Gladhi Karawitan Lansia Banyuraden demi Lestarinya Budaya Jawa

Sleman – Sebagai sarana pelestarian budaya lokal yang melibatkan langsung para lansia sebagai pelaku utama, Layanan Lansia Terintegrasi Kalurahan Banyuraden menggelar gladhi karawitan khusus lansia yang berlangsung di Pendhapa Kekandhangan Banyuraden, Sleman, Jumat (1/8/2025).

Melalui latihan karawitan yang dipandu Ki Damar Asmoro Sejati dari Sanggar Widya Pramana, para lansia diberikan ruang untuk mengekspresikan diri, sekaligus mempertahankan identitas budaya Jawa di tengah arus modernisasi.

Gladhi karawitan terbukti mampu memberikan efek relaksasi, meningkatkan rasa percaya diri, serta mempererat hubungan sosial antarsesama peserta. Dengan mengikuti latihan secara rutin, para lansia merasa dihargai dan kembali memiliki peran sosial yang bermakna di masyarakat.

Ini menjadi bentuk pendekatan holistik terhadap pelayanan lansia yang tidak hanya menekankan aspek kesehatan fisik, tetapi juga mental dan sosial. Hal tersebut diungkapkan oleh Manajer Operasional Layanan Lansia Terintegrasi Kalurahan Banyuraden, Sayekti Rahayu.

Selain itu, kegiatan yang melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas PGRI Yogyakarta ini mendukung upaya pemberdayaan lansia melalui pendekatan berbasis potensi lokal. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan psikologis dan emosional lansia. Sehingga dapat menjadi contoh nyata bahwa pemberdayaan lansia dapat dilakukan dengan cara yang kontekstual, berbasis budaya, dan memiliki dampak jangka panjang.

Pelatihan seni karawitan diikuti oleh puluhan lansia yang berasal dari delapan padukuhan se-Kalurahan Banyuraden yaitu Banyumeneng, Kanoman, Dukuh, Somodaran, Kaliabu, Dowangan, Sukunan, dan Modinan sebagai penjaga nilai-nilai tradisional yang masih relevan untuk diwariskan.

Ketika lansia memainkan alat gamelan dengan penuh ketekunan, itu memberi pesan kuat bahwa budaya adalah sesuatu yang perlu dijaga bersama, bukan sekadar konsumsi hiburan. Interaksi antar generasi yang tumbuh dari kegiatan ini sangat penting untuk kesinambungan budaya lokal.

Mengikuri gladhen karawitan menjadi terapi alami yang menyenangkan bagi lansia. Lewat irama musik gamelan dapat menenangkan pikiran, menyegarkan suasana hati, dan merangsang kerja otak. Dengan kata lain, karawitan adalah seni yang juga berfungsi sebagai sarana pemulihan psikologis.

Aktivitas ini mendorong lansia untuk tetap memiliki mobilitas sosial dan membangun relasi yang sehat. Sewaktu latihan karawitan, mereka terlibat dalam diskusi, belajar bersama, dan bekerja dalam tim. Hal ini membangun semangat kolektif dan rasa saling memiliki di antara sesama lansia.

“Semangat gotong royong yang tumbuh dari latihan ini bisa menjadi contoh bagi lingkungan sosial yang lebih luas,” ucap Sayekti.

Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin menunjukkan bahwa pendekatan berbasis budaya lebih efektif dalam menjangkau dan melibatkan lansia ketimbang pendekatan birokratis semata. Seni, khususnya karawitan, menjadi bahasa yang dekat dan akrab bagi generasi tua. Dengan begitu, program ini bisa menjangkau lebih banyak lansia dan meningkatkan partisipasi aktif mereka dalam kehidupan desa.

“Dengan menjadikan seni karawitan sebagai sarana pemberdayaan lansia, Banyuraden tidak hanya menjaga nilai-nilai budaya, namun juga membangun masyarakat yang inklusif, sehat, dan bermartabat, di mana setiap usia punya ruang untuk tumbuh dan berkontribusi,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Resmi Dilantik, PJ Lurah Maguwoharjo Komitmen Emban Amanah Penuh Tanggung Jawab

Sleman – Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok melangsungkan proses pelantikan dan serah terima jabatan dari Pelaksana Tugas (Plt) Lurah kepada Penjabat Lurah (PJ) Lurah Maguwoharjo, Jumat (1/8/2025).

Pelantikan yang berlangsung khidmat ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Acara dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan pemberhentian Plt. Lurah Maguwoharjo, Heri Santoso, serta pengangkatan Penjabat Lurah baru, Muhammad Falaq Susanto, yang juga menjabat sebagai Penewu Anom Kapanewon Depok.

Proses pengukuhan dilakukan langsung oleh Panewu Depok, Djoko Muljato, disaksikan sejumlah unsur pimpinan daerah, di antaranya perwakilan dari Setda Sleman, lurah se-Kapanewon Depok, BPKal Maguwoharjo, Babinsa, Puskesmas Depok 1, serta staf kalurahan dan unsur masyarakat lainnya.

Heri Santoso dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan permohonan maaf atas segala kekurangan selama menjabat sebagai Plt. Lurah Maguwoharjo. Ia telah menjabat sebagai Plt. Lurah Maguwoharjo selama kurang lebih satu tahun tujuh bulan.

“Saya sampaikan terima kasih dan permohonan maaf bila selama menjalankan tugas masih banyak kekurangan, baik kegiatan yang sudah ataupun belum terlaksana,” katanya.

Sementara itu, PJ Lurah Maguwoharjo terlantik, Muhammad Falaq Susanto dalam sambutannya mengungkapkan tekad untuk mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya program ketahanan pangan yang menjadi fokus pemerintah pusat.

“Saya sampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan. Salah satu program yang akan menjadi fokus sesuai yang diamanahkan oleh pemerintah pusat adalah ketahanan pangan,” tutur Falaq.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan berita acara serah terima jabatan, sebagai simbol peralihan kepemimpinan secara resmi dan tertib.

Peserta yang hadir tampak antusias dan berbahagia menyambut dilantiknya Penjabat Lurah Maguwoharjo yang baru. Mereka berharap kepemimpinan baru ini dapat membawa kemajuan nyata bagi kalurahan. (Andri Sheva P – KIM Depok)




UMKM Berbah Geber Program Kerja Usai Dikukuhkan

Sleman – Pengurus Berbah melakukan rapat evaluasi kegiatan pengukuhan pengurus dan pembukaan showroom. Kegiatan yang dilaksanakan di Resto Omah Dahar Mbah Wanto, Tegaltirto, Berbah, Sleman, Kamis (31/7/2025) ini dihadiri semua pengurus UMKM Kapanewon Berbah.

Ketua Bidang Advokasi Kapanewon Berbah, Ferdiansyah Gea Arrysal mengucapkan selamat datang di Resto Omah Dahar, dirinya merasa senang tempatnya bisa dipakai pertemuan pengurus UMKM Berbah. Harapannya ke depan tetap terjalin kerja sama antara resto dengan pelaku UMKM Berbah.

“Resto akan selalu terbuka sebagai salah satu titik pemasaran produk UMKM Berbah, selain showroom yang baru saja diresmikan,” ucap Gea.

Ketua Forkom Kapanewon Berbah, Sri Handayani yang biasa di sapa mbak Yani mengapresiasi kerja sama dan kekompakan pengurus UMKM Berbah saat kegiatan pengukuhan pengurus dan peresmian Showroom UMKM Berbah. Kerja sama, gotong royong dan saling melengkapi menjadi semangat untuk membawa UMKM naik kelas berdaya saing global.

“Semangat itu harus kita jaga, saling mengingatkan antar pengurus ataupun dengan sesama pelaku usaha UMKM Berbah,” ujar mbak Yani.

” Dengan semboyan UMKM Berkarya, Inovasi Tanpa Batas, Perekonomian Melejit, Cuan Melangit, menjadi pemacu agar lebih   mencapai yang diinginkan,” SAMBUNG Ferdiansyah.

Program jangka pendek yang harus dilakukan UMKM Berbah adalah menata dan menjadwal petugas jaga showroom. Sementara program lainnya ialah membuka lapak jualan pada gelar budaya dan senam masal peringatan HUT ke-80 RI yang akan berlangsung pada, Sabtu 23 Agustus 2025.  (Kusnadi / KIM Berbah)




Pasar Bela Negara Diluncurkan: Wadah UMKM dan Edukasi Cinta Tanah Air

Sleman – Program Pasar Bela Negara hasil kolaborasi antara Badan Kesbangpol Sleman dan Tim Carya resmi diluncurkan Jumat (1/8/2025), di Halaman Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sleman.

Acara peluncuran berlangsung meriah dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, pelaku UMKM, serta tamu undangan dari instansi pemerintah. Secara resmi, kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.

“Pasar Bela Negara ini merupakan langkah nyata untuk menguatkan ekonomi masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap produk lokal sebagai bagian dari bela negara,” ujarnya.

Pasar ini direncanakan akan digelar secara rutin setiap hari Jumat, mulai pukul hingga WIB. Mengusung konsep pasar rakyat yang edukatif, kegiatan ini menghadirkan beragam tenant UMKM yang menawarkan produk-produk lokal, khususnya kuliner dan kerajinan tradisional khas Sleman.

Beberapa produk unggulan yang ditampilkan antara lain kue apem, olahan talas, nasi megono, brongkos, jajanan lawas, bibit buah-buahan, serta aneka minuman dan sayuran sehat.

Selain aktivitas jual beli, pengunjung juga disuguhi layanan publik seperti perizinan usaha, pembagian bibit talas dan bendera merah putih secara gratis, serta hiburan dari komunitas Jogja Ukulele Society.

Ketua Tim Carya, Lina Syafira menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat potensi lokal dari hulu ke hilir. “Kita ingin mengangkat produk-produk lokal Kabupaten Sleman, terutama olahan dari hulu sampai hilir, agar masyarakat semakin mencintai dan bangga terhadap produk dalam negeri,” ungkapnya.

Kepala Badan Kesbangpol Sleman, Syamsul Bakri turut menyampaikan harapan besar dari kegiatan ini. Menurutnya, Pasar Bela Negara menjadi bagian dari upaya membumikan semangat kebangsaan di tengah masyarakat.

“Ketika kita mencintai dan menggunakan produk dalam negeri, itu adalah bentuk nyata bela negara. Harapannya, kegiatan ini menjadi ruang edukasi, ekonomi, dan kebudayaan yang saling mendukung,” pungkas Syamsul.

Pasar Bela Negara diharapkan terus berkembang dan menjadi ikon baru kegiatan mingguan di Sleman yang memperkuat ekonomi lokal sekaligus membangkitkan semangat nasionalisme masyarakat. (Andy Ahmad AZ – KIM DSN Ngaglik)




Pemerintah Kalurahan Sumbersari Salurkan CBP kepada 836 KPM

Sleman- Pemerintah Kalurahan Sumbersari kembali mennyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada, Kamis (31/7/2025) bertempat di Pendopo Kalurahan setempat.

Kamituwa Sumbersari, Agus Iskandar menjelaskan bahwa CBP kali ini dibagikan kepada 836 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Sumbersari. Masing-masing KPM menerima beras untuk dua bulan.

“Masing-masing KPM akan menerima 20 kilogram beras, jatah untuk dua bulan,” kata Agus.

Agus menyampaikan bahwa hal itu sesuai peraturan dari Kepala Badan Pangan Nasional RI Nomor 71/ bahwa Pemerintah Desa (Kalurahan) untuk membantu menyalurkan CBP kepada KPM, 10 kilogram/bulan.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Sumbersari, Sukadi menyampaikan pesan kepada Z KPM agar dapat memanfaatkan bantuan beras tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia menuturkan bahwa CBP tersebut merupakan bantuan sosial dari dalam upaya untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat penerima manfaat.

“Dengan bantuan ini, semoga dapat membantu mengatasi kesulitan ekonomi para KPM,” pungkasnya.(Giek / KIM Moyudan)