Labib Sang Barista Lulusan Pesantren: Racik Kopi dengan Filosofi “Kartel”

Sleman – Di sudut Lapangan Pemda Sleman, Syukron Labilul Fiqri (25 tahun) atau akrab disapa Labib, sibuk meracik kopi di balik sepeda motornya yang dipenuhi botol-botol bahan racikan. Pemuda asal Pandowoharjo ini telah tiga tahun menggeluti bisnis kopi keliling dengan brand Kartel Coffee.

“Kartel itu singkatan dari Karya Teladan,” jelas Labib sambil melayani pelanggan yang usai olahraga pagi. “Ini jadi pedoman saya, melayani sebaik mungkin hingga bisa jadi teladan,” tambahnya.

Labib mangkal di Lapangan Pemda setiap Jumat-Minggu pagi ( WIB). Malam hari, ia berpindah ke Simpang Tiga Denggung (selepas WIB), kecuali Selasa malam yang ia jadikan hari libur.

Dengan bangga, Labib menegaskan bahwa kopinya menggunakan biji robusta Wonosobo dan arabika dari supplier local. Selain itu, ia juga melakukan penggilingan manual di lapangan dan elektrik di rumah. Dari hasil jualan tersebut, ia dapat menjual 50-100 cup pagi hari dan hingga 200 cup malam hari.

Sebagai santri yang kini menjadi rapper sekaligus barista, Labib membuktikan bahwa lulusan pesantren bisa sukses di dunia modern.

“Alhamdulillah, banyak pelanggan setia yang menemani obrolan malam,” ujarnya sambil tersenyum. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




Warga Pakembinangun Gelar Kerja Bakti Massal Sambut HUT RI ke-80

Sleman – Sebanyak warga Kalurahan Pakembinangun turut serta dalam kerja bakti massal menyambut HUT RI ke-80 pada Minggu (27/7/2025). Kegiatan yang diprakarsai Pemerintah Kalurahan (PEMKAL) ini berlangsung serentak di seluruh RT dengan semangat gotong royong.

Nuzul Nur Affandi, Kasi Ulu-ulu Pakembinangun, menjelaskan bahwa Pemerintah Kalurahan memberikan stimulan dana sebesar per RT untuk mendukung kelancaran acara.

“Dana ini digunakan untuk konsumsi, pemasangan umbul-umbul, dan bendera di berbagai ruas jalan, mulai dari jalan dusun hingga jalan nasional,” ujarnya.

Kegiatan kerja bakti beragam, mulai dari pengecatan ulang pagar dan gapura dusun, pembersihan selokan, hingga Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Sigit Waskita, Ketua RT 45 Sukunan, menyatakan harapannya agar kegiatan ini juga mengurangi kasus Demam Berdarah (DB) di wilayahnya.

Rakhmat Bagus, staf Ulu-ulu Pakembinangun, berpesan agar warga mendokumentasikan kegiatan untuk kelengkapan laporan pertanggungjawaban. Acara ditutup dengan makan snack bersama, mempererat kebersamaan warga.

Kegiatan ini menunjukkan kesiapan warga Pakembinangun menyambut kemerdekaan dengan semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan. (Asrori/KIM Pakembinangun)




Muhammadiyah Turi Gelar Kajian Rutin dan Siap Resmikan Pondok Pesantren Baru

Sleman – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi bersama Aisyiyah kembali menyelenggarakan kajian rutin Ahad Kliwon bertajuk Hari Syiar Ber-Muhammadiyah Turi pada Minggu (27/7/2025). Kegiatan yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi, Ngablak Bangunkerto, ini dihadiri sekitar 500 jamaah dari berbagai kalangan.

Ketua PCM Turi, Bambang Rahmanto, dalam sambutannya mengumumkan rencana peresmian pembangunan Pondok Pesantren Muhammadiyah di Ngentak Bangunkerto pada kajian mendatang. “Ini menjadi langkah penting dalam pengembangan pendidikan Islam di wilayah Turi,” ujarnya.

Acara yang diselenggarakan oleh keluarga besar SMK Muhammadiyah 1 Turi ini berjalan lancar. Turut hadir pimpinan cabang Muhammadiyah, Aisyiyah, serta masyarakat umum yang ingin menimba ilmu agama.

Ustadz Salahuddin Zuhri, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIY, menjadi pemateri utama. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya kesungguhan dalam beribadah dan berorganisasi.

“Jika kita berkumpul untuk kebaikan, insya Allah keberkahan akan menyertai,” tegasnya, mengutip hadis tentang keutamaan berkumpul karena Allah. Ia juga menyitir Surah Al-Asr yang mengajarkan bahwa ketertiban menjadi pondasi peradaban.

Ustadz Salahuddin mengingatkan jamaah bahwa ujian hidup adalah bagian dari proses pendewasaan iman. “Jangan berharap masuk surga tanpa diuji. Justru melalui ujian, Allah menghendaki kebaikan untuk kita,” jelasnya.

Di akhir ceramah, ia menyerukan pentingnya menjaga ketauhidan dalam keluarga. “Generasi muda harus tidak hanya paham agama, tetapi juga mengamalkannya sehari-hari,” pesannya.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ajakan untuk terus belajar melalui media sosial Ustadz Salahuddin. “Mari jadikan ilmu yang didapat sebagai bekal amal shaleh,” pungkasnya. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri Turi)




PKK Padukuhan Blekik Gelar Outbound di Gumuk Pasir untuk Pererat Kebersamaan

Sleman – Sebanyak 67 anggota PKK Padukuhan Blekik, Kalurahan Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, mengadakan kegiatan outbound bertajuk “Dolan Bareng” di Pantai Gumuk Pasir, Bantul, Minggu (27/7/2025). Acara ini bertujuan memperkuat silaturahmi dan kekompakan antaranggota.

Kegiatan dipandu oleh pelatih dari DSN Outbound Jogja, UMKM binaan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Sardonoharjo. Peserta mengikuti serangkaian permainan team building dan ice breaking yang dirancang untuk meningkatkan kerja sama dan komunikasi.

Hadir dalam acara tersebut Ketua RT/RW se-Padukuhan Blekik, menunjukkan dukungan terhadap upaya penguatan kebersamaan di tingkat masyarakat. Dukuh Blekik, Sardiyono, turut hadir dan menyambut positif kegiatan ini.

“Kegiatan semacam ini penting untuk menjaga keharmonisan anggota PKK sekaligus menyegarkan pikiran. Kami berterima kasih kepada DSN Outbound Jogja yang aktif mendampingi berbagai kegiatan di kalurahan kami,” ujar Sardiyono.

Fajar Untoro, pelatih dari DSN Outbound Jogja, menekankan bahwa outbound tidak hanya sekadar rekreasi, tetapi juga sarana efektif untuk memperbaiki komunikasi dan menyelesaikan ketegangan dalam kelompok.

“Melalui kegiatan interaktif seperti ini, semangat gotong royong dan kekeluargaan dapat terbangun kembali,” jelasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen PKK Padukuhan Blekik dalam memperkuat ikatan sosial berbasis kebersamaan. Kalurahan Sardonoharjo pun semakin menegaskan reputasinya sebagai wilayah yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat. (ESK/KIM DSN Ngaglik)




Sumbersari Bersiap Jadi Tuan Rumah Upacara HUT RI ke-80 Tingkat Kapanewon Moyudan

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman mulai mempersiapkan diri menyambut Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia tingkat Kapanewon Moyudan, yang akan dipusatkan di Lapangan Sumbersari pada 17 Agustus 2025.

Sebagai bentuk kesiapan, jajaran Pemerintah Kalurahan menggelar kerja bakti penataan lapangan pada Minggu (27/7/2025), melibatkan seluruh pamong kalurahan, anggota Satlinmas, serta Karang Taruna Bakti Sari.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi seluruh pihak yang telah membantu membersihkan dan menata lapangan. Ini merupakan tanggung jawab bersama karena tahun ini Sumbersari dipercaya menjadi tuan rumah upacara tingkat kapanewon,” ujar Lurah Sumbersari, Sukadi.

Lebih lanjut, Sukadi juga mengimbau masyarakat untuk ikut memeriahkan peringatan kemerdekaan dengan memasang bendera merah putih, umbul-umbul, dan menghias lingkungan. Ia juga mengajak warga menggelar doa bersama dan malam tirakatan di masing-masing padukuhan pada malam 17 Agustus.

“Kita telah diberi nikmat kemerdekaan. Sebagai wujud syukur, mari berikan yang terbaik untuk bangsa ini,” imbuhnya.

Namun dalam kegiatan kerja bakti, ditemukan adanya barang bekas bangunan yang dibuang sembarangan di tengah lapangan. Menanggapi hal itu, Carik Sumbersari, Junaidi, mengingatkan warga agar tidak menjadikan lapangan sebagai tempat pembuangan sampah.

“Lapangan adalah milik bersama. Kami berharap semua warga punya rasa memiliki dan tidak membuang sampah dalam bentuk apa pun di sini,” tegasnya. Ia juga meminta warga melaporkan jika melihat pelanggaran, dan menegaskan bahwa pemerintah akan menindak tegas sesuai aturan yang berlaku. (Giek/KIM Moyudan)