Padukuhan Sedogan Belajar dari Kesuksesan Kampung Iklim Kuwang

Sleman – Padukuhan Sedogan menggelar kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sebagai upaya mendukung Program Kampung Iklim (ProKlim) nasional, Senin (4/8/2025). Acara yang berlangsung di Aula Kalurahan Lumbungrejo ini menghadirkan praktisi sukses dari Padukuhan Kuwang, peraih Juara 1 Kampung Iklim Kabupaten Sleman yang sedang dinilai sebagai calon penerima penghargaan tingkat nasional.

Dukuh Kuwang, Yosafat, berbagi pengalaman tentang bagaimana menggerakkan partisipasi warga dalam pengelolaan limbah rumah tangga, sedekah sampah, dan penghijauan lingkungan. “Kesadaran lingkungan harus tumbuh dari hal kecil seperti pemilahan sampah, pemasangan biopori, dan penanaman pohon, kemudian berkembang menjadi gerakan bersama,” jelasnya.

Suratman, Sekretaris Padukuhan Kuwang, menekankan pentingnya administrasi yang rapi sebagai kunci keberhasilan program.

“Empat dokumen wajib yaitu undangan, daftar hadir, notulen, dan dokumentasi harus selalu disiapkan. Administrasi yang baik akan memudahkan proses verifikasi,” tegasnya.

Warga Sedogan menyambut antusias kegiatan ini. Setiyanto, pengurus Kampung Iklim Sedogan, berharap ilmu yang didapat dapat diterapkan untuk meningkatkan status kampung mereka. “Kami ingin Sedogan menjadi Kampung Iklim yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut, termasuk penguatan kelompok kerja ProKlim dan pelatihan lanjutan tentang pengelolaan sampah dan konservasi air. (Aiss/KIM Ceria Lumbungrejo, Tempel)




24 Kepala Sekolah Muhammadiyah Sleman Ikuti Forum Evaluasi Pendidikan

Sleman – Sebanyak 24 kepala SMA/SMK/MA/SLB Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan Evaluasi dan Refleksi Pendidikan Muhammadiyah yang digelar Majelis Dikdasmen-PNF PWM DIY di UMY Student Dormitory, Selasa (5/8/2025) . Forum ini menjadi kelanjutan Program Pendidikan Khusus Kepala Sekolah Muhammadiyah (Diksuspala) untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan pendidikan.

Kegiatan bertujuan mengevaluasi kebijakan pendidikan, efektivitas manajerial sekolah, serta merancang inovasi yang relevan dengan tantangan zaman. Muhammad Ikhwan Ahada, Ketua PWM DIY, menegaskan keunggulan sebagai inti pendidikan Muhammadiyah.

“Unggul bukan sekadar baik, tapi harus menjadi yang terbaik. Ini tercermin dalam konsep khair di Al-Qur’an yang menuntut selektivitas, komparasi, dan kompetisi,” tegas Ikhwan. Ia menekankan pentingnya kualitas lulusan, tata kelola, sarana memadai, dan sistem penjaminan mutu sebagai prasyarat keunggulan.

Achmad Muhammad, Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PWM DIY, menambahkan peran kepala sekolah sebagai agen perubahan. “Kepala sekolah harus aktif membangun kolaborasi, bukan hanya mengurus administrasi. Ta’awun (gotong royong) dan inovasi adalah kunci menjawab tantangan pendidikan,” ujarnya seraya mengutip keteladanan K.H. Ahmad Dahlan.

Forum menghadirkan sesi berbagi praktik baik dari para praktisi, termasuk Hery Nugroho (Kepala SMA Muh 1 Yogyakarta) dan Sigit Rahmadiantoro (Kepala SMK Muhammadiyah Prambanan). Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi antarsekolah Muhammadiyah dalam mewujudkan pendidikan Islam yang berkemajuan. (Athiful/KIM Depok)




Lima Pelajar SMP dari Sleman Siap Harumkan Nama Daerah di OSN Tahun 2025 Tingkat DIY

Sleman – Lima pelajar terbaik tingkat SMP dari Kabupaten Sleman resmi ditetapkan sebagai duta daerah dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 Cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Harapan dan doa agar seluruh proses berjalan lancar serta membuahkan hasil terbaik disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, di Kantor Dinas Pendidikan Sleman pada Senin (4/8/2025).

“Semoga seluruh tahapan dapat berjalan lancar dan hasilnya bisa membanggakan. Kita semua berharap yang terbaik bagi anak-anak yang akan berjuang membawa nama baik Sleman di tingkat provinsi,” ujarnya.

Kelima siswa yang mewakili Sleman dalam ajang OSN cabang IPA tingkat provinsi tersebut merupakan hasil seleksi ketat dari berbagai sekolah dan telah menunjukkan capaian akademik yang menonjol dalam bidang IPA.

Mereka adalah Alman Mustanir Suwadana (SMP Islam Al-Azhar 26 Yogyakarta), Dimas Restu Kunarseto (SMP Negeri 4 Depok), Ksatria Tegar Adi Pamungkas Wicaksana (SMP Negeri 4 Kalasan), Sulthan Adam Putra Arkana (SMP Negeri 4 Pakem), dan Kayyisa Azkiya Maulida (MTSS Sunan Pandanaran).

Kelima peserta ini akan mengikuti babak tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada 13–14 Agustus 2025, dan menjadi bagian dari proses seleksi menuju tingkat nasional.

Pembina OSN IPA Kabupaten Sleman, Dr. Tsania Nur Diyana, turut menyampaikan harapan besarnya kepada para peserta. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental dan intelektual dalam menghadapi tantangan olimpiade.

“Kami berharap para siswa bisa tampil maksimal, tidak hanya membawa pengetahuan, tetapi juga semangat belajar dan karakter yang kuat. Ini bukan sekadar lomba, tapi bagian dari pembentukan generasi ilmuwan muda Indonesia,” ujarnya.

Kesiapan dan pendampingan terus dilakukan oleh tim pembina guna memastikan peserta tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu mengelola tekanan dan kompetisi di tingkat provinsi.

“Dinas Pendidikan Sleman, bersama para guru dan pembina, berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh selama proses persiapan hingga pelaksanaan,” ungkap Dosen Departemen Pendidikan Fisika UNY tersebut.

Dengan semangat kolaboratif antara dinas, sekolah, pembina, dan keluarga, diharapkan Sleman mampu mencetak prestasi membanggakan dan melangkah ke panggung nasional, membawa nama baik Kabupaten Sleman di kancah pendidikan sains Indonesia. (Athiful/KIM Depok)




PAC Ansor Gamping Fokus Kuatkan Kaderisasi, Konsolidasi, dan Kemandirian Ekonomi

Sleman – Kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kapanewon Gamping masa khidmat 2025–2028 telah terbentuk di Masjid Al-Firdaus, Nogotirto, Sleman, Senin (4/8/2025). Agenda ini tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, melainkan juga menjadi titik awal perumusan langkah strategis organisasi tiga tahun ke depan.

Proses pembentukan pengurus harian dan bidang dilakukan secara demokratis, dengan melibatkan perwakilan ketua ranting dan tokoh-tokoh senior Ansor setempat. Forum musyawarah berjalan lancar dan penuh semangat. Sesuai dengan hasil konferensi Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Gamping 2025, telah ditetapkan Ketua PAC GP Ansor yang baru. Adapun penekanannya pada kaderisasi, konsolidasi organisasi, dan penguatan ekonomi yang menjadi benang merah dalam perumusan struktur dan program kerja.

Muhammad Firdaus Nuryan Siddqi selaku ketua terpilih menegaskan pentingnya kaderisasi berkelanjutan sebagai fondasi utama organisasi. Menurutnya, kaderisasi bukan sekadar formalitas pelatihan, tetapi proses rekrutmen, membangun karakter, militansi, dan loyalitas kepada organisasi dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah. Ia menekankan bahwa setiap kader harus merasakan kehadiran organisasi secara nyata di tengah masyarakat.

Selain kaderisasi, konsolidasi internal dan eksternal menjadi fokus utama PAC GP Ansor Gamping. Pengurus bertekad memperkuat hubungan antar ranting dan membangun komunikasi efektif dengan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama, Badan Otonom, serta pemerintah setempat. Tujuannya adalah menciptakan sinergi program yang berdampak langsung pada penguatan basis dan pelayanan masyarakat.

Di bidang ekonomi, PAC GP Ansor Gamping ingin memulai era baru kemandirian organisasi. Berbagai ide dan inisiatif ekonomi mulai digodok, mulai dari pengembangan unit usaha, pelatihan kewirausahaan kader muda, hingga kerja sama strategis dengan mitra lokal.

“Organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu berdikari secara ekonomi,” ujar Firdaus

Selain itu, ruang-ruang konsolidasi digital juga mulai dirancang untuk mempercepat komunikasi organisasi. Pemanfaatan media sosial, aplikasi data kader, serta konten dakwah digital akan menjadi bagian penting dari program kerja ke depan.

“Hal ini sejalan dengan semangat transformasi organisasi yang adaptif terhadap zaman,” tambah Firdaus.

Antusiasme kader begitu terasa dalam pembentukan pengurus kali ini. Tak sedikit kader muda yang secara sukarela menyatakan siap membantu menyukseskan program PAC GP Ansor Gamping, baik dalam bidang kaderisasi, dakwah, sosial, maupun ekonomi. Ini menjadi pertanda bahwa semangat regenerasi tetap menyala dalam tubuh Ansor.

Adapun pengurus harian Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kapanewon Gamping masa khidmat 2025 – 2028 yaitu: M. Firdaus Nuryan Siddqi (Ketua), Ochberta Kuntadi (Sekretaris), Sayat (Bendahara), M. Munif Hasyim (Kepala Satuan Koordinasi Rayon), serta Adnan Iman Nurtjahjo (Kepala Sekretariat Markas).

Dengan kepengurusan yang baru dan semangat yang diperbarui, PAC GP Ansor Gamping siap melangkah lebih progresif. Ansor Gamping bukan hanya organisasi pemuda, tapi kekuatan sosial keumatan yang siap bergerak dan mengabdi.

“Kaderisasi yang terukur, konsolidasi yang kuat, dan kemandirian ekonomi menjadi fondasi utama untuk menjawab tantangan dan harapan zaman,” tandas Firdaus. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Polri dan Pemerintah Kalurahan Bersatu Dukung Gizi Anak Lewat Program MBG

Sleman — Komitmen mendukung peningkatan kualitas gizi anak terus diwujudkan melalui sinergi berbagai pihak. Salah satunya ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Kalurahan Sukoharjo, Aiptu Ratno Hartono, bersama Lurah Sukoharjo, Hadi Subroto, yang secara langsung menyalurkan bantuan Makanan Bergizi (MBG) kepada siswa-siswi SD Negeri Sukosari, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Senin (4/8/2025) siang.

Program distribusi MBG ini merupakan bagian dari inisiatif Dapur Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) Divisi Propam Polri. Tujuannya adalah untuk mendukung program strategis nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesehatan anak di lingkungan sekolah dasar, terutama di wilayah pedesaan.

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Ratno menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian dan pemerintah kalurahan (desa) tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga hadir secara aktif dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

“Program MBG ini sangat bermanfaat, khususnya bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Kami dari Polri bersama pemerintah desa berkomitmen untuk terus mendukung program ini agar tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Aiptu Ratno Hartono.

Lurah Sukoharjo, Hadi Subroto turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Polri dan Pemerintah Daerah dalam memperhatikan kesehatan anak. Ia berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkala dan menjangkau lebih banyak sekolah.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini. Para guru dan orang tua murid menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak mereka. Kehadiran Polri dalam program-program sosial seperti ini dinilai mampu mendekatkan hubungan antara aparat negara dan masyarakat secara lebih humanis.

Distribusi Makanan Bergizi di SDN Sukosari ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara institusi negara, pemerintah lokal, dan masyarakat bisa menghasilkan dampak positif secara langsung. Harapannya, langkah ini mampu memperkuat semangat gotong royong dalam mencetak generasi yang sehat dan berkualitas. (ESK/KIM DSN Ngaglik)