindung masyarakat yang profesional, humanis, dan responsif. Kenaikan pangkat ini semoga diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan,” ucapnya.

Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi ramah tamah antara peserta yang hadir. (ESK/KIM DSN)




Bulan Dana PMI Sleman Tahun 2025 Tergetkan Rp1,5 Miliar

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman menargetkan pengumpulan dana minimal Rp1,5 miliar dalam pelaksanaan Bulan Dana PMI tahun 2025.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman sekaligus Ketua Bulan Dana PMI Sleman tahun 2025, Susmiarto, menegaskan bahwa bulan dana PMI bukan sekadar penggalangan dana, tetapi gerakan bersama untuk menumbuhkan kesadaran, kepedulian, dan solidaritas lapisan masyarakat dalam mendukung tugas-tugas kemanusiaan.

“Melalui Bulan Dana PMI, kita diajak ikut berkontribusi, demi kelangsungan berbagai program kemanusiaan yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya di Aula Setda Sleman, Selasa (1/7/2025).

Pemerintah Kabupaten Sleman, ujar Susmiarto, memberikan apresiasi kepada PMI Sleman yang telah menunjukkan kiprah luar biasa dalam berbagai aksi kemanusiaan.

Menurutnya, PMI Sleman selalu hadir di garis depan, tanpa pamrih, tanpa membedakan suku, agama, ras, atau pun golongan.

“Inilah cerminan sejati semangat kemanusiaan yang harus kita jaga dan rawat bersama,” lanjut dia.

Lebih lanjut, Susmiarto mengatakan bahwa PMI Sleman telah menjadi ujung tombak dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat, saat bencana alam, kecelakaan, maupun kondisi darurat lainnya.

“Tidak hanya itu, PMI juga aktif dalam kegiatan donor darah, pelayanan kesehatan, edukasi masyarakat, serta penguatan kapasitas relawan,” ungkapnya.

Susmiarto menegaskan, bahwa Bulan Dana PMI Sleman tahun 2025, dilaksanakan selama enam bulan, terhitung sejak 1 Juli sampai dengan 31 Desember 2025.

“Tersedia Kupon mulai dari ,- sampai dengan ,- dengan target minimal Rp1,5 miliar, mohon disosialisasikan ke warga dengan baik,” ucapnya.

Sementara Ketua PMI Sleman, Mafilindati Nuraini, mengharapkan partisipasi masyarakat Sleman, baik jajaran pemerintah, instansi swasta, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, komunitas, maupun masyarakat umum untuk menyukseskan Bulan Dana PMI tahun 2025.

“Mari kita sisihkan sebagian rezeki, kita galang solidaritas dan kemanusiaan, serta kita tanamkan kepedulian kepada sesama,” ujarnya

Linda juga mengatakan bahwa PMI Sleman akan mempertanggungjawabkan dana yang diperoleh secara transparan dan akuntabel.

“Dengan transparansi, kepercayaan masyarakat akan semakin meningkat seiring dengan pemanfaatan dana PMI yang tepat sasaran,” pungkasnya.

PMI Sleman, lanjut Linda, telah diaudit oleh auditor eksternal dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sejak tahun 2015 sampai tahun 2025. (Athiful/KIM Depok)