Potong Tumpeng Simbol Syukur dan Gotong Royong dalam Peringatan HKN di Sumbersari

Sleman — Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Sumbersari menyelenggarakan peringatan Hari Keluarga Nasional (HKN) tingkat kalurahan pada Senin (30/6/2025), bertempat di Pendopo Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Sleman.

Acara tersebut dihadiri oleh Lurah, Carik, Kamituwa, Penyuluh Keluarga Berencana, serta kader KB se-Kalurahan Sumbersari.

Dalam sambutannya, Lurah Sumbersari, Sukadi, menyampaikan bahwa peringatan HKN tahun ini digelar secara sederhana, menyesuaikan dengan keterbatasan anggaran dan mengikuti arahan dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2024.

“Peringatan HKN bukan soal kemegahan acara, tapi bagaimana kita bisa mengambil hikmah dan memperkuat komitmen dalam membangun keluarga yang sehat dan sejahtera,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh kader KB untuk terus menjaga semangat kekompakan dan gotong royong dalam menjalankan tugas sosial di tengah masyarakat.

“Kalau kita kompak dan dilandasi semangat kebersamaan, insyaallah tugas seberat apa pun akan terasa ringan dan penuh berkah,” tambahnya.

Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Lurah Sumbersari yang kemudian diserahkan kepada Kamituwa Agus Iskandar. Dalam keterangannya, Agus menyampaikan bahwa tumpeng bukan sekadar tradisi, tetapi sarat makna simbolik.

“Tumpeng adalah wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat. Saat dibagikan kepada semua yang hadir, tumpeng menjadi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai inilah yang sejalan dengan semangat peringatan HKN: membangun keluarga, lingkungan, dan masyarakat yang sehat, harmonis, serta mandiri.

Acara berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat HKN sebagai momentum mempererat kebersamaan seluruh elemen masyarakat. (Giek/KIM Moyudan)




Mahasiswa UNY Raih Juara 1 KTIQ di MTQ Mahasiswa Internasional Asia Tenggara

Sleman – Mahasiswa Program Studi Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Marlita Wulansari, meraih Juara 1 Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Mahasiswa Internasional se-Asia Tenggara Tahun 2025 yang digelar di Universitas Jambi.

Marlita menuturkan bahwa proses persiapan telah ia jalani selama lebih dari dua bulan.

Ia mendapatkan bimbingan intensif dari dosen pembimbing, dan mendalami kajian literatur Al-Qur’an secara tematik, serta latihan presentasi ilmiah secara rutin.

“Saya mulai dari mencari topik yang benar-benar relevan dengan isu kekinian, lalu saya sandingkan dengan nilai-nilai Al-Qur’an,” ungkapnya, Senin (30/6/2025).

Dalam KTIQ, Marlita percaya bahwa sebuah karya tulis yang bagus harus memiliki kekuatan dalam sintesis antara nilai spiritual, analisis ilmiah, dan solusi praktis berbasis komunitas.

“Saya ingin karya ini tidak berhenti di podium, tetapi bisa dibaca dan diterapkan,” kata dia.

Tak hanya menulis, Marlita juga harus mempertanggungjawabkan gagasannya dalam sesi presentasi di hadapan dewan juri.

Ia menampilkan gagasannya dengan tenang, percaya diri, dan disertai analisis yang tajam. Penguasaan materi dan kejelasan penyampaian membuatnya terpilih menjadi Juara 1 cabang KTIQ pada MTQ Mahasiswa Internasional se-Asia Tenggara tahun ini.

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama harum UNY di kancah internasional.

“Saya bersyukur bisa membawa nama baik UNY di forum bergensi ini,” tambahnya.

Marlita berharap pencapaiannya bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani menulis, berpikir kritis, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber solusi atas persoalan umat dan bangsa. (Athiful/KIM Depok)




Muskal RKPKal Margoagung, Menyusun Usulan Nyata untuk Kesejahteraan Warga

Sleman — Pemerintah Kalurahan Margoagung bersama Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) menggelar Musyawarah Kalurahan (Muskal) untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKP-Kal) Tahun Anggaran 2026, bertempat di Balai Kalurahan Margoagung, Senin malam (30/6/2025).

Musyawarah dipimpin oleh Ketua BPKal, Jumali, dan diikuti oleh anggota BPKal, Lurah dan pamong, seluruh Dukuh se-Margoagung, ketua PKK, Karang Taruna, serta tokoh masyarakat. Hadir pula Panewu Seyegan, Panewu Anom, Ketua Jawatan Praja, serta pendamping Kalurahan.

Dalam sambutannya, Lurah Margoagung, Djarwo Suharto, mengapresiasi pelaksanaan Muskal sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan yang partisipatif.

“Muskal ini penting agar semua program pemerintah merupakan hasil kesepakatan dan kebutuhan nyata masyarakat,” ujarnya.

Ketua Jawatan Praja Kapanewon Seyegan, Aris Setiyawan, berharap usulan masyarakat bisa selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat agar pelaksanaannya lebih mudah direalisasikan.

Sementara itu, anggota DPRD Sleman, Ramelan, menyampaikan bahwa Muskal mendukung visi pembangunan daerah Sleman, terutama dalam mewujudkan misi Bupati Sleman: Dalane Padang, Dalane Alus. Ia juga menyoroti kondisi fiskal daerah yang tengah menghadapi efisiensi anggaran akibat pemangkasan dana pusat.

“Dengan PAD hanya sekitar Rp1 triliun dari APBD Sleman sebesar Rp3,3 triliun, strategi komunikasi dan koordinasi lintas sektor perlu diperkuat, termasuk dalam menyusun RKP yang efisien namun tepat sasaran,” pesannya.

Pangripta Kalurahan Margoagung, Annas Susila Admaja, memaparkan struktur RPJM Kalurahan Margoagung 2021–2026 yang meliputi lima bidang pembangunan utama yaitu Penyelenggaraan Pemerintahan, Pelaksanaan Pembangunan, Pembinaan Kemasyarakatan, Pemberdayaan Masyarakat, dan Penanggulangan Bencana dan Keadaan Mendesak

Sartana, Sekretaris BPKal, mempresentasikan Rencana Kerja berdasarkan hasil Jaring Aspirasi Masyarakat (Jaring Asmara) yang telah digelar pada 18 Juni 2025.

Berikut ringkasan beberapa usulan masyarakat yang disampaikan antara lain di Bidang Pemerintahan berupa peningkatan insentif RT/RW, kemudahan layanan kependudukan, transparansi keuangan kalurahan. Berikutnya adalah Bidang Pendidikan berupa insentif untuk tenaga PAUD/TPA, penyelenggaraan Kejar Paket, beasiswa anak kurang mampu. Bidang Kesehatan berupa insentif dan seragam untuk kader posyandu, penyuluhan kesehatan.

Ada juga Bidang Pekerjaan Umum berupa pengaspalan jalan, pembangunan drainase, pengelolaan sampah. Bidang Perhubungan berupa  cermin lalu lintas, penerangan jalan, pengadaan konblok. Kepemudaan dan Olahraga berupa pembangunan lapangan sepak bola, penghargaan atlet berprestasi.

Bidang Pertanian dan Peternakan berupa irigasi, sumur bor, pelatihan budidaya, modal usaha. Terakhir, Bidang Koperasi dan UMKM berupa pelatihan manajemen, pengembangan teknologi tepat guna.

Setelah usulan dipaparkan, acara dilanjutkan dengan verifikasi usulan oleh tim gabungan dari pemerintah kalurahan dan perwakilan masyarakat. Kemudian dilakukan penandatanganan Berita Acara oleh para pemangku kepentingan, sebagai bukti sah bahwa dokumen RKP 2026 telah disepakati bersama.

Muskal ditutup dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri, sebagai simbol semangat pengabdian kepada bangsa dan daerah.

“Semoga Muskal ini tidak sekadar menjadi forum formalitas, tetapi betul-betul menghasilkan rumusan program nyata yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Ketua BPKal, Jumali. (Sulistiyono/KIM Seyegan)




Bimtek Kapanewon Sehat, Langkah Menuju Sleman Sehat 2025

Sleman — Meski tahun ini tidak ada penilaian untuk Kapanewon Sehat, Pemerintah Kabupaten Sleman tetap melaksanakan evaluasi Kabupaten Sehat 2025. Sebagai bagian dari persiapan, Dinas Kesehatan Sleman menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kapanewon Sehat di Aula Puskesmas Berbah, Senin (30/6/2025).

Bimtek dihadiri oleh tim pembina Kapanewon Sehat dari Dinas Kesehatan Sleman, Fahmi Huda Muhammad dan Eggy Bagus F., Kepala Jawatan Sosial Berbah Murjiyanta, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas dari empat kalurahan, KUA Berbah, Korwil Pendidikan, perwakilan pasar, Forum Lingkungan Hidup (FLH) Berbah, serta tim Puskesmas Berbah.

Eggy Bagus, salah satu Tim Pembina Kapanewon Sehat Dinas Kesehatan Sleman menjelaskan bahwa meskipun tidak ada penilaian tingkat kapanewon, dukungan data yang akurat tetap dibutuhkan sebagai bagian dari kelengkapan evaluasi Kabupaten Sehat. Penilaian dilakukan secara daring (Zoom) melibatkan 16 instansi terkait, serta kunjungan lapangan (luring) oleh tim evaluator.

Tingkatan capaian evaluasi Kabupaten Sehat antara lain Swasti Saba Padapa dengan nilai, kelembagaan minimal 80% dengan capaian indikator tiap tatanan 80%. Berikutnya adalah Swasti Saba Wiwerda dengan nilai kelembagaan 90%, indikator 80%. Swasti Saba Wistara dengan capaian kelembagaan dan indikator 100%. Terakhir adalah Swasti Saba Wistara Paripurna yang diberikan kepada kabupaten yang meraih Wistara dua kali berturut-turut.

“Capaian tertinggi adalah Wistara Paripurna. Ini menuntut kerja kolaboratif lintas sektor dan OPD,” tegas Eggy.

Fahmi Huda Muhammad, yang juga dari Tim Pembina Kapanewon Sehat Dinkes Sleman turut menambahkan bahwa pembentukan Pokja Kapanewon Sehat bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menciptakan lingkungan bersih dan nyaman, serta mendukung produktivitas ekonomi warga.

“Targetnya, kapanewon menjadi tempat tinggal dan bekerja yang sehat, aman, dan nyaman melalui pelaksanaan berbagai program lintas sektor,” ujarnya.  (Kusnadi/KIM Berbah)




Pemkal Condongcatur Gelar Muskal Penyusunan RKP-Kal Tahun Anggaran 2026

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur melaksanakan Musyawarah Kalurahan (Muskal) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan (RKP-Kal) Condongcatur Tahun Anggaran 2026 di ruang Wacanaloka Kalurahan Condongcatur, Senin (30/6/2025).

Ketua BPKal Condongcatur, Sunarto, menyampaikan Musyawarah Kalurahan antara BPKal, Pemerintah Kalurahan dan unsur masyarakat yang diselenggarakan untuk menyepakati hal hal yang bersifat strategis.

Muskal penyusunan RKP-Kalurahan sebagai salah satu perwujudan perencanaan pembangunan kalurahan tahunan secara partisipatif dimana pengelolaan pembangunan di Kalurahan dan kawasan perdesaan yang dikoordinasikan oleh Lurah dengan mengedepankan kebersamaan, kekeluargaan dan kegotong royongan guna mewujudkan pengarusutamaan perdamaian dan keadilan sosial.

“Tujuannya untuk memastikan bahwa prioritas pembangunan yang diajukan mencerminkan kebutuhan dan aspirasi nyata masyarakat karena Pemkal Condongcatur dalam  perencanaanya melalui Pendekatan Pembangunan dari Bawah (Bottom-Up) yang disusun berdasarkan kebutuhan mereka sendiri dan pemerintah hanya sebagai fasilitator, masyarakat akan lebih berperan dalam memberikan gagasan dari awal hingga pelaksanaan evaluasi,” tuturnya

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji mengatakan Muskal RKPKal Ini merupakan lanjutan dari kegiatan Musduk yang telah dilakukan di awal tahun 2025 secara marathon di 18 Padukuhan untuk perencanaan anggaran pembangunan fisik maupun non-fisik tahun anggaran 2026

“Mari kita terus bersatu dan bekerja sama membangun Condongcatur yang lebih maju dan sejahtera,” ucapnya

Carik Condongcatur, Riska Dian Nur Lestari, memandu penyampaian Rencana Kerja Pemerintah Kalurahan Condongcatur meliputi 5 bidang yaitu bidang penyelenggaraan pemerintah kalurahan, bidang pelaksanaan pembangunan kalurahan, bidang pembinaan kemasyarakatan, bidang pemberdayaan masyarakat dan bidang penanggulangan bencana, darurat dan mendesak.

Usai pemaparan rencana kerja pemerintah kalurahan dan program pembangunan fisik dan non fisik dilanjutkan tanggapan hasil Muskal oleh Ketua BPKal Condongcatur yang  menyampaikan bahwa RKPKal disusun berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kalurahan (RPJMKal) program program pembangunan sesuai dengan Visi dan Misi Lurah Condongcatur

“Sebuah siklus tahunan RKP-Kalurahan dipakai sebagai pedoman atau acuan pelaksanaan pembangunan bagi pemerintah kalurahan selanjutnya sebagai dasar penyusunan APBKal tahun anggaran berikutnya, diharapkan diakhir tahun 2025 dapat ditetapkan Peraturan Kalurahan tentang APBKal Condongcatur tahun Anggaran 2026 untuk penyelenggaraan pemerintahan kalurahan,” ujar Sunarto.

Dalam Muskal ini juga  juga dibentuk Tim Verifikasi pembangunan berdasarkan pertimbangan anggota Tim verifikasi RKP Kalurahan Condongcatur minimal berpendidikan SLTA dan memiliki keahlian dan kompetensi di bidang yang akan di verifikasi. Terpilih sebagai Ketua adalah Heri Prasetyo, Sekretaris adalah Jarot Eko Sudarwanto, dan Anggota adalah Sugiyanto.

Panewu Depok, Djoko Muljanto, penyelenggaraan Muskal Penyusunan RKPKal TA 2026 sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam kalender siklus tahunan

“Apresiasi kepada Pemkal  Condongcatur dan BPKal  telah melaksanakan musyawarah penyusunan RKPKal  Condongcatur TA 2026, Saya berpesan agar Lurah beserta Pamongnya segera cekat ceket membentuk tim Penyusun RKPKal sehingga segera dapat tersusun dengan baik dan hasilnya segera dikirimkan ke kabupaten,” pesannya.

Di akhir Muskal dilakukan penandatangan Berita Acara oleh perwakilan masing masing unsur sebagai bukti sah bahwa muskal telah dilaksanakan dan keputusan yang diambil telah melalui proses demokratis. (Wasana /KIM Depok)